Transcript
4ubhvDFezow • Kitab Riyadush Shalihin #2.91: Bolehnya Marah Jika Dilanggar Larangan-Larangan Allah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2589_4ubhvDFezow.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu
ala taufqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul
ridwani allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin
hadirat yang dirahmati Allah subhanahu
wa taala. Kita masih melanjutkan tentang
bolehnya marah jika dilanggar
larangan-larangan Allah subhanahu wa
taala yaitu marah karena Allah.
Dan sudah kita sebutkan beberapa hadis
berikut ini adalah hadis berikutnya. Wa
anha
dari Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu
taala anha ya. Anna quraisyan ahammahum
s'nul marah almakhzumiyah allati
saraqat. bahwasanya orang-orang Quraisy
ya
gelisah tentang
nasib seorang wanita dari Bani Makhzum
ya yang mencuri.
Kita tahu bahwasanya Quraisy banyak
sekali kabilah-kabilahnya. Di antara
kabilah yang terkenal adalah Bani Hasyim
yaitu kabilahnya Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Kemudian
kabilahnya Abu Jahal yaitu Bani Makhzum.
Dan dari Bani Makhzum banyak tokoh-tokoh
hebat seperti Abu Jahal ya. Kemudian
Walid Ibnu Mughirah yang merupakan
bapaknya Khalid ibn Walid ya ee banyak
jadi Bani Makhzum ya di antaranya Khalid
bin Walid ya kemudian ee misalnya Abu
Salamah, Ummu Salamah ya. Jadi kabilah
terkenal dan dua kabilah ini sering
bersaing. Makanya disebut dalam riwayat
di antara sebab Abu Jahal tidak mau
beriman kepada Nabi karena tidak mau
kalah saingan dengan Bani Hasyim. Kata
Abu Jahal, "Kami senantiasa bersaing.
Mereka memberi makan, kamu beri makan.
Mereka berbuat baik, kami berbuat baik."
Sampai akhirnya ada di antara mereka
ngaku sebagai nabi. Kami enggak mungkin
menyaingi. Kami juga punya nabi. Oleh
karenanya supaya kami tetap bisa
saingan, kami tidak mengakui nabi
tersebut. Ini di antara sebab kenapa Abu
Jahal tidak mau beriman kepada Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam agar
tetap persaingan berlanjut antara Bani
Hasyim dengan Bani Makhzum. Nah,
ternyata
ada wanita dari Bani Makhzum yang
mencuri dan beritanya sudah sampai
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Dan kalau dalam aturan ee seperti ini
kalau ada terjadi pencurian, kalau sudah
sampai kepada hakim
atau wakil dari pemerintahan, maka harus
ditetakkan hukum H. Berbeda kalau belum
sampai belum sampai kepada hakim.
Kemudian ketahuan, akhirnya yang dicuri
memaafkan, yang mencuri selesai urusan.
Saya urusan tapi kalau sudah sampai ke
hakim atau qadi
maka qadi atau hakim adalah wakil
pemerintah. Maka tugas dia harus
menjalankan hukum ha. Tidak boleh
dimaafkan. Kalaupun yang dicuri
memaafkan, maka hanya memaafkan dari
sisi dia. Adapun hukum hadus tetap
ditegakkan kalau sudah sampai ke
penguasa. Dan kabar tentang ee wanita
ini mencuri sudah sampai ke penguasa.
Dan ini menggelisahkan orang-orang
Quraisy karena yang mencuri dari wanita
dari kabilah yang syarifah, kabilah yang
mulia. Faqalu, akhirnya mereka berusaha
untuk agar hukum ha tidak dilaksanakan.
Faqalu man yukallimu fiha Rasulullahi
sallallahu alaihi wasallam. Siapa yang
bisa menjadi
pemberi syafaat
bagi wanita tersebut? Siapa yang berani
ngomong kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam agar hukum had tidak
ditegakkan?
Faqalu. Maka mereka diskusi di antara
mereka. Kata mereka, "Man yaariu alaihi
illa Usamatu Bnu Zaid hibbu Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam." Siapa yang
berani ngomong masalah ini kepada Nabi?
Kecuali Usamah bin Zaid radhiallahu
anhuma. Karena dia adalah hibbu
rasulillah. Dia adalah kekasih
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Rasulullah sangat cinta kepada Usama bin
Zaid. Sebagaimana Rasulullah cinta
kepada bapaknya, Zaid bin Harithah.
Akhirnya mereka datangi Usama. Mereka
suruh Usama jadi perantara antara mereka
dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam
agar Nabi memberi keringanan kepada
wanita Makhzumiyah ini dari Bani
Makhzum. Fakallamahu Usama. Akhirnya
Usamah radhiallahu anhu pun datang
kepada Nabi dan menyampaikan menjadi apa
namanya? Pemberi syafaat. Ya. Faqala
Rasulullah sahu alaihi wasallam. Maka
Rasul sahu alaihi wasallam pun berkata
kepada Usamah, "Atasyfau fi haddin min
hududillahi taala." Apakah engkau ingin
beri syafaat untuk menjatuhkan
hukum-haum
Allah subhanahu wa taala? Rasulullah
marah. Maqama fakta tummaqal. Maka
Rasulullah kemudian berdiri kemudian
berkhotbah. Rasul wasallam berkata,
"Innama ahlaka manqlakum annahum sar
fimariu."
Sesungguhnya telah membinasakan
umat-umat sebelum kalian bahwasanya
kalau ada yang mencuri di antara mereka
dari kalangan orang-orang terpandang
asyarif, dari kabilah terpandang dari
orang kaya tarok maka mereka biarkan.
Waar fim
alaihil. Adapun kalau yang mencuri
adalah orang lemah, orang miskin, maka
ditegakkan hukum ha. Waimullah lau anna
Fatimata binta Muhammadin saraqat laqot
yadaha. Demi Allah, seandainya Fatimah
bintu Muhammad mencuri, aku akan potong
tangannya. Hadis riwayat al Imam Bukhari
dan Imam Muslim.
Hadis ini pertama kita bahas tentang ee
Usamah, yakni orang-orang Quraisy.
Ketika menghadapi problem besar ini,
mereka bingung mau ngomong kepada siapa.
Maka mereka mencari orang yang bisa
mengambil hati Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Jatuhlah pilihan mereka kepada
Usamah bin Zaid radhiallahu taala anhu.
Ya. Dan Usamah adalah orang yang sangat
dicintai oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Ya. Dan di antaranya ketika
Rasulullah akan meninggal dunia, Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam mengirim pasukan
ke negeri Syam dipimpin oleh Usama dan
usia beliau masih mungkin 18 17 18
tahun. Dan di antara anak buahnya adalah
Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu.
Ibnu Umar bercerita, "Baatan Nabi
sallallahu alaihi wasallam bahan waar
alaihim Usama ibn Zaid." Rasulullah
mengirim pasukan perang dan Rasulullah
jadikan amirnya adalah Usama.
Maka sebagian orang mencela Usama yang
jadi pemimpin. Masih banyak mungkin ini
orang-orang yang lebih ahli ya. Faqala
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka
Nabi pun membela Usamah. Beliau berkata,
"In tatananu fi imaratihi faq kuntum
tatanuna fi imirati abihi." Kalau kalian
mencela pemerintahan Usama, yaitu ee
kepemimpinan Usamah, sungguhnya dulu
kalian juga pernah mencela kepimpinan
bapaknya. Itu siapa? Zaid bin
alHarithah. Jadi Usamah bin Zaid bin
Harithah. Dan kita tahu Zaid bin
Haritthah tadinya budak diperjual
belikan kemudian dibeli oleh ee ponakan
Khadijah ya. Kemudian diberikan kepada
Khadijah. Akhirnya Khadijah hadiahkan
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Ya. Ee kemudian Rasulullah mengangkat
Zaid menjadi anak angkat sampai dulu
dikenal dengan Zaid bin Muhammad. Sampai
turun ayat melarang uduhum liabaihim hua
aqsatallah. Dahulu Zaid dikenalkan Zaid
Muhammad. Setelah datang turun ayat
dalam surat Al-Ahzab melarang, maka
kembali Zaid bin al-Harithah. Zaid ini
kemudian menikah dengan Ummu Aiman dari
ee Habasyi ya, yang berkulit hitam ya.
Kemudian punya anak namanya siapa?
Usama.
Kalau Zaid berkulit putih, Usama
berkulit hitam. Usama bin Zaid berkulit
apa? Hitam. Mungkin ikut ibunya ya.
Usama bin Zaid. Dan dulu Rasulull sahu
alaihi wasallam juga pernah menjadikan
dia pemimpin dalam peperangan. Di
antaranya dalam perang Mukta. Ketika
perang Muktah Rasulullah tahun sekitar
tahun 8 Hijriah, Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam kirim pasukan ke Mukta
kira-kira 1000 kilo dari kota Madinah
untuk perang. Rasulullah tunjuk tiga
pemimpin. Maka disebut dengan Jaisyul
Umara, yaitu suatu pasukan yang
Rasulullah langsung tunjuk tiga pemimpin
langsung. Biasanya cuma satu ini.
Rasulullah tunjuk langsung tiga karena
musuh sangat luar biasa. Mereka
berangkat 3.000, ternyata musuhnya
R00.000.
Jadi Rasulullah tunjuk yang pertama Zaid
bin Haritah.
Kalau Zaid meninggal Jafar bin Abi
Thalib. Kalau Jafar bin Abi Thalib
meninggal baru Abdullah bin Rawahah.
Tapi yang pertama Rasulullah tunjuk
siapa? Zaid bin Haritah. Maka
orang-orang tidak setuju dengan
kepemimpinan Zaid. Siapa Zaid? Ya, dulu
budak istilahnya ee Rasulullah tahu itu.
Rasulullah ketika milih Rasulullah tahu
siapa yang berhak untuk dipilih.
Ketika anaknya Usama di akhir hayat
Nabi, Nabi kirim untuk jadi pemimpin
basukan dan dia masih muda, maka
orang-orang juga mencela. Maka Rasulull
sahu alaihi wasallam menegur mereka yang
mencela. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Inanu fi imaratihi." Kalau
kalian mencela kepemimpinan
Usamah, sungguh kalian dulu pernah
mencela kepimpinan bapaknya.
in imarah. Ketahuilah bahwasanya
bapaknya berhak untuk menjadi pemimpin
perang.
Dan bapaknya adalah orang termasuk orang
yang paling aku cintai. Wa in dan
anaknya sekarang Usama juga lamin
ahabinasi ilai ba'dahu. Termasuk orang
yang paling aku cintai setelah bapaknya.
Makanya Usama dikenal dengan hibbu hibbi
rasulillah. Hibbu e hibbu hibbi
rasulillah. yaitu dia dia dicintai oleh
Nabi, bapaknya juga dicintai oleh
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Makanya ketika haji wada, Usama
digonceng oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Ya,
wafihi dalam riwayat yang lain ya ee ya
maksudnya ee di sini Rasulullah
menjelaskan bahwasanya Usamah dicintai
oleh Nabi, bapaknya pun dicintai oleh
Nabi. Jadi Usamah dikenal, dicintai oleh
Nabi, oleh orang-orang Quraisy. Makanya
mereka bilang, "Siapa yang bisa
ngomongin Nabi?" Ya sudah, Usama aja.
Karena dia dicintai oleh Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam.
Dalam riwayat yang lain, Rasulullah sahu
alaihi wasallam ya pernah memegang atau
memegang ee Usama dan Hasan Alhan
kakaknya Husein. Kemudian Rasul sahu
alaihi wasallam berdoa. Rasulullah
berkata, "Allahumma ahibbahuma fainni
uhibbuhuma." Ya Allah cintailah mereka
berdua yaitu Hasan dan Usama.
Sesungguhnya aku mencintai mereka
berdua. Ya,
Aisyah radhiallahu taala anha pernah
berkata, "La yambagi liahadin an yubgid
usamah ba'da ma samu Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam yaakulu
manana yuhibbullah azza waalla waasulahu
falyuhibba usamah." Kata Aisyah
radhiallahu taala anha dalam hadis
riwayat Ahmad, "Tidak boleh bagi seorang
pun membenci Usama. Setelah aku
mendengar Rasul sahu alaihi wasallam
pernah berkata, "Siapa yang mencintai
Allah dan rasulnya maka cintailah
siapa?" Usa Usamah. Ya. Jadi inilah
Usamah bin Zaid. Maka akhirnya
orang-orang menunjuk Usamah sebagai ee
perantara antara mereka dengan Nabi agar
merayu Nabi supaya hukum had tidak di
kerjakan.
Maka Usamah pun ngomong sama Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ternyata
Rasul sahu alaihi wasallam pun marah.
Ya meskipun ini orang sangat dia cintai
tapi ini masalahnya hukum had. Maka
Rasulullah berkata, "Atasfa atasu fi
haddin min hududillah." Apakah engkau
ingin beri syafaat agar hukum had tidak
dikerjakan? Di sini Rasul sahu alaihi
wasallam menisbahkan hukum had
hududillah. Ini dari hukum-hukum had
milik Allah. Mau tidak ditegakkan ini
seakan-akan Nabi kasih isyarat ini bukan
urusanku. Ini di luar kemampuanku.
Seandainya kemampuanku saya akan
gagalkan hukum ha ini. Tapi ini di luar
wewenangku. Karena ini hukum had milik
siapa? milik Allah. Maka Rasulullah
nisbahkan atasu fi haddin min
hududillah. Ini hukum-hukum Allah. Ini
aturan Allah. Gimana saya mau batalkan?
Bukan cuma Rasulullah marah sama Usama.
Maka Rasulullah beri pengumuman di
hadapan para sahabat ketika itu agar
menjadi pelajaran bahwa ini sangat
berbahaya seperti ini. Maka Rasul sahu
alaihi wasallam kemudian berkata,
"Innama ahlaka manana qoblakum."
Ketahuilah yang telah membinasakan
umat-umat sebelum kalian
dahulu kalau ada orang mulia di antara
mereka kabilahnya tinggi, nasabnya
tinggi e kemudian mencuri, maka
dibiarkan.
Tapi kalau yang mencuri orang miskin
maka ditegakkan hukum.
Waimullah, demi Allah
la Fatimata binta Muhammadin sarqat
laqadaha. Seandainya Fatimah putriku
mencuri, aku akan potong tangannya.
Jangankan Bani Makhzum, Bani Hasyim,
jangankan Bani Hasyim, wanita mana saja
mencuri, jangankan wanita mana saja,
putriku sendiri kalau mencuri, aku akan
potong tangannya untuk menegaskan
bahwasanya hukum Allah harus di
ditegakkan. Di sini Rasulullah
mengatakan, "Innama ahlaka manana
qoblakum yang telah membinasakan
orang-orang sebelum kalian." Di
antaranya maksudnya Bani Isra Israil.
Ini dalil bahwasanya hukum had bukan
cuma berlaku pada syariat Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Bahkan hukum
had syariat nabi-nabi sebelumnya.
Di antaranya hukum ee yang berlaku pada
umat sebelumnya. dan mereka ee pilih
kasih. Kalau yang melakukan pelanggaran
pejabat, anak pejabat, orang terkenal
nasabnya tinggi, maka ee tutup mata ya.
Tidak ditegakkan hukumhukum ha. Ini
sebab kebinasaan.
Sebagaimana pernah kita sampaikan
mungkin tentang kisah Bani Israil. Bani
Israil ketika kalau ada dan dihukum
pezina dirajam sudah ada di Taurat.
Ketika yang melakukan zina orang-orang
bawahan mereka tegakkan hukum rajam.
Akhirnya mereka repot ketika ternyata
ada
pejabat-pejabat dari penguasa yang
melakukan zina. Akhirnya mereka rubah
jangan ditegakkan hukum rajam. Cukup
diarak ditaruh di atas himar. Dikasih
hitam-hitam mukanya kemudian
dipermalukan saja. Tidak ditegakkan
hukum apa? Had. Ini di antara cara
merubah hukum untuk menyelamatkan
golongan orang-orang kaya sehingga hukum
hanya berlaku pada orang-orang
orang-orang miskin. Dan di sini
Rasulullah mengatakan innama hanyalah
sebab yang membinasakan umat-umat
terdahulu. Tentunya Bani Israil binasa
dengan banyak sebab ya banyak sebab.
Mereka melakukan riba. Waklum riba
akalunahat. Mereka makan hasil riswah.
Ya, itu ciri-ciri orang Yahudi ya.
Waqatlahumul anbiya. Mereka membunuh
para para nabi ya. Mereka pendusta.
Orangorang Yahudi. Mereka rubah-rubah
Taurat.
Mereka bikin-bikin ayat-ayat Allah
sendiri. Ya, jadi yang menyebabkan
mereka binasa banyak. Tetapi dalam hadis
ini Rasulullah mengatakan innama kalau
dalam bahasa Arab innama adat tufidul
hasritu menunjukkan hanyalah seakan-akan
pembatasan. Tentunya namanya alhasrul
idofi yaitu pembatasan tidak secara
mutlak tapi ada pembatasan di sini.
Hanyalah yang membinasakan umat-umat
terdahulu adalah pilih kasih dalam
menegakkan hukum. hukum H
yang membinasakan mereka. Dan ini benar
kalau kita tinjau kembali ini terkait
dengan kebinasaan secara nasional atau
secara kenegaraan. Hancur suatu negara
jika ternyata hukum pilih kasih ya.
Hukum pilih pilih kasih. Kenapa? Ketika
hukum pilih kasih, maka yang ee berada
pada ee tingkatan tinggi seperti pejabat
atau penguasa atau nasabnya tinggi,
orang kaya, mereka bebas melakukan apa
yang mereka lakukan karena mereka kebal
hukum. Dan akhirnya negara akan rusak
kalau begitu.
Sementara yang miskin ketika melihat
ketidakadilan bahwasanya hanya
ditegakkan hukum kepada orang-orang
miskin, orang kaya, selamat kepada
hukum, maka mereka tidak ada loyalitas
kepada negara. Maka hilanglah kecintaan
kepada negara. Maka muak dengan negara
yang ada. Maka ini sumber terjadinya
kerusakan suatu ee skala negara. Ini
pandangan tajam Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Benar, banyak kerusakan dari
zina, riba, macam-macam. Tapi yang
paling parah ketika terkait dengan hukum
yang ditegakkan pada suatu negara,
terjadi pilih kasih. Jika hanya
ditegakkan kepada orang miskin, orang
susah yang tidak bisa bayar pengacara ya
mereka ditegakkan. Adapun yang punya
duit banyak, punya koneksi besar, yang
punya backingan macam-macam, mereka
kebal hukum. Kalau seperti ini, akhirnya
hilang kepercayaan dari masyarakat
sehingga tidak ada loyalitas kepada
penguasa. Dan sebaliknya orang kaya
semakin membabi buta dalam melakukan
kerusakan. Maka hancurlah negara negara
tersebut.
Maka Rasulullah berkata, "Innama ahlaka
manqoblakum." Sesungguhnya yang telah
membinasakan
umat sebelum kalian. Ya, ini pilih kasih
dalam menegakkan hu hukum.
Tib. Di sini Rasulullah sahu alaihi
wasallam ee marah ya
karena ada syariat Allah yang tidak
ditegakkan
ya. dan
ee marah karena
syariat Allah dilanggar ini bukan cuma
dilakukan oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam, tapi juga sunah para nabi-nabi
sebelumnya. Allah kisahkan bagaimana
para nabi-nabi sebelumnya juga marah
ketika ada syariat dilanggar.
Di antaranya seperti marahnya Nabi Musa
Alaih Salam.
Nabi Musa Allah mengatakan ya
ee
baik eh dalam ayat Allah menyebutkan
bahwasanya Allah kabarkan kepada Nabi
Musa waahumusamiri ya bahwasanya kaummu
wahai Musa kaummu telah disesatkan oleh
Samiri. Samiri adalah seorang yang
menyesatkan sehingga menjadikan
akhirnya Bani Israil menyembah sapi.
Samiri ngajarin mereka bagaimana cara
bikin berhala sapi dari emas dilebur
dibikin bentuk sapi yang disembah. Nabi
Musa dengar Nabi Musa pulang. Faraja
Musa ila quibana Asifa.
Ya. Maka Musa pun pulang ke rumah eh
kembali ke ke kaumnya gbananan Asifa
dalam kondisi marah.
Dalam ayat yang lain kata Allah
Subhanahu wa taala, "Waqal alwah
waak bi akhi yajuruhu ilai." Maka Musa
lagi bawa Taurat ditulis dalam lempengan
batu. Lihat kaumnya nyembah sapi, Musa
langsung letak hampaskan Taurat yang
ditulis dalam batu sampai dalam riwayat
disebutkan pecah. Kemudian dia segera
menuju ke Harun. Faak biri akhi. Dia
ambil
kepala kakaknya. Harun itu kakaknya
Musa. Dia pegang kepalanya sampai
jenggotnya dia tarik. Yajurruhu ilaih.
Dalam ayat yang lain, ya bna umma la
takud bilihati wala biasi. Wahai putra
ibuku. Itu adik kakak kita. Jangan kau
pegang kepalaku, jangan kau pegang jeng
jenggotku. Jadi Musa marah saking
marahnya dia hempaskan itu Taurat.
Kemudian dia datang ke pada kakaknya
Nabi Harun Alaih Salam. Kemudian dia
tarik. Kenapa dia marah? Karena melihat
kaumnya menyembah apa?
berhala yaansi
kata Allah
Musa pulang balik kemudian dia pun marah
maka di sini ada istilah laisal khabar
kal muayan atau laisal mukhbar kal
muayin ya bukan orang yang dengar berita
tidak sama dengan niat yang lihat
langsung ketika Allah mengabarkan kepada
Musa bahwasanya kaumu ya
ee telah terfitnah dengan Samiri dan
diserahkan oleh Samiri. Akhirnya mereka
menyewa berhala. Musa belum marah. Belum
marah dengar tapi sudah marah. Tapi
marahnya belum menggebu-gebu. Ketika
lihat langsung marahnya lebih
menggebu-gebu sampai Taurat pun jatuh
pecah. Sampai Taurat pun jatuh pecah. K
hempaskan terus dia marah sama mereka.
Qa ya alam yaidukum rbukum wa'dan
hasanah. Wahai kaumku bukankah?
Bukankah? Bukan ini marah sama kaum. Ya
beda sekedar dengar. Beda dengar melihat
apa? Lang langsung. ketika melihat
langsung marahnya lebih tinggi. Ini
contoh
ee
Nabi Musa marah ya.
Di antaranya juga yang Allah sebut
tentang marah seperti Nabi Yunus Alaih
Salam ya.
Kata Allah Subhanahu wa taala eh wuni
idzahaba mugiban fadonna allan naqdir
alaih. Ketika Nabi Yunus Alaih Salam
pergi marah marah karena Allah. Kenapa
dia marah karena Allah? Dia marah kepada
kaumnya. Kaumnya disuruh beriman, tidak
beriman, maka dia pun marah meninggalkan
kaumnya. Di sini dia marah karena Allah.
Tetapi akhirnya dia ditegur oleh Allah
dengan dimakan atau ditelan oleh ikan
paus. Karena dia bukan sekedar marah
saja. Sebenarnya kalau dia marah saja
enggak ada masalah. Tapi dia tinggalkan
kaumnya tidak didakwahi. Padahal Allah
belum mengizinkan dia untuk meninggalkan
apa? kaumnya. Makanya Allah mengatakan
alai. Ketika Nabi Yunus alaihi salam
pergi meninggalkan kaumnya dalam kondisi
marah, dia marah kepada Allah atau marah
kepada kaumnya?
Marah kepada kaum kaumnya marah karena
Allah. Tetapi dia melakukan kesalahan
dia marah. Dia tinggalkan apa? Kaumnya.
Di situ Allah tegur dia.
Fadon allqdir alai dan dia menyangka
kami tidak akan menyulitkan dia.
Ternyata kemudian dia naik kapal
ternyata kapalnya bisa tenggelam. Harus
ada dikurangi satu orang ternyata dibuat
undian Yunus yang keluar. Mereka enggak
enak ini. Nabi masa suruh loncat dari
kapal coba. Undian kedua Yunus lagi yang
keluar. Undi ketiga Yunus yang akhirnya
Nabi Yunus Alaih Salam yang loncat.
Akhirnya disambut sama ikan ikan paus.
Maka fanada fidzulumati. Maka dia pun
berdoa dalam kegelapan yang
bertubi-tubi. Tapi intinya mau saya
Yunus marah karena Allah Subhanahu wa
taala sebagaimana perkataan Al-Qurtubi,
dia berkata, "Mughadiban min ajli
rabbihi." Yaitu Nabi Yunus Alaihi Salam
marah ee karena
Rabbnya, yaitu karena umatnya tidak mau
beriman. Ya, maka demikian juga
Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam
marah. ini marah
karena Allah. Ini bukan cuma sunah Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam,
tapi juga sunah nabi-nabi sebelumnya.
Ya.
Tayib. Di sini ada sedikit faedah. Ibnu
Qayyim menukil dari
Ibnu Taimiyah gurunya membandingkan
antara komparasi antara Nabi Musa Alaihi
Salam dengan Nabi Yunus. Yaitu ee Ibnu
Timi mengatakan rahimahullah Nabi Musa
Alaih Salam dia melakukan beberapa hal
yang mungkin perlu ditegur ya. atau
mungkin dalam tanda kutip kesalahan ya.
Tetapi Allah memaafkan tidak dipandang
kesalahannya oleh Allah Subhanahu wa
taala. Kenapa? Karena dia telah
melakukan tugas yang sangat berat.
Dia berhadapan langsung dengan orang
paling kafir sedunia. Siapa? Fir Firaun.
Datang dengan tidak ada kekuatan sama
sekali ya. Padahal dia kabur dari Mesir
karena takut dibunuh Firaun. Malah Allah
suruh kirim ke fir Firaun. Jadi suruh
menyerahkan diri. Dia kan kabur 10
tahun. Kenapa? Karena jadi ingin dibunuh
oleh innal malair
bikuluk. Wahai Musa pergilah engkau. Itu
suku Kibti Firaun dan pasukannya ingin
bunuh engkau. Kaburlah. Maka dia pun
kabur. Kabur 10 tahun balik-balik.
Tahu-tahu Allah bilang, "Pergilah engkau
idhab ila Firauna innahu pergilah kau ke
Firaun. Nasihati dia." Ah ini yang bikin
saya ini lagi kabur disuruh dakwah ke
Firaun. Makanya juga dia berdoa,
"Rabbisrohli sodri waassirli amri".
Karena dia takut.
Rabbisrohli sadri. Ya Allah lapangkan
dadaku. Waassirli amri mudahkan
urusanku. Waldatan. Jangan sampai saya
susah ngomong ya. Yafqahu qui. Semoga
mereka bisa paham omonganku. Minta teman
lagi. Waj'ali wazirom min ahli. Jadikan
Harun sebagai apa? Temanku.
Dalam ayat yang lain, afsahu minni
lisanan. Harun lebih pintar ngomong
daripada saya. Biarlah dia jubir saya.
Akhirnya Allah
kasih bekal. Intinya berat. Nabi Musa
diuji dengan ujian yang banyak. Diuji
melawan Firaun dengan susahnya. Diuji
dengan umatnya yang brengsek luar biasa.
Makanya ketika kata Ibnu Taimiyah ketika
dia melakukan kesalahan-kesalahan Allah
tidak pandang. Di antara kesalahannya
dia lempar alwah. Wah kurang pecah. Ini
gambarannya ini. Ini lempengan
tulisannya ayat-ayat Allah. Tapi karena
dia emosi, dia bukan dalam rangka
menghina Taurat. Tidak. Tapi karena
emosi dia lepas. Harusnya kan taruh
baik-baik. Cuma karena dia emosi dia
lepas pecah. Dan Allah tidak tegur,
tidak menyalahkannya.
Ketika apa? Malaikat maut pengin cabut
nyawanya, dia pukul malaikat maut.
Dan Allah pun tidak tegur Nabi Musa.
Enggak ada masalah. Kenapa? Karena Nabi
Musa kebaikannya terlalu ba banyak.
Sehingga kata kata Ibnu Taimiyah
kesalahan dia kasya'rah fil bahr.
Seperti satu rambut satu rambut
dibandingkan lautan kebaikannya. Ini
Nabi Musa alaihi salam.
Beberapa kesalahan dia ee dia lakukan
ya.
Tapi bandingkan ketika
Nabi Yunus Alaihi Salam
meninggalkan umatnya karena marah Allah
tegur langsung ditelan oleh ikan ikan
paus. Beda antara kedudukan Nabi Musa
dengan Nabi Yunus. Dua-duanya para
rasul. Tapi Rasul fadolna baahum ala ba
tilasulna baahum ba. Demikianlah para
rasul. Mereka para rasul kami tinggikan
sebagian di atas sebagian yang yang
lain. Itu motivasi bahwasanya ketika
seorang punya kebaikan yang banyak
kemudian dia melakukan sebagian
kesalahan-kesalahan tidak dipandang oleh
Allah subhanahu wa taala.
Seorang berusaha memperbanyak amal
salehnya. ya
Tayib. Ini ee terkait dengan
ee
kisah Usama ya.
Hadis berikutnya. Hadis berikutnya
dari Anas radhiallahu taala anhu ya.
Dan ee subhanallah. Saya sempat kemarin
kajian di Alazhar sampaikan bagaimana
kalau kita lihat sejarah orang-orang
dulu anak-anak muda sudah hebat-hebat
ya. Usamah jadi pemimpin pasukan perang
umur 18 tahun.
Dan Nabi
Nabi Ibrahim ketika berdakwah
sami fatan anak muda.
Jadi banyak anak-anak muda orang
hebat-hebat ya.
ee Atab bin Asid ya ketika jadi gubernur
Makkah Rasulullah ketika Fathu Makkah
Rasulullah sudah jadi gubernur usia
masih 20 sekian ya orang-orang hebat
dahulu muda-muda mereka sudah ee punya
produktivitas yang luar biasa bahkan
siapa the great Alexander ketika
menguasai dunia umur masih 20-an. masih
umur 20-an. Ya, maksudnya ini peringatan
bagi kita bahwasanya
kita jangan meremehkan anak muda. Anak
muda jangan dianggap tidak bisa apa-apa.
Kita harus mulai mungkin didik anak-anak
bahwasanya kamu muda itu sudah usia
produktivitas.
Karena kita sekarang pada marhala di
mana anak muda dimanjain. Maksudnya ah
belum belum belum belum. Ya nanti sampai
30 baru silakan.
Sudah sebentar lagi mati.
Kalau bisa anak muda sejak kecil sudah
memegang pertanggungjawaban, sudah bisa
bekerja supaya supaya bisa berkhidmat,
supaya sudah bisa itu kalau bisa bagus.
Sekarang ada pergeseran yang dulu kalau
kita baca di buku-buku fikih bahwasanya
kewajiban orang tua membiayai
anak-anaknya sampai dia dewasa.
Laki-laki sampai dewasa selesai. Tidak
wajib lagi bagi orangorang tu. Beda
kalau anak perempuan mungkin sampai dia
menikah. Tapi kalau laki-laki sampai dia
balik selesai. Jadi orang tua kita sudah
terlalu baik. Kita sudah selesai balik,
masih kuliah, masih minta duit terus
sama orang tua. Maksudnya bagaimana
didik kalau sudah balik seorang harus
berusaha bisa apa? Mandiri, bisa
melakukan sesuatu.
Cuma jangan sampai kita manjakan anak
kita, kamu masih kecil, masih kecil,
masih kecil. Tidak kita latih untuk
diberi apa namanya tanggung jawab ya.
Padahal kalau mereka apa namanya
berusaha mungkin mereka mampu. Saya
ketemu dua orang. Satu memang kaya dari
sananya, satu dari nol. Usianya
sama-sama 29,
sama-sama miliarder. Ya, Masti kita
bicara dunia sama-sama ngaji. Yang satu
masyaallah kaya dan punya sudah banyak
usaha-usaha.
Memang bapaknya dulu kaya. Yang satu
dari nol.
Dari nol kemudian saya dulu juara
olimpiade kemudian akhirnya sekarang
kaya punya usaha banyak. Ya, pasti umur
29 sudah
bisa punya usaha yang bagus. Maksud saya
untuk generasi ke depan setelah gen Z
apa gen apa lagi?
E apa?
Alfa
gen alfa ya. Maksudnya jangan kita
terlalu manjakan anak-anak
ya. Maksud saya maksud saya saya ingin
sampaikan jangan terlalu mananjakan
anak. Anak-anak harus mengerti
bahwasanya mereka punya potensi, mereka
punya kemampuan, kita arahkan, kita
bimbing bahwasanya kau tuh bisa kok, kau
itu hebat, kau kuat kok insyaallah bisa.
Jangan kita manja anak kecil sudah tidur
aja, tidur aja, tidur aja, tidur aja.
Nanti dia baru bangun umur 30. Ya repot
ya. Kalau dia bangun 30, kita sudah mati
duluan. Anak ayahnya enggak bisa
bangunkan.
Kalau ayahnya mungkin punya uang berada,
okelah anak-anak harus di ya. Makanya
sistem pendidikan mungkin harus
dipikirkan kembali, ditinjau kembali.
Kalau kita lihat orang-orang dahulu
mereka umur masih muda-muda sudah
hebat-hebat. The Grid Alexander umur 20
sekian kuasai dunia ya. Menguasai dunia
ya. Ashabul Kahfi innahum fityatun.
Mereka anak muda. Ashabul Kafi anak muda
bergerak.
Yang menerima dakwah Nabi anak-anak
muda. Kata Ibnu Katsir, "Yang beriman
kepada Nabi anak muda." Mereka yang
bergerak berdakwah. kaum ansar masih
muda-muda, masih 20-an ketika masuk
Islam kemudian menggerakkan Ansar semua
masuk Islam kemudian akhirnya menguasai
dunia. Mudah. Maka ee ini kita sesuaikan
situasi kondisi tapi maksudnya jangan
kita memanja-manjakan anak kita ya harus
bisa kok kuat. Coba kerja ini. Kamu mau
kerjakan ini kau
gimana ustaz? Anak bapaknya a belum
bisa.
Tib kita lanjut. Nah. an Anas
radhiallahu anhu an Nabi sallallahu
alaihi wasallam roa nukatan filqiblah.
Dari Anas Rasulullah sahu alaihi
wasallam melihat ada eh apa dahak atau
semacam ingus di bagian kiblat di masjid
nabawi. Fasqalika alaihi rya fi wajhi.
Maka Rasulullah merasa berat karena
masjid kotor di daerah kiblat kok ada
kotoran ya. dulu kan dari apa namanya
dari tanah mungkin ada yang kemudian
buang ingus atau buang dahak di arah
kiblat dan ini menjadikan berat bagi
Nabi sallallahu alaihi wasallam hatta
rya fi wajhi sampai terlihat
apa beratnya itu di wajah Nabi
sallallahu alaihi wasallam faqama
fahaqahu biyadihi kemudian Rasulullah
maju Rasulullah bersihkan sendiri pakai
dia kikir dengan apa kukunya dibersihkan
faqala maka rasulah berkata inna
ahadakum qatihi fainnahu yunajiu salah
seorang dari Kalian kalau sedang salat
dia sedang bermunajat dengan Rabbnya.
Sedang munajat itu munajat maksudnya
berbicara berduaan dengan rabbnya. Wa
inna rabbahu bainahu wa bainal qiblah.
Dan rabnya antara dia dengan kiblat.
Fala yabzuqonna ahadukum qibalal qiblah.
Maka janganlah sekali-sekali seorang
salah seorang dari kalian kalau buang
ludah apalagi ketika salat dibuang ke
arah kiblat. Wakin an yasarihi tahti
qodamih au tahta qodami. Tapi dia ludah
sebelah kiri. Kalau memang harus meludah
terpaksa atau di bawah kakinya
akza thaaihi fabq fi tumma r baahu ala
ba'in faqalafalu kemudian Rasulullah
contohkan atau dia buang ludah kalau
memang terpaksa buang ludah dia ambil
selendangnya atau kainannya kainnya dia
buang kainnya kemudian dia lipat
sehingga tidak mengotori mas masjid
kalau memang harus kotor mending
pakaiannya sendiri yang kotor tidak
mengganggu orang orang lainnya tapi
kalau sekarang orang terpaksa buang
ludah ya bisa pakai tisu pakai apa untuk
di kemudian di disimpan sehingga tidak
mengganggu yang yang lain, tidak
mengotori masjid.
Di sini yang jadi perhatian kita adalah
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam marah
ketika melihat ada kemungkaran ya, yaitu
kotoran di di masjid. Bagaimana seorang
sedang salat Rasulullah kasih gambaran
kau ketika sedang salat, engkau sedang
bermunajat. Munajat itu apa? Sedang
ngobrol berdua bisik-bisik. Munajat itu
bisik-bisik menunjukkan kau dekat dengan
Allah Subhanahu wa taala dan kau sedang
berada di posisi yang sangat indah yaitu
berhadapan dengan Rabbul Alamin,
penguasa alam semesta yang menciptakan
engkau, memberikan rezeki kepada engkau,
yang menentukan nasibmu, yang mengatur
segala sesuatu maka jangan dianggap
sepele sampai kalau buang ludah ke depan
berhadapan dengan Allah. Kalau mau buang
ludah sebelah kiri ya dan kalau sebelah
atau di kakinya kemudian dia tutup
dengan apa? pasir. Kalau memang
masjidnya berpasir ya disebutkan
bahwasanya buang luda adalah khatiah
adalah dosa. Tetapi ee kafarahnya dengan
menguburkannya dalam tanah. Ini
Rasulullah bicara tentang masjid zaman
dahulu. Maksudnya orang boleh buang
ludah di bawah kemudian apa? Di di
ditimbun dengan pasir. Ini tidak jadi
masalah, tidak mengganggu ya. Tapi kalau
mulur ke depan dia tidak sempat karena
dia sedang salat. Gimana cara dia
membersihkannya? Ya, bagaimana cara
membersihkannya? Maka seorang ketika
sedang salat, dia menghadirkan dalam
dirinya tentang agungnya yang sedang dia
lakukan. Dia sedang bermunajat kepada
Allah Subhanahu wa taala. Dan meludah di
bagian depan adalah kemungkaran. Maka
Rasul sahu alaihi wasallam memberi
contoh di hadapan para sahabat. langsung
ee menyuruh untuk menggaruk atau
membersihkan bekas ludah tersebut atau
bekas dahak tersebut di hadapan
para sahabat agar menjadi contoh. Dan
ini adalah perkara yang baik jika
seorang mampu untuk bernahi mungkar
dengan tangannya langsung apalagi
seorang dai dan dilihat oleh ee kaumnya
atau murid-muridnya ini memberi pengaruh
dampak yang luar biasa. Makanya Nabi
sallallahu alaihi wasallam langsung ee
yang membersihkan ludah tersebut dan
dilihat oleh para sahabat dan Nabi
menasihati, "Ya, sesungguhnya kalian
ketika sedang salat, sedang bermunajat
kepada Allah, maka jangan meludah di
bagian depan ya."
Dan ee dan asalnya kalau ada kemungkaran
seorang merubah kemungkaran dengan
tangannya. Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda, "Man roa minkum munkaran
falyugirhu biyadih." Siapa yang melihat
kemungkaran maka
berubahlah dengan tangannya itu langsung
secara langsungam
yastisani. Kalau tidak mampu merubah
dengan tangannya maka dengan lisannya.
Nasihati waamati fabiqbih. Kalau tidak
mampu maka dengan hatinya walika iman
dan iman yang paling lemah. Karena di
setelah itu kalau tidak benci dengan
hati berarti suka dengan maksiat
tersebut.
Maka kalau bisa mengingkari merubah
dengan tangan, lakukan. Kalau tidak bisa
dengan lisan, kalau tidak bisa dengan
hati. Kalau tidak bisa lagi mengikir
dengan hati, berarti kau mencintai
maksiat tersebut. Dan ini adalah cabang
kekufuran.
Tapi kalau bisa dengan tangan, maka
hendaknya dilakukan dengan tangan.
Dan tentunya ada aturan-aturannya kalau
terkait dengan perkara-perkara besar,
maka di tangan para penguasa. Tapi kalau
terkait dengan misalnya di bawah
wewenang kita, keluarga kita, sekolah
punya kita, ada kemungkaran kita mampu
untuk merubah dan kita tahu maslahatnya
besar, maka kita lakukan. Jangan biarkan
karena di bawah wewenang kita dan kita
akan ditanya oleh Allah subhanahu wa
taala tentunya dengan tahapan-tahapan
dengan pertimbangan maslahat dan mudarat
ya baru dilakukan tentu ada
aturan-aturannya tapi siapa yang mampu
melakukan perubahan kemungkaran dengan
tangannya yang mendatangkan maslahat
tidak menimbulkan mudrat yang lebih
besar maka wajib dia lakukan selama itu
di bawah wewenangnya ya. Adapun kalau
wewenang penguasa, maka tidak boleh kita
masuk dalam wewenang tersebut ya. Ada
orang mencuri kita potong tangannya
enggak boleh. Ini urusan penguasa,
Ustaz. Penguasa tidak kerjakan urusan
mereka dengan Allah. Ini di luar
wewenang. Ini wewenang apa? Hukum had.
Wewenang pengu penguasa. Ya.
Oleh karenanya ee para anbiya dahulu ee
mengingkari kemungkaran dengan tangan
mereka. Contohnya seperti Nabi Ibrahim
Alaih Salam kemudian menghancurkan
patung-patung. Ya, sebagaimana kita tahu
kisahnya sampai akhirnya dia mau dibakar
oleh kaumnya. Akhirnya Allah selamatkan.
Demikian juga misalnya Nabi Musa ketika
melihat ee
umatnya menyembah sapi, maka dia pun
akhirnya membakar sapi-sapi tersebut ya
dihancurkan kemudian dia buang ke ee dia
apa namanya? Dia buang ke laut merah
atau dia hancurkan dia bakar patung sapi
tersebut. Ya, demikian juga Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
ketika di Makkah Rasulullah tidak bisa
bernahi mungkar. Di Makkah ada Ka'bah,
di sekelilingnya ada 360 berhala.
Rasulullah tidak bisa menjatuhkan satu
berhala pun. Kenapa? Di luar kemampuan.
Di luar kemampuan. Tetapi ketika Makkah
sudah dikuasai oleh Nabi, ketika fatung
Makkah, maka Rasulullah hancurkan patung
tersebut satu-satu sambil membacakan
firman Allah. Waqul jaal haqqu wazahaqal
batil. Dan katakanlah, "Telah datang
kebenaran dan telah sirna kebatilan."
Ya. Maka Rasulullah pun menunjukkan
tongkatnya ke patung-patung. Maka
patungang tersebut dijatuhkan satu-satu.
Bahkan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
kirim Khalid bin Walid untuk
menghancurkan berhala-berhala yang ada
di sekitar kota Makkah. Di antaranya
Khalid bin Walid disuruh menghancurkan
berhala Al-Uzza. Al-Uzza. Ya. Maka
Khalid bin Walid kemudian hancurkan
berhala Uzza. U-uzza kalau tidak salah
berupa pohon-pohon ditebang. Kemudian
Khalid bin Walid balik. Kata Rasulullah,
"Belum kau belum menghancurkan Uzza."
Ternyata ada jin perempuan di situ
kelihatan. Kemudian datang Khalid bin
Walid kemudian menghantam perempuan
tersebut. Itulah Uzza. Jadi selama ini
orang-orang mungkin mendengar suara dari
pohon-pohon tersebut ada yang nempati
ya. Ada yang nempati mungkin dengar
suara ada yang nempati. Tapi intinya
Rasulullah ketika di Makkah tidak bisa
bernahi mungkar hanya mengingkari dengan
lisan. Tetapi ketika di Fatu Makkah
beliau bisa mengingkari dengan tangan.
Tapi demikian saja kajian kita.
Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.