Transcript
L16D3pihbI8 • Syarah Kitab Arbain #2: Islam, Iman dan Ihsan - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2591_L16D3pihbI8.txt
Kind: captions Language: id Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahunih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan bahasan kita hadis yang kedua tentang Islam, iman dan ihsan. Tafadal. Bismillahi wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wa mawalah waman tabiahum bisihsanin ila yaumiddini wa baad. Qalal muallifu rahimahullahu taala maratibuddin al islamu wal imanu wal ihsan al haditusani anar radhiallahu aidan qala bainama nahnu julusun rasulillahi shallallahu alaihi wasall yaumin thaulunadidu bayadidu la yur alaihiarfr Kata Umar bin Khattab radhiallahu anhu, "Tatkala kami sedang duduk di sisi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam suatu hari, tiba-tiba muncul seorang yang syadidu bayad yang bajunya sangat putih. Syadidu sawad sya'ar dan rambutnya sangat hitam. Laur alaiiarfar tidak terlihat padanya bekas safar dan min ah seorang pun tidak mengenalnya. Orang ini aneh ya. Kalau dia musafir tentu kita tidak mengenalnya yaitu orang luar kota datang kepada Nabi. Tentu pakaiannya tidak akan putih tapi tercampur dengan debu. Tentu rambutnya tidak akan sangat hitam karena juga semerawut atau tercampur dengan debu. Apalagi zaman dahulu namanya orang bersafar pasti ada bekas safar. Tetapi orang ini enggak ada bekas safar sama sekali. Kalau dia tidak bekas safar berarti orang kompleks ini ya. Akamsi ya. Nah, kompleks ini. Tapi ternyata juga kami tidak ada yang kenal. Maka ini aneh ya. Maka ini aneh. Terus. Hatta jalasa ilan Nabi shallallahu alaihi wasallam faasnada rukbatai ila rukbatai. Kemudian setelah itu dia langsung menuju kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Lantas dia menyandarkan kedua lututnya ke kedua lutut Nabi sallallahu alaihi wasallam dan dia meletakkan kedua ee telapak tangannya di atas paha dia ya. Dan ini menunjukkan dia sedang ee dalam kondisi ee haiah thalibil ilm. Seorang yang sedang menuntut ilmu dengan tawadu di hadapan sang guru. Yaitu dengan ee berduduk seperti duduk iftirasy ya. Kemudian lututnya disandarkan kepada lutut Nabi, mendekat kepada Nabi yaitu murid mendekat kepada guru. Kemudian dia meletakkan kedua telapak tangannya di atas pahanya dia sehingga dengan penuh tawadu di hadapan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Waqala, "Ya Muhammad akhbirniil Islam." alaihi wasamallah wa muhammadarasulullahujalaihibila qq faajibna faajibna lahu yasalu kemudian Orang ini setelah duduk bersimpuh di hadapan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kemudian dia bertanya. Cumaannya dia mengatakan ya Muhammad. Dia pakai nama ya Muhammad. Biasanya kalau orang-orang tidak ada yang panggil nama langsung kecuali Arab Badui. Orang pasti mengatakan ya Rasulullah ya Nabiallah. Tapi orang yang berkata, "Ya Muhammad, wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang Islam." Maka Rasulull sahu alaihi wasallam menjawab. Dia tanya Rasulullah menjawab. Rasulullah menjelaskan, "Islam adalah engkau bersaksi, bersyahadah, tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah. Engkau menegakkan salat, engkau membayar zakat, engkau berpuasa Ramadan, engkau berhaji jika kau mampu." Yaitu Rasulullah menyebutkan rukun Islam yang lima. Qala shodqta, kata orang ini yang bertanya, "Benar engkau." Umar berkata, "Faajibna lahu." "Kami heran dengan orang ini." Dia yang nanya, tapi dia yang membenarkan. Dia yang nanya apa itu Islam? Terus Rasulullah jawab kata dia, "Benar engkau." Maka kami pun heran. Lanjut. Qakbir iman qina billahi waikatihi wautubihiuli yaumil akirmqiri qq. Kemudian dia bertanya lagi, "Wahai kabarkanlah kepadaku tentang iman." Maka Rasulullah menjawab, "Iman adalah engkau beriman kepada Allah, kepada malaikatnya, kepada kitab-kitabnya, kepada para rasulnya, kepada hari akhirat dan engkau beriman kepada takdir Allah baik maupun yang buruk." Itu Rasulullah menyebutkan rukun iman yang enam. Maka orang ini berkata, "Benar engkau." Q faakbirniil ihsan q anudlaha kaakau faillam takun tarahu fnahu yar. Q faakbir qilab [Musik] yaar Muslim. Maka kemudian setelah Rasulullah jawab tentang iman, dia bertanya lagi, "Kabarkanlah kepadaku tentang ihsan." Maka Rasulullah menjawab, "Ihsan itu engkau beribadah kepada Allah seakan-akan kau melihat Allah. Jika kau tidak mampu, maka sesungguhnya Allah melihatmu." Dia bertanya lagi, "Kabarkan kepadaku tentang kapan hari kiamat?" Rasulullah menjawab, "Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya." Dia bertanya lagi, "Kalau gitu kabarkan kepadaku tentang tanda-tanda hari kiamat." Rasul menjawab, "Seorang budak wanita melahirkan tuannya, majikan wanitanya. Budak wanita melahirkan majikan wanitanya. Dan engkau melihat seorang yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian, miskin, penggembala kambing. Tiba-tiba mereka meninggikan bangunan, berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan. Kemudian orang itu pun pergi. Aku pun terdiam. Kemudian Rasulullah berkata kepadaku, "Wahai Umar, tahukah kamu tadi siapa yang bertanya?" Aku mengatakan Allah dan Rasul lebih mengetahui. Maka Rasulullah menjelaskan, "Sesungguhnya itu adalah Jibril. Dia datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian." Hadis ini riwayat al Imam Muslim dalam sahihnya. Kalau hadis pertama, innamal amalu bin niyat adalah hadis nomor satu dalam sahih Bukhari. Kalau hadis ini adalah hadis nomor satu dalam Sahih Muslim. Hadis pertama dalam Sahih Muslim. Dan hadis ini dikenal dengan ummus sunah disebut oleh Qurtubi dan juga disebutkan oleh Ibnqiql Iid. Ummus Sunah induknya sunah. Ini mirip seperti Al-Fatihah disebut dengan ummul Quran, induknya Al-Qur'an. Kenapa disebut ummul Quran Al-Fatihah? Karena seakan-akan surat setelahnya dari surah Albaqarah sampai surah an-Nas adalah syarah dari kandungan surah al-Fatihah. Maka demikian pula kalau kita kumpulkan seluruh hadis ribuan hadis, semua ribuan hadis tersebut kita bisa indukkan kepada hadis ini. Maka dikenang dengan ummus sunah. Karena semua hadis yang dibahas, disampaikan oleh Nabi paling berbicara tentang Islam atau iman atau ihsan. Karena agama itu adalah Islam, iman, dan ihsan. Tib ee ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Maka sebelum kita menyampaikan tentang ee apa namanya konten dari hadis ini, ada sebab munculnya hadis ini atau disampaikannya hadis ini. Sebabnya adalah ketika muncul kelompok ahlul bidah di Basrah yang dikenal dengan Qadariah. Qadariah itu ee disebut Qadariah maksudnya pengingkar takdir. Pengingkar takdir ya. Bukan disebut qadari karena dia menetapkan takdir, tidak. Tetapi dia qadariah karena menolak apa? Tak takdir. Dan qadariah ada dua. Qadariah ada dua, ya. Qadariah ada dua. Yang pertama disebut dengan ee gulat alqadariyah atau qadiratul gulat. Ini yang ekstrm. Qodariah ekstrem. Kemudian yang kedua adalah al-qadariyah. Yang kenal sekarang Al-Qadariyah almuktazilah. Qadariah Muktazilah yang biasa yang Muktazilah. Syiah rafidah juga demikian. Adapun kalau dari ekstremity mereka mengatakan Allah tidak tahu apa yang akan terjadi. Akan terjadi. Allah hanya tahu setelah terjadi. Hanya tahu setelah terjadi. Maka mereka mengingkari ilmullah asabiq. di sini mengingkari ilmullah asabiq. Ilmu Allah yang mendahului yang di lauhil mahfud ya yang Allah catat. Jadi sebenarnya kalau sebelum Allah menciptakan sesuatu kan Allah mentakdirkan dan Allah merencanakan. Kemudian Allah tulis di lauhil mahfud kata mereka gak ada. Allah tidak ada mentakdirkan dulu, mencatat dulu, mengetahui dulu. Tapi Allah ciptakan. Nanti apa yang terjadi baru Allah tahu. Makanya mereka menamakan alamru unuf, yaitu perkara langsung terjadi tanpa didahului dengan perencanaan. Yaitu perkara-perkara terjadi tanpa tanpa planning, tanpa perencanaan. Perencanaan itulah yang disebut dalam istilah kita dengan takdir. Yaitu tanpa tak takdir. Ini orang-orang ini hukumnya kafir. Mereka ini apa? ka kafir karena menolak ilmu Allah subhanahu wa taala maka disebut dengan gulat yaitu ekstrem ekstrem qadariah. Kemudian muncul qadariah belakangan disebut qadar muktazilah yaitu mereka hanya menyatakan bahwa ee af'alullah giriru makhluk af'alul makhluk af'alul ibad giriru makhluqah. bahwasanya perbuatan hamba, perbuatan-perbuatan hamba bukan ciptaan Allah, bukan ciptaan Allah, bukan makhluk. Ah, mereka ini tidak dikafirkan. Ini tidak kafir, tapi mereka hanya ahlul bidah, tidak dikafirkan. Kenapa? Karena tidak menolak ilmu Allah. Karena masih menetapkan menetapkan ilmu Allah sabit. Ini bedanya. Tapi mereka terjerumus dalam bidah. Nah, bidah qadariah ini akan kita bahas karena seharusnya selain Allah kalau Allah alhamdulillahi rabbil alamin. Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta. Apa itu alalamin? Alalamin itu semua makhluk. Apa itu makhluk? Semua ghairullah itu makhluk. Selain Allah itu pasti makhluk. Nah, kita manusia makhluk. Semua perbuatan kita makhluk. Ucapan kita makhluk, perbuatan kita makhluk. Harusnya demikian. Maka semua yang selain Allah adalah makhluk. Maka di antara semua yang selain Allah adalah makhluk adalah perbuatan hamba. Perbuatan hamba ini juga merupakan makhluk. Ini diingkari oleh qadariah Muktazilah dengan dalil-dalil mereka, dengan logika mereka. Tentunya bukan saatnya kita bahas sekarang. Saya hanya menyampaikan kepada ikhwan dan akhwat bahwasanya ee ada dua qadariah. Qadariah yang muncul awal kali, pertama kali muncul qadar yang ekstrem di zaman Ibnu Umar radhiallahu taala anhu. Dan ini disebutkan dalam Sahih Muslim sebab kenapa Ibnu Umar menukil dari bapaknya Umar bin Khattab tentang hadis Jibril ini. Dari Yahya binmar, dia berkata, "Sesungguhnya yang pertama kala takdir itu menolak takdir adalah di Basrah itu di Iraq namanya Ma'bad Aljuhani." Namanya Ma'bad Juhani. Oleh karenanya Yahya bin Ma'mar ingin bertanya kepada sahabat yang masih hidup. Kata dia, "Saya pun pergi bersama Humaid bin Abdurrahman Al-Himyari. Dua orang, dua orang tabiin. Kami pun pergi berhaji atau umrah. Lalu kami berkata, "Seandainya kami sempat bertemu dengan salah seorang dari sahabat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Lalu kami akan bertanya tentang perkataan mereka ini, akidah mereka ini bagaimana." Alhamdulillah Allah memberikan taufik kepada kami sehingga kami bertemu dengan Ibnu Umar yaitu Abdullah bin Umar. Dia sedang masuk masjid. Maka kami pun apa namanya? Faktanaftuhu ana itu kami mengepungnya satu sebelah kanan, satu sebelah kiri. Ya. Kemudian aku menyangka sahabatku akan membiarkan aku yang berbicara. Maka aku pun sebagai jubirnya juru bicara. Maka aku berkata, "Wahai Abu Abdurrahman, wahai Ibnu Umar, telah muncul di dari sisi kami sekelompok orang mereka baca Al-Qur'an dan mereka mendalami ilmu." Lalu dia sebutkan tentang bagaimana orang-orang tersebut. Waahum yazumuna alaqadar. Namun mereka saking berdalam-dalam tentang ilmu, mereka menyangka tidak ada takdir. Waal am unuf. bahwasanya segala perkara terjadi tanpa planning dulu dari Allah Subhanahu wa taala. Ini maksudnya kelompok Ma'alul Juhani. Maka apa kata Ibnu Umar? Faidza laqita ulaik. Kalau kau bertemu lagi dengan mereka faakbirhumni bariun minhum. Sampaikan kepada kelompok tersebut sungguhnya aku berlepas diri dari mereka dan mereka berlepas diri dariku. Wallzi yahu bihi Abdullah bin Umar. Demi Allah yang Ibnu Umar bersumpah dengannya. Seandainya salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhudu. Kemudian dia infakkan masa sebesar gunung Uhud tersebut Allah tidak akan terima. Hatta ymina bilqadar sampai dia beriman kepada takdir. Haddasani Abi Umar bin Khattab. Baru kemudian dia menyebutkan hadis Jibril ini yang di mana dalam hadis Jibril tersebut ketika Rasulullah bertanya faakbirniil iman kabarkanlah kepadaku tentang iman. Maka Rasulullah berkata di antaranya bilqari kau beriman bahwasanya segala yang terjadi baik maupun yang buruk semua adalah dengan takdir Allah. Nah, orang-orang ini mereka menolak. Kenapa mereka menolak bahwasanya perbuatan bahwasanya Allah ee punya ilmu tentang semua yang akan terjadi? Karena mereka enggak mungkin Allah menghendaki suatu keburukan sehingga mereka mengatakan ini terjadi tanpa sepengetahuan Allah. Semua terjadi tanpa planing Allah. Maka mereka hukumnya kafir karena mereka menolak ilmullahi asabiq. Maka Ibnu Umar berkata, "Seandainya mereka punya emas sebesar gunung Uhud diinfakkan, tidak akan diterima karena mereka kafir. Baru diterima kalau mereka beriman kepada takdir." Ini asbabul wurud atau apa? Sebab kenapa bukan asbabul wurud, tapi sebab kenapa Ibnu Umar menyampaikan hadis dari ayahnya Umar bin Khattab yang dikenal dengan hadis Jibril karena muncul bidah yang namanya bidah qadariyah. Dan bidah sudah muncul sejak zaman para sahabat. Dan bidah yang pertama kali muncul adalah Khawarij. Kemudian disusuli oleh orang Syiah. Kemudian ee Alqadariyah. Kemudian muncul ee Muktazilah Wasil bin Atha. Kemudian muncul bidah-bidah yang lain, Jahmiyah dan seterusnya ya dan seterusnya. Dan itu sudah muncul sejak zaman para sahabat. Bab sekarang kita masuk kepada ee konten dari hadis. Sebelum kita sampai hadis, di sini ee ada beberapa adab yang bisa kita ambil. Yang pertama, ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala ya, beberapa faedah ya, faedah-faedah adabiah, ya terkait adab. Ini kita belum masuk kontennya ya, terkait adab yang pertama ya. Adab seorang penuntut ilmu. Adab penuntut ilmu kepada guru. Kepada guru. Yaitu dengan apa? Merendah tawadu. Merendah dan tawadu. Ya. Bagaimana Jibril Alaihi Salam sedang menjelma sebagai seorang Arab Badui. Kemudian duduk dengan di hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan bersimpuh meletakkan kedua tangannya dengan penuh sopan santun. Kemudian berbicara kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yang kedua, memakai pakaian yang rapi. Memakai pakaian yang rapi. Yang rapi. Baik guru maupun murid. Guru maupun murid. Kalau murid dalilnya apa? Dalilnya karena Jibril datang dalam bentuk orang yang berpakaian syadidu e bayad waadidu sawadi sa'ar. Yaitu baju yang putih, baju putih bersih, putih bersih. Kemudian rambut hitam maksudnya rapi. Rambut rapi hitam menunjukkan seorang menuntut ilmu di antaranya dia berpakaian yang baik. Kemudian adapun guru, kenapa disebut guru? Karena Jibril Alaih Salam meskipun dia sedang berlagak sebagai seorang murid, dia juga seorang guru. Makanya Rasul sahu alaih wasallam di akhir hadis mengatakan, "H jibrilu yuallimukum dinakum." Jibril datang untuk mengajarkan kepada kalian agama kalian. Maka Jibril juga sama sebagai guru, dia juga berpakaian yang ee yang rapi. Dan ini menunjukkan tentang ee apa namanya? perhatian terhadap majelismajelis ilmu. Seorang berusaha rapi yang baik ya kemudian datang sehingga serius. Karena kita tahu bahwasanya kondisi yang segar kemudian bersih itu memotivasi seorang untuk serius dalam nuntut nuntut ilmu. Serius dalam nuntut nuntut ilmu. Sebisa mungkin ya kita tahu banyak juga yang ee tidak bisa rapi karena kondisi dan situasi tapi selama bisa rapi, bisa datang dengan baik maka hendaknya dia lakukan. Kemudian yang ketiga ya, adab di antaranya dekatnya dekatnya penuntut ilmu dengan gurunya. Ilmu dengan gurunya. Ya, bagaimana Jibril Alaih Salam ee dekat dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. bersimpul di hadapan Nabi. Dan di antara ee adab tadi yang sudah disebut pertama adalah tawadu. Seorang murid tawadu di hadapan gurunya. Sampai ketika Musa Alaih Salam menuntut ilmu kepada Khadir dan kita tahu semua ulama sepakat bahwasanya Musa lebih utama daripada Khadir. Musa di antara ulul azmi minar rasul. Dan disebutkan dalam Al-Qur'an banyak sekali cerita Musa. Khadir cuma sekali disebutin ya. Dan eh Musa lebih mulia daripada Khadir. Namun dalam kondisi ini Musa sedang menuntut ilmu kepada Khadir yang Musa tidak tahu. Maka Musa alaihi salam merendahkan dirinya. Hal attabiuka alaimani mimmaim rusda. Maka Musa berkata, "Wahai Khadir, bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan aku dari ilmumu?" Dia tidak perintah, "W, saya mau belajaru." Dia bilang, "Bolehkah aku mengikutimu?" Ini Musa dia lebih berilmu daripada Khadir. Dia lebih dekat dengan Allah daripada Khadir. Tapi ketika dia sekarang statusnya sebagai penuntut ilmu, maka dia tawadu di hadapan gurunya. Karena dia yang nuntut ilmu kepada Khadir. Makanya ilmu itu tidak diraih, kata Ibnu Abbas, oleh orang yang mustahil dan mustakbir, oleh orang yang pemalu dan orang yang sombong. Ya, kalau sombong mungkin dia enggak akan diajari oleh gurunya. Seorang kalau butuh ilmu dia tunjukkan dia beradab di hadapan guru. Di antaranya karena sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu. Ilmu ini sedang ada pada orang ini. Maka saya tawadu di hadapannya karena dia sedang berilmu. Jangankan kita, bahkan malaikat tawadu kepada orang pencari ilmu. Wa inal malaikata ajataha. Ya sungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya buat apa? Ridbil ilmibilmi bima yasna. Karena rida kepada penuntut ilmu tentang apa yang dia lakukan. Penuntut ilmu. Malaikat saya tawadu di hadapan penuntut ilmu. Maka di antara adab jangan sombong di hadapan guru tapi bertawadu. Meskipun mungkin kita punya ilmu yang guru kita tidak tahu tapi kita sekarang status sebagai penuntut ilmu. Maka hendaknya kita tawadu. Kemudian di antaranya adab juga terkait ya ingat ibu-ibu maksudnya kalau kita jadi guru atau murid nuntut pakai baju yang bagus tapi bukan bukan bersolek berlebihan ya bukan bukan bersolek berlebihan itu yang rap yang yang menunjukkan pakaian penuntut ilmu ya putih bersih bukan pakaian bersaleh ya bukan pakaian artis kita pakai buat pengajian gak maksudnya pakaian yang menunjukkan adab, kesopanan ketika nuntut ilmu. Tib yang keempat ee sabarnya guru terhadap murid. Nah, di sini Jibril Alaih Salam sedang menjelma menjadi seorang Arab Badui. Makanya dia panggil ya Muhammad. Dia sebut nama ya Muhammad. Padahal kita tahu dalam di antara di antara adab kata Allah, "La taj'alu dua arasuli bainakumai ba'dikum ba'd." Janganlah kalian memanggil Rasulullah ya di antara kalian seperti memanggil satu di antara kalian itu kita panggil nama langsung. Tapi kalau Rasulullah harus dipanggil ya Rasulullah, ya Nabi Allah ya. Tidak panggil nama ya Muhammad. Nah, orang ini manggil Nabi dengan nama ya Muhammad dan Rasulullah sabar. Oleh karenanya bisa jadi seorang guru mendapati sikap murid yang ee kurang sopan, maka hendaknya dia bersabar karena tujuan dia adalah untuk mendakwahi sang murid. Ya. Kemudian di antaranya bahwasanya di antara adab yang ke berapa ini? Yang ke kelima. Bertanya bertanya adalah ibadah. Perhatikan nih. Bertanya itu adalah ibadah. Allah berfirman, "Apa dalilnya ibadah?" Kata Allah, "Fas'alu ahlikri inuntum la tlamun." Bertanyalah. Allah perintah. Berarti bertanya adalah perintah. Maka seorang ketika bertanya dia berusaha menghandirkan dirinya. dia sedang beribadah sehingga kalau dia bertanya maka dia akan mendapatkan pahala. Bukan cuma guru yang menjawab dapat pahala, murid yang bertanya juga akan dapat apa? Pahala. Oleh karenanya pertanyaan itu bisa kalau tidak benar bisa timbulkan fitnah. Betapa banyak pertanyaan bikin fitnah, bikin ribut di antara kaum muslimin, bikin gontok-gontokan. Ya, oleh karenanya pertanyaan ada dua. Perhatikan pertanyaan ada dua. Yang pertama yang baik. Yang kedua adalah yang yang buruk. Di antara bentuk pertanyaan yang baik adalah benar-benar untuk mencari tahu. Benar-benar untuk mencari tahu. Ikhlas karena Allah bukan karena riya. Yang kedua misalnya untuk memberi faedah kepada penanya murid yang lain untuk memberi faedah kepada murid-murid yang lain meskipun dia pun tahu jawabannya seperti yang terjadi pada kisah ini murid-murid yang lain. Jibril Alaih Salam dia sudah tahu jawabannya tapi dia tanya Nabi sallallahu alaihi wasallam supaya didengar oleh para sahabat yang lain. Makanya Nabi berkata di akhir, "Hibrilu atakum yuallimukum dinakum." Ini Jibril datang untuk mengajar kalian, tapi dia ngajari kalian dengan bentuk perta pertanyaan. Kita boleh untuk beri faedah tanya, "Ustaz, bagaimana hukum ini?" Karena yang lain pada tidak tahu. Maka ustaz pun menjawab, "Kita niat baik." Niat niat baik. Ya, oleh karenanya, betapa banyak orang bertanya pahalanya luar biasa. Perhatikan orang Arab Budui banyak tanya kepada Nabi, tapi pertanyaan mereka polos. Benar-benar mereka pengin tahu. Akhirnya jawaban Nabi jadi hadis banyak. Seperti seorang Bad Arab Badui mengatakan fanada. Dia berteriak ee kaifa shaulil? Bagaimana salat malam? Rasulullah jawab salatul lail matna masna. Itu yang tanya orang Arab Badui. Salat malam itu dua rakaat. Dua rakaat. Faid khya ahadukum subha falyusolli wahidatan tutiruahu maq sha. Kalau seorang khawatir segera terbit fajar maka witirlah satu rakaat. Itu pertanyaan orang Arab Badui. Subhanallah. Ternyata sampai sekarang kita bahas dan dia juga dapat pahala karena dia bertanya kepada Nabi dengan pertanyaan yang benar-benar Paulos pengin tahu jawaban. Demikian juga misalnya seorang bertanya, "Ya Rasulullah, ausini berilah wasiat kepadaku." Kata Rasulullah, "La taqdab." Subhanallah. Sampai sekarang kita dapat faedah, "Jangan marah. La taqdab wala jannah. Jangan kau marah, mak kau masuk sur surga." Tahu tahu enggak, Ibu-ibu? Hadis ini apa tadi? La taqdab wakal jannah. Jangan marah, jangan suka ngomel ibu-ibu ya. Kalau masuk surga jangan suka ngomel. Kemudian lihatlah ee ketika ada Arab Badui bertanya, "Ya Rasulullah, mata saah Rasulullah, kapan hari kiamat?" Dan dia bertanya bukan karena iseng-iseng, enggak. Memang dia pengin tahu hari kiamat kapan. Maka Rasulullah balik bertanya sama dia, "Ya wadalah karena Rasulullah tidak tahu kepada hari kiamat." Kata Rasulullah, "Apa yang kau siapkan untuk hari kiamat?" Maka dia menjawab, aku tidak mempersiapkan diriku bertemu hari kiamat dengan banyak salat. Aku salat tapi tidak banyak, aku sedekah tapi tidak banyak, aku puasa tapi tidak banyak. Dia polos. Akan tapi aku cinta kepada Allah dan rasulnya. Maka Rasul mengatakan, "Anta ma ahbabta." Kau akan bersama dengan orang yang kau cintai. Subhanallah. Ini faedah ternyata buat luar biasa sampai sekarang. Sampai kata Anas, "Aku tidak mendapati karunia dalam setelah Islam." Maarial muslimun maarial muslimun. "Tidaklah kaum muslimin bergembira ba'dal Islam setelah nikmat Islam seperti mereka mengetahui sabda Nabi, "Almaru ahab." Seorang akan dikumpulkan bersama dengan siapa yang dia cintai. Ini kabar gembira. uhib nabi wa abu bakrin wa umar wa akuna maahum bihubbi iyahum waamal bali maka aku cinta kepada nabi aku cinta kepada abu kata anas aku cinta kepada umar dan aku berharap bisa dikumpulkan bersama mereka meskipun aku tidak bisa beramal seperti mereka jadi maksud saya kalau orang bertanya tulus dia sedang beribadah bukan cuma yang menjawab dapat pahala yang bertanya juga dapat pahala lihatlah Ibnu Taimiyah rahimahullah betapa Banyak risalah yang dia tulis gara-gara pertanyaan risalah tadmuriyah. Kenapa dia tulis untuk ahli tadmur? Ada yang bertanya risalah marrakisiyah sama siapa yang ada yang bertanya dari Marqis dari di daerah maghrib. Kemudian ada yang bertanya akidah wasitiah. Kenapa ada ahli wasit? Ada seorang penduduk negeri wasit bertanya sama beliau. Beliau tulis risalah akidah al-Aqidah alwasitiyah sekarang betapa banyak manfaatnya. Dan Majmu Fatawa itu kebanyakan pertanyaan. Bagaimana pendapat Anda yang mulia? Begini. Imam Ibn Taimiyah jawab-jawab sampai dikumpulkan sekarang 36 jilid. Itu semua dari pertanyaan. Jadi kalau seorang bertanya dengan tulus maka dia akan dapat pahala. Ada model pertanyaan yang buruk ya. Di antaranya untuk ngetes-ngetes aja. Ngetes ustaz. Dia enggak tahu. Cuma dia bosok ngetes ustaz. Ini apa faedahnya dia ngetes? Kalau kalau tidak tahu sudah ustaz punya kekurangannya buat apa ya? Dak tahu kalau ustaz berilmu ya tanya. Kalau enggak ya enggak usah tanya untuk ribat ustaz dia tunjukkan bahwasanya dia pandai. Dia tanya ustaz bagaimana begini dalam buku ini, dalam buku ini, dalam buku ini, dalam buku ini. Wah, orang terpesona ini. Orang bacaannya banyak sekali. Ternyata dia bertanya untuk ri untuk menunjukkan dia banyak baca. yaitu misalnya dia banyak literasi dia tunjukkan sehingga orang dengar terpesona dalam buku ini pendapat ini mazhab ini, mazhab ini, mazhab ini dalam buku ini. Woh, bagaimana menurut ustaz? Uh, ini orang atau untuk misalnya untuk pansos apa pansos itu apa? Numpang beken. Tanya sama ustaz kemudian ustaz jawab kemudian dia diskusi. Jadi siapa ini terkenal numpang bek? Numpang apa? Beken ya? atau dengan niat lain ya tadi untuk misalnya menjatuhkan ustaz niat-niat buruk niat-niat buruk untuk memecah belah dan ini banyak terjadi pertanyaan untuk memecah belah syekh bagaimana hukum begini dia tahu ada temannya begitu dia pertanyaan tidak sempurna kemudian syekhnya menjawab atau ustaznya menjawab tanpa mendengar informasi yang lengkap dari dua belah pihak akhirnya timbul keributan, timbul perpecahan ini semua pertanyaan niat-niat buruk. Oleh karena seorang harus tahu bahwasanya bertanya adalah ibadah maka hendaknya dia bertanya dengan dengan baik. Tayib kita masuk pada pembahasan. Maka dalam hadis ini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ee didatangi Jibril dan Jibril Alaih Salam bertanya tentang tiga hal secara umum yang dikenal dengan maratibuddin. Ya, maratibuddin yaitu tingkatan tingkatan agama. Maka yang pertama ee maratubiddin yang pertama adalah al-Islam. Al Islam. Islam ini ditafsirkan oleh Nabi dengan rukun is rukun Islam ya. Lima rukun Islam. Apa saja Ibu-ibu? Sudah hafal belum? Satu apa? Syahadtainatain. Syahadatain. Yang kedua apa? Salat. Yang ketiga zakat. Yang keempat puasa Ramadan. Yang kelima haji bagi yang mampu haji. Setelah itu ee Rasulullah ditanya lagi. Maka beliau ditanya tentang iman. Maka beliau menjawab tentang iman. Aliman. Iman. Maka Rasulullah menjawab dengan enam rukun I iman. Yaitu iman kepada Allah. Pada Allah. Terus apa? Pada malaikat. Malaikat-malaikatnya. Kemudian apa? Kitab-kitabnya. Kemudian para rasul. para rasul. Kemudian yang kelima, hari akhir. Yang keenam apa? Tak takdir. Qadar. Rukun rukun iman. Perhatikan kalau kita perhatikan di sini, aliman dan Islam disebutkan dalam satu konteks. Kalau disebut dalam satu konteks, dalam satu konteks, maka rukun Islam ini terkait dengan amalan zahir. Amal-amal zahir. Adapun rukun iman ini terkait dengan amal-amal ba amal-amal batin. Amal-amal batin. Sehingga saya sempat lihat di situ kalau kita gambarkan Islam ibarat atau agama ini ibarat pohon. Kalau kita ibaratkan apa namanya agama itu ibarat pohon. Jika jika agama atau iman ibarat pohon, maka kita bisa bagi seaknya ini adalah tanah. Maka rukun iman tuh di bawah semuanya ada enam ya. Iman kepada Allah ini akarnya iman kepada Al. Kemudian ada enam ya satu. Ya, dua ya, satu dua ya tiga misalnya ya. Iman kepada Allah kemudian kepada apa? Malaikat kepada kitab rasul kemudian apa? Rasul kemudian apa? hari akhir kemudian takdir. Nah, adapun yang di atas ibarat pohon yang kelihatan zahir ibarat pohon kemudian ada cabang-cabangnya ya misalnya gini. Maka ini adalah syahadatain. Ini rukun pertama, rukun kedua, rukun ketiga, rukun keempat, rukun keelima, kemudian baru daunnya. Ya. Ya, ini gampangnya. Maka iman terkait dengan hal-hal yang tidak kelihatan. Adapun Islam terkait dengan hal-hal yang zahir ya. Tetapi kita tahu bahwasanya yang zahir itu tumpuannya adalah yang bagian mana? Bagian bawah. Bagian bawah. Setelah itu baru kemudian Rasulullah ditanya tentang ihsan. Yang ketiga, al-ihsan. Ali-ihsan itu apa? Maka Rasulullah menyebutkan dua tingkatan. Anbudallaha kaanaka tarahu. Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat Allah. Faillam takun tarahu fainnahu yaro. Kalau kau tidak melihat Allah maka yakinlah Allah meli melihatmu. Maka ihsan itu kondisi dalam menjalankan iman dan Islam. Maka al-ihsan adalah kondisi seseorang dalam menjalankan ibadah. Ibadah iman atau ihsan. Ihsan atau Islam atau iman. Islam atau i iman. Maka seorang dalam menjalankan Islam atau iman ya maka dia meyakini bahwasanya Allah sedang melihatnya atau dia meyakini dia sedang melihat Allah subhanahu wa taala. Ini gambaran maka disebut dengan maratibuddin. Karena Islam, iman, dan ihsan adalah tingkatan-tingkatan agama. Nah, dari sini kalau kita mau kita mau buat ee himpunan, paham Ibu-ibu ini? kita buat himpunan, maka kita bisa bikin himpunan misalnya yang paling besar disebut dengan alislam. Kemudian di dalamnya ada namanya aliman. Aliman. Di dalamnya lagi ada al ihsan. Al-ihsan. Orang yang Islam belum tentu iman. Orang iman belum tentu ihsan. Jadi ini derajat yang paling tinggi. Derajat yang paling tinggi. Karena orang yang Islam berarti dia masih perhatian kepada zahirnya kurang terhadap batinnya. Ya, untuk mencapai derajat iman dia harus perhatian sama batin juga. Makanya Allah mengatakan dalam Al-Qur'an qatilu amanna qulam tumminu wakin qulu aslamna. Ya, berkata orang Arab Badu dalam surat Al-Hujurat, orang Arab berkata, "Kami sudah beriman." Maka Allah mengatakan, "Lam tumminu, kalian belum beriman." Walakin qulu aslama. Tapi katakanlah kalian masih Islam. Walamma yadulil imanu fiubikum. Iman belum masuk dalam hati kalian. Perhatikan iman. E walam yadkil imanu fi qulubikum fi qulubikum. Ini dalil-dalil dalil-dalil bahwa bahwa derajat iman lebih tinggi dari apa? Is Islam. Ini di antaranya kata Allah membantah orang-orang Badui yang mengatakan mengaku beriman. Kata Allah walakinlu aslamna kalian baru masuk Islam. Walamma yadil imanu fi qulubikum. Iman kalian belum masuk dalam hati. Ini di antara dalil bahwasanya iman lebih tinggi daripada Islam. Ya, demikian dalam firman Allah Subhanahu wa taala. minal mukminin fiha bait minal muslimin. Dalam surat eh azzariyat kata Allah subhanahu wa taala, "Faakhrojna manana fiha minal mukminin." Fama wajna fiha giriro baitin minal muslimin. Perhatikan ini cerita kaum Nabi Luth yang diselamatkan. Ketika Allah turunkan azab kepada kaum Nabi Luth, Allah berkata, perhatikan. Faakrajna manana fiha minal mukminin. Maka kami selamatkan dari negeri tersebut dari kalangan kaum mukminin. Siapa? Nabi Luth dan dua putrinya. Selamat. Fama wajna fiha girir baiti minal muslimin. Yang kami dapati di kampung tersebut ada hanya satu rumah. Satu rumah rumahnya kaum muslimin. Kenapa Allah bedakan mukminin dengan muslimin? Kata para ulama, karena yang selamat benar-benar orang beriman, adapun pemilik rumah ada istrinya Nabi Luth. Dan zahir dia, dia munafik. Dia menampakkan keislaman di hadapan siapa? Nabi Nabi Luth. Sehingga dia seakan-akan minal muslimah, tetapi dia bukan minal muslimah. Karena rumah itu yang tempati adalah orang mukmin, orang muslim. Maka Allah membuat standar paling rendah. Kata Allah, "Fama wajadina fiha girro baitin minal muslimin." Kami tidak dapati rumah yang selamat kecuali rumahnya apa? Kaum muslimin. Maksudnya Nabi Nuh, Nabi Luth dan putrinya dan istrinya. Tapi yang selamat cuma yang beriman. Ini dalil bahwasanya beda antara mukmin dengan muslim. Demikian juga ketika dalam hadis ketika ee Rasulullah ee Rasulullah memuji Amr bin Ash kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Aslamas waana Amr bin Ash." Subhanallah orang-orang Islam. Adapun Amr bin Ash iman berarti Amr bin Ash memiliki kedudukan yang spesial. Karena Rasulullah berkata aslamanas orang-orang Islam. Adapun Amr bin Ash, iman wa amana Amr bin As. Demikian juga dalam hadis Saad bin Abi Waqqas radhiallahu taala anhu ketika Rasulullah membagi pemberian kepada orang-orang, ada satu orang yang tidak dibagi. Kata Rasulullah, kata Saad bin Abi Waqqas, "Ya Rasulullah, kau berikan kepada orang-orang sementara kau tidak beri kepada si fulan. Wa inni laarahu mukminan." Padahal menurutku dia seorang mukmin. Kata Nabi, "A musliman." Bilang muslim. Dia bilang, "Ya Rasulullah, saya lihat dia seorang mukmin." Kata Nabi, "Muslim." Bilang, "Muslim sampai tiga kali atau dua kali." Kenapa? Karena Amr bin Ash sedang berbicara. Kalau bilang dia beriman, berarti Amr bin ee Sa'ad bin Abi Waqqas sedang berbicara tentang hati. Maka Rasulullah bilang, "Jangan nilai hatinya, nilai dulu zahirnya." Maka Rasulullah berkata, "Awa musliman atau muslim." Ini dalil bahwasanya beda antara iman dengan Islam. Tayib. Ya. Jadi dalilnya tadi di antaranya perkataan Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Aslamas wa amana Amr bin Ash." Kemudian juga tadi kata Saad bin Abi Waqqas, "Inni arahu mukminan." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "A musliman." Kata Abdul bin Ass, "Kenapa kau tidak kasih sedekah kepada orang itu? Padahal menurut saya dia beriman." Kata Nabi, "Ucapkan saja muslim." Kenapa? Nabi mengajarin untuk nilai zahirnya saja dulu. Nilai zahirnya dulu. Karena kalau mukmin ini berarti nilai ha nilai hati. Sementara nilai hati tidak ada yang tahu kecuali siapa? Allah. Maka Rasulullah ajarkan bilang aja atau muslim dia orang baik atau muslim. Demikian juga doa ketika kita mendoakan orang dalam salat jenazah. Allahumma man ahyaitahu minna faahyihi alal is islam. Ya Allah, siapa yang Kau hidupkan di antara kami, maka hidupkanlah di atas Islam dan siapa yang Kau wafatkan di antara kami mewafatkan di atas iman. Kenapa? Kalau wafat amal zahir enggak bisa dibawa, tapi iman bisa dibawa. Maka di sini dibedakan antara Islam dengan iman. Secara umum ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala bahwasanya Islam terkait dengan zahir, iman terkait dengan batin, ihsan adalah kondisi yang tinggi ketika sedang berislam dan beriman. Akan tetapi perhatikan ini hukum asal bahwasanya ini semua Islam dan iman dibedakan. Ini jika Islam dan iman disebutkan dalam satu konteks. Dalam satu konteks. Disebut satu konteks. Maka iman terkait dengan batin. Islam terkait apa? Zahir. Ibu-ibu sabar ya. Belajar ya jangan ngelamun. Ya. Tetapi jika iman dan Islam disebutkan secara bersendirian, Islam to atau iman th, kalau disebut Islam tha atau iman tha, maka Islamnya iman, imannya Islam. Ini dalam kaidah bahasa Arab disebutkan dua lafal-lafal. Perhatikan lafal-lafal yang jika disebutkan bareng, disebutkan berbarengan. Maka berbeda maknanya. Berbeda maknanya. Namun jika disebut satu saja, Namun jika disebut satu saja, salah satunya saja, maka maknanya mencakup yang kedua, maka maknanya mencakup yang lainnya. Ya, ini dalam istilah disebut idza dua lafal idza ijtamaa iftarqo waidza iftaraqo ijtamaa. Contoh lafal seperti apa? Miskin, ka miskin dan fakir. Fakir kalau disebutkan berbarengan maka fakir lebih parah daripada miskin. Innamaqatu lil fuqar wal masakin. Sungguhnya sedekah buat para fakir, buat para miskin. Fakir apa? Fakir yang penghasilannya tidak mencukupi setengah keperluannya. Adapun miskin yang penghasilannya lebih dari setengah keperluannya. Artinya kalau ada orang kebutuhan R juta per bulan, ternyata penghasilan cuma R1 juta, fakir atau miskin, Ibu-ibu? Dia punya kebutuhan R juta sebulan, ternyata gajinya cuma sejuta. Fakir atau miskin? Fakir. Karena tidak memenuhi setengah dari kebutuhannya. Demikian juga kalau dia cuma Rp1.500 fakir. Tapi kalau penghasilannya Rp3 juta sementara kebutuhannya R juta, fakir atau miskin? Miskin. Karena miskin itu adalah penghasilannya lebih dari setengah kebutuhannya tapi belum mencapai keper keperluan. Tapi kalau disebutkan salah satu saja ya miskin ya fakir. Ini orang miskin ya entah miskin entah fakir. Artinya orang fakir. Fakir kalau disebut satu lafaz saja fakir sama dengan miskin. Miskin sama dengan fakir. Tapi kalau digabungkan keduanya maka berbeda. Contoh lagi yang kedua, albir wat taqwa. Takwa dan albir ini kalau digabungkan albir terkait kebajikan, attaqwa terkait dengan meninggalkan maksiat kalau digabungkan. Seperti Allah berfirman, "Wata taawanu alal birri wat taqwa." Taring tolong-menolong dalam kebajikan-ketakwaan. Maksudnya tolong-menolong dalam melakukan kebajikan, tolong-menolong dalam meninggalkan kemaksiatan. Tapi kalau hanya disebut bir saja atau takwa saja, bir sama dengan takwa. Contoh, wallahu yuhibbul muttaqin. Allah mencintai orang yang bertakwa. Maksudnya apa? Yang meninggalkan maksiat melakukan kebajikan. Sehingga takwa mencakup bir karena yang disebut cuma takwa doang. Sama kalau disebut albir saja juga mencakup takwa. Laisal birra anwallu wujuhakum. Laisal biru magrib wakinal birana billah. Ya. Dan seterusnya biru dan seterusnya. Ini albir mencakup takwa. Takwa mencakup bir. Jadi kalau disebut salah satunya sama dengan, kalau disebut bareng-bareng berbeda. Di antaranya adalah Islam dan iman. Islam dan apa? Iman. Coba contoh yang dipisah. Contoh tadi kita sebutkan yang dipisah disebutkan salah satunya saja. Salah satunya. Contoh ya. Banyak ini yang ini banyak. Contoh misalnya doa Nabi Nabi Yusuf alaihi salam. Tawaffani musliman wa alhiqni bisolihin. Tib. Wafatkan aku dalam kondisi muslim. Muslim sini maknanya amalan zahir atau mencakup iman? Mencakup karena cuma disebut muslim doang. Ya beda kalau Nabi Yusuf berkata, "Tawa musliman mukminan." Baru kita tafsirkan. Muslim amal zahir, mukmin amal batin. Tapi ketika disebutkan salah satunya berarti ya Islam ya iman, Muslim ya mu mukmin. Paham ya? Misalnya Allah ee berfirman ya. Ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumusam tib. Ini amanu ini mencakup Islam atau iman juga atau iman doang? iman ya Islam dua-duanya karena disebut cuma masalah i iman. Paham ibu-ibu? Mukmin ya muslim. Muslim ya mukmin. Contoh lagi ee apa namanya? Misalnya Allah berfirman, "Innaddina al Islam." Tiib. Islam sini mencakup iman atau tidak mencakup iman? Memang terima cuma amalan zahir, amalan batin Allah tidak terima. Dua-duanya Allah terima. Ini maksud saya ini kaidah dalam ee syariat. Jika dua kata disebutkan berbarengan dalam satu konteks, maka maknanya beda. Tapi kalau disebut salah satunya mencakup yang lain. Mudah-mudahan Ibu-ibu paham. Paham, Ibu-ibu. Alhamdulillah. Yang telahamkan Ibu-ibu, ya. Baik. Sekarang kita bahas tentang ihsan. Ibu-ibu ini penting. Ihsan dan ini yang sangat urgen dalam kehidupan kita sehari-hari. al-ihsan. Jadi dengan demikian, Ibu-ibu, kita jangan hanya memperhatikan amalan zahir doang, kita juga perhatikan amalan batin. Jadi belajar bukan cuma fikih wudu, fikih salat, fikih haji, belajar juga akidah. Iman kepada Allah, iman kepada itu adalah pondasi. Sangat penting kita belajar akidah. Jangan dianggap remeh. Karena akidah ini pondasi luar biasa. Kalau pondasinya kuat, maka pahala amal zahirnya lebih tinggi. Dulu para sahabat kenapa amal mereka pahalanya banyak dibandingkan orang belakangan? Karena iman mereka tinggi. Sampai Rasulullah mengatakan, "Ya la anna ahadakum anfqla uhudinahaban maag mudhaifahu wifahu." Kalau salah seorang di infak emas besar gunung Uhud tidak akan sama dengan infak sahabat meskipun hanya satu genggam, dua genggam gandum atau setengah gandam. Apa yang membedakan? Karena iman sahabat sangat tinggi. Kuatnya iman mempengaruhi kualitas ibadah. Kuatnya iman mempengaruhi kualitas apa? Ibadah. Jadi benar kita belajar amal zahir penting. Salat, zakat, puasa, haji itu penting. Tetapi jangan lupa untuk belajar akidah, masalah ke keimanan. Tib. Di antara yang menjadikan suatu amal berkualitas adalah ihsan. Ihsan tadi dua ting dua tingkatan. Tingkatan yang pertama anbudallah kaarahu. Ibadah kepada Allah seperti melihat Allah seperti melihat Allah. Perhatikan di sini Rasulullah menggunakan kata kalimat seperti karena memang tidak mungkin melihat Allah. Selama masih hidup tidak akan bisa lihat Allah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Taamu annakumakum hatta tamutu." Ketahuilah, kalian tidak akan bisa melihat Allah sampai kalian ma mati. Nabi Musa melihat Allah tidak bisa. Dia pun pingsan. Falamma tajalla rbuhu lil jabali ja'alah dakka w Musaqo. Tatkala Allah bertajalli memperlihatkan dirinya lewat gunung. Gunung pun hancur, Musa pun pingsan. Tidak mampu. Kenapa? Tubuh kita enggak kuat. Kita lihat matahari aja enggak kuat. Lihat orang ngelas aja kita enggak kuat. Lihat malaikat enggak bisa. Lihat jin enggak bisa. Lihat Allah juga tidak mampu. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam sudah dekat dengan Allah ketika Isra Mikraj. Ditanya oleh Abu Dzar, "Hal roita rabbak?" "Apa kau lihat Allah?" Kata Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, "Nurun anna arahu gak bisa. Ada cahaya yang menghalangi. Bagaimana aku bisa lihat Allah Subhanahu wa taala?" Ya, bagaimana aku bisa melihat Allah subhanahu wa taala? Maka ini tingkatan pertama, ibadah kepada Allah seperti melihat Allah Subhanahu wa taala. Tapi tidak mungkin bisa melihat karena Nabi mengatakan seper seperti itu. Terus bagaimana Ustaz cara mewujudkan ini? Saya ingin sampai tingkatan pertama. Kalau tingkatan kedua insyaallah bisa. Kedua apa? Ibadah kepada Allah dengan yakin Allah sedang melihatmu. Beribadah dengan yakin Allah sedang melihatmu. Faam takun fainnahu yar. sedang melihatmu. Ini insyaallah lebih mudah. Ini disebut dengan muraqabatullah. Merasa diawasi oleh Allah. Senantiasa merasa diawasi. Ini ibadah yang agung. Tetapi bisakah kita sampai pada derajat yang pertama? Ini yang paling pertanyaan. Bisakah kita sampai derajat pertama? Bagaimana caranya aplikasinya? Aplikasi sederhana. Para ulama mengatakan itu dengan penglihatan hati. Penglihatan hati. menghadirkan seakan-akan di depan dia seakan-akan di hadapan Allah seakan-akan dia sedang di hadapan Allah di hadapan Allah subhanahu wa taala. Ya, kalau kita bayangkan kita sedang, kita bisa bayangkan saya sedang di hadapan seorang raja maka kita akan tunduk dan khusyuk. Apalagi kita di hadapan Rabbul alamin. Allah Subhanahu wa taala yang berada di atas arsy. Tetapi semua yang di bawahnya dalam genggamannya. Semua ubun-ubun makhluk di tangannya. Semua keputusan adalah di tangannya. Dia di atas tapi dia mengetahui seluruh apa yang ada di bawah. Peraturannya berlaku sampai seluruh yang ada di bawah seluruhnya. Aamintum man fisama ayaksif bikumul ard. Apa kalian merasa aman? Allah di atas kemudian kalian merasa aman. Kalian akan dibenamkan oleh Allah. Meskipun Allah di atas, Allah maha mengetahui segala segalanya. Maka dia hadirkan bahwasanya kekuasaan Allah luar biasa. Maka dia beribadah seakan-akan sedang melihat Allah Subhanahu wa taala. Sebagaimana ada yang mengatakan seperti seorang membayangkan dia di surga lantas dia melihat wajah Allah Subhanahu wa taala. Maka dia ketika melihat wajah Allah tentu dia akan sangat cinta kepada Allah, sangat takut kepada Allah, sangat berharap kepada Allah. Sehingga dia menghadirkan dalam batinnya sedang melaporkan dirinya di hadapan Rabbul Alamin. Maka itu membuat dia khusyuk. Ya, kita sedang melapor salat, sedang melapor kepada Allah, sedang berkeluhkusa, berhadapan dengan Allah. Tentu kita tidak akan bisa bayangkan zatnya karena tidak kita tidak tahu zat Allah. Tapi kita sedang membayangkan seakan-akan kita sedang di hadapan Allah. Itu bisa. Kalau kita seorang berusaha bahwasanya sedang di hadapan Allah, maka dia sedang berhadapan Allah, maka dia akan langsung otomatis khusyuk. Ini agak susah memang. Tetapi kalau dia tidak mampu ini, derajat yang kedua dia yakin Allah sedang melihat saya. Itu lebih bisa. bahwasanya Allah maha melihat, maha mendengar. Nah, siapa yang menjalankan ini, maka dia akan kualitas ibadahnya tinggi dan kalau dia bisa sertakan dalam kehidupannya sehari-hari, maka dia telah mencapai derajat Islam dia lewati, derajat iman dia lewati, tembus ke derajat ihsan. Dan hanya sedikit orang-orang yang muhsinun hanya sedikit. Makanya kenapa orang bisa memaafkan karena dia tahu orang Allah sedang melihat dia, Allah sedang mengawasinya. Kenapa dia bisa bersedekah dengan baik? Atau saya sedang bersedekah. Allah sedang melihat saya sehingga dia bisa melakukan itu semua. Kenapa dia tidak butuh riak? Ngapain saya riak? Sementara zat yang maha agung, yang maha mulia, kalau dia memuji maka itu terpuji. Kalau dia mencela itu yang tercela. Manusia enggak. Makanya ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dipanggil oleh Arab Badui, "Ya Muhammad, ukhruj ilaina. Wahai Muhammad, keluarlah ketemu kami. Sesungguhnya madhuna zainamunain. Kami ingin puji engkau Muhammad. Karena kalau kami memuji engkau akan mulia. Kalau kami cela engkau akan buruk. Kata Nabi. Nabi keluar kata Nabi, "Dzalikallah." Yang begitu hanya Allah yang begitu. Kalau muji pasti terpuji. Kalau buruk pasti mencela pasti tercela. Itu hanya Allah. Manusia orang baik dicela ternyata yang dicela baik. Ada orang dipuji-puji ternyata dia buruk. Itu manusia. Adapun Allah kalau Allah muji pasti terpuji. Kalau Allah cela pasti tercela. Maka ketika seorang menghadirkan dalam dirinya bahwasanya Allah sedang melihatnya, sedang mengawasinya, Allah sedang menilainya, dia tidak butuh dengan penilaian netizen. Dia tidak butuh dengan penilaian orang. Dia akan terhindar dari ria, dia tidak akan dia akan terhindar dari sumah. Kenapa dia tahu Allah sedang melihat saya? Sudah. W w taf'alu min khairin w tunfiqu min khairin ylamuhullah. Apa yang kau lakukan? Allah tahu. Selesai. Dia tahu Allah sedang melihatnya. maka kualitas ibadahnya tinggi. Dia melewati Islam, dia lewati iman, dia lewati, dia menembus sampai pada derajat ihsan. Dan ini butuh perjuangan sehingga melengkaplah derajat ihsan pada dalam di dirinya. Demikian ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Semoga Allah menjadikan kita semua hamba-hambanya yang mukminin dan muhsinin ya. Wallahu taala aam bisawab. Oh iya, ditegur masih ada yang hari kiamat. Ya sudah kita lanjut sebentar. Kemudian Rasulullah ditanya tentang hari kiamat. Faakbirni anisaah. Maka Rasulullah mengatakan, "Mal masulu minil." Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya. Dalam bahasa kita yang lain itu la adri. Itu maknanya apa? La la adri. Cuma Rasulullah ada include dia ingin mengatakan, "Bukan saya aja yang tidak tahu. Engkau yang bertanya pun juga tidak tahu." Padahal malaikat Jibril sangat dekat dengan Allah. Itu pun yang sering komunikasi langsung dengan Allah. Malaikat Jibril itu pun tidak tahu. Apalagi saya. Tapi kita dua-dua sama tidak tahu. Maka Rasulullah berkata, "Mal masulu anha." Yang ditanya itu saya tidak lebih tahu daripada yang bertanya. Sama-sama tidak tahu. Dan itu rahasia Allah. Innallahahu ilmus saah. Sesungguhnya di antara ilmu yang Allah sembunyikan adalah ilmu tentang hari kiamat. Benar. Rasul sahu alaihi wasallam menyebutkan tanda-tandanya, tapi kapan pastinya tidak ada yang tahu. Rasulullah kabarkan hari kiamat pasti hari Jumat. Tapi Jumat yang mana? Di tahun yang mana? Di bulan yang mana? Di minggu yang mana? Enggak ada yang tahu. Yang tahu hanya Allah Subhanahu wa taala. Kemudian ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam tidak tahu, maka kalau ada yang bilang hari kiamat tinggal 30 tahun lagi gedabrus. itu dukun nekad nekad jadi dukun. Oleh karenanya kadang-kadang saya heran ada sebagian dai lebih nekad daripada dukun. Dukun aja enggak berani ngeramal gitu. Ini sang dai lebih nekad ngeramal. Oh, umur kita kiamat tinggal sekian puluh tahun. Sampai di antara mereka ada yang jualan, ayo kita beli kuda. Karena hari kiamat nanti perang dengan kuda. Akhirnya jualan kuda sampai bikin kampung hari akhirat. Maksudnya kampung hari akhir zaman akhirnya jualan. Ini kalau orang sudah tahu entar lagi 30 tahun lagi hari kiamat, ngapain saya bangun rumah? Ngapain saya buka usaha? Entar lagi mati. Ya benar hari kiamat dekat, tapi tidak boleh kau sebutkan sekian puluh tahun, sekian enggak boleh. Ini dukun. Dukun aja enggak berani. Dukun aja enggak berani. Ini ustaz berani ngeramal hari kiamat kapan-kapannya. Yang Nabi mengatakan Jibril aja enggak tahu terus kau tahu bagaimana ceritanya. Dan banyak orang terpesona pakai hitung-hitunganlah. Inilah inilah inilah gak gak boleh ulama tidak boleh kita ikuti. Dalil banyak tegas menunjukkan bahwasanya tidak ada yang tahu hari kiamat. Nabi pun tidak tidak tahu. Tib. Namun di antara rahmat Allah untuk menjelaskan bahwasanya hari kiamat pasti akan datang maka ada tanda-tanda hari kiamat. Dan tanda hari kiamat banyak puluhan. Ada buku asratus saah asugra alkubra. Asratus saah tanda-tanda kiamat terjadi laqad jaa asratuha. Ada ada ee apa namanya? Tanda-tanda ada dua. Ada asratus sa alkubra tanda-tanda besar hari kiamat. Ada asratus saah assugra tanda-tanda kecil hari kiamat. Kalau yang kubra itu menjelang dan itu biasanya terkait dengan hal yang luar biasa seperti Dajjal yang tidak wajar dengan ee perkara yang terjadi di alam semesta ini. Munculnya turun munculnya Dajjal turunnya Nabi Isa dari ee langit. Kemudian ada hewan bisa berbicara matahari terbit dari barat. Ini hal yang luar biasa. Baik kejadian di dunia atau ataupun di langit disebut asratus saah alkubra. Dan ada asratus saah sugra yaitu tanda-tanda akan terjadi hari kiamat yang masih jauh dari terjadi hari kiamat. Bukan menjelang hari kiamat. Di antaranya Rasulullah ditanya, "Faakbirni an amaratiha." Kalau gitu kabarkanlah kepadaku tentang tanda-tanda hari kiamat. Kata Jibril. Nabi menjawab, "Antalidal amatu rbataha." Pertama, Nabi sebutkan dua tanda. Tentu tandanya banyak. Di antaranya kau akan mendapati seorang anak perempuan ee ee seorang wanita melahirkan majikan perempuannya. Seorang wanita melahirkan majikan perempuan. Apa maksudnya ini? Ini mengisyaratkan bahwasanya akan terjadi banyak alfutuhat alislamiyah. Yaitu bahwasanya Islam akan melebar berkuasa sehingga banyak negara-negara akhirnya ditaklukkan oleh kaum muslimin. Sehingga ditaklukkan akhirnya ada anak kecil yang dijadikan tawanan. Anak kecil wanita dijadikan tawanan. Ibunya tidak. Ibunya selamat. Anaknya diambil. diambil oleh kaum muslimin, dirawat, kemudian dia jadi muslimah. Dia jadi muslimah, kemudian dia kaya, kemudian dia beli budak. Kebetulan yang dia beli ibunya sendiri. Ini mungkin terjadi. Ini salah satu tafsiran. Makanya dikatakan antalidul amatu rbata. Seorang budak wanita melahirkan majikan perempuannya. Bagaimana kok bisa demikian? Tadi ceritanya ada anak kecil ditawan. Anak ini kafirah asalnya. Kemudian ditawan, kemudian masuk Islam, kemudian jadi orang kaya, kemudian dia beli budak. Ternyata budak tersebut ibunya dan dia tidak tahu. Sehingga dia merintahin ibunya sendiri padahal ibunya tidak tahu. Ada yang mengatakan maknanya adalah majazi. Maksudnya dia menjelang hari kiamat akan terjadi kedurhakaan besar-besaran sampai seorang anak perempuan merintah ibunya seperti pembantunya sendiri. Ibunya diomel-omelin, dibentak-bentak tanpa digaji, dimarah-marahin. Ada atau tidak? Mungkin belum sampai segitu. Tapi memang sekarang sudah mulai muncul seorang anak memperkajakan ibunya tanpa gaji. Ngurus ngurus cucu ini kan cucu mama. Dia bersolek ke sana kemari ke mall. Anaknya disuruh yang ngurus apa? Ibunya tanpa digaji. Ini mirip budak. Kalau pembantu kan digaji kalau budak tidak digaji ini ada kecil-kecilan seperti ini. Tapi bukan itu maksudnya. Maksudnya benar-benar seperti budak durhaka luar biasa. Sehingga orang tua disuruh-suruh selayaknya budak dihina, mungkin dipukul ditendangin selayaknya budak. Ini menunjukkan durhaka akan muncul besar-besaran menjang hari kiamat. Yang kedua, antara alfatal eat apa namanya? Al urat. Aku akan dapat bag penggembala kambing yang tidak pakai baju, cuma pakai sarung, kemudian tidak pakai alas kaki di mana? di padang rumput gembala kambing. Tiba-tiba mereka bisa membangun ya bangunan yang tinggi dan itu terjadi. Antum coba tanya kepada misalnya negara-negara Arab sekarang ini 50 tahun lalu mereka seperti apa? Mungkin di antara mereka ada yang cuma gembala kambing. Tiba-tiba 50 tahun kemudian mereka punya ini punya anu loh. Ini masih kecil bapaknya miskin. Dia masih kecil gembala kambing. Tahu-tahu sekarang sudah gede dia punya bangunan tinggi. Bahkan bikin bangunan-bangunan yang pencakar langit. itu terjadi benar-benar terjadi. Kalau kita kembali 50 tahun, 60 tahun, 70 tahun sebelumnya negara Arab seperti apa? Banyak penggembala kambing yang miskin. Tahu-tahu mereka sekarang kaya kaya raya. Ya, bangga-banggaan. Indonesia juga ada yang seperti itu. Tadinya semua orang miskin tahu-tahu jadi kaya raya banyak. Entah gimana caranya, tapi bisa terjadi. Bisa terjadi. Dan ini apakah pujian atau celaan? Tidak. Pujian, tidak celaan. Karena boleh saja seorang bangun-bangunan yang tinggi. Yang dicela yatatawalun, bangga-banggaan. Perkataan yatatawalun seakan bangga-banggaan. Saya itu tinggi, saya harus lebih tinggi. E berbangga-banggaan dalam urusan dunia itu tercela. Tercela. Tapi kalau bangun-bangunan yang tinggiak ada masalah. Tapi bangga-banggaan, sombong-sombongan karena lebih tinggi itu tercela. Kemudian tiba-tiba Jibril pergi. Rasulullah dalam riwayat rudduhu ilaiya tahan dia bawa ke sini. Para sahabat cari enggak dapat. Rasulullah ingin tahu, kasih tahu itu bukan manusia biasa itu mala malaikat. Karena malaikat punya kemampuan untuk menjelma. Padahal Rasulullah bilang tangkap terus bawa sini. Ruddu ilai itu tangkap dia bawa sini. Tapi mereka cari enggak dapat hilang begitu saja. Karena dia memang bukan manusia dia malaikat. Maka Rasulullah di akhir hadis mengatakan hadza Jibrilu. Rasulullah bertanya, "Tahukah kau Umar siapa itu?" Tidak tahu. Allahu Rasulullah alam. Rasulullah mengatakan, "H jibrilu atakum yallimukum dinakum." Itu Jibril datang kepada kalian ngajarin agama buat kalian. Wallahu taala alam bawab. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.