Syarah Kitab Tauhid #7: Takut Kepada Syirik - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
Rv6iFZMLwYs • 2025-10-15
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihi ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuimni
wa asadu anna muhammadan abduhu waasul
ridwan allahumma shli alaihi waa alihi
wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin hadirat
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Kita lanjutkan bab berikutnya bab ketiga
atau dalam sebagian buku bab keempat bab
alkhaufu minarya. Babun alkhaufu minarya
yaitu bab takut syirik yaitu takut
kepada kesyirikan.
Ee keterkaitan dengan bab sebelumnya.
Keterkaitan dengan bab sebelumnya yaitu
pada bab sebelumnya kita bahas tentang
tauhid. Kemudian juga tentang keutamaan
tauhid bisa menghapuskan dosa-dosa.
Kemudian bab yang ketiga adalah tentang
keutamaan orang yang masuk surga dengan
tanpa hisab. yaitu bagi orang yang
mentahkik atau ee memurnikan tauhid. Ya.
Setelah Syekh Muhammad bin Abdul Wahab
rahimahullahu taala menyebutkan tentang
tiga bab yang semua terkait dengan
tauhid dan keutamaan tauhid, maka beliau
membahas tentang bab takut pada syirik.
Kenapa? Beliau ingin menyampaikan
bahwasanya keutamaan tauhid tidak bisa
diraih sempurna kecuali dengan
meninggalkan segala bentuk kesyirikan.
Seorang enggak mungkin meraih keutamaan
tauhid kecuali dia bertauhid. Dan orang
tidak mungkin bisa bertauhid dengan
benar kecuali meninggalkan kesyirikan.
Maka dari situ seorang harus semangat
mengenali apa saja jenis-jenis
kesyirikan supaya tauhidnya lebih jelas.
Ya, makanya dikatakan wabiddi
tatabayyanul asya. Dengan mengenal
lawannya maka semua semakin jelas. Kita
kalau ingin tauhid lebih jelas, kita
kenal apa itu syirik. Kalau kita ingin
tahu sunah lebih jelas, kita kenal apa
itu bidah. Ya, maka dengan melawan
mengenal sesuatu dan lawannya, maka
semakin semakin jelas sesuatu tersebut.
Maka seorang ee jika mengenal tauhid
dengan detail, dia perlu juga mengenal
tauhid syirik dengan mengenal syirik
dengan detail agar pengetahuan tentang
tauhid lebih sempurna.
Nah, untuk ee kita semangat untuk
mengenal tentang
definisi atau mengenal tentang
macam-macam syirik, maka kita harus
termotivasi. Caranya dengan mengetahui
bahwasanya syirik itu berbahaya. Syirik
itu berbahaya. Maka di sinilah kenapa
Syekh Muhammad Abdul Wahab membawakan
bab ini? Karena tidak mungkin kita
meraih kesempurnaan tauhid kecuali kita
benar-benar meninggalkan apa? Syirik
dengan segala bentuknya. Dan tidak
mungkin kita benar-benar meninggalkan
syirik kecuali kita merasa takut jangan
sampai terjerumus dalam kesyirikan. Maka
beliau bawa bab keempat tentang takut
kepada syirik.
Beliau sebutkan babun alkhaufu
minasyirik. Perhatikan. Beliau tidak
mengatakan
bab ee tarkus syirik, bab meninggalkan
syirik, tetapi beliau mengatakan bab
takut syirik. Dan kita tahu bahwasanya
takut lebih dahsyat daripada sekedar
mening meninggalkan. Ya. Dan kalau
seorang takut, dia berusaha menjauh dan
itu yang harusnya dimiliki oleh seorang
yang muwahid. Dia tidak spekulasi dengan
tauhidnya dan dia tidak mendekat-dekat
hal-hal yang bisa membuat dia kecipratan
syirik. Dia berusaha memudikan tauhid
semaksimal mungkin. Tib. Kenapa harus
takut? Syekh Abdul Wahab rahimahullah
taala membawakan bawa banyak dalil ya.
Saya akan singgung.
Di antaranya karena bahaya syirik sangat
berbahaya ya.
Karena bahaya syirik sangat berbahaya.
Dia adalah ee
dia adalah dosa yang paling besar, dosa
yang paling berbahaya. Lebih daripada
zina, lebih daripada membunuh, lebih
daripada durhaka,
lebih daripada mencuri, lebih daripada
korupsi, lebih daripada membunuh, semua
dosa masih kalah dengan dosa apa?
Syirik. Maka harus takut seorang takut
dengan dosa yang sangat besar ini. Ya,
oleh karenanya yang membuat kita harus
takut dengan syirik di antaranya karena
bahaya syirik sangat besar. Pertama
menggugurkan amal. Ini saya bicara
secara umum. Siapa yang melakukan syirik
maka amalnya seluruhnya apa? Gu gugur ya
Allah Subhanahu wa taala ee berfirman
ya
lain asrakta layahbatonna amaluk walaqad
uhya ilaika wa ilalladzina min qablik
telah diwahyukan kepada engkau dan juga
kepada nabi-nabi sebelum engkau wahai
Muhammad
sama yang diwahyukan sama lain asrqta la
yahbatna amaluk kalau kau berbuat syirik
sungguh benar-benar amalmu akan gugur
seluruhnya
ini Allah beritahukan kepada para nabi.
Padahal para nabi kemungkinan boleh kita
katakan mustahil melakukan syirik.
Karena mereka orang-orang yang Allah
siapkan untuk beri menjadi teladan.
Tetapi Allah mengatakan seandainya
kalian wahai para nabi berbuat syirik
maka Allah tidak pandang bulu siapapun.
Meskipun mencapai derajat yang paling
tinggi seperti para nabi kalau melakukan
syirik maka benar-benar akan gugul
amaran kalian. Dalam ayat yang lain
setelah Allah menyebutkan para nabi,
Allah mengatakan, "Walau asraku laitum
kanu y'malun." Seandainya mereka berbuat
syirik, maka akan gugur seluruh amalan
mereka. Ini bahaya yang pertama.
Tiib. Mungkin saya singgung
ee
jika
jika orang melakukan syirik
melakukan syirik akbar.
Syirik akbar
apakah
amalnya seluruhnya otomatis gugur?
Apakah
seluruh amalnya otomatis gugur?
gugur langsung. Ada khilaf di kalangan
para ulama. Ada khilaf di kalangan para
ulama. Ada dua mazhab secara umum. Satu
dari mazhab Imam Syafi'i, satu mazhab
Imam Malik. Dan dua-duanya riwayat dari
Imam Ahmad rahimahullahu taala. Ada
khilaf ya.
Ee saya contoh contoh
seorang Islam
berhaji
dia Islam kemudian dia haji
kemudian beriman
hingga
usia 60 tahun.
Tib. Kemudian setelah itu pada usia
60 tahun
dia terjerumus dalam syirik akbar.
Dalam syirik akbar. Contohnya misalnya,
misalnya dia meminta kepada penghuni
kubur. Dia mengatakan, "Ya Abdul Qadir
Jailani, ya Ahmad Al Badawi." Dia berdoa
kepada selain Allah Subhanahu wa taala.
Contoh, berdoa kepada selain Allah,
kepada wali
ya.
Tib berarti terjemus dalam syirik akbar.
Namun pada usia
dia bertobat. Dia bertobat dari syirik.
Bertobat dari syirik.
Umur 65 meninggal dunia.
wafat.
Tayib. Ngerti kondisi orang ini? Nah,
kapan dia melakukan syirik akbar? Pada
usia berapa?
62. Nah, ketika usia 62 ini yang jadi
poin ini ya
pada usia mohon maaf 62
ya.
Nah, apakah seluruh amalnya gugur? Maka
khilaf. Dua pendapat. Pendapat pertama
yang pertama pendapat Imam Malik
rahimahullahu taala. Otomatis amalnya
gugur. Seluruh amalnya gugur.
Seluruh amalnya gugur.
Ingat Imam Malik mengatakan pada usia
62 amalnya gugur seluruhnya.
Gugur. Termasuk hajinya.
Termasuk apa
hajinya? Tayib
pada usia
64 ketika dia bertobat dia bertobat
mulai lagi dari nol. Mulai dari apa?
Nol. Paham? Ini Imam Malik.
Adapun Imam Syafi'i,
Imam Syafi'i
rahimahullahu taala beliau mengatakan
ee
pada usia
gugur tapi dengan syarat
jika mati murtad.
Jika mati murtad ternyata dia mati atau
belum? Belum. Belum.
Belum. Pada usia 64
semua tidak jadi gugur. Tidak jadi apa?
Tidak jadi gugur. Karena dia bertobat
kembali. Karena tobat kembali.
Ini pendapat Imam Syafi'i rahimahullahu
taala. Kenapa Imam Syafi'i bertambat
dengan demikian? Karena beliau
membawakan ayat-ayat yang mengatakan
amal langsung gugur ditqyid dengan ayat
yang lain. Dalam ee
saya bacakan
dalam surah Al-Baqarah
ee ayat 217. Jadi beliau mentakyid
dengan berdasarkan
Albaqarah ayat 217. Kata Allah subhanahu
wa taala, wartuminihi
fayamut wahua kafir faulaika asikaum
fid dunya wal akhirah waika ashabunar
hum fiha khidun. Kata Allah subhanahu wa
taala, "Siapa yang murtad?" di antara
sebab murtad adalah syirik akbar. Waman
minkumini. Siapa yang murtad dari
agamanya, fayamut wahua kafir. Allah di
situ berfirman, fayamut wahua kafir.
Yaitu meninggal dalam dia murtad lalu
mati dalam kondisi kafir. Murtad
lalu mati dalam kondisi apa? dalam
kondisi kafir.
Maka kata Imam Syafi'i rahimahullah,
berarti mafhum mukhalafahnya kalau
ternyata dia bertobat berarti amalnya
enggak jadi gugur. Karena Allah
mengatakan fayamut wahua kafir faulaika
habitatum fid dunya wal akhirat. Itulah
orang-orang yang amalnya gugur di dunia
dan akhirat. Waika ashabunar. Mereka
itulah penghuni neraka jahanam kekal
selama-lamanya. Mafhum mukhalafah ayat
ini berarti kalau dia meninggal tidak
dalam kondisi murtad amalnya tidak jadi
gu tidak jadi gugur. Paham? Nah, bedanya
apa dengan Imam Malik? Imam Syafi'i?
Kalau Imam Malik ketika tobat umur 64
amalnya mulai dari nol. Kayak Pertamina
mulai dari nol ya
kalau kita di pom bensin
nol. Ini ini benar. Imam Imam Malik Imam
Syafi'i enggak amal dia enggak ada yang
gugur karena dia masih berto bertobat.
Apalagi bedanya? Bedanya kalau menurut
Imam Malik, dia harus haji ulang umur 64
karena haji dia kemarin gu gugur tidak
ada nilainya. Imam Syafi mengatakan
kalau dia bertobat tidak perlu haji
lagi. Tidak perlu haji lagi. Ini dua
riwayat dari Imam Ahmad ya. Tapi intinya
siapa yang meninggal dalam kondisi?
Kalau adapun meninggal dalam kondisi
musyrik semua sepakat.
Wallahualam. Ini dua pendapat sama-sama
kuat ya. Pendapat Imam Syafi'i lebih
lebih ee ringan. Tetapi untuk lebih
hati-hati pendapat Imam Imam Malik
jangan menyepelekan masalah syirik.
Paham Ikhwan?
Paham ya? Maka ini ada dua pendapat di
kalangan para para ulama dan dua riwayat
dari Imam Ahmad disebutkan oleh Ibnu
Qayyim dalam Alwabil
tayib. Kita kembali. Maka di antara hal
yang menjadikan seorang harus takut sama
syirik maka ingat syirik itu
menggugurkan amal seluruhnya. Syirik
akbar seluruhnya.
amal seluruhnya. Artinya dia capek-capek
ibadah sampai 62 tahun, sudah haji,
sudah umrah, sudah berbagi sama orang
tua, gugur semuanya. Gugur semuanya.
Yang kedua, bahaya syirik tidak
diampuni.
Innallaha la yusyriku innallaha la
yagfiru ay yusraka bih. Allah tidak
ampuni dosa kesi kesyirikan. Waagfiru
maunaalika lima yasya. Dan Allah
mengambil dosa selain syirik bagi yang
Allah kehendaki. Ada orang mati bunuh
diri pasti masuk neraka enggak. Belum
tentu dia masih mungkin diampuni. Ada
orang meninggal dalam kondisi sedang
berzina, apakah pasti masuk neraka?
Jawabannya tidak. Belum tentu mungkin
masuk neraka. Musik mungkin di diampuni.
Semua dosa selain syirik disebut tahta
masyiatillah sesuai kehendak Allah
Subhanahu wa taala. Seorang meninggal
dalam kondisi ee durhaka kepada orang
tua, dalam kondisi bunuh diri, apakah
pasti masuk neraka? Jawabannya belum
tentu. Karena itu dosa selain apa?
Syirik. Dia tahta masyiatillah
tergantung kehendak Allah. Insyaa gofar
lahu. Kalau Allah berkehendak Allah
ampuni dia. Wayaaza adzabahu. Kalau
Allah berkehendak Allah tidak ampuni.
Allah azab. Tapi kalau syirik meninggal
syirik tidak akan diampuni
selama-lamanya. Enggak mungkin. Dan
kalau begitu dia akan kekal di neraka
jahanam. Ya, innahu yusyrik billahi
faqad harramallahu alaihil jannah
wahunar widzimina min ansar.
Sesungguhnya siapa yang berbuat syirik
maka dia akan diharamkan baginya surga
tempatnya di neraka dan dia akan kekal
abadi selama-lamanya.
Ya inalladina kadzabu biayatina
wastakbaruha la tuahum abwab.
Sesungguhnya orang-orang yang
mendustakan ayat-ayat Kami dan sombong
itu kaum musyrikin sombong dengan
ayat-ayat Allah ya la tuahu lahum
abwabusama maka roh mereka tidak akan
dibukkan pintu langit kalau mereka mati
diangkat pintu langit tertutup bagi
mereka kata Allah wala yadkulunal jannah
dan mereka tidak bakalan masuk surga
kapan mereka bisa masuk surga kata Allah
hatta yalijal jamalu fiil khiab kalau
ada unta dimasukkan dalam lubang jarum
baru mereka bisa masuk surga mungkinkah
ada unta masuk lubang jarum Ada ustaz
lubang jarumnya segede masjid. Nah, itu
namanya bukan lubang jarum. Lubang
jarumnya kecil ya. Dan ini ungkapan
orang Arab untuk menunjukkan
kemustahilan yaitu unta dimasukkan dalam
lubang apa? Jarum. Artinya mustahil
kalau dia masuk dalam neraka bakalan
keluar. Gak mungkin karena dia syirik
akbar. Makanya Allah larang orang yang
beriman minta ampunan bagi orang
musyrik. Enggak boleh. Sampai ketika
Rasulullah ingin memohon ampun buat Abu
Thalib, Allah tegur.
Karena begitu baiknya Abu Thalib membela
mati-matian Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam pasang badan, siap mati bela
anaknya. Dan dia mengatakan, "Wallahi
lan yasilu ilaika bidatin hattail
fiturabiina." Demi Allah mereka tidak
akan bisa menyentuh engkau wahai
ponakanku sampai saya terkubur dalam
tanah baru mereka silakan ganggu. Selama
saya hidup enggak saya akan pasang
pasang badan. Maka Rasul sahu al
wasallam ketika Abu Thalib meninggal dia
mengatakan, "La astagfirullaha
laka malam malam unhaka. Demi Allah saya
akan mohon ampunan bagi engkau wahai
pamanku selama aku tidak dilarang." Maka
Allah turunkan ayatnya ya apa kata
Allah? Maana linabi walladina amanu
ayastagfirul musyrikin walau kanu uli
qurba. Tidak pantas tidak boleh bagi
seorang nabi dan juga orang-orang
beriman untuk mohon ampunan bagi
orang-orang musyrikin meskipun karim
kerabat. karib kerabat meskipun jasanya
setinggi langit kalau dia mati musyrik
tidak boleh mohon ampun kenapa dia tidak
bakalan diampun kita mohon ampunan
misalnya kita bilang Allah rahmatilah
Abu Jahal ya Allah ampunilah Abu Jahal
kita berdosa. Bukan cuma kita berdosa
karena kita mohon ampunan kepada orang
yang divonis tidak bakalan diam
diampuni. Seakan kita menentang Allah
Subhanahu wa taala dilarang. Dilarang
ya. Makanya dalam hadis ketika Rasul
sahu alaihi wasallam minta izin untuk
mohon ampun kepada ibunya, Rasulullah
dilarang. Dalam Sahih Muslim,
lin azuraha, saya minta izin untuk
menziarahinya. Fainali, maka Allah pun
mengizinkan aku untuk ziarah kepada
ibuku. Kemudian Imam Nawawi memberi
judul bab tentang ziarah qabril musyrik.
Bolehnya menziarahi kuburan orang musy
musyrik. Dalam riwayat Imam Ahmad, Nabi
menangis. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Rahmatan laha minanar." saya
kasihan dia terkena api neraka jahanam.
Jadi ee orang musyrik sebaik apapun
kalau dia mati musyrik enggak ada
faedahnya ya. Dan kita tidak boleh mohon
ampun buat dia. Kalau kita mohon ampun
buat dia, kita berdosa. Kita berdosa.
Ya, kita berdosa. Kenapa? Dia meninggal
dalam kondisi musyrik dan dia tidak
bakal diampuni selama-lamanya. Tidak
akan keluar dari neraka jahanam. Tayib.
Maka ini membuat seorang khawatir jika
melakukan apa? Syirik.
Apalagi pendapat Imam Malik. Meskipun
bertobat semua amal gugur. Bayangkan
seorang sudah beribadah, bertakwa,
tah-tahu percaya sama dukun. Percaya
sama dukun tentang ramalan masa depan
itu syirik akbar.
Syirik akbar. Maka gugur semua apa?
Amalan dia. Repot. Meskipun dia
bertobat, ulangi dari nol capek. Usia
sudah habis beribadah jadi nol. Ini
pendapat Imam Malik. Ini pendapat yang
hati-hati. Pendapat yang juga membuat
kita takut. Ya, jangan sampai buat
syirik.
Bayangkan ya,
seorang sudah beribadah lama-lama
banyakbanyak, tahu-tahu dia ikut-ikutan
minta kepada penghuni kubur, maka
terjerumus dalam syirik syirik akbar.
Tayib. Sebab kedua, kenapa kita takut
kepada syirik? Bukan hanya menghindar,
kita harus timbul rasa takut. Jangan
sampai saya syirik. Takut kalau berbuat
syirikan. Ini saya enggak mau
nyerempet-nyerempet apa? Kesyirikan.
Saya takut terbuat terjerumus dalam
syirik. Karena syirik itu banyak sekali
modelnya. Banyak sekali modelnya.
Khawatir ada jenis syirik yang tidak
kita ketahui. Dan inilah keistimewaan
buku kitab tauhid yang sedang kita
pelajari. Dia akan sebutkan puluhan
model syirik. Bab ini, bab ini, bab ini,
bab ini. Dan buku kitab tauhid ini
adalah kitab yang inovatif. Belum pernah
ada ulama yang nulis buku seperti ini.
Memang mereka bahas tapi pembahasan
mereka tersebar, tidak disusun rapi
kembali. Seperti Syekh Muhamad Abdul
Wahab ketika menyusun buku ini, dia
susun rapi, dia ambil penjelasan para
ulama, kemudian dia bab-babkan sehingga
terkumpullah segala model kesyirikan.
Ya. Maka ini istimewanya kitab tauhid
menunjukkan kecerdasan beliau. Syekh
Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu
taala. Kalau kita baca dia tulis buku
ini di mana dia tulis buku ini? ketika
di ee Huraimila kalau enggak salah
ketika di ee Huraimila dia tulis buku
buku ini. Karena ketika beliau mulai
dakwah banyak kesyirikan.
Ada orang meminta-minta kepada Zaid bin
Khattab, saudaranya Umar bin Khattab
minta-minta ke situ. Ada pohon yang
diyakini sebagai pohon kesuburan. Ya,
kalau ada orang punya enggak sudah
enggak punya anak, dia datang ke pohon
tersebut minta agar mudah punya punya
anak. Banyak kesyirikan. Belum
perdukunan. jimat-jimat tersebar di
zaman tersebut. Allah menyebutkan memang
fikih ulama fikih banyak di zaman
beliau, ulama Hambali, tetapi yang
konsen dalam masalah kesyirikan sedikit
ya. Makanya beliau ketika itu konsen.
Beliau ahli fikih Hambali, tapi beliau
konsen dalam masalah tauhid karena
melihat berbagai macam praktik ee
kesyirikan dan beliau banyak istifadah
mengambil faedah dari kitab Ibnu
Taimiyah dan Ibnul Qayyim
rahimahumullah. Ibnul Qayyim, Ibnu
Taimiyah sudah membahas tapi pembahasan
mereka tersebar. Nah, beliau datang,
beliau nyusun. Di antara syirik 1 2 3 4
5 sampai puluhan
yang puluhan bab tentang tauhid ada
sekitar 60 bab. Kebanyakannya tentang
model-model apa? Syirik. Maka kita
bilang, "Kenapa kita takut dengan
syirik?" Ternyata syirik itu banyak
modelnya. Banyak modelnya.
Dan belum tentu kita tahu semua
modelnya. Makanya kita waspada, harus
belajar agar kita terlihat dari
model-model syirik. Syirik besar maupun
syirik kecil. Syirik besar banyak
modelnya. Seri kecil juga banyak
modelnya.
Kemudian di antara hal yang membuat kita
takut dengan syirik, kenapa? Betapa
mudah terjerumus dalam syirik kecil.
Syirik kecil kita mudah terjerumus.
Meskipun kita punya ilmu tentang
jenis-jenis syirik kecil, namun
terkadang kita masih terjerumus. Contoh,
kita sudah tahu gak boleh beribadah
kalau mencari pujian manusia. Semua
sudah tahu enggak? Sudah tahu. Namanya
ri memperlihatkan amalan, memp-publish
amalan. supaya dipuji namanya ri.
Menceritakan amalan, menyiarkan amalan
supaya dipuji namanya sumah'ah. Apa itu
ri sumah'ah? Tholabul manzilah fi
qulubinas. Yaitu berharap agar di hati
manusia kita punya kedudukan. Itu
namanya riam
untuk mencari kedudukan di hati manusia.
Kita sudah tahu teori itu, tapi betapa
sering kita melakukan kegiatan supaya
kita diakui. Padahal kita sudah tahu
enggak boleh.
Maksud saya ini membuat kita takut. kita
aja sudah tahu kita masih apa melakukan
ya masih pamerlah masih ceritalah
kadang-kadang ini bukannya ri ya cuma
mau kasih tahu
iya mengesankan kepada orang kita wow ya
kadang
kita aja dai misalnya dai saya nanti dai
nanti kesan oh yang hadir ramai pakai
drone shooting kalau yang hadir sedikit
enggak ada drone-nya
itu buat apa maksudnya wallahualam ya
pokoknya kapan kita mencari Cari
pengakuan orang, mencari
pengakuan orang itulah namanya ria. Kita
ngerti tapi belum tentu kita bisa
kerjakan. Bagaimana kita enggak takut
sama syirik?
Seperti saya, saya hampir selalu ceramah
tentang ikhlas, tentang riya, tapi siapa
yang bisa menjamin saya selamat dari
riak? Enggak ada yang jamin. Hati
berbolak-balik, berubah-rubah. Minggu
ini kita
ikhlas, minggu depan riak. Tadi pagi
ikhlas, sore sudah riak. Tergantung
kondisi depan kita. K sama murid-murid
kita ikhlas. Begitu ada pejabat kita
ingin nunjukkan siapa kita. Kita ria.
Kalau sama murid-murid ngapain saya
rijat.
Ah situ ditunjukkan, "Oh iya Pak. Saya
juga kemarin dakwah di sana." Kemudian
mulai menunjukkan siapa saya. Saya
cerita-cerita tentang amal perbuatan
saya supaya saya diakui oleh pejabat
tersebut. Itulah namanya riya atau sum
sumah'ah. Yang cerita itu kadang ngerti
apa itu riya, definisi riya, apa
definisi sumah'ah? Tapi di sini tidak
bisa menghindari.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah. Wasalatu wasalamu ala
rasulillah wa ala alihi wasahbihi
wawalah. Kita lanjutkan ee kenapa kita
harus takut dengan syirik yang tadi
sudah saya sebutkan bahwasanya
ee betapa mudah seorang terjerumus dalam
syirik. Terutama syirik kecil meskipun
dia tahu tentang itu syirik tapi hawa
nafsunya membuat dia terjerumus. Ya.
Siapa sih yang tidak ingin dipuji? Siapa
sih yang tidak ingin disanjung, akhirnya
meskipun dia tahu itu tidak boleh, dia
mengikuti hawa nafsunya. Bah ini membuat
kita waspada. Padahal syirik meskipun
disebut syirik kecil bukan dosa kecil.
Syirik kecil disebut syirik kecil itu
untuk membedakan dengan syirik besar.
Dua-duanya dosa besar. Cuma bedanya
kalau syirik besar kekal di neraka,
kalau ini enggak. Tapi dua-duanya
merupakan dosa besar. Ya, nanti akan
kita bahas insyaallah.
Kemudian yang ke yang ketiga di
antaranya atau yang ke 1 2 3 ya betapa
banyak syirik kecil yang samar tidak di
disadari ya makanya Rasulullah
mengatakan asyirku
fi hadil ummah kabibi namlati sauda
fiati sauda fiulmati lail a kamaqala
Nabi sallallahu alaihi wasallam
bahwasanya kesyirikan yang ada pada
umatku seperti
bekas rayapan semut hitam di atas batu
hitam dalam kegelapan malam. Yaitu ada
semut hitam berjalan di batu hitam dalam
kegelapan malam bekasnya hampir tidak ke
kelihatan. Jadi banyak yang samar
sehingga syirik sebagian disebut dengan
syirkul khafi. Syirik yang samar itu
menimpa seorang tanpa dia sadari. Tanpa
dia sadari. Dan ada banyak syirik yang
orang tidak sadar ternyata itu apa?
Syirik. Ternyata syirik.
Kemudian di antaranya ee
Nabi Ibrahim yang keenam
atau yang ke mana nih? 1 2 3 urutannya.
Yang di antaranya lagi Nabi Ibrahim
takut syirik. Kalau Nabi Ibrahim takut
syirik apalagi kita ya. Oleh karenanya
dalam Al-Qur'an Nabi Ibrahim berdoa
wajunubni wabaniya anbudal asnam. Ya, ya
Allah,
jauhkanlah aku dan
anak-anakku dari penyembahan berhala.
Dari penyembahan berhala ini menunjukkan
bahwasanya
Nabi Ibrahim takut dengan syirik. Takut
menimpa dirinya dan takut menimpa
anak-anaknya. Kalau Nabi Ibrahim saja
yang kalau kita boleh katakan bapak
tauhid ya kalau bahasa kita ya yang
nekad membela tauhid meskipun sendirian
yang berdebat dengan ahlu syirik baik
para penyembah berhala maupun para
penyembah bintang-bintang dia saja
takutjumus dalam syirik apalagi ki kita.
Makanya seorang salaf kalau enggak
salahimi berkata, "Waman ya'man bala
ba'da Ibrahim." Siapa yang masih berasa
merasa aman dari syirik? Sementara
Ibrahim saja tidak merasa aman alaih
salam.
Sementara Ibrahim saja tidak merasa aman
dari kesyirikan. Makanya orang yang
takwa syirik, orang yang bertauhid.
Kalau orang tidak mendalami tauhid, dia
mau ria, dia mau ujub, dia cuek aja. Dia
cuek aja.
Tapi kalau orang ingin memurnikan
tauhid, dia akan rentan, dia akan apa
istilahnya? Sensitif dengan kesyirikan.
Sensitif dia takut. Makanya yang takut
sama syirik adalah ahli tauhid.
ahli tauhid. Adapun orang yang tidak
tidak peduli dengan tauhid, mau minta
kuburan, pergi ke dukun, dia cuek aja.
Maka kalau seorang merasa takut dengan
syirik, itu insyaallah tanda baik dalam
imannya. Karena Nabi Ibrahim Alaih Salam
takut, terjerumus dalam kesyirikan.
Kemudian juga di antaranya Nabi khawatir
syirik kecil menimpa para sahabat. Nanti
akan datang hadisnya Rasulullah
mengatakan, "Akuwafu ma aku alaikum
asyirkul asgar.
Yang paling aku khawatirkan menimpa
kalian wahai para sahabatku adalah
syirik kecil. Maka ditanya apa yang
maksud syirik kecil? Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam arriya. Jadi
Nabi mengkhawatirkan para sahabat. Para
sahabat siapa? Para sahabat. Orang-orang
alim
yang sudah terbukti keilmuan mereka,
sudah terbukti amal saleh mereka, sudah
terbukti perjuangan mereka. Itu saja
Nabi khawatirkan mereka tertimpa dengan
ria. Apalagi kita. Apalagi kita lebih
utama untuk dikhawatirkan.
lebih utama untuk dikhawatirkan. Namun
kenyataan yang terjadi para salaf
dahulu, jangankan para sahabat, para
salaf dahulu mereka takut dengan ria
sehingga mereka menyembunyikan amal
sebisa mungkin. Bahkan di antara mereka
marah kalau ketahuan amal salehnya oleh
orang lain karena takut syirik.
Sementara kita merasa aman, kita pamer
semua amalan seakan-akan tidak bakalan
ria.
Saya ulangi para salaf dahulu, amal
mereka banyak.
Amal mereka banyak, itu pun mereka
sembunyikan, mereka takut riak. Kalau
sekarang amalnya sedikit, pamer semua,
tidak takut riak.
Itu bedanya antara kita dengan para
salaf seperti beda tipis. Tinggal
dibalik aja
yang dibalik ya. 11 12 enggak?
Enggak. Oleh karenanya
saya katakan tadi orang yang detail
dengan tawi dia pasti takut dengan
namanya ri dia tahu bahaya syirik. Maka
kalau Nabi saja mengkhawatirkan riak
kepada para sahabat, apalagi kita
harusnya kita takut. Kemudian yang
terakhir mungkin saya sempuhkan yang
saya sebutkan, syirik menghalangi dari
memperoleh keutamaan tauhid. Kita sudah
bahas pada pertemuan lalu tentang
keutamaan tauhid ya. Diampuni, mau surga
tanpa hisab, mau surga tanpa mampir di
neraka jahanam. Diberi keamanan pada
hari kiamat kelak dapat syafaat paling
banyak dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam. bisa beri syafaat kepada orang
lain. Banyak keutamaan tauhid. Gara-gara
syirik buyar semua. Gara-gara syirik
buyar buyar semua. Di antara orang tidak
berbuat syirik dapat bonus ampunan tiap
Senin dengan Kamis. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Tuftahu abwabul jannah
fi kulli yaumilnain wal khamis fayugfaru
likulli abdin la yusyriku billahi sa."
Maka dibuka pintu surga setiap hari
Senin hari Kamis dan diberi bonus
ampunan kepada orang yang hamba tidak
berbuat syirik sama sekali.
Tidak berbuat syirik banyak
keutamaannya.
Banyak keutamaannya. Di antaranya masuk
surga tanpa mampir neraka. Kalau hebat
lagi masuk surga tanpa hi hisab. Nah,
kalau seorang terjun syirik itu bisa
hilang, keutamaan itu bisa hilang. Maka
itu sangat disayangkan.
Maka dari sini seorang tidak merasa aman
dari bahaya syirik. Dia harus selalu
waspada. Dia tidak bisa mengontrol
dirinya ya. Kapan dia ujub? Tiba-tiba
dia ujub. Tiba-tiba dia ri ya. Tiba-tiba
dia tidak bertawakal kepada Allah.
Bertawakal kepada sebab itu syirik
kecil. Tahu-tahu dia berobat bukan lagi
kepada Allah. Ini dokter ini, ini kalau
dokter ini sembuh sembuh. Dia bilang
insyaallah tapi hatinya semua kepada dok
dokter itu sudah syirik kecil tawakal
kepada sebab bukan lagi kepada Allah.
Betapa banyak orang seperti itu. Lupa.
Seakan-akan kalau dia di PHK dia tidak
bakal dapat rezeki lagi. Saya katakan
rezeki dari bosnya dia tawakal kepada
sebab bukan kepada Allah subhanahu wa
taala. Itu percikan-percikan
cipratan-cipratan riya,
cipratan-cipratan syirik kecil yang
mungkin tidak kita sadari.
Makanya di antara cerita yang
menakjubkan ada seorang yang selalu di
saf pertama salat. Tiba-tiba dia
terlambat dia datang ke saf 3. Ketika
saf 3 dia merasa malu sama manusia.
Baru dia sadar ternyata selama ini saf
pertama jangan-jangan ri. Harusnya kalau
dia terlambat di saf ketiga dia malu
sama Allah bukan sama malu sama manu
manusia. Ternyata dia sadar lah ternyata
selama ini saya di saf pertama ingin
dipuji. Buktinya ketika saya terlambat
di saf ketiga, malunya bukan kepada
Allah tapi kepada manu manusia. Kenapa?
Ngapain malu sama manusia? Berarti
selama ini dia mencari tholabul manzila
fi qulubinas. Ber selama ini dia mencari
kedudukan di hati manu manusia.
Maksudnya kalau orang detail dengan
taahid dia waspada. Dia waspada. Dia
pasti takut dengan namanya syirik.
Inilah di antara sebab-sebab kenapa
Syekh Muhammad Abdul Wahab rahimahullah
membuat ba bab babun alkhaufu minasyirk.
Bab takut syirik.
Dan ini ciri-ciri para shihin. Mereka
takut dengan kesyirikan.
Mereka waspada dengan syirik. Tidak
menganggap remeh dosa dosa syirik. Nah,
kalau kita sudah takut dengan syirik,
tahu akan bahayanya syirik, tentu kita
akan berusaha mengenali bentuk-bentuk
syirik secara detail yang nanti akan
dibahas pada bab-bab berikutnya. Ya,
saya menab kalau enggak salah setelah
ini masih ada bab dakwah kepada tauhid,
bab tafsir tauhid. Setelah itu bab
keetujuh. Jadi bab 56 masih tentang
tauhid. Bab keetujuh dia mulai masuk
pada jenis-jenis syirik seperti jimat
yang lain-lain mulai dia masuk.
Tapi ini sebagai pengantar. Kalau orang
takut dengan syirik, maka dia berusaha
mengenali jenis-jenis kesyirikan secara
detail untuk dia hindari.
Tayib. Kita lanjut. Ee ini sudah paham
ya? Insyaallah kita lanjut ya.
Definisi syirik. Syirik apa definisi
syirik? Syirik secara bahasa diambil
dari alisyraq. Al-isyraq ee adalah
menyekutukan syarakah, syarikah,
persekutuan. Kita ngerti? Ya
sudah kalau sudah kamu jangan syirik.
Kalau kita jangan syirik maksudnya
jangan hasad. Jadi syirik beda dengan
versi bahasa Indonesia. Kalau syirik
bahasa Indonesia jelas ya. Jangan jangan
hasad jangan jelas ya.
Jelas
eh jalous apa?
Jealous.
Jealous. Bagaimana bernya?
Jealous.
Jadi itu syirik versi kita. Tapi yang
dimaksud syirik sini maksudnya
mempersekutukan. Seperti kita dalam
syarikah syarakah al-Isyraq ini sama
maknanya ya. Ini maknanya
mensekutukan, menduakan, menigakan,
mengempatkan, namanya mensekutukan.
Dan dari kalimat syirik makanya katakan
syirik asyirku billah mensyirikan,
mensekutukan Allah dengan selain Allah
subhanahu wa taala. Dari kalimat sendiri
al-isyraq atau syirik menunjukkan orang
yang berbuat syirik itu dia beribadah
kepada Allah, tapi dia beribadah juga
kepada selain Allah. Bukan dia tidak
beribadah kepada Allah. Musyrikin itu
adalah yang menduakan Allah,
mensekutukan Allah. Disebutkan oleh
San'ani dalam kitabnya ee apa namanya?
Ee menjelaskan tentang makna ee syirik.
Tentang makna syirik ya.
ee apa namanya? ee Tathirul Iktikad.
Judulnya kitabnya Tathirul Iktikad. Ya,
maka itu yang kenyataan kita lihat
bahwasanya orang musyrikin Arab dahulu
mereka menyembah Allah tapi mereka juga
menyembah selain Allah. Mereka juga
tawaf, mereka juga haji,
mereka juga umrah, mereka juga bernazar
kepada Allah, tapi nazar juga kepada
selain Allah. Ya,
mereka mengirim hewan untuk disembelih
di Mina, tapi mereka juga nyembelih
kepada berhala. Ya, mereka juga ee
bernazar untuk ee seperti Umar bin
Khattab ketika masih musyrik, dia pernah
bernazar untuk iktikaf di Masjidil
Haram. Dia tanya, "Rasulullah, bagaimana
saya pernah bernazar kepada Allah waktu
masih musyrik?" Kata Nabi, "Aufi badrik.
Tunaikan nazarmu." Jadi mereka nyembah
Allah, tapi juga nyembah selain selain
Allah. Itu namanya syirik.
Tidak seperti persangkaan banyak orang
menyangka syirik itu keluar dari Islam.
Gak. Tidak mengenal Allah. Tidak. Syirik
itu mengenal Allah. Bahkan menyembah
Allah tapi menyembah juga selain Allah.
Itu namanya syirik. Kalimat syirik itu
sudah menunjukkan hal tersebut. Karena
makna syirik artinya menyekutukan.
Menyekutukan Allah dengan selain Allah.
Kalau dia tidak menyembah Allah berarti
tidak menyekutukan Allah.
Ateis secara bahasa tidak dikatakan
musyrik. ateis diliatkan musyrik karena
dia tidak mengakui Tuhan secara
lafalnya. Mungkin hati dia mengakui tapi
secara lafalnya dia bilang Tuhan tidak
ada. Orang sein tidak dikatakan musyrik
dikatakan mulhid.
Kalau musyrik itu dia ngakui Allah tapi
dia juga ngaku selain Allah. Dia sembah
Allah tapi juga menyembah selain Allah.
Makanya Allah mengatakan
yarju liqbihi
falyamal amalan shha wala yusrik
biibadatibihi
ahada. Maka jangan beribadah kepada
Allah dan juga dengan selain Allah.
Jangan sekutukan ibadah kepada Allah
dengan selain Allah. Allah berfirman,
wad'u maallahi ilahan akhar. Perhatikan.
Waman yadu maallahi ilahan ak burhana
lahu bihi.
Ya, kata Allah Subhanahu wa taala
tentang orang berbuat syirik dan siapa
yang berdoa bersama Allah Tuhan yang
lain. Berarti dia berdoa kepada Allah
sekaligus dia berdoa kepada selain
Allah. Allah menggunakan kata maa wadu
maallahi ilahan akhar. Berarti dia
berdoa kepada Allah tapi dia berdoa
kepada selain Allah.
Makanya ada orang mungkin di masjid
berdoa minta ke kuburan juga sama
berdoa.
Ada orang nyembelih ketika Idul Adha
tapi nyembelih juga kepada Nyiroro
Kidul. Sama
ini dia syirik. Berarti dia beribadah
kepada Allah dan juga beribadah kepada
selain Allah. Tib. Itulah makna definisi
syirik. Makanya kalau kita salat kita
selalu
mengikrarkan iyaka na'bud.
I kan nak buud itu artinya hanya kepada
engkaulah kami beribadah. Kalau kita
bilang na'buduka, bedanya iyaka naabud
sama na'buduka. Kalau nak buuduka, jadi
sekedar buat lebih paham aja
kita. Ada dua dalam Al-Qur'an apa? Iya
ka na'bud. Iyaka
na'budu ini kepadamu,
kepada engkau na'budu kami beribadah.
Kami beribadah.
Kelihatan enggak?
Kelihatan
ya? Iyaka na'bud. Ee dalam bahasa Arab
juga asalnya adalah SOP. Subjek predikat
apa? Objek. Subjek predikat objek. ya
subjek ee pelaku predikat perbuatan
verbanya objek apa objeknya maf'ul
bihnya. Di sini kalau kita bilang
na'buduka beda ini sekarang ada satu
ini yang kedua kalau dua kalau kita baca
na'buduka na'buduka artinya kami
menyembahmu. Kami beribadah kepadamu.
Kepadamu.
Kalau kita bilang nabuduka kami
beribadah kepadamu dan ini SPO.
Maka ini tidak memberi pembatasan. Tidak
memberi pembatasan.
Maksudnya apa? Bisa jadi kita menyembah
Allah dan juga kita menyembah kepada
selain Allah. Iya enggak? Kami menyembah
Engkau ya Allah tapi tidak menafikan
kita menyembah kepada selain Allah. Maka
Allah rubah. Allah tidak bilang
na'buduk. Tapi Allah mengatakan iyaka
na'bud. Iyaka na'bud itu objeknya
dimajukan. Objeknya dimajukan sebelum SP
dimajukan seperti ini. Jadi objek dulu
baru subjek predikat. Ini objek baru
subjek apa? Predikat. Objek dulu ini
dari kanan ke kiri objek dulu baru
subjek predikat. Ketika objek
didahulukan sebelum subjek predikat
dalam bahasa Arab menunjukkan hasr
pembatasan. Kalau ini artinya
hanya ada hanya
kepadamulah kami beribadah.
Paham ibu-ibu? Paham tidak? Jadi kalau
kita bilang iyaka, iyaka itu engkau.
Hanya kepada engkau kami beribadah.
Dalam bahasa Arab bukan artinya kepada
Engkau kami beribadah. Harus ditambah
dengan hanya kepada Engkaulah kami
beribadah. Kenapa? Kalau kami beribadah
kepada Engkau dan juga kepada selain
Engkau namanya musy musyrik.
Itulah makanya selalu kita ikrar iyaka
na'bud yaitu hanya kepada Engkaulah kami
beribadah. Kami beribadah tidak mencari
perhatian orang, tidak mencari pengakuan
orang. Makanya kata Ibnu Taimiyah, siapa
yang mewujudkan, memurnikan iyaka
na'bud, dia tidak akan ria. Dia akan
selamat dari ria
dia tahu dia beribadah hanya untuk
mencari wajah Allah, bukan wajah
manusia.
Bukan mencari pengakuan manusia.
Tayib. Itu makna syirik.
Perhatikan sini. Sekarang kita sebutkan
dalil tentang makna syirik, yaitu
mengambil tandingan bagi Allah. Allah
berfirman, "Fala tajalu lillahi andada."
Dan janganlah kalian menjadikan
tandingan-tandingan bagi Allah. Wa antum
tamlamun.
Itu dalam surat Albaqarah. Ya
ayyuhanasudakumulladzi
khalaqakum walladina minqoblikum
la'allakum tattaquun.
Alladzi ja'alakumul ardu firas.
Ee lihat silakan buka surah Albaqarah
ayat 21 sampai 20 2 ya. Ayat 21 sampai
22. Albaqarah
datang dari pertama alif lam mim
dalalikal kitabu. Tidak ada perintah.
Perintah pertama
yang turun dalam surah Albaqarah adalah
perintah ber tauhid dan tidak berbuat
apa? Syirik. Sebelumnya cerita orang
munafik, orang beriman, orang kafir,
orang munafik. Setelah itu baru Allah
masuk pada perintah pertama. Saya
bacakan. Ya ayyuhanasudubakumulladzi
khalaqakum walladina minqlikum laakum
tattaquun. Wahai orang yang beriman,
sembahlah Rabb kalian yang telah
menciptakan kalian dan juga menciptakan
nenek moyang kalian agar kalian
bertakwa. Kemudian Allah sebutkan
tentang Allah. Alladzi jaalaakumul ard
firas yang telah menjadikan bumi
hamparan bagi kalian. Bisa kalian
tinggalin ya wasama binaah. Dan
menjadikan langit sebagai ee apa
namanya? bangunan yang tinggi, yang
kokoh, yang menjadi apa namanya atap
bagi kalian. Wa anzala minasama maan.
Dan kami turunkan dari langit air hujan.
Faakja bihi minamar rizqakum. Dengan air
hujan tersebut kami tumbuh-tumbuhkan
buah-buahan untuk kalian. Setelah itu
Allah tutup, fala tajalu lillahi andada
wa antumamun. Kalau begitu jangan ambil
tandingan-tandingan bagi Allah sementara
kalian mengetahui. Buka tafsir ayat ini.
Semua ahli tafsir mengatakan maksudnya,
"Kalian sudah tahu wahai kaum musyrikin
Arab, Allah yang menciptakan kalian.
Allah menciptakan nenek moyang kalian.
Allah menciptakan bumi, menghamparkan
bumi. Allah tinggikan langit. Allah
turunkan hujan. Allah tumbuhkan
untumbuhan buat kalian. Kalau kalian
sudah tahu begitu, jangan ambil
tandingan bagi Allah itu. Jangan
beribadah kepada selain Allah, bersama
Allah." Itu maksudnya.
Tandingan berarti apa? Mensekutukan.
Beribadah pada Allah, beribadah juga
kepada selain Allah. Kenapa demikian?
Karena yang memberi kalian segala
kenikmatan hanya Allah semata. Maka dia
saja yang berhak untuk diibadahi.
Kecuali Tuhan-tuhan lain juga ikut
menciptakan, ikut menurunkan hujan,
ikut menciptakan kalian. Maka kalau dia
ikut menciptakan, dia juga diibadahi.
Tapi ketika yang menciptakan kalian
hanya Allah, yang menciptakan bumi hanya
Allah, yang menciptakan langit hanya
Allah, yang menurunkan hujan hanya
Allah, yang menumbuhkan tumbuhan hanya
Allah, maka cuma Dia yang berhak
diibadahi. Maka jangan ambil
tandingan-tandingan bagi Allah untuk
kalian sembah selain Allah. Itu sangat
tidak logis. Sangat tidak logis. Saya
bilang, "Kalau ada yang menciptakan saya
dua zat, Allah dan yang lain, saya akan
sembah dua-duanya." Karena yang
menciptakan saya dua zat. Tapi yang
menciptakan saya cuma Allah. Maka
bagaimana kemudian disembah selain
Allah? Maka di sini ada kalimat andadan.
Andadan tandingan. Nah, datang dalam
satu hadis ketika ada seorang memuji
Nabi dengan berkata, "Masyaallahu
wasi'ta ya Rasulullah karena kehendak
Allah dan kehendakmu." Karena kehendak
Allah dan kehendakmu. Di sini Rasulullah
larang. Rasulullah marah. Karena
menggandingkan kehendak Allah dengan
kehendak Nabi adalah kurang beradab
kepada Allah. Ya. Maka Rasulullah
mengatakan, "Aja lillahi niddan."
Apakah kau menjadikan
ee aku tandingan bagi Allah sampai kau
bilang masyaallah wasyaa Muhammad atas
kehendak Allah dan kehendak Muhammad.
Qul masyaallahu wahdah. Katakanlah atas
kehendak Allah semata. Jangan bilang
karena kehendak Allah dan karena
Muhammad gak boleh. Rasulullah larang.
Rasulullah mengatakan ajaillahi dan kau
ingin jadikan aku tandingan bagi Allah.
Gimana saya mau jadikan bagi Allah? Saya
makhluk. Dalam riwayat yang lain kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Ajaltan lillahi idlan." Kau jadikan aku
penyeimbang bagi Allah. Idlan, dua,
idle. Idle itu apa? Kalau ee misalnya
kita angkat e ambil kurma, taruh dua
keranjang di himar, di dongki. Apa
namanya? Keledai. Bukan kedelai kan?
Keledai.
Kita taruh keledai dua keranjang. Itu
namanya idlan. Harus seimbang supaya
keledainya bisa berjalan dengan tenang.
Maka sebelah sini 5 kilo, sini juga 5
kilo. 10 kilo, sini juga 10 kilo. Itu
namanya idle-idle. Maka Rasulullah
berkata, "Apa kau ingin menjadikan aku
penyimbang bagi Allah seakan-akan aku
seimbang setara dengan Allah sehingga
kau mengatakan atas kehendak Allah dan
atas kehendakmu wahai Rasulullah?"
Rasulullah larang.
Itu namanya ni menjadi tandingan bagi
Allah. Maka dalam hadis yang lain ketika
Rasulullah sahu alaihi wasallam ditanya
tentang dosa paling besar kata Rasulull
sahu alaihi wasallam anajala lillahi
niddan wahua khalaqak engkau mengambil
tandingan bagi Allah yaitu kau beribadah
kepada dia dan beribadah kepada Allah
padahal yangciptakan engkau hanyalah
Allah
padahal yang ciptakan engkau hanyalah
Allah inilah sebab kenapa syirik dosa
paling besar
kalau kacamata manusia dosa paling besar
terkait dengan kezaliman membunuh
merampa merampok, menyiksa, durhaka.
Tapi tidak, dosa paling besar terkait
dengan hak Allah. Karena Allah yang
menciptakan kita hanya Dia yang berhak
untuk disembah dan kita diciptakan untuk
beribadah kepada Dia. Tujuan kita ini
diciptakan apa? Wama khalaqtul jinna wal
insa illa liya'budun. Tujuan kau
diciptakan untuk beribadah kepada Allah,
ternyata kau justru bukan beribadahnya
kepada Allah. Kau melenceng justru kau
beribadah kepada selain Allah. Maka ini
dosa paling paling besar. Dosa paling
paling besar. Allah yang menciptakan kau
sendirian kemudian engkau juga menyembah
kepada selain Allah. Maka makna syirik
secara terminologi secara istilah
ittikadun niddi ma Allah mengambil
tandingan bagi Allah bersama Allah ya
bagi Allah ya mengambil tandingan bagi
Allah bersama Allah dan ada lafal-lafal
yang mirip annid al-idl almitl asyabih
ini semua terlarang bagi Allah subhanahu
wa taala.
Nah, secara istilah
ada seb ulama menyimpulkan syirik itu
adalah taswiyatu girillah
billah fima hua min khasaisillah.
Menyamakan selain Allah dengan Allah
pada perkara-perkara yang merupakan
kekhususan Allah. Itu namanya syirik.
Syirik menyamakan selain Allah,
menyamakan makhluk dengan Allah pada
perkara-perkara yang merupakan
kekhususan apa? Allah. Khusus Allah
banyak.
Mencianya kekhususan Allah. Ada yang
bilang ada yang cipta selain Allah
syirik. Mengatur alam semesta itu
kekhususan Allah. Ada yang bilang
ada yang ikut atur alam semesta maka dia
syirik.
Seperti siapa? Katanya Nyero Kidul atur
pantai selatan. Syirik enggak ada. Allah
enggak pernah kasih mandat hak otonomi
buat Nyioro Kidul. Enggak ada. Enggak
ada. Ada yang bilang wali kutub mengatur
wilayah kita dari mana? Enggak ada wali
kutub ngatur wilayah-wilayah. Enggak.
Semua yang ngatur siapa?
Allah. Kecuali ada dalilnya. Seperti
ketika Allah ngirim malaikat gunung
suruh diperintah Nabi. Mana dalilnya?
Gak ada. Gak ada. Meyakini ada yang
mengatur selain Allah, maka syi
syirik enggak boleh. Karena mengatur
alam semesta adalah keistimewaan siapa?
Allah. Dan di antara yang paling
penting, yang paling penting hak utama
Allah adalah hanya Dia yang berhak
diibadahi.
Hanya Dia yang ibadah. Kalau ada
seorang menyamakan makhluk dengan Allah
dari sisi sama-sama diibadahi, boleh
diibadahi, maka dia telah terumus dalam
syirik. Ini makna syirik secara umum.
Sederhana. Kenapa orang ke dukun percaya
dukun mengetahui ilmu gaib dikatakan
syirik?
Karena yang tahu ilmu gaib itulah
kekhususan siapa? Allah. Karena
mengetahui ilmu gaib kekhususan siapa?
Allah. Kalau dia bilang ada yang tahu
masa depan selain Allah, maka dia
syirik. Berarti dia mensekutukan dukun
dengan Allah dalam satu tidak harus
dalam segala urusan, dalam segala
perkara, dalam satu urusan Allah saja
dikatakan musyrik. Paham atau tidak?
Bukan saya bilang saya musyrik. Saya
mensekutukan Allah itu syirik harus
menyatakan ini Tuhan seperti Allah.
Persis gak? Tapi kapan kita menganggap
makhluk sama dengan Allah? pada satu
kekhususan saja maka itu sudah dikatakan
musyrik atau dikatakan syirik. Contoh,
seorang yang mengatakan dukun tahu masa
depan, maka dia telah terjerumus dalam
syirik. Kenapa, Bapak-bapak dan Ibu-ibu?
Karena yang tahu masa depan cuma siapa?
Allah. Ketika dia menyamakan dukun
dengan Allah, berarti dia mensekutukan
Allah dengan du dukun. Berarti dia
syirik.
Ini definisi syirik yang mencakup
seluruh model kesyirikan, yaitu
menyamakan makhluk dengan Allah pada
perkara-perkara yang merupakan
kekhususan Allah Subhanahu wa taala.
Terkait dengan rububiyahnya, terkait
dengan uluhiyahnya, terkait dengan asma
sifatnya.
Nanti kita bahas ee minggu depan tentang
macam-macam syirik secara global. Syirik
besar, syirik kecil terkait rubiyah,
uluhiyah insyaallah. Tapi inilah
definisi yang terpilih. Kapan kita
menyamakan makhluk dengan Allah pada
suatu keistimewaan Allah, maka kita
telah mensekutukan Allah Subhanahu wa
taala. Adapun kalau bukan kekhususan
Allah enggak jadi masalah. Kita bilang
Allah wujud, kita juga wujud. Apa apa
masalahnya? Ini bukan Allah. Wujud bukan
Allah. Kita bilang Allah berilmu, kita
juga berilmu. Bukan syirik. Tapi kalau
kita bilang ilmu kita sama ilmu Allah,
itu baru si syirik.
Makanya ketika ada seorang memuji Nabi
dengan berkata, "Wa inunnya
di antara kedermawananmu engkau wahai
Rasulullah adalah dunia dan akhirat."
Itu dunia dan surga semuanya adalah
kedermawanan Muhammad. Wamin ulumika dan
di antara ilmumu wahai Muhammad adalah
ilmu lauhil mahfuz.
Coba ini dia puji Nabi. Seandainya
diganti dengan Allah, "Ya Allah, di
antara kedermawanan Engkau adalah surga
dan dengan dunia dan sur surga. Dan di
antara ilmumu, ya Allah adalah ilmu
lauhil mahfud." Benar atau tidak?
Benar. Tapi masalahnya dia pasang bukan
Allah, dia pasang na
nabi. Ini masalah. Jangankan ilmu lauhil
mahfud ketika nabi sedang di dipuji.
Wafina nabiyun yalamu maad. Di antara di
tengah-tengah kami ada seorang nabi yang
tahu apa yang terjadi besok. Maka
Rasulullah tegur. Rasulullah tegur.
Jangan katakanlah pujian-pujian
sebelumnya. Jangan katakan yang tidak
benar. Rasulullah tegur. Kata Aisyah
kalau tidak salah, man zaama Muhammad
yalamu ma faqad iftar alallahi
apa namanya? Eh iftiraanima
ya firyah adzimah. Siapa yang mengatakan
Rasulullah tahu apa yang terjadi besok,
dia telah berdusta nama Allah dengan
dosa yang besar. Yang tahu
hari esok cuma siapa?
Allah.
Satu jiwa pun tidak ada yang tahu apa
yang dikerjakan besok besok hari. Yang
tahu hanya Allah Subhanahu wa taala.
Katakanlah, tidak ada yang tahu di
langit maupun di bumi tentang algib
kecuali siapa? Allah. Ini definisi
syirik. Insyaallah sudah paham? Paham.
Dan ini mencakup segala model
kesyirikan. Tib. Ada jenis syirik kedua
yang disebut oleh Ibnu Qayyim dalam
kitabnya Aljawabul Kahfi ya atau disebut
oleh ulama yang lain. Sebaliknya
menyamakan Allah dengan makhluk ini
merendahkan Allah. Kalau ada yang
menyamakan Allah dengan makhluk berarti
ini mungkin tidak terjadi. Tapi dia
menyamakan Tuhan dengan apa? Makhluk.
Berarti apa? Menurunkan derajat apa?
Derajat Allah.
Seperti apa? Seperti sederhana
mengatakan bahwasanya Allah
menetap masuk dalam jasad seseorang.
Halla Allah menetap pada diri seseorang
masuk. Seperti sebagian sufi mengatakan
w fi jubba illallah. Tidak ada di balik
jubah kecuali Allah. Allah adalah saya.
Saya adalah apa? Allah. Ini sebagian
sufi yang ngacau ya. Dia bilang
bahwasanya dia adalah Allah adalah apa?
Di
Tib. Kalau dia bilang Allah seperti dia
berarti Allah turun derajat. Enggak
turun derajat sampai butuh dia untuk
ditempati oleh Allah. Ini namanya
menyamakan Allah dengan makhluk. Ini mau
dibilang syirik ya apa, tapi ini ngacau
ya. Tapi ini tidak boleh karena
menurunkan derajat Allah sampai dengan
derajat makhluk. Maka ini juga
terlarang. Maka ini juga ter terlar ter
terlar terlarang.
Tayib. Ee sudah dulu ya. Sudah cukup.
Cukup ya. Sudahlah ya. Cukup aja.
Sekarang tanya jawab ya. Jangan
banyak-banyak nanti enggak paham.
Bab demikian saja. Ya sudah kajian kita
insyaallah ee kita lanjutkan lagi pada
pertemuan berikut. Jangan lupa untuk
belajar murajaah alilmu bil murajaah. Di
antara perkataan para ulama, ilmu itu
dengan mengulang-ulang. Demikian
wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:17:08 UTC
Categories
Manage