Tafsir Juz 23: Surat Az-Zumar #12 Ayat 62-66 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
Fve0G7523DI • 2025-10-17
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasukrhu ala
taufiqihiani ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasul ridwan allahumma sholli alaihi waa
alihi wa ashabihi wa ikhwani.
Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Kita lanjutkan
pembahasan kita
dari surah Az-Zumar dan kita masuk pada
ayat ke-62. Allah berfirman, "Allahu
khaliqu kulli
wahua ala kulli saai wakil.
Allah pencipta segala sesuatu dan dia
adalah pengurus segala sesuatu."
Kemudian ayat ke-63, lahu maqalidus
samawati wal ard. Dan kepunyaanlah
kunci-kunci perbendaraan langit dan
bumi. Walladzina kafaru biayatillahi
ulaika humul khasirun. Dan orang-orang
yang kafir kepada Allah, kepada
ayat-ayat Allah, mereka itulah
orang-orang yang merugi.
Sini Allah Subhanahu wa taala
ee
berfirman, "Allahu khaliq." Allah
pencipta segala sesuatu.
Dan ini menunjukkan bahwasanya segala
sesuatu selain Allah adalah ciptaan
Allah. Seperti kita baca Al-Fatihah,
alhamdulillahi rabbil alamin. Apa itu
alalamin? Alalamin adalah semua selain
Allah Subhanahu wa taala. Semua selain
Allah diciptakan dari tidak ada menjadi
ada. Dahulu Allah bersendirian
tanpa ada sesuatu. Kemudian Allah
mencipta. Allah mencipta. Maka semua
selain Allah adalah ciptaan Allah
Subhanahu wa taala. Dan ini membantah
pendapat ee
orang-orang Yunani falasifatu
alyunan. Ahli filsafat Yunani seperti
Sokrates, Plato, Aristoteles, Platinus
yang mereka semua menyatakan bahwasanya
makhluk atau sebagian alam seperti
langit dan bumi adalah azali. Qadim.
azali bersama Allah. Jadi Allah tidak
bersendirian tapi makhluk mereka tidak
namakan dengan makhluk. Mereka namakan
dengan akibat.
Sedangkan Allah mereka namakan dengan
alillatul ula yaitu kausa prima sebab
pertama. Jadi mereka tidak menamakan
Tuhan dengan pencipta tapi mereka
menamakan Allah adalah sebab. Alam
semesta adalah
akibat atau maklul. Dan kata mereka,
sebab dan akibat datang bersamaan
sehingga mereka berpendapat bahwasanya
alam ini azali sebagaimana Allah juga
azali. Ya. Dan pendapat dari orang-orang
Yunani ini kemudian di ee adopsi,
diikuti oleh ahli filsafat yang
bernisbah kepada Islam seperti Al-Farabi
dan Ibnu Sina. Al-Farabi dan Ibnu Sina
mereka juga berpendapat bahwasanya alam
ini azali. azali bersama Allah Subhanahu
wa taala. Oleh karena sering saya
sampaikan bahwasanya di antara sebab
Ibnu Sina dikafirkan oleh Al-Ghazali, di
antaranya ahli filsafat seperti Alfarabi
Ibnu Sina yang terpengaruh dengan
filsafat filsuf-filsuf Yunani. Mereka
semua berpendapat bahwasanya alam itu
azali. Bukan dari tidak ada menjadi ada,
tapi sudah ada bersama dengan keberadaan
Allah Subhanahu wa taala. Ini salah
sebab kenapa Ibnu Sunah dikafirkan.
Ya. Sebab kedua dia mengatakan
bahwasanya yang dibangkitkan hanyalah
roh bukan jasad. Sebab ketiga dia
dikafirkan karena dia mengatakan Allah
hanya punya ilmu secara global bukan
secara detail. Ini salah satunya adalah
ini ya. Dia mengatakan alam itu qadim.
Dan ini dibantah oleh ayat ini. Allah
mengatakan Allahu khaliquli. Allah
pencipta segala sesuatu. Segala sesuatu
selain Allah berarti diciptakan. Dan
diciptakan itu namanya dari tidak ada
menjadi menjadi ada. Tidak menjadi ada.
Kalau alam azali, kalau alam azali
dan ini juga pendapat ateis. Orang ateis
mengatakan alam ada dengan sen
sendirinya tanpa ada yang meng
mengadakan. Berarti alam itu azali.
Kalau sesuatu yang azali ada tanpa ada
sebab yang lain, berarti keberada ke
keberadaannya harus ee eksistensi
keberadaannya harus kontinue. Tidak
boleh berubah. Karena dia ada tanpa
membutuhkan sebab yang lain. Paham?
Dan itu satu-satunya hanyalah Allah.
Allah itu keberadaannya azali. Dia tidak
membutuhkan suatu yang lain untuk
menopang keberadaannya. Dia berada
dengan sen sendirinya. Kalau begitu dia
azali, konsekuensinya dia harus abadi
karena keberadaannya tidak membutuhkan
zat lain. Ngerti atau tidak? Ngerti atau
tidak? Kalau kita keberadaan kita
membutuhkan banyak faktor. Butuh faktor
ayah kita, ibu kita, buktu faktor gizi,
banyak faktor membuat kita bisa hidup.
Nah, faktor-faktor ini kalau tidak ada
kita bisa tidak ada. Karena keberadaan
kita butuh faktor-faktor penopang
keberadaan kita. Dan semua makhluk
seperti itu. Butuh faktor membuat dia
penopang menjadi dari tidak ada menjadi
ada dan eksistensi keberadaannya. Tapi
kalau ada sesuatu yang ada dengan
sendirinya
tanpa membukuhkan faktor yang lain, maka
dia jelas akan abadi. Karena dia tidak
butuh faktor yang lain untuk menjaga
eksistensi keberadaannya. Paham atau
tidak? Paham. Nah, sementara kita lihat
kenyataannya alam semesta ini tidak
demikian. Kita melihat ada ee gunung
yang meledak, ada hewan yang mati, ada
pohon yang rusak, ada manusia yang mati.
Dan alam ini menunjukkan seandainya alam
ini adalah azali harusnya
maka alam itu juga abadi. Paham? Kalau
alam itu azali, maka harusnya dia juga
apa? abadi. Dia harusnya abadi karena
keeksistensi keberadaannya tidak
membutuhkan faktor lain. Tatkala kita
melihat banyak isi alam ini ternyata
tidak abadi, berubah hancur, berpindah
ke bentuk yang lain, kemudian berbagai
macam ya bencana alam, kehancuran dan
macam ini menunjukkan bahwasanya alam
ini tidak abadi. Kalau dia tidak abadi
berarti dia tidak azali. Kalau dia tidak
azali berarti dia tidak ada menjadi
menjadi ada. Nah, yang membuat dia dari
tidak ada menjadi ada adalah Allah
Subhanahu wa taala. Maka ketika kita
mengatakan Allahu khaliquai, sebenarnya
ini bantahan kepada orang-orang filsuf,
para filsuf Yunani yaitu seperti
Sokrates, Plato, Aristoteles, dan
Plotinus dan juga filsuf muslim yang
mengikuti mazhab mereka seperti Farabi
dan Ibnu Ibnu Sina. Ini saya sudah bahas
dalam buku saya syarah alqidah wasatiah.
Saya nukil perkataan mereka bagaimana
Ibnu Sina al-Farabi pemahamp pemahaman
mereka sama seperti para filsf Yunani.
Kemudian ini juga bantahan kepada orang
ateis yang mengatakan bahwasanya alam
ini ada dengan apa sendirinya. Kalau
alam ada dengan sendirinya seharusnya
dia tidak akan mengalami perubahan dan
dia tidak akan dia tidak ee seharusnya
tidak akan mengalami kehancuran. Tetapi
ternyata kita lihat alam isi alam sirna
ya. Kullu man alaiha fan. semua yang ada
di atas muka bumi ini akan sirna tayb.
Ee
kemudian juga ini juga menguatkan
tentang ee pemahaman ahlusunah wal
jamaah bahwasanya selain Allah adalah
diciptakan. Ya, Allahu khalaqakum wama
tam'malun kata Allah. Allah mencipta
kalian dan apa juga yang kalian
kerjakan. Jadi kita ini makhluk atau
bukan?
Makhluk. Saya ini makhluk. Maka semua
yang ada pada saya ya ee suara saya,
perkataan saya, perbuatan saya, sikap
saya, semuanya makhluk. Saya ulangi.
Saya ini adalah makhluk dengan semua
yang ada pada saya. Perkataan saya,
suara saya, gerakan saya, semuanya juga
makhluk diciptakan oleh Allah Subhanahu
wa taala. Maka semua selain Allah adalah
diciptakan oleh Allah Subhanahu wa
taala. Adapun sifat-sifat Allah seperti
kalamullah,
maka itu bukan makhluk. Makhluk itu
suatu yang terpisah dari Allah.
Munfasil. Terpisah dari Allah. Adapun
yang disandang oleh Allah bukan makhluk.
Apa yang disandang oleh Allah seperti
ilmu Allah. Ilmu Allah di luar atau
dalam zat Allah? Dalam zat Allah. Maka
disandang oleh Allah. Semua yang
disandang oleh Allah bukan makhluk.
Contohnya ilmu Allah. Kata Allah,
anzalahuhi.
Allah turunkan Al-Qur'an dengan ilmunya.
Ilmu Allah di mana? Di luar apa dalam
zat Allah? Dalam zat Allah. Ilmu saya di
mana? Di luar apa dalam zat saya? Dalam
zat saya. Ilmu saya di sini. Karena saya
makhluk berarti ilmu saya juga makhluk.
Ilmu suatu yang abstrak. Perhatikan.
Ilmu adalah suatu yang abstrak. Dia
tidak bisa berdiri sendiri. Dia
membutuhkan zat untuk menyandangnya.
Nah, karena saya adalah makhluk, maka
ilmu yang saya sandang juga apa? Ma
makhluk. Lain halnya dengan Allah
subhanahu wa taala. Allah adalah
pencipta dan ilmu Allah disandang oleh
Allah. Maka dia bukan makhluk. Makhluk
itu apa? Makhluk itu sesuatu yang
terpisah dari Allah.
Seperti kita
Rasulullah, utusan Allah. Nabi Muhammad
makhluk atau bukan? Makhluk. Karena dia
terpisah dari Allah Subhanahu wa taala.
Banyak. Adapun ilmu Allah, iradah Allah,
qudratullah
ini semua adalah sifat Allah Subhanahu
wa taala. Maka bukan makhluk. Di
antaranya kalamullah, firman Allah.
Firman bukan suatu yang berdiri sendiri,
tapi dia disandang oleh orang yang
berfirman atau apa? Ee ee zat yang
berbicara. Firman maksudnya pembicaraan.
Nah, ketika Al-Qur'an adalah firman
Allah, berarti Al-Qur'an bukan makhluk.
Makanya kita boleh bersumpah dengan
sifat Allah.
Kita boleh bersumpah dengan biizzatika
dengan kekuasaan engkau. Karena izah
sifat Allah. Kita boleh bersumpah dengan
kekuasa kekuasaan Allah atau boleh tidak
boleh? Boleh. Kita boleh bersumpah dan
kita boleh bertawasul dengan sifat
Allah. Audzubillahi wa qudratihi.
Aku berlindung kepada Allah dan
berlindung dengan kekuasaan Allah. Wau
biadomatika minta ala min tahti. Dalam
doa zikir pagi petang. Dan aku
berlindung dengan keagungan-Mu. Karena
keagungan Allah adalah sifat Allah
Subhanahu wa taala. Ya.
Auzubikalimatillahit
tammah. Aku berlindung dengan bertawasul
dengan kalimat-kalimat Allah. Karena
kalimat-kalimat Allah adalah sifat dan
bukan makhluk.
Karena sifat tersebut disandang oleh
Allah. Maka kita boleh bersumpah dengan
sifat Allah. Biizzatika. Ya. Ya.
Misalnya iblis ketika bersumpah di
hadapan Allah mengatakan,
"Fabiizzatika." Demi keperkasaan Engkau
ya Allah. Ya. Maka boleh kita bersumpah
dengan sifat Allah. Dan di antaranya
kita bersumpah dengan Al-Qur'an.
Al-Qur'an firman Allah atau bukan?
Firman Allah. Allah bicara membicarakan.
Cuma firman Allah tersebut di nukil oleh
Jibril disampaikan kepada Nabi. Nabi
sampaikan kepada manusia kemudian
dicatat. Dicatat kalau Qurannya ya
kertas ya tapi kontennya adalah firman
Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena
seorang boleh bersumpah dengan Al-Qur'an
bukan dengan lembaran Al-Qur'annya tapi
dari konten Al Al-Qur'annya. Karena
kalau lembaran Al-Qur'annya makhluk,
tetapi kontennya itulah yang merupakan
sifat Allah. Boleh bersumpah dengan
sifat Allah. Adapun kalau bersumpah
dengan makhluk maka syirik. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Man halafa
bighhairillah faqad asraq." Siapa yang
bersumpah dengan selain Allah maka dia
telah berbuat kesyirikan. Gak boleh kita
bersumpah demi gunung, demi bumi, demi
tanah, demi nenek moyang itu semua
enggak boleh. Demi bapak, demi ibu, demi
siapapun gak boleh. Karena itu demi
rembulan, demi matahari. Enggak boleh.
Enggak boleh. Karena itu merupakan apa?
Kes kesyirikan. Siapa yang bersumpah
dengan nama selain Allah, maka dia telah
berbuat syirik. Kenapa? Ketika dia
bersumpah dengan makhluk-makhluk
tersebut, dia ada pengagungan. Maka
Allah melarang. Bahkan demi Nabi pun
syirik. Demi Nabi juga syirik. Seba
mengatakan demi Allah, demi Rasulillah
ini enggak boleh. Demi Allah, demi Allah
aja. Jangan men Rasulullah makhluk gak
boleh. Lain halnya kalau Allah
bersumpah. Kalau bersumpah terserah
Allah. Karena Allah bersumpah ya
bersumpah dengan makhluknya. Karena
Allah tidak sedang ee tak apa nam tak
takjub sama makhluknya. Karena itu
adalah memang ciptaan Allah Subhanahu wa
taala. Lagi pula sebah mengatakan ketika
Allah bersumpah dengan makhluk misalnya
wasyamsi waduhaha kemudian walqamari
idza talaha wahari idza jallaha. Allah
bersumpah dengan rembulan, dengan
matahari dengan siang dengan malam.
Yaitu maksudnya ada yang mengatakan
Allah bersumpah dengan bagaimana
keagungan Allah dalam menciptakan
makhluk-makhluk terbut.
Allah bersumpah dengan kehidupan Nabi.
Kata Allah Subhanahu wa taala ee apa
namanya? Ee la amruka yaitu wa hayatika
demi kehidupanmu wahai Rasulullah. Yaitu
Allah ingin menjelaskan kemuliaan. Tapi
beda ketika makhluk bersumpah dengan
makhluk maka di situ ada pengagungan ya
sehingga dilarang. Adapun Allah terserah
Allah bersumpah dengan apapun. Bab jadi
saya ingin sampaikan bahwasanya firman
Allahu khaliqu kulli.
Allah pencipta segala sesuatu maka
keluar dari segala sesuatu ini ada
pengecualian. Di antara pengecualian
adalah zat Allah sendiri. Apakah Allah
menciptakan zatnya? Tentunya tidak. Zat
Allah terjadi dengan sen sendirinya.
Allah termasuk syik sesuatu. Qul ayyu
saaiin akbaru syahadah. Katakanlah,
"Siapakah yang persaksinya lebih besar?"
Qulillah. Persaksian terbesar adalah
Allah Subhanahu wa taala. Jadi, Allah
menamakan dirinya atau menyebut dirinya
dengan syai. Tetapi ketika Allah
berfirman, "Allahu khaliqu kulli syai."
Allah pencipta segala sesuatu,
bukan berarti Allah menciptakan dirinya
sendiri. Enggak. Ini keluar dari
keumuman ayat ini. Karena Allah tidak
menciptakan dirinya sendiri. Tapi
maksudnya sesuatu di sini adalah selain
Al. Demikian juga keluar dari ini adalah
sifat-sifat Allah. Karena sifat-sifat
Allah meskipun merupakan sesuatu, tapi
dia tersandang dalam zat Allah dan dia
bukan makhluk. Makhluk itu sesuatu di
luar Allah. Itu namanya makhluk. Kenapa
saya bahas ini? Karena orang-orang
Muktazilah ingin menyatakan Al-Qur'an
adalah makhluk. Mereka bilang Al-Qur'an
adalah firman Allah dan firman Allah
adalah makhluk. Itu Allah ciptakan suara
di udara didengar oleh Musa kata mereka.
Allah ciptakan suara didengar oleh
Jibril di Hawa. Jadi suara tersebut
bukan firman Allah, bukan Allah yang
bicara, tapi Allah cipta ciptakan.
Inilah ada kekufuran, inilah
penyimpangan. Oleh karenanya ketika di
zaman Khalifah Almaun, Al Imam Ahmad
dipaksa untuk menyatakan Al-Qur'an
adalah makhluk, maka dia menolak
sehingga dia disiksa.
Disiksa, dicambuk tapi dia tidak mau.
Dia mengatakan Al-Qur'an firman Allah
dan firman Allah sifat Allah dan sifat
Allah bukan makhluk
mumet ya.
Pagi-pagi sudah mau sudah sarapan belum?
Lewat aja ya.
Apa omongan ustaz ini?
Ada filsafat, ada Ibnu Sina, ada Farabi,
ada Muktazilah, apa-apaan ini ya.
Demikianlah ya karena mereka juga beril
dengan ayat tapi pendalilannya ngawur
ya.
Tayib kita lanjutkan. Allahu khaliqu
kulli. Sehingga semua selain Allah
adalah ciptaan Allah. Allah dulu
sendirian. Kemudian yang menciptakan
apa? Ma makhluk. Subhanallah. Kita semua
ini ciptaan Allah Subhanahu wa taala.
Ya. Kita perbuatan kita semua ciptaan
Allah Subhanahu wa taala.
Ini adalah ee statement pertama. Ada
tiga statement di sini. sebelum Allah
mencela orang musyrikin yang menyembah
selain Allah. Statement pertama Allah
mengatakan Allahu khaliquai. Segala
sesuatu adalah ciptaan Allah. Semua
selain Allah adalah makhluk. Butuh
dengan Allah Subhanahu wa taala. Ya.
Statement kedua kata Allah subhanahu wa
taala wahua ala kulliin wakil. Wahua ala
kulli saai wakil. Yaitu dialah yang
memelihara dan mengatur segala sesuatu.
Ya, dia adalah pengurus segala sesuatu,
penjaga segala sesuatu yang mengatur
segala sesuatu. Oh yeah.
Alwakil dikatakan oleh Thari bin Asyur
almutasarif syaiin biduni taqubin.
Alwakil yaitu yang mengurus sesuatu
tanpa ada yang protes-protes. Ya, bebas
dia pengurusnya bebas pengurusnya. Dan
Allah Subhanahu wa taala bebas mengurusi
makhluknya karena semua adalah ciptaan
Allah Subhanahu wa taala. Dia sang
pencipta makhluk tersebut dan dia yang
mengurusi seluruh makhluk tersebut. Ya,
dengan segala bentuk kepengurusan ya.
Dengan segala bentuk kepengurusan ya.
ngurusi segala kondisi makhluk,
mengurusi takdir mereka, amal mereka apa
saja, ajalnya kapan, rezekinya
bagaimana, gerakan mereka bagaimana,
semua diatur oleh Allah.
Allah bukan sekedar menciptakan tapi
Allah ngatur cipta ciptaannya. Tidak
seperti perkataan sebagian orang ateis.
Ada suatu mazhab di antara mazhab ateis
banyak. Ada yang mengatakan Tuhan tidak
ada. Itu ateis. Ada yang mengatakan,
"Saya masih ragu Tuhan ada atau tidak."
Itu juga ateis. Sama aja. Saya tidak
bisa bilang Tuhan ada, tapi saya juga
tidak bilang Tuhan tidak ada. Sama aja
ateis. Intinya dia ragu-ragu Tuhan ada
atau tidak. Mazhab ateis yang berikutnya
dia mengatakan Tuhan menciptakan makhluk
kemudian Tuhan bunuh diri. Jadi
perkataan mereka ada buku tulis Tuhan
bunuh diri. Maksudnya dia bilang memang
ada Tuhan tapi Tuhan sebelah situ enggak
enggak ngurusin lagi. Ibarat orang bikin
jam terus jamnya ditinggal. jalan
sendiri ya. Ini Tuhan ee enggak becus
ya, kemampuannya terbatas. Hanya bisa
bikin terus nongkrong ya. Enggak bisa.
Ini parah Tuhannya bunuh diri ya.
Dan ini salah satu mazhab ateis.
Maksudnya Tuhan hanya mencipta dan tidak
ngurusin. Tidak ngurusin itu tidak
benar. Yang benar Tuhan maha sempurna.
Dia menciptakan ciptaannya dan dia
ngurusin apa? Ciptaannya. yang diurusin
dia wakil ngurusin segala sesuatu. Kapan
munculnya, apa sebab kemunculannya,
bagaimana bentuknya,
kapan ajalnya,
berapa rezekinya,
diatur semua. Makanya kata Allah, wama
min dabatin illa alallahi rizquha wlamu
mustaqarha mustaudha. Tidak ada satu
hewan binatang melata di langit eh di di
darat maupun di laut, di darat semuanya.
kecuali Allah yang menanggung rezekinya.
Ada yang mengartikan mustaqar mustauda.
Maksudnya Allah mengetahui kapan
hidupnya dan kapan matinya. Maka
rezekinya sudah diatur dari sampai mati
sampai dari hidup sampai mati. Ini
kucing biasanya umurnya berapa tahun?
Kucing
tergantung majikannya jahat atau tidak
dikasih makan atau enggak. Tapi ma saya
kalau kucing umurnya misalnya kucing
biasanya umurnya berapa? 10
10 tarlah 10 tahun Allah sudah tahu
sejak dia lahir zaman ada rezeki sudah
diatur. Ini salah satu makna mustaqar
mustauda. Ada yang mengatakan mustaqar
mustauda yaitu sarangnya dan tempat
mainnya. Jadi hewan ini di mana dia
sarangnya nanti dia keluar lewat jalan
mana menuju mana Allah sudah tahu
sehingga Allah siapkan rezekinya sesuai
dengan kebiasaan dia. Ya. Jadi ee Allah
bukan hanya cipta tapi Allah juga
ngurusin. Makanya Allah mengatakan
waayim min dabatin
la tahmilu rizqoha Allahu yarzuquha
waakum. Betapa banyak hewan melata yang
tidak mampu ngurusin rezekinya. Kenapa
tidak mampu? Karena kemampuan terbatas.
Hewan otaknya terbatas. Dia tidak pandai
seperti manusia. Manusia pandai, pandai
ngibul, pandai korupsi, pandai bohong,
pandai menutupi data, pandai ngelak,
pandai ngeles, pandai. Kalau hewan
enggak bisa terbatas. Tapi Allah sudah
tanggung apa rezekinya. Seandainya hewan
di rezeki dengan kemampuan, dia tidak
akan mampu. Tapi Allah mengatakan,
"Wakay min dabatin la tahmilu rizqoha."
Betapa banyak hewan melata tidak mampu
mencari rezekinya. Allahu yarzuquha.
Allah yang kasih rezeki kepadanya.
Wyakum. Demikian juga kalian. Jadi
makhluk diciptakan dengan diatur oleh
Allah dengan segala kepengurusannya.
Kapan hidupnya, kapan matinya,
rezekinya, ajalnya, nasibnya, semua
diatur oleh Allah Subhanahu wa taala.
Sehatnya, sakitnya. Makanya Allah
mengatakan, "Wah ala kulliin wakil."
Karena Dia yang telah menciptakan dan
Dia juga yang mengurusi segala sesuatu.
Bukan seperti ateis tadi. Tuhan ciptakan
kemudian Tuhan nongkrong nonton atau
Tuhan bunuh di diri. Memang gue pikirin
kamu sudah hidup sudah selesai? Enggak.
Tuhan bahlul seperti itu. Ya,
ini statement yang kedua ya. Semua
diatur oleh Allah ya.
Kemudian statement yang ketiga kata
Allah lahu maqalidus samawati wal ard.
Kepunyaanlah kepunyaan Allahlah segala
kunci-kunci perbendaran langit dan bumi.
Ya, maksudnya ee maqalid
ya. Ada yang mengatakan jamak dari iqlid
ya.
Ya,
itu maksudnya adalah kunci-kunci
perbendaharaan
ya. Semua perbendaran langit dan bumi
Allah yang memegang kunci-kuncinya.
Allah yang memegang pengaturannya.
Makanya dalam ayat surah Al-Hijr ayat 21
kata Allah, "Waim minaiin illaanain
wunaziluhu illa biqum." Tidak ada
sesuatu perkara pun kecuali kami
memegang perbendaharaannya, kami yang
menguasainya dan kami tidak menurunkan
kecuali sesuai dengan kadarnya. Ya,
sesuai dengan kadarnya. Ya,
maka ini untuk menunjukkan bahwasanya
kalau segala perbendaraan milik Allah,
maka terserah Allah mau kasih siapa,
Allah mau tahan siapa.
Allah memekayakan siapa? Allah
memisikkan siapa? Allah menyehatkan
siapa? Allah mematikan siapa? Terserah
Allah. Allah meninggikan derajat
seorang, Allah menjatuhkan derajat
seorang, terserah Allah. Allah
menjadikan sebagai sana subur, sebagian
tempat kering, terserah Allah. Seluruh
perbenaran langit dan bumi yang
menguasai siapa? Allah.
Ini tiga statement.
Nah, kalau begitu pertama Allah pencipta
segala sesuatu dari tidak ada menjadi
ada. Yang kedua, Allah pengurus segala
sesuatu. Yang ketiga, segala kekayaan
yang pegang siapa? Allah. Ya, kalau gitu
yang disembah harusnya siapa?
Allah.
Yang disembah harusnya Allah. Seharusnya
seorang hanya menyembah Allah. Harusnya
bertawakal kepada Allah. Hanya berharap
kepada Allah.
Selain Allah enggak ada. Coba nyembah
wali. Emang wali mencipta?
Suruh ciptakan lalat aja enggak bisa.
Wali enggak bisa ciptakan lalat.
Wali saleh apalagi cuma wali murid
apalagi
Allah berfirman ya ya
ininaahiakaban.
Wahai manusia dibacakan
disampaikan kepada kalian suatu
perumpamaan maka simaklah.
Sesungguhnya yang kalian sembah selain
Allah tidak bakalan bisa menciptakan
lalat meskipun mereka bersatu padu.
Seluruh sembahan-sembahan selain Allah
kalau bersatu padu bikin lalat tidak
bakalan bisa lalat hewan yang hina ya
tidak mereka bisa bikin. Bahkan lalat
hewan tersebut hina tersebut kalau masuk
ke tempat berhala-berhala kemudian
mengambil dari sesajen maka mereka tidak
bisa tangkap lalat tersebut dan mereka
tidak bisa keluarkan lilat tersebut.
Kalau mereka taruh saja di lalat
misalnya sirup di kemudian lalat hisap
sirup tersebut mereka kalau mau tangkap
lalat ngeluarin lagi kan enggak bisa
susah
thibu wal matlub ya oleh karenanya tidak
ada yang bisa menciptakan
makhluk ya bahkan ketika Rasulullah
melarang orang-orang yang suka membuat
patung atau menggambar kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam ee
ee bahwasanya asyadunasian yaumalqiamah
almus
Orang yang paling berat azabnya, di
antara orang yang paling berat azabnya
pada hari kiamat adalah tukang bikin
patung, tukang bikin gambar, makhluk
bernyawa. Maka Allah berkata, "Famanlamu
mimmanhaba khalqi." Siapa yang lebih
zalim daripada orang meniru-niru
ciptaanku? Ya, bikin patung, bikin
patung manusia, bikin falyakluquatan.
Kalau dia mampu coba ciptakan semut,
bikin hidup.
A syairatan kalau dia mampu cobalah dia
bikin gandum. Bikin gandum bisa enggak?
Gandum bikin tanam tumbuh enggak bisa.
Semut enggak bisa bikin gandum enggak
bisa bikin. Habbatan biji yang biji
taruh tanah kemudian tumbuh keluar
akarnya tunasnya. Mak siapa yang bisa
bikin? Enggak ada. Maka tidak ada yang
berhak disembah kecuali sang pencipta.
Ini satu. Bagaimana mereka bisa
menyembah selain Allah? Bagaimana mereka
bisa menyembah Isa? Bagaimana mereka
bisa menyembah Lata, bisa mereka
menyembah Watsat, Yagus, Yauk, Nasr,
orang-orang saleh. Bagaimana mereka bisa
menyembah Uzair? Bagaimana mereka bisa
menyembah patung yang mereka pahat
sendiri?
Ata'buduna tanhitun. Apa kalian
menyembah yang kalian pahat sendiri? Ya,
kata Nabi Ibrahim Alaihi Salam, "Wallah
khalaqakum tamalun." Sementara pencipta
kalian adalah Allah dan pencipta patung
juga Allah. Karena perbuatan kalian juga
Allah. Ini semua makhluk. Gimana makhluk
menyembah makhluk? Ya.
Kemudian statement kedua,
wahua ala kulli wakil. Dialah Allah yang
berhak disembah karena dia yang mengurus
segala sesuatu.
Siapa yang emang Nabi Isa ngurus segala
sesuatu disembah. Dia enggak bisa ngurus
segala sesuatu. Dia enggak bisa ngurus
langit, enggak bisa ngurus bumi. Dia
enggak bisa ngurus Romawi. Ketika
dikejar-kejar, dia enggak bisa ngurus
Romawi. Dia kabur alaihi salam.
Bagaimana mau disembah? Dia ngurus apa
emang? Dia cuma ngurus dirinya, ngurus
muridnya. Terbatas kepengurus. Tidak
bisa ngurus dirinya sendiri pun dengan
ya kalau lapar dia minta makan kepada
Allah subhanahu wa taala. Kana yaakulani
thaam. Bagaimana Nabi Isa disembah,
ibunya disembah, dua-duanya makan
makanan. Dia bisa enggak bisa ngurus
dirinya sendiri. Gimana mau disembah?
Gimana mau di disembah? Yang disembah
itu yang ngurus segala sesuatu.
Yang ngurus segala sesuatu.
Nabi Isa alaihi salam tidak bisa
disembah karena dia tidak ngurus
apa-apa. Dia tidak bisa ngurus segala
sesuatu. Adapun Allah mengurus segala
sesuatu. Makhluk dari awal dari tidak
ada menjadi ada. Diurusin ajalnya,
diurusin rezekinya, diurusin nasibnya,
diurusin gerakannya, diurus semuanya
diurus oleh Allah Subhanahu wa taala,
maka itulah yang berhak untuk disembah.
Statement yang ketiga, lahuma qolidus
samawati wal ard. Dialah Allah yang
memiliki perbandaran, kekayaan
segalanya. Hanya Allah, hanya saja Allah
menurunkannya sesuai dengan kadar yang
Allah kehendaki. W nunaziluhu illa
biqadar maum. Kami tidak turunkan
kecuali sesuai dengan kadar yang kami
kehendaki. Air hujan Allah turunkan
minasama e apa? Qarin yazal minan
biqarin. Kami turunkan hujan dari langit
dengan kadar yang kami kehendaki. Rezeki
juga Allah berikan sesuai dengan kadar
yang Allah kehendaki. Kata Allah
walauahi
ardaki
biqasya. Kalau Allah bentangkan rezeki
kepada manusia semuanya mereka melampaui
batas. Jadi sombong, jadi angkuh, jadi
beli jam mahal-mahal ya kacau semua.
yunzilu biqarin yasya tapi Allah
turunkan sesuai dengan kadar yang Allah
kehendaki. Kalau semua orang dibuat kaya
semua jadi kacau. Allah mengatakan inal
sesungguhnya manusia itu melampaui batas
tatkala mandang dirinya sudah kaya.
Sudah kaya orang melampai batas punya
duit pengin beli mobil miliar pengin
beli apa, beli apa, beli apa yang
subhanallah
buang-buang uang. Israf. Israf begitu
manusia kalau sudah punya kekuasaan,
punya duit banyak berlebih-lebihan yang
tidak perlu dibeli.
Tidak perlu di beli. Akhirnya dibuat
gambaran, gambaran, gambaran sampai
suatu yang tidak ada manfaatnya dibeli
dengan harga mahal. Itu namanya israf.
Israf itu beli suatu yang mahal dengan
manfaat yang r kecil. dikibulin
ya.
Coba
ada jam harganya sampai
5 miliar lah.
5 miliar buat apa? Buat ngelihat jam.
Kecuali jam itu bisa keluar apa kek ya
itu bolehlah. Manfaatnya banyak.
Jam itu kalau punya tet goreng sing
keluar boleh 1 triliun beli gak apa-apa
pencet kayak kantong Doraemon semuanya
boleh cuma lihat jam
mahal sekali kadang kalau enggak jam
jalan-jalan digini-giniin
mahal sekali israf israf itu suatu yang
boleh tapi manfaatnya kecil dengan harga
yang mahal kalau orang mikir panjang
uang sebanyak itu tentunya untuk banyak
hal, untuk kemaslahatan dunia maupun
kemaslahatan apa? akhirat.
Maka karenanya Allah tidak memberi
rezeki semuanya habis-habis gak Allah
atur yang Allah kehendaki. Yang Allah
kehendaki. Maka segala perbendaran
langit dan bumi yang menguasai siapa?
Allah. Dialah yang berhak disembah.
Dialah yang berhak disembah. Firaun apa
disembah? Apa dia punya kemampuan? Cuma
Mesir doang.
anajti.
Bukankah saya pemilik kerajaan Mesir?
Mesir doang yang kau miliki. Selain
Mesir kau enggak bisa apa-apa. Buktinya
Musa alaihi salam kabur ke Madian, kau
enggak bisa kejar ya? Kok enggak bisa
kejar ya?
Oleh karenanya dengan tiga statement ini
kalau ada yang musyrik itu benar-benar
orang jahil.
Makanya setelah itu Allah berfirman,
"Walladzina kafaru biayatillahi
ulaika humul khirun." Dan orang-orang
yang kufur kepada ayat-ayat Allah itulah
yang benar-benar merugi. Itulah yang
benar-benar merugi.
Mereka kufur kepada ayat Allah. Mereka
menyembah kepada mereka benar-benar
orang yang merugi.
Gimana menyembah makhluk?
Gimana menyembah makhluk sementara tidak
bisa apa-apa. Tidak bisa mencipta, tidak
bisa ngurusin, tidak memiliki kekayaan.
Subhanallah. Makanya ini luar biasa
ayat-ayat ini kelihatannya sederhana.
Tapi ternyata statement-statement agar
kita berpikir bahwasanya selain Allah
tidak berhak untuk di disembah. Tidak
berhak untuk disembah.
Sebagian orang subhanallah sampai rukuk
di hadapan gurunya. Rukuk dengan
pengagungan yang pengagungan yang luar
biasa yang mungkin tidak dia hadirkan
ketika dia rukuk ketika salat.
Seorang mungkin sujud kepada gurunya
sujud yang di situ dia benar-benar
mengagungkan sang guru. Orang sebagian
sufiah
lebih daripada ketika dia salat di
hadapan Al.
Sebagian orang berdoa minta kepada Allah
di kuburan dengan kekhusyukan luar biasa
lebih daripada kalau dia minta kepada
Allah di masjid.
Gimana?
Makanya orang-orang yang musyrik adalah
benar-benar orang yang merugi. Kata
Allah ulaika humul khasirun. Mereka
itulah di situ ada hum namanya damir
alfasl untuk menunjukkan mereka itulah
benar-benar yang kerugiannya di puncak.
Tidak ada orang lebih rugi daripada
mereka. Orang-orang yang menyembah
kepada selain Allah.
Setelah itu
Allah berfirman
qul afaghairallahi tamurunni
a'budu ayyuhal jahilun katakanlah wahai
Muhammad kepada mereka orang-orang
Quraisyirallahiurunni
apakah kalian menyuruh aku beribadah
kepada selain Allah
a'udu ayyuhal jahilun. Wahai orang-orang
yang jahil. Ya kata Ibnu Katsir, wakaru
fiabi nuzuliha ma rawahu Ibnu Abi
Hatimiruhu. Para ulama, para ahli tafsir
menyebutkan sebab turun ayat ini, itu
orang-orang musyrikin berkata, "Wahai
Muhammad, sembahlah selain Allah.
Kita bareng-bareng." Ya,
marah Ibnu Ibnu Abi Hatim Wiruh. Apa
yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi dan
lainnya an ibni Abbas dari Ibnu Abbas
radhiallahu anhuma annahu q Ibnu Abbas
berkata, "Innal musyrikina bijahlihim
daau Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam ila ibadati alihatihim wa'budu
maahu ilahahu." Ya, mereka bilang, "Ya
Rasulullah, sembahlah ya tuhan-tuhan
kami ya dan kami juga
menyembah Allah." Fanazalat, ya. Maka
turunlah firman Allah ini. Jadi mereka
ngajak Nabi, "Cobalah sembah-sembah
tuhan kami dulu ya. Sembah tuhan-tuhan
kami.
Qul afaghairallahi tamuruni. Apa kalian
menyuruh aku untuk menyembah selain
Allah? A'budu ayyuhal jahilun. Wahai
orang jahil. Ya, sebelumnya tadi sudah
kita sebutkan Allah mensifati
orang-orang yang musyrik dengan berkata
walladina kafar biayatillahi ulaika
humul khirun. Mereka adalah orang
merugi. Kata Thair bin Asyur
rahimahullahu taala, bahwasanya orang
musyrikin disifati oleh Allah dengan
orang merugi seperti disamakan seperti
orang yang berdagang kemudian ingin
memperbanyak keuntungan sehingga masuk
dalam ranah-ranah dagang atau cara-cara
dagang. Tapi cara yang salah akhirnya
rugi. Dia sudah kaya tapi kemudian dia
pengin coba dagang sini dagang tapi
salah. Akhirnya ru rugi. Nah, orang
musyrikin ketika mereka beribadah kepada
selain Allah, tujuannya apa? Agar lebih
dekat dengan Allah. Kata mereka, "Ma
na'buduhum illa liuqoribuna ilallahi
zulfa." Kami tidak menyembah
sembahan-sembahan ini kecuali agar
mendekatkan kami kepada Allah. Dalam
ayat yang lain mereka berkata, "Haulai
syufaunaallah."
Mereka yang kami sembah-sembah ini
adalah pemberi syafaat bagi kami di sisi
Allah agar mendekat kami kepada Allah.
Jadi tujuan mereka berbuat syirik agar
lebih dekat kepada Allah, agar semakin
dekat. Tetapi ternyata mereka malah
semakin jauh karena mereka syirik. Maka
diibaratkan oleh Allah seperti pedagang
yang sudah punya keuntungan kemudian dia
ingin masuk dalam ee perdagangan yang
lain tapi dia salah masuk. Dia masuk
areal terlarang. Akhirnya dia semakin ru
rugi. Itulah kerugian orang musyrikin.
Mereka eh qulabbiukum aksar allun
wahum yuhsin sun. Maka kami kabarkan
kepada kalian tentang orang-orang yang
paling merugi amalannya.
Siapa mereka yang paling rugi?
Mereka sesat di dunia wahsabah.
Sementara mereka sesat, mereka menyangka
mereka yang telah berbuat yang terbaik.
Orang musyrik demikian
seperti orang Nasra. Mereka bilang,
"Kita enggak bisa sampai kepada Allah
kecuali lewat siapa?" Isa. Kalau enggak
lewat Isa, enggak bisa. Harus lewat Isa.
Jadi tujuan mereka men menyembah Nabi
Isa supaya bisa sampai kepada bapak.
Tujuan mereka tidak ada keselamatan
kecuali lewat Nabi Isa. Nah, tujuan
mereka baik, ingin kedekatan, ingin
keselamatan, tapi justru meru merugi.
Gimana mereka menyembah kepada makhluk?
Ya, orang musyrikin dahulu menyembah
lata uza, lata orang saleh. Kenapa? Agar
lebih dekat kepada Allah dengan sembah
orang-orang saleh tersebut. Maka mereka
berkata, "Ma na'buduhum illa
liuqorbunaallahi zulfa." Kami tidak
menyembah mereka kecuali agar lebih
dekat kepada Allah dengan
sedekat-dekatnya. Haula yusfaallah.
Mereka untuk memberi syafaat di sisi
kami diisi bagi kami di sisi Allah. Maka
Allah sifati mereka dengan rugi karena
melewati cara yang salah. Dan mereka
bukan cuma rugi, mereka saking bodohnya
mereka ngajak Nabi untuk mencoba
menyembah selain Allah. Cobalah sembah
Lata, Guza. Coba dulu
seperti sekarang. Coba coba dulu nyembah
Nabi Isa. Coba dulu coba. Dan itu
dilakukan
supaya sebagian orang sakit didatangi.
Coba minta sama siapa? Nabi Isa. Nanti
sembuh.
Benar atau tidak?
Maksudnya benar ada tawaran gitu enggak?
Benar ya tawaran itu ada datang tawarin.
Ayo coba coba coba.
Qul afaghairallahi tamurunni a'budu
ayyuhal jahilun.
Apakah kalian ya
menyuruh aku untuk menyembah selain
Allah wahai orang-orang jahil? Di sini
Allah mensifati mereka dengan ayyuhal
jahilun. Wahai orang-orang jahil. Jahil
dalam hal apa? Tidak disebutkan. Dan
dalam kaidah tafsir jika maf'ul
tidak disebutkan maka memberikan faedah
keumuman. Itu jahil dalam segala hal.
Contoh seperti firman Allah Subhanahu wa
taala.
Innal abr lafi naim alal arurun
naim. Kata Allah subhanahu wa taala,
"Sesungguhnya orang-orang yang baik-baik
itu orang-orang saleh
ya lafi naim mereka dalam kenikmatan.
Kemudian di akhirat kelak alal ariki
yangurun." Ya, mereka di atas
dipan-dipan yang sudah e arikah itu
adalah ee tempat tidur yang sudah
dihiasi. Ada kelambunya. Ada
bantal-bantalnya,
ada selimutnya. Itu namanya apa? Arikah.
Gak tahu tempat tidur antum arikah apa
khususnya. Yang penting bukan ada
bantal-bantalnya doang. Yang penting ada
yang tidur di bantal juga. Ada
bidadarinya. Maksudnya alal araiki
yanzurun. Mereka dipan-dipan yang sudah
dihias yanzurun. Memandang. Memandang
apa? Allah tidak sebutkan.
Kemudian Allah hanya sebutkan dampak
dari memandang tersebut.
Kau melihat pada wajah mereka ada
kebahagiaan.
Nah, semua yang mereka pandang itu
mendatangkan kebahagiaan. Makanya Allah
mengatakan, "Waid roamma roita naiman wa
mulkan kabir." Kalau kau lihat di surga,
apapun yang kau lihat pasti kenikmatan.
Yang saya bilang bedanya antara penghuni
surga dengan penghuni dunia. Dunia ini
banyak kita lihat bikin sedih. Banyak.
Lihat suami kadang kita sedih,
lihat istri juga tambah sedih.
Lihat anak lele
sedih. Sedih
ya. Lihat berita-berita apa?
Sedih. Bikin marah, bikin sedih. Di
surga enggak semua lihat bikin se
senang. Semua enggak ada yang tidak
bikin senang. Itu namanya di surga.
Senangnya bertambah-tambah. Di sini
ketika para ulama menafsirkan alal ari
yanzurun mereka dia dipan-dipan
memandang. Memandang apa tidak
disebutkan? Karena semua yang dipandang
itu pasti bikin apa? Bahagia. Semua yang
mereka pandang di surga itu bikin
bahagia. Dan puncak kebahagiaan
memandang wajah Allah Subhanahu wa
taala. Seperti ini ketika
mereka ngajak Rasulullah untuk coba-coba
sembah sembahan mereka maka Allah suruh
bantah mereka. Qul katakanlah
afaghairallahi tamurunni.
Apakah kepada selain Allah kalian
menyuruh aku untuk menyembahnya? Ayyuhal
jahilun. Wahai orang-orang yang bahlul
yang jahil. Jahil dalam hal apa? Dalam
segala hal. Ini puncak kejahilan. Puncak
kejahilan. Orang tidak tahu
hitung-hitung mungkin jahil. Tapi jahil
sedikit. Kalau orang sampai menyembah
makhluk itu di puncak keja kejahilan.
Itulah nyembah makhluk. Nyembah makhluk
dengan meninggalkan sang pencipta. Itu
di puncak kejahilan.
Jahil.
Tidak ada yang melebihi kejahilan
mereka. Jahil dalam segala hal.
Ayyuhal jahilun. Wahai orang-orang
bodoh. Ya. Kemudian Allah berfirman, wq
menegaskan tentang bahayanya syirik.
Walaq uhiya ilaika waalladina minqlik.
Dan sungguh telah diwahyukan kepada
engkau
dan juga kepada
nabi-nabi sebelummu. Perkataannya sama
kepada engkau dan juga kepada nabi-nabi
sebelum engkau. Lain asrakta layahbatna
amaluk. Jika engkau berbuat syirik,
wahai Nuh, wahai Adam,
wahai siapa lagi? Hud,
wahai Saleh, wahai semuanya. Ibrahim,
wahai Luth, semua nabi-nabi. Wahai Musa,
wahai Harun, wahai Isa, wahai Muhammad,
kalau engkau melakukan kesyirikan, ini
ayat mencakup. Karena kata Allah,
walaqad uh uhiya ilaika waadzina
minqlik. Dan telah diwahyukan kepada
engkau wahai Muhammad dan juga kepada
nabi-nabi sebelummu dengan statement
yang sama dari Allah. Lain asrqta. Jika
engkau berbuat syirik, layahbatna amaluk
maka benar-benar sungguh-sungguh akan
gugur seluruh amalanmu. Di sini
perhatikan Allah menegaskan ya dengan ee
dua taukid. Yang pertama lamut taukid la
sungguh-sungguh. Kemudian nun taukid.
Jadi kalau kita artikan sungguh-sungguh
benar-benar amalanmu akan gugur. Dan di
sini amal dia mufrad tetapi diidfahkan
kepada ee makrifah maka dia memberikan
faedah keumuman. Sehingga kalau seorang
melakukan kesyirikan, syirik akbar
maksudnya seluruh amalnya gugur tanpa
terkecuali.
Semua amalnya gugur tanpa terkecuali.
Dan ini menunjukkan tentang bahayanya
syirik. Dan sungguh pelaku syirik adalah
orang yang sangat ja jahil.
Jahil, goblok, rugi. Amal dia akan
gugur.
Akan gugur di akhirat, kekal di neraka
selama-lamanya. Kalau ada orang sudah 60
tahun beribadah, beribadah kemudian
sebelum meninggal dia
minta kepada penghuni kubur, gugur semua
amalannya. Gugur semua amalannya karena
dia melakukan apa? Kesyirikan. Dia sudah
beribadah 70 tahun sebelum meninggal dia
nyembelih untuk jin. Selesai. Seluruh
amalnya gu gugur. Ngeri. Dan ini
menunjukkan dahsyatnya syirik. Karena
dia tidak menggugurkan sebagian amal.
Ada sebagian amal yang hanya mengugur
sebagian amal. Tapi ini menggugurkan
seluruh amal. Ya. Dan di antara tentang
bahayanya syirik sampai Allah
menyampaikan ini kepada para nabi.
Padahal para nabi secara kenyataan tidak
bakalan syirik. Secara kenyataan. tidak
bakalan syirik.
Apalagi Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam kenyataan tidak bakalan syirik.
Tetapi ada alfardhiyah. Seandainya
kalian orang-orang hebat para nabi
melakukan syirik maka akan gugur amalan
kalian. Allah tidak pandang bulu. Dalam
ayat yang lain kata Allah walau asraku
yalun. Kalau mereka berbuat syirik para
nabi dan rasul maka akan gugur seluruh
amalan mereka. Dan ini menunjukkan
dahsyatnya syirik. Khilaf di kalangan
para ulama.
Jika seorang terjerumus dalam syirik
akbar, apakah otomatis amalnya gugur
atau jika dia meninggal dalam kondisi
syirik akbar? Dua pendapat. Mazhab Imam
Malik rahimahullahu taala. Kapan seorang
melakukan syirik akbar amalnya gugur.
Contoh ada seorang Islam sudah Islam
umur 25 tahun dia haji.
Haji haji resmi bukan haji percepatan.
Kemudian dia haji.
Setelah itu umur 30 dia nyembelih untuk
nyiroro Kidul misalnya. Misalnya
syirik atau tidak
syirik?
Syirik. Dia tahu tapi dia karena supaya
selamat di laut supaya apa? Supaya apa?
Dia nyembelih
atau dia menyembelih di di misalnya di
suatu desa atau di suatu sawah untuk
Dewi Sri misalnya.
Nyembelih untuk dewi apa? Istri. Ini
berarti nyembelih kepada selain Allah.
Syirik atau bukan? Syirik. Menurut
mazhab Imam Malik,
maka amalnya gugur semua. Setelah itu
dia bertobat.
Aduh. Aduh. Saya kenapa? Saya kemarin
khilaf ya. Saya kemarin apa? Salah. Dia
bertobat kepada Allah. Tayib. Kalau dia
bertobat kepada Allah maka dosa
syiriknya diampuni. Tapi amalnya mulai
lagi nol.
Seperti kita kalau beli bensin mulai
nol, Pak. Ya. Ya. Oke.
Mulai dari dari nol.
Ini pendapat Imam Malik. Paham? Pendapat
Imam Syafi'i lebih ringan. Imam Syafi'i
mengatakan
dia hanya dihapuskan seluruh dosanya
kalau meninggal dalam kondisi tidak
bertobat.
Ya, dalilnya dalam Al-Qur'an kata
wahua kafir faula
ak. Siapa yang murtad dari agamanya
kemudian fayamut, dia meninggal dalam
kondisi kafir. Jadi keumuman ayat
seperti ini ayat umum. Imam Syafi'i
menganggap ini ayat adalah mutlak. Maka
dibawa kepada ayat yang muqayyad.
Maksudnya kata Imam Syafi'i, ayat lain
menunjukkan maksudnya gugur amalannya
jika meninggal dalam kondisi mus
musyrik. Bagaimana menurut mazhab
Syafi'i? Menurut Imam Syafi'i, jika
orang ini tadi sudah haji pada umur
berapa? 25 tahun. Kemudian pada umur 30
tahun dia nyembelih untuk Dewi Sri.
Kemudian umur 30 tahun dia tobat, maka
amal dia tidak gugur. Karena dia sudah
bertobat. Seandainya tidak bertobat,
gugur. Jadi, ada beda enggak antara
pendapat Imam Malik dan Imam Syafi'i?
Beda.
Beda antara guru dan murid.
Dan natijahnya di antara akibat dari
perbedaan ini menurut Imam Malik, kalau
dia bertobat pada umur 31 tahun. Paham
ya? Tadi haji umur berapa?
25. Umur 30 syi syirik. Umur 31 tobat
maka dia harus ulang hajinya.
Menurut Imam Syafi'i tidak perlu ulang
karena amaliah hanya gugur jika dia
meninggal dalam kondisi mus
musyrik. Ini bedanya di antara
tsamaratul khilaf. Buah dari khilaf ini
ada
meskipun wallahu alam ya ee pendapat
Imam Malik cukup kuat ya.
Oleh karenanya ini mengerikan ya. Maka
seorang waspada jangan saya meninggal
dalam kondisi syirik. Jika dia berbuat
syirik amal dia gugur semua. Mengerikan.
Ulangi lagi dari nol ngeri.
Kenapa? Dia sudah merasakan nikmat
tauhid.
Dia sudah merasakan nikmat Islam
kemudian melakukan kesyirikan. Maka
hukumannya, amalannya gu gugur.
Lain halnya dengan orang yang musyrik
kemudian masuk Islam. Ketika orang
musyrik dia melakukan kebajikan. Ada
orang musyrik, musyrik 60 tahun. Di masa
kemusyrikannya dia suka berbakti sama
orang tua, suka bantu fakir miskin, tapi
dia juga suka zina, suka riba, suka nipu
orang, dia bunuh orang, dia
bohongin orang. Dalam selama zaman
musyriknya dia melakukan kebaikan dengan
ke keburukan.
Kemudian dia masuk Islam. Ketika dia
masuk Islam, semua dosa-dosanya
dihapuskan dan amal salehnya diikut
sertakan dalam kebaikan.
Ini bonus bagi orang yang syirik
kemudian masuk Islam. Tapi berbeda
ketika sudah merasakan nikmatnya Islam
kemudian mus
musyrik beda.
Sudah masuk Islam terus musyrik maka
amalnya gugur. Amalnya gugur maka ketat.
Beda dengan yang masuk karena untuk
motivasi orang musyrik masuk Islam maka
seluruh dosanya diampuni. Kemudian amal
saleh dia dicatat. Makanya ketika Hakim
bin Hizam bertanya kepada Hakim bin
Hizam ini ada yang mengatakan umurnya
120 tahun kalau enggak salah. Dia selama
musyrik setengah umurnya dan Islam
setengah umurnya. Dan selama dia musyrik
dia menyembelih entah berapa 100 ekor
unta atau berapa untuk bagi-bagikan. Dia
dimerdekakan sekian budak banyak. Maka
ketika umat Islam dia tanya Rasulullah
bagaimana yang saya lakukan selama ini?
Dia masuk Islam. Kata Rasulullah aslamta
ala ma asla min khair ya hakim. Kau
masuk Islam dengan seluruh kebaikan yang
kau kau bawa. Kemudian dia di masa Islam
dia melakukan yang sama. Hakim bin Hizam
ponakannya Khadijah bintul Khuwailid
radhiallahu taala anha.
Intinya ini dalil tentang ayat yang
sedang kita bahas. Lain asrqta lahbatna
amaluk. Kalau kalian berbuat syirik,
engkau berbuat syirik wahai para nabi.
Dari Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi
Saleh, Nabi Syuaib, Nabi Ibrahim, Nabi
Luth, Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi
Zakaria, Nabi Yahya, Nabi Isa, Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
semuanya diwahyukan dengan peringatan
yang sama. Lain asrakta lahbatna amaluk.
Kalau kau berbuat kesyirikan, maka akan
gugur seluruh amalanmu.
Seluruh amalanmu. Ini eh mufrad mudhaf
menunjukkan keuman.
Dan ini Allah sebutkan juga dalam ayat
yang lainika hudallah yahdi bihias min
ibadi w asal.
Kalau para nabi berbuat kesyirikan, maka
akan gugur seluruh apa yang mereka
kerjakan. amal saleh akan gugur. Ya,
maka Allah berfirman setelah itu,
bukan hanya gugur, wala takunanna minal
khasirin. Dan engkau benar-benar akan
termasuk orang yang merugi.
Karena bukan cuma merugi kemudian nol
saja, tetapi minus masuk neraka kekal
selama lama-lamanya. Ya, masuk kekal
selama neraka kekal selama-lamanya. Dan
ini menunjukkan kerugian di puncak
kerugian.
Setelah itu Allah berfirman,
"Balillaha fa'bud waakum minas
syakirin." Balillah. Maka hanya kepada
Allah engkau beribadah. Di sini maf'ul
bih dikedepankan
itu hanya kepada objek. Jadi dalam
urutan katakan SPO subjek predikat apa?
Objek. Saya menyembah Allah. Saya subjek
menyembah predikat objek. Apa? Allah.
Saya menyembah Allah. Tapi kalau Allah
didepankan
seperti wa iyaka na'bud. Berarti kalau
objek didepankan menunjukkan alhasr
yaitu hanya. Makanya kalau kita artikan
iyaka na'bud bukan kepada Allah kami
beribadah bukan. Tapi ada hanyanya hanya
kepada Allah kami beribadah. Ini salah
satu uslub metode bahasa Arab. Ketika
objek didepankan daripada subjek dan
predikat maka menunjukkan apa?
pembatasan seperti ini. Balillaha Allah
tidak mengatakan eh fa'budillah tapi
balillaha fa'bud. Akan tapi hanya kepada
Allah sajalah engkau men menyembah. Waum
minas syakirin. Dan jadilah engkau
termasuk orang-orang yang bersyukur.
Subhanallah. Bersyukur dalam segala hal.
Saya bacakan perkataan Syekh S'di.
Maka hendaknya engkau jadi begini.
Maksudnya
kita ini bersyukur. Yang yang disuruh
bersyukur bukan cuma kita aja, nabi-nabi
juga disuruh bersyukur.
Ya Musa inofaituka alanasi birisalati
maituka wakum minakirin. Wahai Musa,
aku telah memilih engkau menjadi seorang
rasul. Aku mengkhususkan engkau menjadi
rasul dan aku mengkhususkan engkau di
antaranya aku hanya berbicara dengan
enkau secara langsung. wabalami
ambillah apa yang aku berikan kepadamu,
yaitu Taurat dan yang lainnya meskipun
kau tidak bisa melihat aku di dunia.
Jadi ini tasliah Allah menghibur Nabi
Musa. Nabi Musa minta lihat Allah.
Kemudian Allah bilang, "Coba lihat ke
gunung. Gunung hancur, Nabi Musa
pingsan." Setelah Nabi Musa sadar, Allah
menghibur, "Wahai Musa, memang kau tidak
bisa melihat aku." Seakan-akan Allah
berkata, "Wahai Musa, memang kau tidak
bisa lihat aku, tapi aku sudah jadikan
kau seorang apa?" Rasul. Dan aku telah
berbicara langsung dengan engkau.
Ambillah apa yang aku berikan kepada
engkau Taurat dan segala kenikmatan.
Waum minas syakirin. Dan jadilah orang
yang termasuk orang-orang yang ber
bersyukur. Di sini waakun minas
syakirin. Allah tidak mengatakan wakun
syakiran. Jadilah orang engkau
bersyukur. Tapi Allah mengatakan
masuklah engkau dalam rombongan
orang-orang bersyukur. Waun
minasyakirin. Maknanya masuklah engkau
dalam rombongan orang-orang yang ber
bersyukur. Maksudnya ada orang bersyukur
sebelum engkau sudah banyak. Masuklah
dengan bersama rombongan mereka. Ya. Ya.
Nabi juga ini nabi seluruhnya ini kan
perkataan buat nabi seluruhnya ya.
Balillaha fa'bud wakum min syakirin.
Hanya kepada engkaulah kalian berib
engkau beribadah dan jadilah termasuk
orang yang bersyukur. Nabi juga
dikatakan suruh menjadi orang yang
bersyukur. Nah, kalau para nabi diingat
bersyukur apalagi kita.
Orang-orang saleh saja diingatkan untuk
bersyukur, apalagi ki kita.
Saya sering sampaikan ini ee terkadang
kita merasa saya sudah bersyukur kok.
Emang Rasulullah tidak bersyukur.
Rasulullah bersyukur tapi diingatkan.
Kalau kita sudah menjalani syukur dan
kita diingatkan, maka maknanya
continueah dan tambahlah level syukurmu.
Itu maksudnya.
Antum kalau lagi makan, saya bilang
antum lagi makan. Ayo makan-makan.
Maksudnya apa? Lanjut makan atau tambah
kuantitas makannya dan kualitasnya. Jadi
nabi aja disuruh bersyukurlah bagi kita.
Tib apa yang kita syukuri perhatikan
sini kata Syekh Siddi rahimahullah
taufikillahi taala atas bimbingan Allah
Subhanahu wa taala annahu taala yuskaru
alam dunyawiyah. Sebagaimana Allah
disyukuri atas nikmat-nikmat duniawi ini
sering kita begitu dapat nikmat duniawi
baru kita syukuri. Ya. Punya rumah baru
kita bersyukur. Punya mobil baru kita
alhamdulillah. naik jabatan bilang
alhamdulillah tapi sering nikmat akhirat
kita lupakan nikmat duniawi yang kita
sering syukuri misalnya kasihatil jisim
sehat badan wafiati dan keselamatan
jasad wausul rizq dan dapat rezeki
dengan berbagai macam modelnyaik ini
kita syukurika
yuskaru wausna alaihi binamiiniah
demikian juga kita hendaknya bersyukur
kepada Allah disyukuri dan disanjung
atas nikmat-nikmat nikmat agama seperti
attaufik dibimbing oleh Allah lil ikhlas
untuk bisa ikhlas wattaqwa untuk bisa
bertakwa ya kalau sekarang bisa ngaji,
bisa belajar bisa bangun malam bisa
puasa sunah bisa salat bisa bersedekah
tidak suka dengan kemaksiatan ini semua
nikmat
risih kalau
dengan maksiat
ya, tidak suka dengan bidah, tidak suka
dengan syirik, tidak suka dengan ria,
tidak suka dengan popularitas. Ini semua
nikmat dari Allah Subhanahu tidak semua
orang dikasih. Tidak semua orang di
dikasih.
Maka jangan syukuri hanya nikmat dunia
saja ya. Rumah baru bersyukur, istri
baru bersyukur, anak baru bersyukur.
Semua disyukuri nikmat dunia maupun
akhirat. Akhirat. Bahkan kata Syekh
S'di, bal niamuddini hian ni'amu alal
hakikah. Alal hakih. Justru nikmat agama
itulah nikmat yang sesungguhnya. Ya.
Wafi tadabburi annaha minallahi taala.
Jadi justru nikmat agama itu nikmat yang
sesungguhnya. Kenapa? Karena nikmat
inilah yang akan mengantarkan nikmat
hakiki di akhirat. Ya enggak?
Kalau orang punya nikmat agama itu yang
buat ini nanti akan akan bahagia abadi
di akhirat. Nikmat ini cuma sebentar.
Mataun qil. Kesenangan sebentar. Semua
kenikmatan dunia ini mata
akan berakhir. Ada expire-nya semua.
Mobil ada expire-nya, rumah ada
expire-nya ketampanan ada expire-nya.
Kecantikan ada expire-nya. Sebentar lagi
sudah keriput.
Semua ada expire-nya. Istri juga ada
expire-nya, suami juga ada expire-nya.
Semua mata semua. Tetapi kenikmatan
abadi di akhirat. Nah, kenikmatan abadi
itu diraih dengan kenikmatan agama yang
Allah berikan di dunia. Makanya nikmat
agama itulah nikmat yang sesungguhnya.
Karena itulah yang mengantarkan kepada
kenikmatan yang sempurna abadi
selama-lamanya di akhirat kelak. Namun
kita manusia sering bersyukur atas
nikmat dunia lupa dengan nikmat agama.
Membesar-besarkan nikmat dunia
mengkerdilkan nikmat agama. itu sifat
kita atau sebagian kita, saya tidak ma
bilang semuanya, tapi sebagian kita
seperti itu. Kita tidak memandang
bahwasanya cinta kepada ilmu itu nikmat
luar biasa. Kita anggap biasa biasa aja.
Kita merasa ada mobil baru baru nikmat
besar.
Kita tidak memandang qanaah adalah
nikmat yang luar biasa. Kita memandang
rumah mewah itu baru nikmat luar luar
biasa.
Nah, ini harus kita renungkan. Waakum
minas syakirin. Jadilah orang-orang yang
bersyukur. Setah itu beliau berkata luar
biasa ya.
anaha minallahi taalaukrillahi
alaiha salamat minatil ujub allatiirin
minalil dengan kita merenungkan
bahwasanya segala nikmat ini dari Allah
nikmat dunia maupun nikmat agama kita
bisa punya rumah bisa punya istri bisa
punya anak bisa punya kerjaan dan kita
bisa belajar agama kita bisa salat kita
bis
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:18:08 UTC
Categories
Manage