Transcript
UaHmOV8ywq4 • Menggapai Cinta Allah - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2597_UaHmOV8ywq4.txt
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukr lahu
ala taufiki wtinani ashadu alla
ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman
wa asadu anna muhammadan abduhuasul
ridwani allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin
hadirat yang dirahmati oleh Allah
subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali
ini kita akan bahas tentang menggapai
cinta Allah Subhanahu wa taala, yaitu
bagaimana agar kita bisa dicintai oleh
Rabbul alamin. Tentunya ini hal yang
sangat luar biasa ya. Seorang kalau
dicintai oleh pejabat mungkin dia
bangga. Cintai oleh seorang raja dia
bangga. Dekat sama ustaz dia bangga. Ya,
bagaimana lagi jika dia dicintai oleh
penciptanya? Sementara seorang hamba
penuh dengan kekurangan, penuh dengan
dosa-dosa, penuh dengan kesalahan,
selalu merasa butuh kepada sang
pencipta. Namun ternyata Allah Subhanahu
wa taala membuka kesempatan
agar sang hamba bisa dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala. Ini adalah
setinggi-tingginya nikmat,
setinggi-tingginya karunia.
Oleh karenanya, siapa yang bisa dicintai
oleh Allah dan telah meraih cinta Allah,
maka dia akan mendapat banyak
keistimewaan. Ya, di antaranya
Allah akan membanggakan dia di langit.
Ya, dalam hadis, innallaha id ahabba
abdan nada Jibril.
Kalau Allah sudah mencintai seorang
hamba, Allah panggil Jibril.
Kemudian Allah berkata, "Ya Jibril, inni
uhibbu fulanan fahibbah."
Wahai Jibril, sesungguhnya aku telah
mencintai si fulan, maka cintailah dia.
Fanada Jibril ahlama. Kemudian Jibril
pun memanggil para malaikat memberi
pengumuman. Innallaha ahabba fulanan
fahahibbuh. Sesungguhnya Allah telah
mencintai si fulan, maka cintailah dia.
Maka orang telah dicintai oleh Allah,
di sohorkan oleh Allah di tengah-tengah
makhluk-makhluk yang mulia itu para para
malaikat di langit sana. Kemudian di
antara keistimewaan orang yang sudah
dicintai oleh Allah subhanahu wa taala
maka dia tidak akan diazab oleh Allah
subhanahu wa taala. Dalam Al-Qur'an
Allah berfirman tentang pengakuan
orang-orang Yahudi dan Nasra. Mereka
mengakui, mempropagandakan bahwasanya
mereka pilihan Allah dan kekasih-kekasih
Allah. Kata Allah, waqalatil yahudu w
nasara nahnu abnaullahi wa ahibbauh.
Berkata Yahudi dan Nasrani,
"Kami adalah pilihan Allah, anak-anak
Allah dan kami kekasih-kekasih Allah."
Mereka mengatakan kami kekasih Allah.
Maka Allah bantah, qul falima yadibukum
bidunubikumal antum basyarun mimman
khalaq.
Kalau kalian dicintai oleh Allah, kenapa
ada di antara kalian diazab oleh Allah?
Diazab oleh Allah. Tapi kalian sama
seperti yang lain? Suku Yahudi sama
dengan suku yang lain. Tidak ada
istimewanya ya. Sama. Yang beriman
dicintai oleh Allah, yang
bermaksiat dibenci oleh Allah Subhanahu
wa taala. Di sini ayat ini Allah suruh
Nabi bantah mereka ketika mereka mengaku
kami kekasih Allah. Di antara bantahan
sangat mudah. Kalau kekasih enggak
mungkin disiksa oleh Allah subhanahu wa
taala. Bukankah di antara orang-orang
terdahulu kalian ada yang dirubah
menjadi monyet dan babi-babi? Allah
berkata kepada sebagian kalian, kunu
qirodatan khasiin. Jadilah kalian
kera-kera yang hina. Ya, wala minhumul
qiral khanazir. Di antara mereka ada
yang Allah rubah jadi babi-babi dan
monyet-monyet.
Kalau kalian suku yang dicintai oleh
Allah, kenapa ada yang pernah dirubah
jadi babi, ada yang dirubah jadi monyet.
Disiksa di dunia sebelum di akhirat.
Maka kalau dicintai, ayat ini diambil
faedah disebutkan oleh Ibnu Katsir
rahimahullah dalil bahwasanya kalau
Allah sudah mencintai seseorang, Allah
tidak akan mengazabnya. Allah tidak akan
mengazabnya. Dan kita semua ingin
selamat dari azab Allah Subhanahu wa
taala, ingin meraih husnul khatimah. Gak
mungkin kalau ada seorang dicintai oleh
Allah kemudian akhirnya adalah suul
khatimah. Enggak mungkin. Enggak
mungkin. Oleh karenanya orang dicintai
oleh Allah tidak akan diazab oleh Allah
subhanahu wa taala. Kemudian di antara
keistimewaan orang dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala bahwasanya orang yang
dicintai oleh Allah dijaga, dibimbing
oleh Allah subhanahu wa taala.
Sebagaimana dalam hadis qudsi Allah
berfirman,
wal yazal abdiqwafilta
uhibbah. Senantiasa hambaku mendekatkan
dirinya kepadaku dengan perkara-perkara
sunah sampai aku mencintainya.
Fa ahbabtu. Kalau aku sudah
mencintainyaah
yasma bihi wahzi yubsiru bihi
wadahullati
yabtisu biha yamsiyi alaiha.
Kalau aku sudah mencintainya, maka aku
akan menjadi pendengarannya yang dia
mendengar dengannya. Aku menjadi
penglihatan yang dia melihat dengan
penglihatan tersebut. Aku menjadi
tangannya yang dia memukul atau memegang
dengan tangannya tersebut. Dan aku
menjadi kakinya yang dia melangkah di
atas kakinya tersebut. Dalam riwayat
yang lain, ya qolbahulladzi yaqilu bihi.
Aku menjadi hatinya yang dia berpikir
dengan hatinya tersebut. Walisanah ytiqu
bihi. Dan aku menjadi lisannya yang dia
berbicara dengan lisan tersebut. Kata
para ulama, maksud dari hadis ini
bahwasanya Allah akan membimbingnya.
Allah akan menjaga pandangannya. Allah
akan menjaga pendengarannya. Allah akan
menjaga hatinya. Allah menjaga lisannya.
Allah menjaga tangannya. Allah menjaga
kakinya. Bukan berarti kalau orang
dicintai oleh Allah kemudian jadi
maksum. Enggak. Tetapi secara umum dia
terjaga. Memangnya orang pasti akan
terjemus dalam kesalahan. Tapi secara
umum dia terjaga. Dia tidak akan betah
melihat yang haram. Dia akan gelisah
karena dia dicintai oleh Allah Subhanahu
wa taala. Dia tidak akan betah mendengar
yang haram. Dia akan gelisah, sesak
hatinya ketika mendengar perkara-perkara
yang haram. Kenapa? Karena dicintai oleh
Allah Subhanahu wa taala. Dia tidak akan
membiarkan akalnya berpikir dengan
sembarangan memikirkan hal yang tidak
bermanfaat. Ngapain saya berpikir yang
tidak bermanfaat? Ngapain mikir hal yang
tidak ada gunanya?
Apalagi berpikir pikiran yang jorok,
pikiran yang tidak benar. Kenapa? Karena
Allah menjaga hatinya, karena Allah
mencintainya. Lisannya akan dijaga. Dia
tidak akan berbicara hal-hal yang haram,
hal yang tidak bermanfaat yang dilarang
oleh Allah subhanahu wa taala. Kenapa?
Karena dia telah dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala. Kemudian dia akan
cinta dengan ibadah. Maka ini di antara
keistimewaan orang telah dicintai oleh
Allah Subhanahu wa taala bahwasanya dia
dijaga oleh Allah subhanahu wa taala.
Kemudian di antara keistimewaan orang
yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa
taala, orang ini
akan senang dekat dengan Allah Subhanahu
wa taala. Kenapa? Karena Allah
mencintainya. Kalau Allah mencintainya,
Allah senang dia dekat dengan Allah. Iya
atau tidak? Kalau kita mencintai
seorang, kita senang enggak orang itu
dekat dengan kita? Iya. Walillahil
matsalul a'la. Maka Allah akan senang
dia dekat dengan Allah. Sehingga
terlihat orang ini semangat beribadah,
semangat semangat baca Quran, semangat
ikut pengajian, semangat salat malam,
semangat bersedekah, semangat
berkhalwat, berdua-duaan dengan Allah
Subhanahu wa taala. Kenapa? Karena
dia dicintai oleh Allah Subhanahu wa
taala.
Ini semua keistimean orang yang dicintai
oleh Allah Subhanahu wa taala. Tapi ada
yang kecimaan terakhir yang mungkin
kurang menyenangkan untuk didengar,
yaitu orang kalau dicintai oleh Allah
suka diuji oleh Allah.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Innallaha idza ahabbauman ibtalahum."
Sesungguhnya kalau Allah sudah mencintai
suatu kaum, Allah akan uji. Jadi jangan
pikir kalau dicintai Allah kemudian kaya
raya, senang-senang, ketawa terus. Kalau
ketawa terus orang gila ya enggak? Gak.
Ternyata orang yang dicintai oleh Allah
suka diuji oleh Allah subhanahu wa
taala.
Innallaha idza ahabbaan ibtalahum.
Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu
kaum, Allah akan uji mereka. Dalam hadis
yang lain, man yuridillahu bihi khairin.
Siapa yang Allah suka kebaikan besar
untuknya, Allah akan timpakan musibah
baginya. Oleh karenanya ketika Nabi
sallallahu alaihi wasallam ditanya ya
ayunasi asyadu balaan man asaduasi
balaan
siapa orang yang paling berat musibahnya
ujiannya kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam alanbiya para nabi. Shihun
kemudian orang-orang saleh tummal amsal
fal amsal kemudian selanjutnya dan
selanjutnya. Ini dalil bahwasanya
semakin dicintai oleh Allah maka siap
diuji dengan ujian yang banyak. Ya,
karena semakin diuji dia semakin naik
level, semakin dekat dengan Allah,
semakin dekat dengan Allah, semakin
tinggi keyakinannya. Bukankah orang
kalau diuji kemudian dia berhasil lulus
tambah yakin dia diuji lagi, dia lulus
lagi tambah yakin lagi. Semakin dekat
dengan ternyata Rabbku mencintaiku,
Rabbku memberi solusi kepadaku. Dia
semakin dekat dengan Allah Subhanahu wa
taala. Ini salah satu keistimewaan orang
yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa
taala. Semakin dicintai semakin berat
apa? Ujiannya. Tetapi ujian tersebut
mendatangkan kebaikan untuknya.
Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Para hadirin hadirat
yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa
taala. Karenanya
ee Syekh Ass'di rahimahullah dalam
tafsirnya menyatakan bahwasanya nikmat
teragung, karunia terbesar adalah
dicintai oleh Allah subhanahu wa taala.
Dicintai oleh Allah subhanahu wa taala.
Ya,
ada seorang
Arab tua, dia tersenyum ketika membaca
firman Allah. Dia senang sekali dengar
firman Allah, innal muttaqina fi jannat
wa nahar fiq maqad sidqin malikin
muktadir. Dia ketika baca ayat ini dia
begitu gembira, begitu senang. Allah
mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang
yang bertakwa fi jannati wa nahar di
akhirat kelak akan berada di surga yang
surga tersebut banyak sungai-sungainya."
Fi maqadi siddiqin malikin muktadir. Di
suatu tempat duduk yang benar, suatu ee
posisi yang benar di sisi Malikin
muktadir, di sisi Allah yang subhanahu
wa taala sang penguasa, sang pemilik
yang sang maha kuasa. Maka dia gembira
sekali. bagaimana di akhirat kemudian
dekat dengan Allah Subhanahu wa taala.
Ya, oleh karenanya kita harus sadar dan
harus diingatkan dan disadarkan.
Kita sekarang hidup di alam dunia dan
ini hanya sebentar.
Setelah ini kita akan masuk dalam alam
yang abadi, itu alam akhirat.
Yang dunia ini bukanlah tempat tinggal,
cuma tempat lewat. Darul ubur hanya
tempat lewat.
Kemudian semua akan kembali kepada
tempat yang sesungguhnya di akhirat
kelak yang kata Allah subhanahu wa taala
fariquun fil jannah waariquun fisir.
Sekelompok masuk neraka dan sekelompok
masuk surga. Kita tidak tahu bagaimana
kesudahan kita. Maka kita harus saling
mengingatkan
untuk bisa meraih cinta Allah kepada
kita agar kita bahagia bukan cuma di
dunia terlebih lagi bahagia di akhirat
dengan kebahagiaan yang abadi dan
selama-lamanya.
Baik. Bagaimana kiat-kiat
agar kita bisa dicintai oleh Allah
Subhanahu wa taala. Ya.
Adapun mengaku cinta kepada Allah itu
tidak penting. Yang penting engkau
dicintai Allah atau tidak. Kata Ibnu
Qayyim rahimahullahu taala, "Laisa sanu
an tuhib wa innama asya'nu an tuhab."
Bukan perkaranya engkau mencintai, tapi
yang paling penting apakah kau dicintai
atau tidak. Sebagaimana sudah kita
sampaikan tadi, orang Yahudi dan Nasra
mengaku-ngaku kekasih Allah.
Kami adalah anak-anak Allah, kami adalah
pilihan-pilihan Allah, kami adalah
kekasih-kekasih Allah. Tetapi hanya
pengakuan yang tidak benar. Ternyata
Allah tidak mencintai tidak mencintai
mereka.
ee
beberapa amal-amal saleh atau banyak
amal saleh yang datang nas secara
spesifik
menunjukkan siapa yang melakukannya akan
dicintai oleh Allah subhanahu wa taala.
Tentunya secara umum semua amal saleh
kalau kita lakukan akan mendekatkan kita
kepada Allah akan buat kita semakin
dicintai oleh Allah. Semua amal saleh
apapun ya. Semua amal saleh. Baca Quran
mau apapun mau senyum, sedekah,
berakhlak mulia sama orang, apapun yang
kita lakukan kalau itu amal saleh akan
mendatangi kecintaan Allah Subhanahu wa
taala. Tapi datang sebagian amal datang
dalam nasifik.
Kalau kau melakukannya akan dicintai
oleh Allah subhanahu wa taala. Di antara
amalan tersebut
dan saya rasa
kita butuh dengan amalan ini agar kita
bahagia dunia dan akhirat ya.
yaitu bersabar. Bersabar. Allah
berfirman, "Wallahu yuhibbus shobirin."
Allah mencintai orang-orang yang sabar.
Jangan bilang, "Ustaz, saya sudah
sabar." Jangan diajarin sabar. Ya,
sebagian orang pernah minta nasihat sama
saya, "Ustaz, saya ada masalah. Tolong
nasihati saya. Tapi jangan bilang sabar.
Selain sabar
ya. Jangan pernah kita merasa hebat
dalam ber bersabar." Nabi sallallahu
alaihi wasallam disuruh bersabar. Siapa
yang merasa hebat daripada Nabi? Allah
mengatakan, "Wasbir kama ulul azmi
minarul." Kata Allah, "Wahai Muhammad,
bersabarlah
sebagaimana para ulmi kalangan para
rasul yang bersabar." Allah juga
berfirman setelah menceritakan kisah
Nabi Nuh. Kata Allah Subhanahu wa taala
inilutta.
Ini di antara cerita gaib yang kami
ceritakan kepada engkau wahai Muhammad
tentang kisah Nabi Nuh. Bagaimana
dakwahnya 950 tahun dengan penuh
kesabaran.
Ma tamamuha. Kau tidak pernah tahu kisah
ini sebelumnya. Wala qumuka. Demikian
juga kaummu tidak pernah tahu tentang
kisah ini. Fasbir kalau gitu
bersabarlah. Setelah Allah ceritakan
kisah Nabi Nuh yang sangat sabar, Allah
menyuruh Nabi untuk meniru Nabi Nuh.
Kata Allah, "Fasbir, bersabarlah. Innal
aqibata lil muttaqin." Sesungguhnya
kesudahan yang indah bagi orang-orang
yang bertakwa.
Oleh karenanya,
di antara amalan yang sangat mulia yang
mudah mendatangkan cinta Allah kepada
seorang hamba adalah dia ber bersabar.
Kalau dia belum bersabar, maka dia
bersabar. Kalau dia sudah bersabar,
pertahankan sabarnya. Pertahankan
sabarnya. Bersabar tidak mudah, apalagi
mempertahankan apa? Kesabaran. Oleh yang
kita dapati
di di antara kebiasaan para salaf, para
ulama dahulu, kalau mereka bertemu
kemudian mereka berpisah.
Di antara kebiasaan mereka adalah mereka
membacakan surah Wal Asr. Apa isi surat
Wal Asr?
as insifi
amanuhat
bilhaq wat b demi masa sungguhnya
manusia semuanya dalam kerugian
kecuali orang yang beriman dan beramal
saleh kemudian watawasau bilhaq yaitu
saling menasihati mewasiatkan dalam
kebenaran yang terakhir watwasau bisabr
saling menasihati dalam kesabaran kata
para ulama seorang berdasarkan ayat ini
tenggelam dalam kerugian. Dia
dikelilingi oleh kerugian dan dia hanya
bisa lepas dari kerugian tersebut jika
telah melakukan empat amalan. Yang
pertama beriman. Kalau beriman aja belum
cukup dia masih rugi. Yang kedua beramal
saleh. Beramal saleh juga masih belum
cukup dia masih rugi. Yang ketiga,
saling berwasiat dalam kebenaran, yaitu
beramar makruf nahi mungkar. Itu pun
belum cukup. Dia masih rugi, dia baru
lepas dari segala kerugian kalau dia
menyempurnakan. Yang keempat, watwasau
bis sabar. Saling mewasiatkan untuk
bersabar. Para ulama dahulu mereka
orang-orang sabar, tapi mereka saling
mengingatkan. Kenapa? Karena sabar butuh
continue. Seorang bisa bersabar setahun,
2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, hari kelima
mungkin gak sabar lagi. Sabar butuh
kesinambungan. Maka mereka saling
mengingatkan untuk bersabar. Ini ciri
orang saleh. Ingat, sabar. Sabar. Saya
sudah sabar. Iya. Tak pertahankan.
Tingkatkan kesabaranmu.
Oleh karenanya ketika
Nabi Ayub Alaih Salam bersabar,
bersabar, bersabar ternyata istrinya
mulai tidak sabar. Maka Nabi Ayub
mengatakan, "Ma ansofti." Dalam riwayat
disebutkan, "Kau tidak tidak adil wahai
istriku." Kita telah diberi nikmat
berapa tahun? 70 tahun atau 80 tahun?
Sekarang kita baru dikasih penyakit
berapa? Baru 7 tahun. Engkau kau tidak
tidak adil. Harusnya kalau mau adil
bersabar 70 tahun. Sebagaimana kita
diberikan kekayaan 70 70 tahun. Kau
tidak adil wahai istriku. Disebutkan
setan pun mengatakan Ayub sudah
mempersepkan dirinya untuk sabar 70
tahun. Oleh karenanya Allah berfirman,
"Innal insanahi lakanut." Sesungguhnya
manusia itu suka ingkar kan, berkeluh
kesah ingkar dengan kenikmatan yang
Allah berikan kepadanya. Apa kata Hasan
Albashri? Yurulib
waam.
hanya ingat-ingat musibah, lupa dengan
nikmat-nikmat yang selama ini Allah
berikan kepada kepada dia. Manusia
kenapa tidak sabar? Dia ingat-ingat
musibah yang ditimpanya. Dia baru sakit
sehari, dua hari, dia lupa bahwasanya
selama ini dia sehat selama puluhan
tahun. Dia baru rugi sekali dagang, dua
kali dagang, dia lupa selama ini dia
untung melulu.
Ya, dia baru mungkin bangkrut setahun, 2
tahun bangkrut selama ini dia kaya raya
mungkin 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun atau
lebih. Sehingga kenapa Allah beginikan
saya? Kenapa Allah gikan saya? Ini tidak
adil. Ini tidak adil. Ya, oleh karenanya
sabar ini ibadah yang sangat berat
tetapi sangat mudah mendatangkan cinta
Allah kepada hamb-Nya. Maka kalau
seorang
diuji dia bersabar.
Saya ingatkan ikhwan dan akhwat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Sabar agar bisa mendatangkan cinta Allah
Subhanahu wa taala. Ya, sabar tersebut
harus kontinue terus berkesinambungan.
Kapan kita lupa kita sabar lagi.
Dan agar bisa sabar kita bisa continue,
perhatikan dua hal. Pertama,
yakin bahwasanya yang bisa menyebarkan
kita hanyalah Allah Subhanahu wa taala.
Jangan mengandalkan ilmu kita, jangan
mengandalkan akhlak kita, jangan
mengandalkan kebiasaan kita. Allah
mengatakan, "Wasbiru
wama shobruka illa billah." Sabarlah
wahai Muhammad dan tidaklah kau bisa
bersabar kecuali dengan Allah subhanahu
wa taala. Maka seorang kalau mau sabar
dia harus bertahan bersandar kepada
Allah. Jangan bersandar kepada kemampuan
dia, bersandar kepada harta dia,
bersandar kepada teman-temannya. Enggak.
Dia sabarnya akan jatuh suatu saat, tapi
dia bersabar karena Allah. Allah yang
bisa bikin dia sabar. Makanya kalau
orang di kita terkena musibah langsung
ucapkan kata-kata yang buat dia bisa
sabar. Pertama inn lillahi wa inna
ilaihi rojiun. Apa artinya? Sesungguhnya
kami ini milik Allah dan kami akan
dikembalikan kepada siapa? Allah. Kalau
milik Allah terserah Allah bikin kita
ngapain? Terserah Allah. Terserah Allah.
Allah mau kasih sakit, Allah mau kasih
sehat, Allah mau kasih miskin, Allah mau
kasih kaya. Kita ini milik siapa? Allah.
Dia mau ngapain kita? Dia yang lebih
tahu terbaik untuk kita. Dia yang lebih
tahu tentang terbaik bagi kita daripada
kita sendiri. Jangan lupa inna lillahi
wa inna ilaihi rojiun. Alladina asobatum
musibatun qu inna lillahi wa inna ilaihi
rojiun. Allah sebutkan tentang penghuni
surga. Siapa orang-orang tatkala terkena
musibah mereka mengatakan innillahi wa
inna ilaihi rojiun.
Uika alim shawatbi warahmah waika humul
muhtadun. Mereka itulah orang-orang yang
mendapatkan karunia dari Allah, rahmat
dari Allah. Mereka yang dapat hidayah.
Jadi jangan lupa ketika kena musibah
inna lillahi wa inna ilaihi rjiun.
Ingatkan saya ini toh makhluk hamba di
bawah naungan sang pencipta. Wama min
daabbatin
illa alallahi. Wabatin fil ardhi.
Mana ayatnya? Ehinha
tidak ada makhluk apapun illa hua
akidasi kecuali Allah memegang
ubun-ubunnya. Allah ngurus kita.
Kemudian yang kedua kalau terkena
musibah jangan lupa bilang apa?
Alhamdulillah ala kullial.
Coba ucapkan alhamdulillah ala kullial.
Rugi alhamdulillah ala kullihal. Istri
ngomel-ngomel alhamdulillah ala kullial.
sakit. Alhamdulillah kullihal. Barang
dicuri. Alhamdulillah kulli. Anak
meninggal. Alhamdulillah kulihal. Apa
maknanya? Segala puji bagi Allah dalam
segala kondisi. Yaitu kalau kita ucapkan
zikir ini untuk mendekatkan diri kita
bahwasanya bahwasanya dalam setiap
keputusan Allah dipuji. Pasti ada
hikmahnya. Yang sekarang mungkin kita
tidak tahu hikmahnya apa. Kadang Allah
buka di dunia kadang Allah buka di
akhirat. Betapa banyak musibah menimpa
kita. Setelah itu kita renungkan.
Ternyata musibah ini lebih baik menimpa
saya daripada saya tidak terkena
musibah. Terkadang di antara rahmat
Allah, Allah buka hikmah tersebut di
dunia.
Ya, makanya ketika seorang tidak tahu
apa hikmah dia, puji Allah aja. Seperti
Nabi Yakub Alaih Salam ketika
anaknya hilang, Yusuf hilang Alaih
Salam. Benyamin ditahan, dituduh
mencuri, kakaknya juga yang tertua ada
yang namanya Yahuda. Gak balik. Apa kata
Nabi Yakub alaihi salam?
Jamil. Saya berusaha sabar yang indah.
Sabar tanpa mengeluh kepada manusia.
Asallahuati bihim jamian. Semoga Allah
mendatangkan mereka seluruhnya kepadaku.
Mengembalikan mereka anak-anakku yang
hilang tersebut kepadaku. Innahu huwal
alimul hakim. Sesungguhnya Allah itu
maha mengetahui dan maha bijaksana.
Yakub enggak tahu apa hikmahnya tapi dia
yakin di balik ini semua pasti ada hik
hikmah. Maka dia puji Allah. Dia
berkata,
"In innahu huwal alimul hakim.
Sesungguhnya Allah maha berilmu. Dia
tahu apa yang dia lakukan. Alhakim dan
maha bijak bijaksana. Maka ter musibah
supaya sabar bilang apa? Alhamdulillah
ala kullial
banak. Yang ketiga, agar sabar ketika
terkena musibah. Bilang apa? Qadarallah
waya fa'al.
Ya lau asobaka
fala takl lau wakin qul. Lau an faaltu
waz walakin qul qadarallah masyafaal.
Kalau kau tertimpa sesuatu, jangan
bilang seandainya saya begini,
seandainya saya begini. Karena tidak
akan ngerubah kondisi, sudah terlanjur.
Tetapi walakin qul, tapi katakanlah
qaddarallah waya fa'al. Allah
mentakdirkan dan apa yang Allah
kehendaki itu yang terjadi.
Makanya ketika Umar bin Khattab ditikam
ketika sedang salat, dia mengatakan ya
ee dia kemudian
ee bacakan firman Allah dalam surat
Al-Ahzab. Waana amrullahi qadar maqdur.
Sungguhnya takdir Allah pasti terjadi.
Ketika Thalha bin Ubaidillah ditikam
juga dalam perang Jamal, dia berkata
ayat yang sama. Waana amrullahi qadar
maqdur. Sungguhnya takdir Allah yang
berlaku. Tidak bisa kita menghindari
dari takdir Allah. Ini sudah keputusan
Allah. Sabar. Sabar.
Kemudian yang keempat kalau kita terkena
musibah tidak ada salahnya kita berdoa.
Bahkan doa dianjurkan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam kita berdoa.
Allahummajurni
fui musibati waaklifli khairan minha. Ya
Allah, berilah aku ganjaran dalam
musibahku ini.
Ini musibah. Benar, musibah, tapi
mendatangkan ganjaran. Di dunia Allah
akan berikan atau di akhirat?
Waaklifli khairan minha. Ganti dengan
yang lebih baik. Berikan ganjaran dan
ganti lebih baik. Membuat kita tenang.
Ternyata di balik musibah ada pahala.
Dan pahala musibah sangat besar, sangat
mudah membuat orang naik level di surga
kelak. Ya, tidak ada pahala seperti
bersabar karena musibah. Pahalanya luar
luar biasa. Makanya dalam hadis
yaquulu ahlul afiah hina yut ahlul bala
minal jaza yaumalqiamah.
Ketika
di hari kiamat kelak Allah membagi-bagi
pahala kepada orang-orang. Ada yang di
dunia sehat-sehat walafiat,
senang-senang. Ada yang di dunia selalu
kena musibah. Ternyata orang sering
terkena musibah dapat pahala banyak
sekali.
Maka orang-orang yang dulu di dunia
nyaman-nyaman hidupnya berkata
berkeinginan ya wadu ahluliah
la juludah
fid dunya bil maqarid. Maka mereka
berangan-angan seandainya di dunia
mereka dulu kulit-kulit mereka
digunting-gunting
dengan gunting besi. Mereka ingin
terkena musibah kalau waktu dunia dulu
supaya pahalanya sangat besar. Maka di
balik musibah ada pahala. Allahjurni fi
musibati. Allahjurni fi musibati. Ya
Allah berilah aku ganjaran musibahku
iniir minha dan ganti dengan yang lebih
baik. Kalau mau lagi tambah doa boleh
diambil dari Alquran.
Allahumid alaqbi. Ya Allah ikatlah
hatiku agar aku tidak meronta-ronta agar
aku sabar. Ini dalam ayat dalam dua ayat
Allah sebutkan
faqbunausamawati
walarduniqan.
Ketika para pemuda yang
beriman tentang kisah Ashabul Kahfi,
mereka cuma tujuh orang. Mereka harus
berhadapan dengan suatu negeri
seluruhnya yang kafir kepada Allah.
Maka mereka ketika dipanggil,
dimuhakamah, diadili, mereka kuat untuk
berkata, "Kami tidak berbuat syirik.
Kami tidak akan ikut agama kalian."
Kenapa mereka bisa kuat ngomong begitu?
Kata Allah, "Waratana ala qulubihim."
Kami ikat hati mereka sehingga mereka
bisa tegar apapun resikonya.
Demikian juga ketika Allah sebutkan
tentang kisah ibunya Nabi Musa. Ketika
Allah mewahyukan ibunya Nabi Musa karena
Nabi Musa mau dibunuh, maka diletakkan
di atas di dalam suatu keranjang
kemudian dilepaskan di sungai Nil.
Ketika Musa diambil oleh keluarga
Firaun, ibunya hampir teriak, "Itu
anakku
inkadat lubdi bihi wula anat ala
qolbiha." Hampir-hampir saja dia bilang,
"Itu putrak jangan ambil. Kalau dia
teriak, dia akan Musa akan dibunuh.
Wula alaqbiha. Tapi kami ikat hatinya
sehingga dia bertahan. Sehingga dia
bertahan. Sebagian orang-orang Saudi
kalau mereka kena musibah mereka berdoa,
"Allahumarbit ala qolbi." Ya Allah
ikatlah apa hatiku supaya aku bisa sa
sabar. Enggak gampang sabar. Anak
meninggal, harta ludes dicuri orang
mengalami kerugian besar, orang tua
meninggal, masalah keluarga musibah.
Kalau Allah tidak ikat hati kita, enggak
mampu. Kemudian juga di antara doa yang
mungkin kita bisa doa juga ketika
terkena musibah besar, butuh kesabaran,
kita berkata Allahumma ya rabbana afriq
alaina shobro.
Ya rabbana afriq alaina sabro. Ya Allah
curahkanlah sabar kepada hatiku. Afriq
itu seperti ember kita tumpahin. Kita
butuh sabar yang banyak bukan sabar
dikit-dikit. Butuh sabar yang banyak.
Insyaallah kalau baca enam ini
insyaallah sabar. Insyaallah sabar. Dan
ini menunjukkan kita enggak bisa sabar
kecuali Allah yang sabar sabarkan.
Kalau antum sudah sabar, tingkatkan
kesabaran.
Kalau antum sudah sabar, tingkatkan
kesabaran
agar bisa kontinue. Sabar
bertingkat-tingkat.
Kalau semakin tinggi, semakin tinggi
level. Yang pertama sabar.
Jadi tingkat pertama sabar. Sabarnya
apa? dari bahasa Arab namanya alhabsu.
Menahan. Menahan agar tidak emosi, agar
tidak melakukan perbuatan yang
menunjukkan
protes dengan keputusan Allah. Seperti
robek-robek baju, pukul-pukul
badan, banting-banting jambak-jambak
rambut, lempar piring. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Laisa minna
manabal khududa wasqal juyuba wada
bidwal jahiliyah." Bukan dari golongan
kami orang terkena musibah. Lantas dia
pukul-pukul pipinya, robek-robek
bajunya. Kenapa? Perbuatan mukul-mukul
pipi, robek-robek baju, jambak-jambak
rambut menunjukkan tidak sabar. Maka dia
tidak termasuk orang yang sabar. Dan ini
derajat paling rendah.
Sabar paling rendah itu hati bergejolak
tetapi dia tahan. Dia mau teriak tapi
dia tahan. Dia mau mukul dia tahan.
Ya. Yang kata Rasul sahu alaihi wasallam
eh bukanlah laisa syadidu bisurah.
Bukanlah orang yang hebat yang kuat
adalah yang menang gulat perkelahian.
Tapi orang hebat orang yang bisa
mengontrol dirinya ketika dia sedang
sedang marah. Maka ketika
seorang
terkena musibah, dia bersabar. Tingkatan
itu dia mau bergejolak tapi dia tahan.
Itu sabar dapat pahala. Luar biasa
dicintai oleh Allah. Kenapa dia
bersabar? Tapi ini sabar yang paling
rendah. Sabar yang lebih tinggi lagi
namanya rida.
Dia rida yaitu dia rida. Tidak ada
gejolak rida. Apa yang Allah tetapkan,
saya rida. Saya rida. Saya tidak tidak
ada marah sama sekali. Tidak marah.
Tidak ada protes sama sekali. Kalau tadi
masih ada protes tapi dia lawan itu
sudah dapat pahala kita. Mungkin derajat
yang pertama jengkel tapi aduh aduh.
Tapi kita lawan. Ketika kita lawan kita
tahan diri.
Kita dicintai oleh Allah. Lebih daripada
itu, tingkat lebih tinggi rida. Kena
musibah rida. Saya rida keputusan Allah
ya. Pesan Allah. Lebih tinggi lagi kata
Ibnu Taimiyah rahimahullah kalau dia
melakukan pengamatan iman dia
merenungkan jadi derajat syukur. Syukur.
Syukur itu gimana? Alhamdulillah Allah
kasih musibah. Kalau saya lebih senang
terkena musibah daripada tidak. Kenapa
di balik musibah ini pasti banyak hik
hikmahnya. Dia bersyukur syukur. Tapi
siapa yang bisa begitu?
diomelin istri syukur alhamdulillah,
diomelin suami syukur alhamdulillah
enggak. Tapi maksud saya sabar itu
bertinggah. Semakin kita tinggi
derajatnya semakin dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala. Maka
saya di sini tidak lain menasihat diri
saya pribadi kita sama-sama ber
bersabar. Karena di antara ciri orang
yang terhindar dari kerugian kata Allah
wat tawu bisar.
Saling menasehati untuk bersabar. M
antum bilang, "Saya sudah sabar, Ustaz.
Ya sudah lanjutkan sabarmu. Tingkatkan
level sabarmu."
Ada seorang
dia sedang ee
dia sedang apa? Mancing. Sedang mancing
dan dia sudah
apa namanya? ee orang ini berpoligami.
Kalau berpoligami kan tentu banyak
masalah itu tidak ya tentu dia sabar ya
insyaallah dia lagi mancing ikan, ada
yang tegur, "Fulan sabar, sabar." Kata
dia, "Enggak usah ajarin saya sabar.
Saya sudah biasa sabar dalam apa?"
kehidupan
gak? Meskipun kau sudah sabar, harus di
inatkan.
Sabar tuh gak Nabi aja diingatin suruh
sabar, apalagi kita. Nabi kurang
sabarnya kurang apa? Allah sabar kata
Allah sabar. Bahkan Allah ceritakan
kisah Nabi Nuh agar Nabi sabar. Allah
kisahkan Nabi Musa agar agar Nabi sabar.
Allah kisah Nabi Nuh agar Nabi sabar.
Nabi disuruh sabar, apalagi ki kita.
Para sahabat disuruh sabar, apalagi
kita. Kenapa? Karena sabar ini salah
satu
cara mudah untuk meraih cinta Allah
Subhanahu wa taala. Kapan kita sabar,
Allah cinta sama kita. Dan yang membuat
kita mudah untuk sabar.
In wallahu yuhibbusirin. Ingat ayat ini.
Wallahu yuhibbusobirin. Allah mencintai
orang-orang yang ber bersabar. Siap
untuk bersabar?
Siap. Insyaallah semoga kita dicintai
oleh Allah subhanahu wa taala.
Kemudian di antara amal saleh
yang bisa mendatangkan
cinta Allah kepada hamba-Nya
di antaranya adalah memaafkan. Di
antaranya adalah memaafkan.
Ketika Allah menceritakan tentang
orang-orang bertakwa, kata Allah
Subhanahu wa taala ya tentang surga kata
Allah lil muttaqin kata Allah
bersegeralah menuju surga Allah yang
luasnya seluas langit dan bumi.
Yang surga yang luas tersebut Allah
sediakan bagi orang bertakwa. Siapa
orang bertakwa? Kata Allah,
orang yang bertakwa yang Allah siapkan
surga buat mereka yang senantiasa
bersedekah
dalam kondisi lapang. Mereka bersedekah
dalam kondisi sulit mereka tetap
bersedekah. Mungkin nominalnya tidak
sebanyak ketika sedang lapang tapi
mereka tetap bersedekah. Wal kad minal
ghaid. Orang-orang yang meredam amarah.
Walina aninas. Orang-orang yang
memaafkan orang lain yang menzaliminya.
Kemudian Allah akhiri ayat yang berkata,
"Wallahu yuhibbul muhsinin." Allah
mencintai orang-orang berbuat ihsan.
Siapa yang melakukan sifat ini
senantiasa bersedekah, senantiasa
meredam amarah, senantiasa memaafkan,
maka dicintai oleh Allah subhanahu wa
taala. Namun ini bukan perkara mudah.
Bukan perkara mudah. Di sini Allah
sebutkan sekaligus tiga amalan agar
dicintai oleh Allah. Sifati mereka
dengan muhsin kata Allah yang pertama
alladzina yunfiquuna far wra-orang yang
senantiasa berinfak dalam kondisi lapang
maupun dalam kondisi susah. Karena Allah
datangkan dengan fi'il mudhor' fi'il
mudhar kalau bahasa Inggris apa?
Present tense ya. Kalau fi'il madhi past
tense telah berlalu. Ketika Allah
datangkan dengan fi'il mudhar'
menunjukkan kontinue berkesinambungan.
Bukan cuma berinfak bulan Ramadan doang.
Bukan.
Tapi berinfak berkesinambungan
dalam kondisi lapang, dalam kondisi
sulit tetap berinfak jika dia mampu
tentunya. Kalau tidak mampu infak buat
dirinya lebih utama. Orang yang dicintai
Allah bukan orang pelit, bukan orang
terlalu perhitungan.
Ma duit banyak perhitungan gak punya
ingin dicintai Allah sedekah. sedekah
ikhlas kepada Allah Subhanahu wa taala
continue tidak berhenti.
Sampai sebagian orang saya tahu artinya
sebagian orang kalau sudah sering
berinfak sampai bingung kalau uangnya
kebanyakan harus infak ini ngapain
enggak ada kegiatan? Kenapa belum ada
kegiatan? Kenapa enggak ada yang
diinfakkan? Jadi hobi, jadi kecanduan
berinfak.
Jadi kecanduan.
Coba aja kalau enggak percaya.
Ada orang kecanduan pelit? Ada enggak
mau kasih jadi candu pelit.
Ada orang sebaliknya jadi candu infak.
Ada
ya. Saya tahu kawan subhanallah punya
duit bikin masjid. Punya duit bikin
masjid bikin masjid puluhan-puluhan
miliar. Bikin masjid bikin masjid.
Hobinya bikin masjid.
Duit punya Anda bantu sana bantu sini
bantu sana. Kecanduan.
Kecanduan
dilatih.
Ini orang dicintai oleh Allah.
Kenapa? kecanduan bersedekah dan tidak
harus puluhan miliar kita yang penting
ada yang penting senang lihat orang
makanya di antara doa Nabi sallallahu
alaihi wasallam Allah inuka hubak
wubuhibuk wubik
Allah
ya Allah aku mohon kepadamu untuk
mencintaimu
dan mencintai orang yang mencintaimu dan
mencintai seluruh amalan yang
mendekatkan aku kepada engkau
Ya Allah mudahkanlah aku untuk
meninggalkan kemungkaran untuk melakukan
kebaik kebaikan
wahubbal masakin. Dan aku mohon kepada
engkau untuk mencintai orang-orang
miskin. Orang ngelihat orang miskin
enggak tega. Dia kasih. Dia kasih.
Jadi kalau ingin dicintai Allah di
antaranya suka ber sedekah. Jangan
pelit-pelit.
Pi kalau ada keluarga yang minta
masyaallah pahalanya dobel.
Pahala infak, pahala silaturahmi.
Kesempatan ada kakak, ada adik, Bang,
ada duit enggak? Oh, ada, ada, tenang
aja.
Bismillah ada. Kasih dia lagi butuh dan
dia adik kita, dia kakak kita, dia tante
kita, dia om kita, apalagi orang tua
kita. Kesempatan meraih cinta Allah
Subhanahu wa taala.
Jangan. Kecuali antum enggak ada uang.
Ada uang, oke, saya juga enggak punya
uang. Lain cerita. Itu pun Allah katakan
kalau kau enggak punya uang katakan yang
baik. Kata Allah Subhanahu wa taala
ketika eh kata Allah haqqahu walkina.
Berilah karib kerabat hak mereka. Allah
dahulukan fakir miskin. Arib kerabat
sebelum fakir miskin.
Kerabat lebih utama kita perhatikan.
Kemudian kata Allah, "Kalau kau tidak
mampu beri kerabat
kata Allah, kalau ternyata kau tidak
mampu memberi kepada kerabatmu, duit
enggak ada."
Ibahik
dan kau berharap suatu saat saya punya
uang kasih dia. Ya Allah ajarkan agar
niatmu baik. Ada kakak, ada adik, ada
tante, ada om minta lagi enggak ada.
Jangan kita ini minta-minta terusnya.
Jangan latih diri kita. Insyaallah suatu
hari saya punya uang saya kasih. Kata
Allah, "Faqul lahum qul maisur."
Ucapkanlah kata-kata yang enak didengar.
Belum ada om, belum ada qadarullah.
Mudah-mudahan nanti kalau ada ya Allah
ajarkan agar kita berbuat baik sama
keluarga. Kalau bisa kasih-kasih
bersyukur kalau ada sampai ada bilang,
"Ustaz, kakak saya atau adik saya selalu
minta sama saya tiap bulan, Ustaz." Saya
bilang, "Kau bersyukur.
Bersyukur bisa kasih
sedekah yang pahalanya luar biasa rutin
kau keluarkan. Terpaksa mau enggak
terpaksa harus bayar.
Alhamdulillah Allah jebak engkau
sehingga kau bisa kasih sedekah bulanan.
Enggak usah cari-cari anak yatim apalagi
janda-janda. Itu k adik setengah mati
kan mau cari janda lagi. Cari janda mau
kasih adik saja susah.
Subhanallah.
Oleh karenanya jangan lupa ingin
dicintai Allah alladzina yunfiquun.
Jangan harta ini akan kita tinggalkan.
Harta ini kalau kita infakkan jadi
tabungan kita di akhirat. Dan kalau
sudah tabungan di akhirat, pasti riba
besar-besaran. Pasti riba besar-besaran.
Allah mengatakan, "Man yukridullah
apa? Waman yukrillah qardan hasan." Ya,
siapa yang beri pinjaman kepada Allah?
Allah namakan itu pinjaman. Pasti Allah
ganti. Pasti Allah ganti. Manalladzi
yukridullaha qaran hasan. Siapa yang
kasih pinjaman kepada Allah? Allah
namakan pinjaman. Berarti Allah pinjam.
Kalau Allah bilang pinjam, Allah ganti
atau tidak?
pasti ganti. Kalau yang orang miskin
yang pinjam belum tentu ganti. Tapi
kalau sang maha kaya yang pinjam pasti
diganti dan kalau diganti pasti riba
besar-besaran.
Minimal 10 kali lipat sampai 700 kali
lipat sampai tidak terhitung diganti.
Maka jangan pelit-pelit supaya dicintai
oleh Allah subhanahu wa taala.
yang kemudian kata Allah
ya tadi all
dalam kondisi lapang dalam kondisi sulit
pun tetap kasih kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam
itqar walau baki tam bertakwalah kepada
Allah jauhkan diri kalian daripada
neraka jahanam meskipun dengan
bersedekah sepenggal kurma sini maksud
Rasulullah bagaimana bukan suruh kita
pelit sedekah sepenggal kurma maksudnya
kalau kau enggak punya harta banyak
sebisamu
urusan pahala urusan Allah Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Sabaqo
dirham miata alfi dirham. Satu keping
dirham mengungguli 100.000 dirham.
Kaifaalik kok bisa ya Rasulullah?" Kata
Rasulullah, "Ini orang lahu dirhaman.
Dia punya dua keping dirham.
Faktaro ahsanuhuma." Maka dia pilih
kepengin dirham yang terbaik kemudian
disedekahkan. Berarti dia sedekah 50%
hartanya. 1 dirham tapi itu 50% apa?
Hartanya. Sementara yang satunya uangnya
mungkin jutaan dirham diambil 100 dirham
dia bagi dia biasa aja.
Jadi kalau kita harta kita sedikit bukan
berarti kita berhenti dari sedekah.
Sebisa kita beda kalau enggak ada
kecuali di rumah cuma nasi uduk satu
bungkus. Ya buat kita aja sudah tetangga
enggak bisa ini anak istri makan apa.
Itulah yang cerita. Kalau kita punya
sebisa mungkin kita kasih meskipun
sedikit urusan pahala serahkan sama
Allah.
Kata Allah, kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Siapa yang bersedekah dengan
hartanya yang halal, maka Allah terima
dengan tangankan Allah Subhanahu wa
taalahabiukumahu."
Maka Allah terima pahala sedekah
tersebut. Kemudian Allah kembangkan
sebagaimana salah seorang dari kalian
ngurusin kudanya.
Kata Nabi tidak bilang sebagaimana
kalian ngurus unta. Orang Arab dulu
lebih senang kuda daripada unta. Dan
unta itu dibiarin aja hidup. Tapi kuda
perlu diperhatikan, diurusin, perlu
perhatian sampai dia besar, sampai dia
kuat harus dilatih-lari.
Kata kata Nabi, "Allah terima sedekahmu
dan Allah kembangkan, Allah urusin
sebagaimana salah seorang dari kalian
ngurusin kuda." Jadi nominal yang yang
sebisa kita. Yang penting jangan pelit,
kasih.
Makanya Aisyah radhiallahu anha ketika
didatangi oleh seorang wanita dengan dua
putranya, dengan dua putrinya minta
sedekah, Aisyah tidak punya apa-apa. Dia
cari-cari cari cuma dapat satu satu
butir kurma enggak punya apa-apa.
Ini istri Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Di rumah Nabi sallallahu
alaihi wasallam orang termulia tidak ada
kecuali satu butir kurma. Dia kasih sama
orang tersebut. Isar dia dahulukan
kasih.
Terus ibu itu akhirnya ambil bagi dua.
Kasih putri dua putrinya kasih dua
putrinya. Mau saya
pelit ini harus kita lawan. Pelit itu
penyakit. Pelit itu penyakit.
Orang kaya. Ih teman saya kaya. Kaya
luar biasa. Mobilnya mewah rumah, tapi
pelitnya luar biasa. Apa, Pak?
Pelit luar biasa.
Ayo kita makan, makan, makan ke
restoran. Ternyata bayar-bayar sendiri
lah. Kirain diajak makan di di traktir.
Ternyata saya biarkan. Bukan saya
bayarkan, saya biarkan. Ah, saya
biarkan.
Sampai ada orang terkenal pelit ngundang
orang makan. Ayo makan-makan supa. Ada
senang. Alhamdulillah dia ngundang makan
jarang-jarang. Begitu habis makan kata
dia, "Saya lupa bawa dompet."
suruh
pelit pelit ini musibah
ada kasih Allah kasih rezeki banyak
Allah cuma bilang Allah tidak bilang kau
sedekah seluruh hartamu sebagian
mimmaqnakum
berinfaklah sebagian harta yang aku
berikan kepada kalian
maut sebelum salah seorang dari kalian
ajalnya
ketika dia mati ya Allah tunda
kematianku 5 menit saja saya mau
transfer gak Ada
dia berangan-angan untuk bisa hidup 5
menit supaya bisa bersedekah. Antum yang
masih hidup, kita yang masih hidup,
kenapa enggak bersedekah? Kapan terbetik
hati kita pengin kasih orang, kasih
langsung. Jangan ragu-ragu. Punya ATM
enggak? Ud langsung. Tiba-tiba kok ingat
tante, kok ingat paman, kok ingat adik,
kok ingat kakak susah.
Ambil transfer enggak sa nanti Allah
ganti. Ini kita infak. Sebenarnya infak
buat diri kita sendiri karena tabungan
buat kita. Kata Allah waladiminal ghait
dan meredam amarah alkadimin ghaid
maksudnya ke amarah sudah di puncak
ibarat air sudah penuh kalau ditutup
bisa meluber. Dia tutup pelan-pelan
sehingga air tadi enggak jadi luber.
Kemarin sudah di puncak dia tahan karena
Allah maka Allah cinta orang seperti
ini. Yang terakhir karena waktu sudah
habis. Wal afina aninas. Orang yang
memaafkan orang lain dizalimi harta kita
diambil harga diri kita dijatuhkan,
dituduh yang tidak-tidak direndahkan,
dipukul tubuh kita, maafkan karena kita
ingin dicintai oleh Allah Subhanahu wa
taala. Memang berat, tapi itu semakin
kita maafkan, kita semakin dicintai oleh
Allah Subhanahu wa taala.
Dan ini ibadah yang berat. Kenapa ibadah
memaafkan hanya bisa kita lakukan ketika
kita dizalimi. Kalau kita enggak
dizalimi, ngapain maafkan? Dan manusia
kalau dizalimi penginnya balas.
Kalau dia pukul saya sekali, saya pengin
pukul tiga kali. Kalau bisa sampai mati.
Sampai dalam sebagian perkataan ulama,
sebagian orang terkadang dikasih musilah
besar. Kenapa? Dia dizalimi orang.
Kudian dia berdoa melebihi dari
kezaliman tersebut. Misalnya orang itu
pukul dia, "Ya Allah, dia telah pukul
saya." Ya Allah, patangkan tangannya. Ya
Allah, patahkan kakinya ya Allah.
Padahal orang yang dia zalimi dia punya
anak, punya istri, akhirnya Allah
kabulkan misalnya, terus anaknya mungkin
mati malah istri jadi janda, ana jadi
yatim, nanti Allah kasih dia musibah.
Dia melampaui batas. Melampaui batas.
Jadi ini ibadah yang agung, sangat
berat. Kenapa hanya kita bisa kita
lakukan? Ketika kita di zalimi, kita
dizalimi, kita maafkan. Siapa yang bisa?
Orang hebat yang ingin meraih cinta
Allah Subhanahu wa taala. Demikian saja
ee apa yang saya sampaikan. Semoga Allah
menjadikan kita hamba-hamba yang
dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala.
Demikian saja. Wabillah taufik hidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.