Transcript
Fve0G7523DI • Tafsir Juz 23: Surat Az-Zumar #12 Ayat 62-66 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2593_Fve0G7523DI.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasukrhu ala taufiqihiani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan pembahasan kita dari surah Az-Zumar dan kita masuk pada ayat ke-62. Allah berfirman, "Allahu khaliqu kulli wahua ala kulli saai wakil. Allah pencipta segala sesuatu dan dia adalah pengurus segala sesuatu." Kemudian ayat ke-63, lahu maqalidus samawati wal ard. Dan kepunyaanlah kunci-kunci perbendaraan langit dan bumi. Walladzina kafaru biayatillahi ulaika humul khasirun. Dan orang-orang yang kafir kepada Allah, kepada ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi. Sini Allah Subhanahu wa taala ee berfirman, "Allahu khaliq." Allah pencipta segala sesuatu. Dan ini menunjukkan bahwasanya segala sesuatu selain Allah adalah ciptaan Allah. Seperti kita baca Al-Fatihah, alhamdulillahi rabbil alamin. Apa itu alalamin? Alalamin adalah semua selain Allah Subhanahu wa taala. Semua selain Allah diciptakan dari tidak ada menjadi ada. Dahulu Allah bersendirian tanpa ada sesuatu. Kemudian Allah mencipta. Allah mencipta. Maka semua selain Allah adalah ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Dan ini membantah pendapat ee orang-orang Yunani falasifatu alyunan. Ahli filsafat Yunani seperti Sokrates, Plato, Aristoteles, Platinus yang mereka semua menyatakan bahwasanya makhluk atau sebagian alam seperti langit dan bumi adalah azali. Qadim. azali bersama Allah. Jadi Allah tidak bersendirian tapi makhluk mereka tidak namakan dengan makhluk. Mereka namakan dengan akibat. Sedangkan Allah mereka namakan dengan alillatul ula yaitu kausa prima sebab pertama. Jadi mereka tidak menamakan Tuhan dengan pencipta tapi mereka menamakan Allah adalah sebab. Alam semesta adalah akibat atau maklul. Dan kata mereka, sebab dan akibat datang bersamaan sehingga mereka berpendapat bahwasanya alam ini azali sebagaimana Allah juga azali. Ya. Dan pendapat dari orang-orang Yunani ini kemudian di ee adopsi, diikuti oleh ahli filsafat yang bernisbah kepada Islam seperti Al-Farabi dan Ibnu Sina. Al-Farabi dan Ibnu Sina mereka juga berpendapat bahwasanya alam ini azali. azali bersama Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena sering saya sampaikan bahwasanya di antara sebab Ibnu Sina dikafirkan oleh Al-Ghazali, di antaranya ahli filsafat seperti Alfarabi Ibnu Sina yang terpengaruh dengan filsafat filsuf-filsuf Yunani. Mereka semua berpendapat bahwasanya alam itu azali. Bukan dari tidak ada menjadi ada, tapi sudah ada bersama dengan keberadaan Allah Subhanahu wa taala. Ini salah sebab kenapa Ibnu Sunah dikafirkan. Ya. Sebab kedua dia mengatakan bahwasanya yang dibangkitkan hanyalah roh bukan jasad. Sebab ketiga dia dikafirkan karena dia mengatakan Allah hanya punya ilmu secara global bukan secara detail. Ini salah satunya adalah ini ya. Dia mengatakan alam itu qadim. Dan ini dibantah oleh ayat ini. Allah mengatakan Allahu khaliquli. Allah pencipta segala sesuatu. Segala sesuatu selain Allah berarti diciptakan. Dan diciptakan itu namanya dari tidak ada menjadi menjadi ada. Tidak menjadi ada. Kalau alam azali, kalau alam azali dan ini juga pendapat ateis. Orang ateis mengatakan alam ada dengan sen sendirinya tanpa ada yang meng mengadakan. Berarti alam itu azali. Kalau sesuatu yang azali ada tanpa ada sebab yang lain, berarti keberada ke keberadaannya harus ee eksistensi keberadaannya harus kontinue. Tidak boleh berubah. Karena dia ada tanpa membutuhkan sebab yang lain. Paham? Dan itu satu-satunya hanyalah Allah. Allah itu keberadaannya azali. Dia tidak membutuhkan suatu yang lain untuk menopang keberadaannya. Dia berada dengan sen sendirinya. Kalau begitu dia azali, konsekuensinya dia harus abadi karena keberadaannya tidak membutuhkan zat lain. Ngerti atau tidak? Ngerti atau tidak? Kalau kita keberadaan kita membutuhkan banyak faktor. Butuh faktor ayah kita, ibu kita, buktu faktor gizi, banyak faktor membuat kita bisa hidup. Nah, faktor-faktor ini kalau tidak ada kita bisa tidak ada. Karena keberadaan kita butuh faktor-faktor penopang keberadaan kita. Dan semua makhluk seperti itu. Butuh faktor membuat dia penopang menjadi dari tidak ada menjadi ada dan eksistensi keberadaannya. Tapi kalau ada sesuatu yang ada dengan sendirinya tanpa membukuhkan faktor yang lain, maka dia jelas akan abadi. Karena dia tidak butuh faktor yang lain untuk menjaga eksistensi keberadaannya. Paham atau tidak? Paham. Nah, sementara kita lihat kenyataannya alam semesta ini tidak demikian. Kita melihat ada ee gunung yang meledak, ada hewan yang mati, ada pohon yang rusak, ada manusia yang mati. Dan alam ini menunjukkan seandainya alam ini adalah azali harusnya maka alam itu juga abadi. Paham? Kalau alam itu azali, maka harusnya dia juga apa? abadi. Dia harusnya abadi karena keeksistensi keberadaannya tidak membutuhkan faktor lain. Tatkala kita melihat banyak isi alam ini ternyata tidak abadi, berubah hancur, berpindah ke bentuk yang lain, kemudian berbagai macam ya bencana alam, kehancuran dan macam ini menunjukkan bahwasanya alam ini tidak abadi. Kalau dia tidak abadi berarti dia tidak azali. Kalau dia tidak azali berarti dia tidak ada menjadi menjadi ada. Nah, yang membuat dia dari tidak ada menjadi ada adalah Allah Subhanahu wa taala. Maka ketika kita mengatakan Allahu khaliquai, sebenarnya ini bantahan kepada orang-orang filsuf, para filsuf Yunani yaitu seperti Sokrates, Plato, Aristoteles, dan Plotinus dan juga filsuf muslim yang mengikuti mazhab mereka seperti Farabi dan Ibnu Ibnu Sina. Ini saya sudah bahas dalam buku saya syarah alqidah wasatiah. Saya nukil perkataan mereka bagaimana Ibnu Sina al-Farabi pemahamp pemahaman mereka sama seperti para filsf Yunani. Kemudian ini juga bantahan kepada orang ateis yang mengatakan bahwasanya alam ini ada dengan apa sendirinya. Kalau alam ada dengan sendirinya seharusnya dia tidak akan mengalami perubahan dan dia tidak akan dia tidak ee seharusnya tidak akan mengalami kehancuran. Tetapi ternyata kita lihat alam isi alam sirna ya. Kullu man alaiha fan. semua yang ada di atas muka bumi ini akan sirna tayb. Ee kemudian juga ini juga menguatkan tentang ee pemahaman ahlusunah wal jamaah bahwasanya selain Allah adalah diciptakan. Ya, Allahu khalaqakum wama tam'malun kata Allah. Allah mencipta kalian dan apa juga yang kalian kerjakan. Jadi kita ini makhluk atau bukan? Makhluk. Saya ini makhluk. Maka semua yang ada pada saya ya ee suara saya, perkataan saya, perbuatan saya, sikap saya, semuanya makhluk. Saya ulangi. Saya ini adalah makhluk dengan semua yang ada pada saya. Perkataan saya, suara saya, gerakan saya, semuanya juga makhluk diciptakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka semua selain Allah adalah diciptakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Adapun sifat-sifat Allah seperti kalamullah, maka itu bukan makhluk. Makhluk itu suatu yang terpisah dari Allah. Munfasil. Terpisah dari Allah. Adapun yang disandang oleh Allah bukan makhluk. Apa yang disandang oleh Allah seperti ilmu Allah. Ilmu Allah di luar atau dalam zat Allah? Dalam zat Allah. Maka disandang oleh Allah. Semua yang disandang oleh Allah bukan makhluk. Contohnya ilmu Allah. Kata Allah, anzalahuhi. Allah turunkan Al-Qur'an dengan ilmunya. Ilmu Allah di mana? Di luar apa dalam zat Allah? Dalam zat Allah. Ilmu saya di mana? Di luar apa dalam zat saya? Dalam zat saya. Ilmu saya di sini. Karena saya makhluk berarti ilmu saya juga makhluk. Ilmu suatu yang abstrak. Perhatikan. Ilmu adalah suatu yang abstrak. Dia tidak bisa berdiri sendiri. Dia membutuhkan zat untuk menyandangnya. Nah, karena saya adalah makhluk, maka ilmu yang saya sandang juga apa? Ma makhluk. Lain halnya dengan Allah subhanahu wa taala. Allah adalah pencipta dan ilmu Allah disandang oleh Allah. Maka dia bukan makhluk. Makhluk itu apa? Makhluk itu sesuatu yang terpisah dari Allah. Seperti kita Rasulullah, utusan Allah. Nabi Muhammad makhluk atau bukan? Makhluk. Karena dia terpisah dari Allah Subhanahu wa taala. Banyak. Adapun ilmu Allah, iradah Allah, qudratullah ini semua adalah sifat Allah Subhanahu wa taala. Maka bukan makhluk. Di antaranya kalamullah, firman Allah. Firman bukan suatu yang berdiri sendiri, tapi dia disandang oleh orang yang berfirman atau apa? Ee ee zat yang berbicara. Firman maksudnya pembicaraan. Nah, ketika Al-Qur'an adalah firman Allah, berarti Al-Qur'an bukan makhluk. Makanya kita boleh bersumpah dengan sifat Allah. Kita boleh bersumpah dengan biizzatika dengan kekuasaan engkau. Karena izah sifat Allah. Kita boleh bersumpah dengan kekuasa kekuasaan Allah atau boleh tidak boleh? Boleh. Kita boleh bersumpah dan kita boleh bertawasul dengan sifat Allah. Audzubillahi wa qudratihi. Aku berlindung kepada Allah dan berlindung dengan kekuasaan Allah. Wau biadomatika minta ala min tahti. Dalam doa zikir pagi petang. Dan aku berlindung dengan keagungan-Mu. Karena keagungan Allah adalah sifat Allah Subhanahu wa taala. Ya. Auzubikalimatillahit tammah. Aku berlindung dengan bertawasul dengan kalimat-kalimat Allah. Karena kalimat-kalimat Allah adalah sifat dan bukan makhluk. Karena sifat tersebut disandang oleh Allah. Maka kita boleh bersumpah dengan sifat Allah. Biizzatika. Ya. Ya. Misalnya iblis ketika bersumpah di hadapan Allah mengatakan, "Fabiizzatika." Demi keperkasaan Engkau ya Allah. Ya. Maka boleh kita bersumpah dengan sifat Allah. Dan di antaranya kita bersumpah dengan Al-Qur'an. Al-Qur'an firman Allah atau bukan? Firman Allah. Allah bicara membicarakan. Cuma firman Allah tersebut di nukil oleh Jibril disampaikan kepada Nabi. Nabi sampaikan kepada manusia kemudian dicatat. Dicatat kalau Qurannya ya kertas ya tapi kontennya adalah firman Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena seorang boleh bersumpah dengan Al-Qur'an bukan dengan lembaran Al-Qur'annya tapi dari konten Al Al-Qur'annya. Karena kalau lembaran Al-Qur'annya makhluk, tetapi kontennya itulah yang merupakan sifat Allah. Boleh bersumpah dengan sifat Allah. Adapun kalau bersumpah dengan makhluk maka syirik. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man halafa bighhairillah faqad asraq." Siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka dia telah berbuat kesyirikan. Gak boleh kita bersumpah demi gunung, demi bumi, demi tanah, demi nenek moyang itu semua enggak boleh. Demi bapak, demi ibu, demi siapapun gak boleh. Karena itu demi rembulan, demi matahari. Enggak boleh. Enggak boleh. Karena itu merupakan apa? Kes kesyirikan. Siapa yang bersumpah dengan nama selain Allah, maka dia telah berbuat syirik. Kenapa? Ketika dia bersumpah dengan makhluk-makhluk tersebut, dia ada pengagungan. Maka Allah melarang. Bahkan demi Nabi pun syirik. Demi Nabi juga syirik. Seba mengatakan demi Allah, demi Rasulillah ini enggak boleh. Demi Allah, demi Allah aja. Jangan men Rasulullah makhluk gak boleh. Lain halnya kalau Allah bersumpah. Kalau bersumpah terserah Allah. Karena Allah bersumpah ya bersumpah dengan makhluknya. Karena Allah tidak sedang ee tak apa nam tak takjub sama makhluknya. Karena itu adalah memang ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Lagi pula sebah mengatakan ketika Allah bersumpah dengan makhluk misalnya wasyamsi waduhaha kemudian walqamari idza talaha wahari idza jallaha. Allah bersumpah dengan rembulan, dengan matahari dengan siang dengan malam. Yaitu maksudnya ada yang mengatakan Allah bersumpah dengan bagaimana keagungan Allah dalam menciptakan makhluk-makhluk terbut. Allah bersumpah dengan kehidupan Nabi. Kata Allah Subhanahu wa taala ee apa namanya? Ee la amruka yaitu wa hayatika demi kehidupanmu wahai Rasulullah. Yaitu Allah ingin menjelaskan kemuliaan. Tapi beda ketika makhluk bersumpah dengan makhluk maka di situ ada pengagungan ya sehingga dilarang. Adapun Allah terserah Allah bersumpah dengan apapun. Bab jadi saya ingin sampaikan bahwasanya firman Allahu khaliqu kulli. Allah pencipta segala sesuatu maka keluar dari segala sesuatu ini ada pengecualian. Di antara pengecualian adalah zat Allah sendiri. Apakah Allah menciptakan zatnya? Tentunya tidak. Zat Allah terjadi dengan sen sendirinya. Allah termasuk syik sesuatu. Qul ayyu saaiin akbaru syahadah. Katakanlah, "Siapakah yang persaksinya lebih besar?" Qulillah. Persaksian terbesar adalah Allah Subhanahu wa taala. Jadi, Allah menamakan dirinya atau menyebut dirinya dengan syai. Tetapi ketika Allah berfirman, "Allahu khaliqu kulli syai." Allah pencipta segala sesuatu, bukan berarti Allah menciptakan dirinya sendiri. Enggak. Ini keluar dari keumuman ayat ini. Karena Allah tidak menciptakan dirinya sendiri. Tapi maksudnya sesuatu di sini adalah selain Al. Demikian juga keluar dari ini adalah sifat-sifat Allah. Karena sifat-sifat Allah meskipun merupakan sesuatu, tapi dia tersandang dalam zat Allah dan dia bukan makhluk. Makhluk itu sesuatu di luar Allah. Itu namanya makhluk. Kenapa saya bahas ini? Karena orang-orang Muktazilah ingin menyatakan Al-Qur'an adalah makhluk. Mereka bilang Al-Qur'an adalah firman Allah dan firman Allah adalah makhluk. Itu Allah ciptakan suara di udara didengar oleh Musa kata mereka. Allah ciptakan suara didengar oleh Jibril di Hawa. Jadi suara tersebut bukan firman Allah, bukan Allah yang bicara, tapi Allah cipta ciptakan. Inilah ada kekufuran, inilah penyimpangan. Oleh karenanya ketika di zaman Khalifah Almaun, Al Imam Ahmad dipaksa untuk menyatakan Al-Qur'an adalah makhluk, maka dia menolak sehingga dia disiksa. Disiksa, dicambuk tapi dia tidak mau. Dia mengatakan Al-Qur'an firman Allah dan firman Allah sifat Allah dan sifat Allah bukan makhluk mumet ya. Pagi-pagi sudah mau sudah sarapan belum? Lewat aja ya. Apa omongan ustaz ini? Ada filsafat, ada Ibnu Sina, ada Farabi, ada Muktazilah, apa-apaan ini ya. Demikianlah ya karena mereka juga beril dengan ayat tapi pendalilannya ngawur ya. Tayib kita lanjutkan. Allahu khaliqu kulli. Sehingga semua selain Allah adalah ciptaan Allah. Allah dulu sendirian. Kemudian yang menciptakan apa? Ma makhluk. Subhanallah. Kita semua ini ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Ya. Kita perbuatan kita semua ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Ini adalah ee statement pertama. Ada tiga statement di sini. sebelum Allah mencela orang musyrikin yang menyembah selain Allah. Statement pertama Allah mengatakan Allahu khaliquai. Segala sesuatu adalah ciptaan Allah. Semua selain Allah adalah makhluk. Butuh dengan Allah Subhanahu wa taala. Ya. Statement kedua kata Allah subhanahu wa taala wahua ala kulliin wakil. Wahua ala kulli saai wakil. Yaitu dialah yang memelihara dan mengatur segala sesuatu. Ya, dia adalah pengurus segala sesuatu, penjaga segala sesuatu yang mengatur segala sesuatu. Oh yeah. Alwakil dikatakan oleh Thari bin Asyur almutasarif syaiin biduni taqubin. Alwakil yaitu yang mengurus sesuatu tanpa ada yang protes-protes. Ya, bebas dia pengurusnya bebas pengurusnya. Dan Allah Subhanahu wa taala bebas mengurusi makhluknya karena semua adalah ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Dia sang pencipta makhluk tersebut dan dia yang mengurusi seluruh makhluk tersebut. Ya, dengan segala bentuk kepengurusan ya. Dengan segala bentuk kepengurusan ya. ngurusi segala kondisi makhluk, mengurusi takdir mereka, amal mereka apa saja, ajalnya kapan, rezekinya bagaimana, gerakan mereka bagaimana, semua diatur oleh Allah. Allah bukan sekedar menciptakan tapi Allah ngatur cipta ciptaannya. Tidak seperti perkataan sebagian orang ateis. Ada suatu mazhab di antara mazhab ateis banyak. Ada yang mengatakan Tuhan tidak ada. Itu ateis. Ada yang mengatakan, "Saya masih ragu Tuhan ada atau tidak." Itu juga ateis. Sama aja. Saya tidak bisa bilang Tuhan ada, tapi saya juga tidak bilang Tuhan tidak ada. Sama aja ateis. Intinya dia ragu-ragu Tuhan ada atau tidak. Mazhab ateis yang berikutnya dia mengatakan Tuhan menciptakan makhluk kemudian Tuhan bunuh diri. Jadi perkataan mereka ada buku tulis Tuhan bunuh diri. Maksudnya dia bilang memang ada Tuhan tapi Tuhan sebelah situ enggak enggak ngurusin lagi. Ibarat orang bikin jam terus jamnya ditinggal. jalan sendiri ya. Ini Tuhan ee enggak becus ya, kemampuannya terbatas. Hanya bisa bikin terus nongkrong ya. Enggak bisa. Ini parah Tuhannya bunuh diri ya. Dan ini salah satu mazhab ateis. Maksudnya Tuhan hanya mencipta dan tidak ngurusin. Tidak ngurusin itu tidak benar. Yang benar Tuhan maha sempurna. Dia menciptakan ciptaannya dan dia ngurusin apa? Ciptaannya. yang diurusin dia wakil ngurusin segala sesuatu. Kapan munculnya, apa sebab kemunculannya, bagaimana bentuknya, kapan ajalnya, berapa rezekinya, diatur semua. Makanya kata Allah, wama min dabatin illa alallahi rizquha wlamu mustaqarha mustaudha. Tidak ada satu hewan binatang melata di langit eh di di darat maupun di laut, di darat semuanya. kecuali Allah yang menanggung rezekinya. Ada yang mengartikan mustaqar mustauda. Maksudnya Allah mengetahui kapan hidupnya dan kapan matinya. Maka rezekinya sudah diatur dari sampai mati sampai dari hidup sampai mati. Ini kucing biasanya umurnya berapa tahun? Kucing tergantung majikannya jahat atau tidak dikasih makan atau enggak. Tapi ma saya kalau kucing umurnya misalnya kucing biasanya umurnya berapa? 10 10 tarlah 10 tahun Allah sudah tahu sejak dia lahir zaman ada rezeki sudah diatur. Ini salah satu makna mustaqar mustauda. Ada yang mengatakan mustaqar mustauda yaitu sarangnya dan tempat mainnya. Jadi hewan ini di mana dia sarangnya nanti dia keluar lewat jalan mana menuju mana Allah sudah tahu sehingga Allah siapkan rezekinya sesuai dengan kebiasaan dia. Ya. Jadi ee Allah bukan hanya cipta tapi Allah juga ngurusin. Makanya Allah mengatakan waayim min dabatin la tahmilu rizqoha Allahu yarzuquha waakum. Betapa banyak hewan melata yang tidak mampu ngurusin rezekinya. Kenapa tidak mampu? Karena kemampuan terbatas. Hewan otaknya terbatas. Dia tidak pandai seperti manusia. Manusia pandai, pandai ngibul, pandai korupsi, pandai bohong, pandai menutupi data, pandai ngelak, pandai ngeles, pandai. Kalau hewan enggak bisa terbatas. Tapi Allah sudah tanggung apa rezekinya. Seandainya hewan di rezeki dengan kemampuan, dia tidak akan mampu. Tapi Allah mengatakan, "Wakay min dabatin la tahmilu rizqoha." Betapa banyak hewan melata tidak mampu mencari rezekinya. Allahu yarzuquha. Allah yang kasih rezeki kepadanya. Wyakum. Demikian juga kalian. Jadi makhluk diciptakan dengan diatur oleh Allah dengan segala kepengurusannya. Kapan hidupnya, kapan matinya, rezekinya, ajalnya, nasibnya, semua diatur oleh Allah Subhanahu wa taala. Sehatnya, sakitnya. Makanya Allah mengatakan, "Wah ala kulliin wakil." Karena Dia yang telah menciptakan dan Dia juga yang mengurusi segala sesuatu. Bukan seperti ateis tadi. Tuhan ciptakan kemudian Tuhan nongkrong nonton atau Tuhan bunuh di diri. Memang gue pikirin kamu sudah hidup sudah selesai? Enggak. Tuhan bahlul seperti itu. Ya, ini statement yang kedua ya. Semua diatur oleh Allah ya. Kemudian statement yang ketiga kata Allah lahu maqalidus samawati wal ard. Kepunyaanlah kepunyaan Allahlah segala kunci-kunci perbendaran langit dan bumi. Ya, maksudnya ee maqalid ya. Ada yang mengatakan jamak dari iqlid ya. Ya, itu maksudnya adalah kunci-kunci perbendaharaan ya. Semua perbendaran langit dan bumi Allah yang memegang kunci-kuncinya. Allah yang memegang pengaturannya. Makanya dalam ayat surah Al-Hijr ayat 21 kata Allah, "Waim minaiin illaanain wunaziluhu illa biqum." Tidak ada sesuatu perkara pun kecuali kami memegang perbendaharaannya, kami yang menguasainya dan kami tidak menurunkan kecuali sesuai dengan kadarnya. Ya, sesuai dengan kadarnya. Ya, maka ini untuk menunjukkan bahwasanya kalau segala perbendaraan milik Allah, maka terserah Allah mau kasih siapa, Allah mau tahan siapa. Allah memekayakan siapa? Allah memisikkan siapa? Allah menyehatkan siapa? Allah mematikan siapa? Terserah Allah. Allah meninggikan derajat seorang, Allah menjatuhkan derajat seorang, terserah Allah. Allah menjadikan sebagai sana subur, sebagian tempat kering, terserah Allah. Seluruh perbenaran langit dan bumi yang menguasai siapa? Allah. Ini tiga statement. Nah, kalau begitu pertama Allah pencipta segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Yang kedua, Allah pengurus segala sesuatu. Yang ketiga, segala kekayaan yang pegang siapa? Allah. Ya, kalau gitu yang disembah harusnya siapa? Allah. Yang disembah harusnya Allah. Seharusnya seorang hanya menyembah Allah. Harusnya bertawakal kepada Allah. Hanya berharap kepada Allah. Selain Allah enggak ada. Coba nyembah wali. Emang wali mencipta? Suruh ciptakan lalat aja enggak bisa. Wali enggak bisa ciptakan lalat. Wali saleh apalagi cuma wali murid apalagi Allah berfirman ya ya ininaahiakaban. Wahai manusia dibacakan disampaikan kepada kalian suatu perumpamaan maka simaklah. Sesungguhnya yang kalian sembah selain Allah tidak bakalan bisa menciptakan lalat meskipun mereka bersatu padu. Seluruh sembahan-sembahan selain Allah kalau bersatu padu bikin lalat tidak bakalan bisa lalat hewan yang hina ya tidak mereka bisa bikin. Bahkan lalat hewan tersebut hina tersebut kalau masuk ke tempat berhala-berhala kemudian mengambil dari sesajen maka mereka tidak bisa tangkap lalat tersebut dan mereka tidak bisa keluarkan lilat tersebut. Kalau mereka taruh saja di lalat misalnya sirup di kemudian lalat hisap sirup tersebut mereka kalau mau tangkap lalat ngeluarin lagi kan enggak bisa susah thibu wal matlub ya oleh karenanya tidak ada yang bisa menciptakan makhluk ya bahkan ketika Rasulullah melarang orang-orang yang suka membuat patung atau menggambar kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ee ee bahwasanya asyadunasian yaumalqiamah almus Orang yang paling berat azabnya, di antara orang yang paling berat azabnya pada hari kiamat adalah tukang bikin patung, tukang bikin gambar, makhluk bernyawa. Maka Allah berkata, "Famanlamu mimmanhaba khalqi." Siapa yang lebih zalim daripada orang meniru-niru ciptaanku? Ya, bikin patung, bikin patung manusia, bikin falyakluquatan. Kalau dia mampu coba ciptakan semut, bikin hidup. A syairatan kalau dia mampu cobalah dia bikin gandum. Bikin gandum bisa enggak? Gandum bikin tanam tumbuh enggak bisa. Semut enggak bisa bikin gandum enggak bisa bikin. Habbatan biji yang biji taruh tanah kemudian tumbuh keluar akarnya tunasnya. Mak siapa yang bisa bikin? Enggak ada. Maka tidak ada yang berhak disembah kecuali sang pencipta. Ini satu. Bagaimana mereka bisa menyembah selain Allah? Bagaimana mereka bisa menyembah Isa? Bagaimana mereka bisa menyembah Lata, bisa mereka menyembah Watsat, Yagus, Yauk, Nasr, orang-orang saleh. Bagaimana mereka bisa menyembah Uzair? Bagaimana mereka bisa menyembah patung yang mereka pahat sendiri? Ata'buduna tanhitun. Apa kalian menyembah yang kalian pahat sendiri? Ya, kata Nabi Ibrahim Alaihi Salam, "Wallah khalaqakum tamalun." Sementara pencipta kalian adalah Allah dan pencipta patung juga Allah. Karena perbuatan kalian juga Allah. Ini semua makhluk. Gimana makhluk menyembah makhluk? Ya. Kemudian statement kedua, wahua ala kulli wakil. Dialah Allah yang berhak disembah karena dia yang mengurus segala sesuatu. Siapa yang emang Nabi Isa ngurus segala sesuatu disembah. Dia enggak bisa ngurus segala sesuatu. Dia enggak bisa ngurus langit, enggak bisa ngurus bumi. Dia enggak bisa ngurus Romawi. Ketika dikejar-kejar, dia enggak bisa ngurus Romawi. Dia kabur alaihi salam. Bagaimana mau disembah? Dia ngurus apa emang? Dia cuma ngurus dirinya, ngurus muridnya. Terbatas kepengurus. Tidak bisa ngurus dirinya sendiri pun dengan ya kalau lapar dia minta makan kepada Allah subhanahu wa taala. Kana yaakulani thaam. Bagaimana Nabi Isa disembah, ibunya disembah, dua-duanya makan makanan. Dia bisa enggak bisa ngurus dirinya sendiri. Gimana mau disembah? Gimana mau di disembah? Yang disembah itu yang ngurus segala sesuatu. Yang ngurus segala sesuatu. Nabi Isa alaihi salam tidak bisa disembah karena dia tidak ngurus apa-apa. Dia tidak bisa ngurus segala sesuatu. Adapun Allah mengurus segala sesuatu. Makhluk dari awal dari tidak ada menjadi ada. Diurusin ajalnya, diurusin rezekinya, diurusin nasibnya, diurusin gerakannya, diurus semuanya diurus oleh Allah Subhanahu wa taala, maka itulah yang berhak untuk disembah. Statement yang ketiga, lahuma qolidus samawati wal ard. Dialah Allah yang memiliki perbandaran, kekayaan segalanya. Hanya Allah, hanya saja Allah menurunkannya sesuai dengan kadar yang Allah kehendaki. W nunaziluhu illa biqadar maum. Kami tidak turunkan kecuali sesuai dengan kadar yang kami kehendaki. Air hujan Allah turunkan minasama e apa? Qarin yazal minan biqarin. Kami turunkan hujan dari langit dengan kadar yang kami kehendaki. Rezeki juga Allah berikan sesuai dengan kadar yang Allah kehendaki. Kata Allah walauahi ardaki biqasya. Kalau Allah bentangkan rezeki kepada manusia semuanya mereka melampaui batas. Jadi sombong, jadi angkuh, jadi beli jam mahal-mahal ya kacau semua. yunzilu biqarin yasya tapi Allah turunkan sesuai dengan kadar yang Allah kehendaki. Kalau semua orang dibuat kaya semua jadi kacau. Allah mengatakan inal sesungguhnya manusia itu melampaui batas tatkala mandang dirinya sudah kaya. Sudah kaya orang melampai batas punya duit pengin beli mobil miliar pengin beli apa, beli apa, beli apa yang subhanallah buang-buang uang. Israf. Israf begitu manusia kalau sudah punya kekuasaan, punya duit banyak berlebih-lebihan yang tidak perlu dibeli. Tidak perlu di beli. Akhirnya dibuat gambaran, gambaran, gambaran sampai suatu yang tidak ada manfaatnya dibeli dengan harga mahal. Itu namanya israf. Israf itu beli suatu yang mahal dengan manfaat yang r kecil. dikibulin ya. Coba ada jam harganya sampai 5 miliar lah. 5 miliar buat apa? Buat ngelihat jam. Kecuali jam itu bisa keluar apa kek ya itu bolehlah. Manfaatnya banyak. Jam itu kalau punya tet goreng sing keluar boleh 1 triliun beli gak apa-apa pencet kayak kantong Doraemon semuanya boleh cuma lihat jam mahal sekali kadang kalau enggak jam jalan-jalan digini-giniin mahal sekali israf israf itu suatu yang boleh tapi manfaatnya kecil dengan harga yang mahal kalau orang mikir panjang uang sebanyak itu tentunya untuk banyak hal, untuk kemaslahatan dunia maupun kemaslahatan apa? akhirat. Maka karenanya Allah tidak memberi rezeki semuanya habis-habis gak Allah atur yang Allah kehendaki. Yang Allah kehendaki. Maka segala perbendaran langit dan bumi yang menguasai siapa? Allah. Dialah yang berhak disembah. Dialah yang berhak disembah. Firaun apa disembah? Apa dia punya kemampuan? Cuma Mesir doang. anajti. Bukankah saya pemilik kerajaan Mesir? Mesir doang yang kau miliki. Selain Mesir kau enggak bisa apa-apa. Buktinya Musa alaihi salam kabur ke Madian, kau enggak bisa kejar ya? Kok enggak bisa kejar ya? Oleh karenanya dengan tiga statement ini kalau ada yang musyrik itu benar-benar orang jahil. Makanya setelah itu Allah berfirman, "Walladzina kafaru biayatillahi ulaika humul khirun." Dan orang-orang yang kufur kepada ayat-ayat Allah itulah yang benar-benar merugi. Itulah yang benar-benar merugi. Mereka kufur kepada ayat Allah. Mereka menyembah kepada mereka benar-benar orang yang merugi. Gimana menyembah makhluk? Gimana menyembah makhluk sementara tidak bisa apa-apa. Tidak bisa mencipta, tidak bisa ngurusin, tidak memiliki kekayaan. Subhanallah. Makanya ini luar biasa ayat-ayat ini kelihatannya sederhana. Tapi ternyata statement-statement agar kita berpikir bahwasanya selain Allah tidak berhak untuk di disembah. Tidak berhak untuk disembah. Sebagian orang subhanallah sampai rukuk di hadapan gurunya. Rukuk dengan pengagungan yang pengagungan yang luar biasa yang mungkin tidak dia hadirkan ketika dia rukuk ketika salat. Seorang mungkin sujud kepada gurunya sujud yang di situ dia benar-benar mengagungkan sang guru. Orang sebagian sufiah lebih daripada ketika dia salat di hadapan Al. Sebagian orang berdoa minta kepada Allah di kuburan dengan kekhusyukan luar biasa lebih daripada kalau dia minta kepada Allah di masjid. Gimana? Makanya orang-orang yang musyrik adalah benar-benar orang yang merugi. Kata Allah ulaika humul khasirun. Mereka itulah di situ ada hum namanya damir alfasl untuk menunjukkan mereka itulah benar-benar yang kerugiannya di puncak. Tidak ada orang lebih rugi daripada mereka. Orang-orang yang menyembah kepada selain Allah. Setelah itu Allah berfirman qul afaghairallahi tamurunni a'budu ayyuhal jahilun katakanlah wahai Muhammad kepada mereka orang-orang Quraisyirallahiurunni apakah kalian menyuruh aku beribadah kepada selain Allah a'udu ayyuhal jahilun. Wahai orang-orang yang jahil. Ya kata Ibnu Katsir, wakaru fiabi nuzuliha ma rawahu Ibnu Abi Hatimiruhu. Para ulama, para ahli tafsir menyebutkan sebab turun ayat ini, itu orang-orang musyrikin berkata, "Wahai Muhammad, sembahlah selain Allah. Kita bareng-bareng." Ya, marah Ibnu Ibnu Abi Hatim Wiruh. Apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi dan lainnya an ibni Abbas dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma annahu q Ibnu Abbas berkata, "Innal musyrikina bijahlihim daau Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ila ibadati alihatihim wa'budu maahu ilahahu." Ya, mereka bilang, "Ya Rasulullah, sembahlah ya tuhan-tuhan kami ya dan kami juga menyembah Allah." Fanazalat, ya. Maka turunlah firman Allah ini. Jadi mereka ngajak Nabi, "Cobalah sembah-sembah tuhan kami dulu ya. Sembah tuhan-tuhan kami. Qul afaghairallahi tamuruni. Apa kalian menyuruh aku untuk menyembah selain Allah? A'budu ayyuhal jahilun. Wahai orang jahil. Ya, sebelumnya tadi sudah kita sebutkan Allah mensifati orang-orang yang musyrik dengan berkata walladina kafar biayatillahi ulaika humul khirun. Mereka adalah orang merugi. Kata Thair bin Asyur rahimahullahu taala, bahwasanya orang musyrikin disifati oleh Allah dengan orang merugi seperti disamakan seperti orang yang berdagang kemudian ingin memperbanyak keuntungan sehingga masuk dalam ranah-ranah dagang atau cara-cara dagang. Tapi cara yang salah akhirnya rugi. Dia sudah kaya tapi kemudian dia pengin coba dagang sini dagang tapi salah. Akhirnya ru rugi. Nah, orang musyrikin ketika mereka beribadah kepada selain Allah, tujuannya apa? Agar lebih dekat dengan Allah. Kata mereka, "Ma na'buduhum illa liuqoribuna ilallahi zulfa." Kami tidak menyembah sembahan-sembahan ini kecuali agar mendekatkan kami kepada Allah. Dalam ayat yang lain mereka berkata, "Haulai syufaunaallah." Mereka yang kami sembah-sembah ini adalah pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah agar mendekat kami kepada Allah. Jadi tujuan mereka berbuat syirik agar lebih dekat kepada Allah, agar semakin dekat. Tetapi ternyata mereka malah semakin jauh karena mereka syirik. Maka diibaratkan oleh Allah seperti pedagang yang sudah punya keuntungan kemudian dia ingin masuk dalam ee perdagangan yang lain tapi dia salah masuk. Dia masuk areal terlarang. Akhirnya dia semakin ru rugi. Itulah kerugian orang musyrikin. Mereka eh qulabbiukum aksar allun wahum yuhsin sun. Maka kami kabarkan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi amalannya. Siapa mereka yang paling rugi? Mereka sesat di dunia wahsabah. Sementara mereka sesat, mereka menyangka mereka yang telah berbuat yang terbaik. Orang musyrik demikian seperti orang Nasra. Mereka bilang, "Kita enggak bisa sampai kepada Allah kecuali lewat siapa?" Isa. Kalau enggak lewat Isa, enggak bisa. Harus lewat Isa. Jadi tujuan mereka men menyembah Nabi Isa supaya bisa sampai kepada bapak. Tujuan mereka tidak ada keselamatan kecuali lewat Nabi Isa. Nah, tujuan mereka baik, ingin kedekatan, ingin keselamatan, tapi justru meru merugi. Gimana mereka menyembah kepada makhluk? Ya, orang musyrikin dahulu menyembah lata uza, lata orang saleh. Kenapa? Agar lebih dekat kepada Allah dengan sembah orang-orang saleh tersebut. Maka mereka berkata, "Ma na'buduhum illa liuqorbunaallahi zulfa." Kami tidak menyembah mereka kecuali agar lebih dekat kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Haula yusfaallah. Mereka untuk memberi syafaat di sisi kami diisi bagi kami di sisi Allah. Maka Allah sifati mereka dengan rugi karena melewati cara yang salah. Dan mereka bukan cuma rugi, mereka saking bodohnya mereka ngajak Nabi untuk mencoba menyembah selain Allah. Cobalah sembah Lata, Guza. Coba dulu seperti sekarang. Coba coba dulu nyembah Nabi Isa. Coba dulu coba. Dan itu dilakukan supaya sebagian orang sakit didatangi. Coba minta sama siapa? Nabi Isa. Nanti sembuh. Benar atau tidak? Maksudnya benar ada tawaran gitu enggak? Benar ya tawaran itu ada datang tawarin. Ayo coba coba coba. Qul afaghairallahi tamurunni a'budu ayyuhal jahilun. Apakah kalian ya menyuruh aku untuk menyembah selain Allah wahai orang-orang jahil? Di sini Allah mensifati mereka dengan ayyuhal jahilun. Wahai orang-orang jahil. Jahil dalam hal apa? Tidak disebutkan. Dan dalam kaidah tafsir jika maf'ul tidak disebutkan maka memberikan faedah keumuman. Itu jahil dalam segala hal. Contoh seperti firman Allah Subhanahu wa taala. Innal abr lafi naim alal arurun naim. Kata Allah subhanahu wa taala, "Sesungguhnya orang-orang yang baik-baik itu orang-orang saleh ya lafi naim mereka dalam kenikmatan. Kemudian di akhirat kelak alal ariki yangurun." Ya, mereka di atas dipan-dipan yang sudah e arikah itu adalah ee tempat tidur yang sudah dihiasi. Ada kelambunya. Ada bantal-bantalnya, ada selimutnya. Itu namanya apa? Arikah. Gak tahu tempat tidur antum arikah apa khususnya. Yang penting bukan ada bantal-bantalnya doang. Yang penting ada yang tidur di bantal juga. Ada bidadarinya. Maksudnya alal araiki yanzurun. Mereka dipan-dipan yang sudah dihias yanzurun. Memandang. Memandang apa? Allah tidak sebutkan. Kemudian Allah hanya sebutkan dampak dari memandang tersebut. Kau melihat pada wajah mereka ada kebahagiaan. Nah, semua yang mereka pandang itu mendatangkan kebahagiaan. Makanya Allah mengatakan, "Waid roamma roita naiman wa mulkan kabir." Kalau kau lihat di surga, apapun yang kau lihat pasti kenikmatan. Yang saya bilang bedanya antara penghuni surga dengan penghuni dunia. Dunia ini banyak kita lihat bikin sedih. Banyak. Lihat suami kadang kita sedih, lihat istri juga tambah sedih. Lihat anak lele sedih. Sedih ya. Lihat berita-berita apa? Sedih. Bikin marah, bikin sedih. Di surga enggak semua lihat bikin se senang. Semua enggak ada yang tidak bikin senang. Itu namanya di surga. Senangnya bertambah-tambah. Di sini ketika para ulama menafsirkan alal ari yanzurun mereka dia dipan-dipan memandang. Memandang apa tidak disebutkan? Karena semua yang dipandang itu pasti bikin apa? Bahagia. Semua yang mereka pandang di surga itu bikin bahagia. Dan puncak kebahagiaan memandang wajah Allah Subhanahu wa taala. Seperti ini ketika mereka ngajak Rasulullah untuk coba-coba sembah sembahan mereka maka Allah suruh bantah mereka. Qul katakanlah afaghairallahi tamurunni. Apakah kepada selain Allah kalian menyuruh aku untuk menyembahnya? Ayyuhal jahilun. Wahai orang-orang yang bahlul yang jahil. Jahil dalam hal apa? Dalam segala hal. Ini puncak kejahilan. Puncak kejahilan. Orang tidak tahu hitung-hitung mungkin jahil. Tapi jahil sedikit. Kalau orang sampai menyembah makhluk itu di puncak keja kejahilan. Itulah nyembah makhluk. Nyembah makhluk dengan meninggalkan sang pencipta. Itu di puncak kejahilan. Jahil. Tidak ada yang melebihi kejahilan mereka. Jahil dalam segala hal. Ayyuhal jahilun. Wahai orang-orang bodoh. Ya. Kemudian Allah berfirman, wq menegaskan tentang bahayanya syirik. Walaq uhiya ilaika waalladina minqlik. Dan sungguh telah diwahyukan kepada engkau dan juga kepada nabi-nabi sebelummu. Perkataannya sama kepada engkau dan juga kepada nabi-nabi sebelum engkau. Lain asrakta layahbatna amaluk. Jika engkau berbuat syirik, wahai Nuh, wahai Adam, wahai siapa lagi? Hud, wahai Saleh, wahai semuanya. Ibrahim, wahai Luth, semua nabi-nabi. Wahai Musa, wahai Harun, wahai Isa, wahai Muhammad, kalau engkau melakukan kesyirikan, ini ayat mencakup. Karena kata Allah, walaqad uh uhiya ilaika waadzina minqlik. Dan telah diwahyukan kepada engkau wahai Muhammad dan juga kepada nabi-nabi sebelummu dengan statement yang sama dari Allah. Lain asrqta. Jika engkau berbuat syirik, layahbatna amaluk maka benar-benar sungguh-sungguh akan gugur seluruh amalanmu. Di sini perhatikan Allah menegaskan ya dengan ee dua taukid. Yang pertama lamut taukid la sungguh-sungguh. Kemudian nun taukid. Jadi kalau kita artikan sungguh-sungguh benar-benar amalanmu akan gugur. Dan di sini amal dia mufrad tetapi diidfahkan kepada ee makrifah maka dia memberikan faedah keumuman. Sehingga kalau seorang melakukan kesyirikan, syirik akbar maksudnya seluruh amalnya gugur tanpa terkecuali. Semua amalnya gugur tanpa terkecuali. Dan ini menunjukkan tentang bahayanya syirik. Dan sungguh pelaku syirik adalah orang yang sangat ja jahil. Jahil, goblok, rugi. Amal dia akan gugur. Akan gugur di akhirat, kekal di neraka selama-lamanya. Kalau ada orang sudah 60 tahun beribadah, beribadah kemudian sebelum meninggal dia minta kepada penghuni kubur, gugur semua amalannya. Gugur semua amalannya karena dia melakukan apa? Kesyirikan. Dia sudah beribadah 70 tahun sebelum meninggal dia nyembelih untuk jin. Selesai. Seluruh amalnya gu gugur. Ngeri. Dan ini menunjukkan dahsyatnya syirik. Karena dia tidak menggugurkan sebagian amal. Ada sebagian amal yang hanya mengugur sebagian amal. Tapi ini menggugurkan seluruh amal. Ya. Dan di antara tentang bahayanya syirik sampai Allah menyampaikan ini kepada para nabi. Padahal para nabi secara kenyataan tidak bakalan syirik. Secara kenyataan. tidak bakalan syirik. Apalagi Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam kenyataan tidak bakalan syirik. Tetapi ada alfardhiyah. Seandainya kalian orang-orang hebat para nabi melakukan syirik maka akan gugur amalan kalian. Allah tidak pandang bulu. Dalam ayat yang lain kata Allah walau asraku yalun. Kalau mereka berbuat syirik para nabi dan rasul maka akan gugur seluruh amalan mereka. Dan ini menunjukkan dahsyatnya syirik. Khilaf di kalangan para ulama. Jika seorang terjerumus dalam syirik akbar, apakah otomatis amalnya gugur atau jika dia meninggal dalam kondisi syirik akbar? Dua pendapat. Mazhab Imam Malik rahimahullahu taala. Kapan seorang melakukan syirik akbar amalnya gugur. Contoh ada seorang Islam sudah Islam umur 25 tahun dia haji. Haji haji resmi bukan haji percepatan. Kemudian dia haji. Setelah itu umur 30 dia nyembelih untuk nyiroro Kidul misalnya. Misalnya syirik atau tidak syirik? Syirik. Dia tahu tapi dia karena supaya selamat di laut supaya apa? Supaya apa? Dia nyembelih atau dia menyembelih di di misalnya di suatu desa atau di suatu sawah untuk Dewi Sri misalnya. Nyembelih untuk dewi apa? Istri. Ini berarti nyembelih kepada selain Allah. Syirik atau bukan? Syirik. Menurut mazhab Imam Malik, maka amalnya gugur semua. Setelah itu dia bertobat. Aduh. Aduh. Saya kenapa? Saya kemarin khilaf ya. Saya kemarin apa? Salah. Dia bertobat kepada Allah. Tayib. Kalau dia bertobat kepada Allah maka dosa syiriknya diampuni. Tapi amalnya mulai lagi nol. Seperti kita kalau beli bensin mulai nol, Pak. Ya. Ya. Oke. Mulai dari dari nol. Ini pendapat Imam Malik. Paham? Pendapat Imam Syafi'i lebih ringan. Imam Syafi'i mengatakan dia hanya dihapuskan seluruh dosanya kalau meninggal dalam kondisi tidak bertobat. Ya, dalilnya dalam Al-Qur'an kata wahua kafir faula ak. Siapa yang murtad dari agamanya kemudian fayamut, dia meninggal dalam kondisi kafir. Jadi keumuman ayat seperti ini ayat umum. Imam Syafi'i menganggap ini ayat adalah mutlak. Maka dibawa kepada ayat yang muqayyad. Maksudnya kata Imam Syafi'i, ayat lain menunjukkan maksudnya gugur amalannya jika meninggal dalam kondisi mus musyrik. Bagaimana menurut mazhab Syafi'i? Menurut Imam Syafi'i, jika orang ini tadi sudah haji pada umur berapa? 25 tahun. Kemudian pada umur 30 tahun dia nyembelih untuk Dewi Sri. Kemudian umur 30 tahun dia tobat, maka amal dia tidak gugur. Karena dia sudah bertobat. Seandainya tidak bertobat, gugur. Jadi, ada beda enggak antara pendapat Imam Malik dan Imam Syafi'i? Beda. Beda antara guru dan murid. Dan natijahnya di antara akibat dari perbedaan ini menurut Imam Malik, kalau dia bertobat pada umur 31 tahun. Paham ya? Tadi haji umur berapa? 25. Umur 30 syi syirik. Umur 31 tobat maka dia harus ulang hajinya. Menurut Imam Syafi'i tidak perlu ulang karena amaliah hanya gugur jika dia meninggal dalam kondisi mus musyrik. Ini bedanya di antara tsamaratul khilaf. Buah dari khilaf ini ada meskipun wallahu alam ya ee pendapat Imam Malik cukup kuat ya. Oleh karenanya ini mengerikan ya. Maka seorang waspada jangan saya meninggal dalam kondisi syirik. Jika dia berbuat syirik amal dia gugur semua. Mengerikan. Ulangi lagi dari nol ngeri. Kenapa? Dia sudah merasakan nikmat tauhid. Dia sudah merasakan nikmat Islam kemudian melakukan kesyirikan. Maka hukumannya, amalannya gu gugur. Lain halnya dengan orang yang musyrik kemudian masuk Islam. Ketika orang musyrik dia melakukan kebajikan. Ada orang musyrik, musyrik 60 tahun. Di masa kemusyrikannya dia suka berbakti sama orang tua, suka bantu fakir miskin, tapi dia juga suka zina, suka riba, suka nipu orang, dia bunuh orang, dia bohongin orang. Dalam selama zaman musyriknya dia melakukan kebaikan dengan ke keburukan. Kemudian dia masuk Islam. Ketika dia masuk Islam, semua dosa-dosanya dihapuskan dan amal salehnya diikut sertakan dalam kebaikan. Ini bonus bagi orang yang syirik kemudian masuk Islam. Tapi berbeda ketika sudah merasakan nikmatnya Islam kemudian mus musyrik beda. Sudah masuk Islam terus musyrik maka amalnya gugur. Amalnya gugur maka ketat. Beda dengan yang masuk karena untuk motivasi orang musyrik masuk Islam maka seluruh dosanya diampuni. Kemudian amal saleh dia dicatat. Makanya ketika Hakim bin Hizam bertanya kepada Hakim bin Hizam ini ada yang mengatakan umurnya 120 tahun kalau enggak salah. Dia selama musyrik setengah umurnya dan Islam setengah umurnya. Dan selama dia musyrik dia menyembelih entah berapa 100 ekor unta atau berapa untuk bagi-bagikan. Dia dimerdekakan sekian budak banyak. Maka ketika umat Islam dia tanya Rasulullah bagaimana yang saya lakukan selama ini? Dia masuk Islam. Kata Rasulullah aslamta ala ma asla min khair ya hakim. Kau masuk Islam dengan seluruh kebaikan yang kau kau bawa. Kemudian dia di masa Islam dia melakukan yang sama. Hakim bin Hizam ponakannya Khadijah bintul Khuwailid radhiallahu taala anha. Intinya ini dalil tentang ayat yang sedang kita bahas. Lain asrqta lahbatna amaluk. Kalau kalian berbuat syirik, engkau berbuat syirik wahai para nabi. Dari Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Saleh, Nabi Syuaib, Nabi Ibrahim, Nabi Luth, Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, Nabi Isa, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam semuanya diwahyukan dengan peringatan yang sama. Lain asrakta lahbatna amaluk. Kalau kau berbuat kesyirikan, maka akan gugur seluruh amalanmu. Seluruh amalanmu. Ini eh mufrad mudhaf menunjukkan keuman. Dan ini Allah sebutkan juga dalam ayat yang lainika hudallah yahdi bihias min ibadi w asal. Kalau para nabi berbuat kesyirikan, maka akan gugur seluruh apa yang mereka kerjakan. amal saleh akan gugur. Ya, maka Allah berfirman setelah itu, bukan hanya gugur, wala takunanna minal khasirin. Dan engkau benar-benar akan termasuk orang yang merugi. Karena bukan cuma merugi kemudian nol saja, tetapi minus masuk neraka kekal selama lama-lamanya. Ya, masuk kekal selama neraka kekal selama-lamanya. Dan ini menunjukkan kerugian di puncak kerugian. Setelah itu Allah berfirman, "Balillaha fa'bud waakum minas syakirin." Balillah. Maka hanya kepada Allah engkau beribadah. Di sini maf'ul bih dikedepankan itu hanya kepada objek. Jadi dalam urutan katakan SPO subjek predikat apa? Objek. Saya menyembah Allah. Saya subjek menyembah predikat objek. Apa? Allah. Saya menyembah Allah. Tapi kalau Allah didepankan seperti wa iyaka na'bud. Berarti kalau objek didepankan menunjukkan alhasr yaitu hanya. Makanya kalau kita artikan iyaka na'bud bukan kepada Allah kami beribadah bukan. Tapi ada hanyanya hanya kepada Allah kami beribadah. Ini salah satu uslub metode bahasa Arab. Ketika objek didepankan daripada subjek dan predikat maka menunjukkan apa? pembatasan seperti ini. Balillaha Allah tidak mengatakan eh fa'budillah tapi balillaha fa'bud. Akan tapi hanya kepada Allah sajalah engkau men menyembah. Waum minas syakirin. Dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur. Subhanallah. Bersyukur dalam segala hal. Saya bacakan perkataan Syekh S'di. Maka hendaknya engkau jadi begini. Maksudnya kita ini bersyukur. Yang yang disuruh bersyukur bukan cuma kita aja, nabi-nabi juga disuruh bersyukur. Ya Musa inofaituka alanasi birisalati maituka wakum minakirin. Wahai Musa, aku telah memilih engkau menjadi seorang rasul. Aku mengkhususkan engkau menjadi rasul dan aku mengkhususkan engkau di antaranya aku hanya berbicara dengan enkau secara langsung. wabalami ambillah apa yang aku berikan kepadamu, yaitu Taurat dan yang lainnya meskipun kau tidak bisa melihat aku di dunia. Jadi ini tasliah Allah menghibur Nabi Musa. Nabi Musa minta lihat Allah. Kemudian Allah bilang, "Coba lihat ke gunung. Gunung hancur, Nabi Musa pingsan." Setelah Nabi Musa sadar, Allah menghibur, "Wahai Musa, memang kau tidak bisa melihat aku." Seakan-akan Allah berkata, "Wahai Musa, memang kau tidak bisa lihat aku, tapi aku sudah jadikan kau seorang apa?" Rasul. Dan aku telah berbicara langsung dengan engkau. Ambillah apa yang aku berikan kepada engkau Taurat dan segala kenikmatan. Waum minas syakirin. Dan jadilah orang yang termasuk orang-orang yang ber bersyukur. Di sini waakun minas syakirin. Allah tidak mengatakan wakun syakiran. Jadilah orang engkau bersyukur. Tapi Allah mengatakan masuklah engkau dalam rombongan orang-orang bersyukur. Waun minasyakirin. Maknanya masuklah engkau dalam rombongan orang-orang yang ber bersyukur. Maksudnya ada orang bersyukur sebelum engkau sudah banyak. Masuklah dengan bersama rombongan mereka. Ya. Ya. Nabi juga ini nabi seluruhnya ini kan perkataan buat nabi seluruhnya ya. Balillaha fa'bud wakum min syakirin. Hanya kepada engkaulah kalian berib engkau beribadah dan jadilah termasuk orang yang bersyukur. Nabi juga dikatakan suruh menjadi orang yang bersyukur. Nah, kalau para nabi diingat bersyukur apalagi kita. Orang-orang saleh saja diingatkan untuk bersyukur, apalagi ki kita. Saya sering sampaikan ini ee terkadang kita merasa saya sudah bersyukur kok. Emang Rasulullah tidak bersyukur. Rasulullah bersyukur tapi diingatkan. Kalau kita sudah menjalani syukur dan kita diingatkan, maka maknanya continueah dan tambahlah level syukurmu. Itu maksudnya. Antum kalau lagi makan, saya bilang antum lagi makan. Ayo makan-makan. Maksudnya apa? Lanjut makan atau tambah kuantitas makannya dan kualitasnya. Jadi nabi aja disuruh bersyukurlah bagi kita. Tib apa yang kita syukuri perhatikan sini kata Syekh Siddi rahimahullah taufikillahi taala atas bimbingan Allah Subhanahu wa taala annahu taala yuskaru alam dunyawiyah. Sebagaimana Allah disyukuri atas nikmat-nikmat duniawi ini sering kita begitu dapat nikmat duniawi baru kita syukuri. Ya. Punya rumah baru kita bersyukur. Punya mobil baru kita alhamdulillah. naik jabatan bilang alhamdulillah tapi sering nikmat akhirat kita lupakan nikmat duniawi yang kita sering syukuri misalnya kasihatil jisim sehat badan wafiati dan keselamatan jasad wausul rizq dan dapat rezeki dengan berbagai macam modelnyaik ini kita syukurika yuskaru wausna alaihi binamiiniah demikian juga kita hendaknya bersyukur kepada Allah disyukuri dan disanjung atas nikmat-nikmat nikmat agama seperti attaufik dibimbing oleh Allah lil ikhlas untuk bisa ikhlas wattaqwa untuk bisa bertakwa ya kalau sekarang bisa ngaji, bisa belajar bisa bangun malam bisa puasa sunah bisa salat bisa bersedekah tidak suka dengan kemaksiatan ini semua nikmat risih kalau dengan maksiat ya, tidak suka dengan bidah, tidak suka dengan syirik, tidak suka dengan ria, tidak suka dengan popularitas. Ini semua nikmat dari Allah Subhanahu tidak semua orang dikasih. Tidak semua orang di dikasih. Maka jangan syukuri hanya nikmat dunia saja ya. Rumah baru bersyukur, istri baru bersyukur, anak baru bersyukur. Semua disyukuri nikmat dunia maupun akhirat. Akhirat. Bahkan kata Syekh S'di, bal niamuddini hian ni'amu alal hakikah. Alal hakih. Justru nikmat agama itulah nikmat yang sesungguhnya. Ya. Wafi tadabburi annaha minallahi taala. Jadi justru nikmat agama itu nikmat yang sesungguhnya. Kenapa? Karena nikmat inilah yang akan mengantarkan nikmat hakiki di akhirat. Ya enggak? Kalau orang punya nikmat agama itu yang buat ini nanti akan akan bahagia abadi di akhirat. Nikmat ini cuma sebentar. Mataun qil. Kesenangan sebentar. Semua kenikmatan dunia ini mata akan berakhir. Ada expire-nya semua. Mobil ada expire-nya, rumah ada expire-nya ketampanan ada expire-nya. Kecantikan ada expire-nya. Sebentar lagi sudah keriput. Semua ada expire-nya. Istri juga ada expire-nya, suami juga ada expire-nya. Semua mata semua. Tetapi kenikmatan abadi di akhirat. Nah, kenikmatan abadi itu diraih dengan kenikmatan agama yang Allah berikan di dunia. Makanya nikmat agama itulah nikmat yang sesungguhnya. Karena itulah yang mengantarkan kepada kenikmatan yang sempurna abadi selama-lamanya di akhirat kelak. Namun kita manusia sering bersyukur atas nikmat dunia lupa dengan nikmat agama. Membesar-besarkan nikmat dunia mengkerdilkan nikmat agama. itu sifat kita atau sebagian kita, saya tidak ma bilang semuanya, tapi sebagian kita seperti itu. Kita tidak memandang bahwasanya cinta kepada ilmu itu nikmat luar biasa. Kita anggap biasa biasa aja. Kita merasa ada mobil baru baru nikmat besar. Kita tidak memandang qanaah adalah nikmat yang luar biasa. Kita memandang rumah mewah itu baru nikmat luar luar biasa. Nah, ini harus kita renungkan. Waakum minas syakirin. Jadilah orang-orang yang bersyukur. Setah itu beliau berkata luar biasa ya. anaha minallahi taalaukrillahi alaiha salamat minatil ujub allatiirin minalil dengan kita merenungkan bahwasanya segala nikmat ini dari Allah nikmat dunia maupun nikmat agama kita bisa punya rumah bisa punya istri bisa punya anak bisa punya kerjaan dan kita bisa belajar agama kita bisa salat kita bisa haji kita bisa umrah semuanya dari Allah disertai dengan bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut. Pada sikap seperti itu salamah ada keselamatan dari penyakit ujub yang sering menimpa banyak orang-orang yang beramal saleh. Bisababi jahlihim. Karena kejahilan mereka itu lupa bahwa ini semua dari Allah Subhanahu wa taala. Sehingga dia ujub merasa dirinya hebat. Saya pintar, saya bisa menulis apa, saya bisa ini, lupa. Saya bisa hafal ini, hafal anu, saya bisa menganalisa. Wailla falau arofal abdu haqiqatal hal lam yajab binikmatin tastahiqu alaihi ziyadatas syukri. Seandainya seorang hamba mengetahui hakikat kondisinya, maka dia tidak akan ujub dengan nikmat apapun yang Allah berikan kepadanya. yang dia tahu nikmat tersebut mengharuskan dia lebih bersyukur bersyukur lagi. Tib demikian saja ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Insyaallah kita lanjutkan e berikutnya pada pertemuan berikutnya. Tib demikian saja. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.