Transcript
PWlYY-jBAgU • Semakin Pedih Semakin Indah - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2587_PWlYY-jBAgU.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihiani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala. Pada
kesempatan kali ini kita akan bahas
tentang kaidah-kaidah
terkait sabar. tidak lain agar kita bisa
lebih bersabar dan bisa meraih banyak
pahala di balik kesabaran. Karena kita
semua sadar ee terlalu atau banyak
perkara yang tidak sesuai dengan
keinginan kita, tidak sesuai dengan
cita-cita kita, sering meleset dari
harapan kita dan kita tahu sebuah orang
diuji ya. Tidak ada yang tidak diuji ya.
Oleh karenanya kesabaran adalah suatu
sifat yang harus kita lazimi dalam
kehidupan sehari-hari.
Namun terkadang seorang tidak bisa
bertahan lama sabar karena mungkin
sabarnya tidak benar bukan karena Allah
subhanahu wa taala. Mungkin terkadang
seorang tidak bersabar karena dia tidak
mengingat tentang ganjaran akhirat. Maka
kita membahas pada kesempatan kali ini
kaidah-kaidah untuk memacu kita agar
bisa lebih bersabar.
Ya. Ee
sebelumnya bahwasanya jangankan e kita
bahkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam pun disuruh bersabar oleh
Allah. Apa kurangnya sabar Nabi
sallallahu alaihi wasallam? Nabi sendiri
sudah sabar luar biasa, tetapi Allah
menyuruh Nabi untuk bersabar. Kata Allah
subhanahu wa taala, "Wasbir wama
shabruka illa billah." Wasbir wobruka
illa billah. Bersabarlah
dan kau tidak bisa bersabar kecuali
dengan izin Allah Subhanahu wa taala.
Ya, kata Allah juga, wasbir kama shobaro
ulul azmi minar rasul. Bersabarlah
engkau wahai Muhammad sebagaimana para
rasul ulul azmi bersabar. Jadi, Nabi
sendiri butuh diingatkan untuk bersabar.
Sampai Allah menyebutkan kisah-kisah
para nabi terdahulu. Ya Allah sebutkan
kisah Nabi Nuh Alaih Salam. Kata Allah
tilka minil gaibi ilaik maunta anta wuka
minq fbir innalqib lil muttaqin.
Demikianlah berita gaib yaitu tentang
masa lalu tentang kisah Nuh dan kaumnya.
Kami ceritakan kepada engkau sebelumnya
engkau tidak tahu dan juga kaum Quraisy
kaummu juga tidak tahu. Kalau gitu
bersabarlah. Sebagaimana Nabi Nuh
bersabar maka bersabarlah. Jadi Nabi
sendiri butuh untuk diingatkan untuk
bersabar. Allah sengaja menyebutkan
kisah-kisah dalam Al-Qur'an supaya Nabi
bersabar. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Wa naquu alaika minir rusuli maabitu
bihi fuada."
Dan demikianlah kami ceritakan
kisah-kisah para rasul itu sebelum Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Buat apa? Mausabbitu bihi fuada yang
dengan kisah-kisah tersebut bisa
mengkokohkan hatimu. Jadi ee Nabi aja
disuruh bersabar ya, apalagi ki kita.
Nah, kalau kita memang sudah sabar,
terus ada yang bilang sabar, maksudnya
bertahanlah dalam sabarmu atau
naikkanlah level dalam sabarmu. Karena
sabar butuh diingatkan agar bisa
continue.
Dan kalau sudah sabar, sabar itu
bertingkat-tingkat. Perlu dinaikkan lagi
level sabar.
Dan orang yang
selamat dari segala kerugian, di
antaranya orang yang bersabar dan
menasihati, saling menasihati untuk
bersabar. Allah berfirman, "Wal asr
innal insana lafi khusr." Adzina amanuil
shihat wataw bilhaq watu bisabar.
Demi masa sesungguhnya manusia, seluruh
manusia tenggelam dalam kerugian. Siapa
yang selamat dari kerugian tersebut?
Kecuali orang yang beriman. Apakah sudah
selamat belum? Iman kemudian beramal
saleh sudah selamat belum? Tambah lagi.
Watawasau bilhaq. Saling berwasiat dalam
melakukan kebenaran. Yang terakhir,
watwu bisar,
saling menasihati dalam bersabar. Jadi,
butuh kita saling menasihati. Demikian
juga disebutkan para salaf jika mereka
bertemu kemudian mereka berpisah,
sebelum berpisah mereka bacakan surah
wal asr yang di akhir ayat tersebut
watawasau bisabar hendaknya saling
bersabar. Ya Allah juga menyebutkan
tentang sifat penghuni surga. Watawasau
bisobri watawu bil marhamah.
Siapa? Ulaika ashabul maimanah. Ciri
penghuni surga itu saling berwasiat
untuk bersabar dan saling berwasiat
untuk saling kasih sayang.
Maka butuh di antara kita untuk saling
mengingatkan bahwasanya hidup ini adalah
ujian. Dan ujian dihadapi dengan apa?
Kesa kesabaran. Karena terkadang sabar
kita pupus kemudian hilang.
Sabar, tidak bertahan lama, tidak bisa
continue. Ya, jangan bosan-bosan
kalau ditegur untuk apa? Sabar. Ada
orang kirim pertanyaan sama saya,
"Ustaz, saya ada masalah tapi jangan
nasihati saya sabar." Nasihat yang lain.
Ya,
ada seorang hidupnya dengan
penuh kesabaran.
Dia lagi mancing ikan kemudian tidak
dapat-dapat ditegur, "Sabar supaya
ikannya nyantol. Sabar kata dia, "Kau
enggak usah ngajarin saya sabar. Hidup
saya sudah penuh dengan apa?" Kesabaran.
Orang sabar pun perlu diingatkan. Kalau
kau pun sabar, harus diingatkan supaya
apa? Bertahan dalam kesabaranmu dan
menambah apa? Level sabarmu. Rasulullah
dibilang sabar. Ya ayyuhan
nabiyuttaqillah. Ya Rasulullah
bertakwalah.
Ya bukan Rasulullah tidak bertakwa.
Rasul sahu alaihi wasallam bertakwa tapi
agar kontinue dalam takwanya agar
bertambah apa? Takwanya. Ya
ayyuhalladzina amanu aminu billahi wa
rasulih. Wahai orang yang beriman
berimanlah. Sudah iman dibilang apa?
Berimanlah. Maksudnya apa?
Kinue istiqamah dalam imanmu. Dan
tambahlah level apa? ImanMu. Dan ini
kaidah bahasa Arab. Kalau seseorang
sedang melakukan sesuatu kemudian
disuruh melakukan suatu yang sama,
berarti maksudnya kalau bukan tetap agar
kontinue atau menambah levelnya. Paham?
Antum lagi makan terus dibilang makan.
Ini sedang makan terus dibilang makan
berarti apa? Lanjut atau nam nambah?
Paham? Paham yang makannya apa yang
sabarnya?
Ini sekedar contoh maksud saya. Oleh
karenanya semua kita butuh sabar. Jangan
merasa saya sudah ustaz, saya sudah lama
ngaji. Setiap orang butuh diingatkan
sabar. Nabi saja diingatkan untuk sabar,
apalagi kita yang imannya naik turun,
naik turun, kembang kempis kembang
kempis, jelas enggak jelas nyala redup,
kita lebih butuh untuk diingatkan. Dan
itu ciri-ciri orang beriman. Watawasau
sabri watwasau bil marhamah bilhaq, watu
bisar
tib. Oleh karenanya dalam rangka
menjalankan
ee atau menjalankan wasiat Allah wat
tawasau bisabr saling berwasiat dalam
salinglah berwasiat dalam bersabar ya
yaitu benar-benar serius. Tawasi bisabr
itu wasiat. Wasiat suatu pesan serius.
Sampai Allah sebutkan dengan kata wasiat
yaitu pesan serius untuk bersabar.
Ada sekitar 10 kaidah tentang sabar.
tentunya kaidah banyak daripada ini cuma
saya memilih sebagian aja. Yang pertama
ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala bahwasanya sabar itu
ada tiga macam ya. Disebutkan oleh para
ulama Ibnul Qayyim Ibnu Taimiyah dan
yang lainnya. Sabar ada tiga macam.
Sabar yang pertama disebut asabru ala
thaatillah. Sabar dalam menjalankan
ketaatan.
Bahwasanya dalam menjalankan ketaatan
butuh kesabaran.
Untuk salat lima waktu butuh sabar,
untuk salat di masjid butuh sabar. Untuk
bersedekah butuh kesabaran. Berbakti
kepada orang tua butuh kesabaran,
nyambung silaturahmi butuh apa? Sabar.
Kalau enggak sabar enggak bisa. Yang
kedua, sabar dalam meninggalkan maksiat.
Sabru an maksiatillah ini juga butuh
kesabaran. Tidak nonton film Korea butuh
apa? Kesabaran ya. Tidak nonton
ee apa namanya? Tidak mendengar
lagu-lagu, musik-musik yang haram butuh
apa? Kesa kesabaran.
Tidak melototi cewek cantik butuh apa?
Kesabaran. Ya. Tidak terjerumus dalam
muamalah yang haram juga butuh apa?
Kesabaran. Sabar. Lagi zaman sekarang
sarana maksiat di mana-mana. Ini butuh
kesabaran tingkat tingkat tinggi. Ketika
sedang bersendirian untuk bersabar tidak
maksiat meskipun tidak ada yang lihat.
Ini butuh kesabaran. Ketika akses
maksiat begitu mudah, butuh kesabaran
untuk tidak mengakses maksiat tersebut.
Ini juga butuh kesabaran. Dan contoh
yang nyata kisah Nabi siapa? Yusuf alaih
salam yang digoda oleh siapa? Imratul
Aziz yang konon namanya siapa? Zulaiha.
Yang ketiga, sabar dalam menghadapi
musibah atau ujian yang disebut dengan
asabru ala aqdadillahil mlimah. Sabar.
atas takdir-takdir Allah yang mungkin
membuat hati menjadi sakit, menjadi
pilu, menjadi pedih. Sebagian ulama
mengungkapkan dengan asabru ala
ahkamillah. Sabar terhadap hukum-hukum
Allah subhanahu wa taala. Sabar terhadap
hukum-hukum Allah subhanahu wa taala.
Inilah tiga sabar. Sehingga kita tidak
membatasi sabar pada makna yang ketiga
saja. Sering kalau kita bicara sabar,
kita hanya membatasi pada makna yang
ketiga itu sabar menghadapi apa? Ujian.
Ternyata pertama, kedua juga termasuk
sabar. K. Para ulama membahas di antara
tiga sabar ini secara jenis mana yang
lebih mulia di sisi Allah Subhanahu wa
taala. Maka mereka membagi dua terlebih
dahulu. Pertama disebut asabrul
ikhtiyari. Sabar jenis pertama dalam
jalan ketaatan dan meninggalkan maksiat
disebut dengan asabru alikhtiyari. Sabar
pilihan. Kenapa dikatakan sabar pilihan?
Karena kita bisa milih azan subuh
dikumandangkan, kita bisa pilih bangkit
untuk ke masjid atau lanjutkan tidur.
Kita bisa milih atau tidak bisa. Sama.
Ini namanya sabar ikhtiar ya. Kita
bersedekah bisa kita milih. Mau sedekah
atau pelit kita bisa mi milih seperti
itu. Makanya ketaatan itu disebut sabar
ikhtiari. Karena kita bisa milih
melakukan ketaatan atau meninggalkan
ketaatan tersebut. Ya, demikian juga
sabar dari dalam meninggalkan
kemaksiatan juga ikhtiari, pilihan. Kita
bisa milih ngeklik film Korea
atau enggak jadi klik. Tangan sudah
mengeklik sabar.
Sudah cerita-cerita ada cewek lewat
mundurin lagi enggak? Sabar terus. Kalau
mundurin lagi berarti kita kalah.
Berarti kita enggak sabar. Untuk tidak
mengklik itu juga butuh apa? Kesabaran.
Tapi kita juga punya pilihan. Mau
ngeklik atau tidak punya pilihan. Kedua,
sabar ini disebut dengan sabar
alikhtiari. Sabar pilihan. Sabar. Jenis
ketiga. Sabar dalam menghadapi ujian
disebut dengan asabru altirari. Sabar
terpaksa enggak ada pilihan. Anak
meninggal enggak ada pilihan. Meninggal
atau hidup enggak ada pilihan. Mobil
kecuri enggak ada pilihan. Ya. Sakit
enggak ada pilihan. Kalau bisa pilih
kita pilih sehat. Tapi kita enggak bisa
mi milih
ya.
Suami selingkuh enggak ada pilihan
terjadi.
Istri selingkuh enggak ada pilihan.
Suami poligami enggak ada pilihan. Kalau
bisa milih, jangan, tapi sudah
terlanjur. Enggak ada pi pilihan. Itu
musibah atau anugerah? Musibah bagi
wanita.
Ya, maksud saya enggak ada pilihan.
Sabar.
Nah, disebut sabar terpaksa sabrul
ittirari.
Dan contohnya seperti Nabi Yusuf ketika
dimasukkan dalam su sumur enggak ada
pilihan jadikan budak dijual oleh
kakak-kakaknya. Enggak ada pilihan.
Contohnya Nabi Ayub ketika Nabi Yusuf
hilang entah ke mana, enggak ada
pilihan. Kalau dia bisa milih, dia
pengin Nabi Yusuf kembali, tapi dia
enggak ada pilihan. Contohnya Nabi Ayub
ketika terkena penyakit bertahun-tahun,
enggak ada pilihan. namanya sabr
al-itiirari, sabar terpaksa. Nah, dua
jenis ini ternyata dikerucutkan menjadi
dua jenis. Pertama namanya sabrul
ikhtiari dan kedua namanya sabr
al-itiirari. Dua ini mana yang lebih
utama? Secara jenis, bukan secara sampel
persampel permasalahan bukan. Tapi
secara jenis sabar ikhtiari lebih afdal
daripada sabar ittirari. Dari sisi
bahwasanya sabar pilihan dia milih untuk
bersabar padahal dia punya opsi yang
lain.
Adapun sabar ittirari dia enggak punya
opsi dia harus mi tidak ada pilihan ya
sudah dia harus jalani. Dari sisi itu
makaabr al-ikhtiyari afdal daripada sabr
al-tirari. Sabar pilihan lebih afdal
daripada sabar apa? Terpaksa. Kemudian
para ulama khilaf lagi.
Di antara dua sabar ikhtiari ini yang
lebih afdal sabar menjalan ketaatan atau
sabar meninggalkan maksiat. Maka ini
khilaf di kalangan para ulama. Ditinjau
dari ketaatan adalah tujuan kita
diciptakan. W khalaqtul jinna wal insa
illa liya'budun. Tidak tidaklah aku
ciptakan jin dan manusia kecuali untuk
beribadah. Ketaatan diinginkan oleh
Allah. Maka sabar untuk ketaatan lebih
afdal. Ada yang mengatakan lebih afdal.
Adapun maksiat dijauhi bukan tujuan
utama. Dia adalah wasilah untuk bisa
menjalankan apa? ketaatan, maka sabar
menjalan ketaatan lebih afdal. Ada yang
mengatakan tidak, sabar
menahan diri maksiat lebih afdal.
Kenapa? Karena
karena melawan hawa nafsu, melawan
keinginan dan itu lebih berat daripada
menjalankan ketaatan.
Ya, lebih berat daripada menjalankan
ketaatan. Intinya tiga-tiganya adalah
apa? Kesabaran.
Sehingga mereka mengatakan sabarnya Nabi
Nuh Alaihi Salam dalam dakwah 950 tahun.
Ya,
sabarnya Ibrahim untuk mau menyembelih
anaknya menjalankan ketaatan lebih afdal
daripada sabarnya Nabi Yakub ketika
kehilangan Yusuf Alaih Salam. Lebih
afdal daripada sabarnya Nabi Ayub ketika
harus sakit bertahun-tahun. Kenapa?
Karena sabarnya Nuh, sabarnya Ibrahim,
sabarnya Ismail untuk disembelih.
Ini ikhtiari pilihan. Adapun sabar Nabi
Yakub, sabar siapa? Nabi Nuh sabar Nabi
Yunus dalam perut ikan apa? Paus. Itu
adalah ittirari. Terpaksa. Sekali lagi
ini adalah hanya sekedar perbandingan
dari jenis kesabaran. Tapi kalau sudah
masuk satu persatu tentunya bisa
berbeda. Contoh lebih lebih banyak mana
pahalanya? Sabar suatu pagi pergi ke
masjid untuk salat subuh atau sabar
digodain cewek ditelepon-telepon untuk
berzina?
Ceweknya cantik, duitnya banyak.
Jarang-jarang seumur hidup belum tentu
terjadi.
Secara jenis sabar menjalankan ketaatan
lebih afdal daripada sabar meninggalkan
apa? Maksiat. Tetapi secara poin demi
poin, sampel perampel belum tentu. Tapi
semuanya butuh apa? Kesabaran. Jadi kita
menghadirkan dalam diri kita bahwasanya
sabar itu bukan cuma satu jenis tapi
tiga apa? Jenis dan semuanya dicintai
oleh Allah. Wallahu yuhibbusirin. Allah
mencintai orang-orang yang sabar. Salat
subuh bangunlah sabar. Insyaallah Allah
cinta sama saya. Bangun malam, salat
malam sabar, ngantuk wudu Allah cinta
saya. Kenapa Allah suka orang yang sabar
dalam menjalankan ketaatan? Apalagi
sebagian ulama mengatakan sabar dalam
ketaatan adalah sabar yang tertinggi.
Sabar juga ketika meninggalkan maksiat.
Maueklik jangan ngeklik. Kalau saya
ngeklik Allah tidak cinta sama saya.
Kalau saya enggak ngeklik, Allah cinta
sama saya.
Tiga-tiganya adalah kesabaran. Bab ini
yang kaidah pertama. Paham? Insyaallah.
Insyaallah.
Tib. Yang kedua, tingkatan-tingkatan
terkait sabar. Ini kapan sabar? Ee ee
kapan tidak sabar, maka berdosa, dan
kapan sabar mendapatkan pahala. Kita
bisa bagi dua. Yang pertama disebut
jaza. Jaz artinya keluh kesah,
meronta tidak sabar. Ini berdosa.
Innal insana khuliqo halu massahusarru
jazua waidza mahul khairu manua. Manusia
itu kalau ditimpa dengan keburukan jazua
berkeluh kesah. Berkeluh kesah. Ngomong
sana ngomong sini. Ngomel sana ngomel
sini.
Ini dosa.
Kalau orang ditimpa musibah kemudian dia
berkeluh kesah maka dia do dosa. Ya,
harusnya dia sabar ya.
Oleh karenanya Rasulullah bersabda,
"Laisa minna manabal khududa wasqal
juuba widwal jahiliyah." Bukan dari
golongan kami orang tatkala terkena
musibah dia pukul-pukul pipinya, dia
robek-robek bajunya dan dia menyeru
dengan seruan jahiliah. Kenapa? Dia
jaza.
Saawan alaina ajazna amarnaana m. Kata
penghuni neraka jahanam, sama saja di
neraka. Kita mau sabar, kita enggak
sabar enggak ada faedahnya. Mau teriak,
enggak teriak tetap aja kekal di neraka.
Jazna maksudnya tidak bersabar. Maka
kalau jaza itu berdosa. Kemudian yang
wajib adalah sabar.
Dan sabar ini ada tingkatan. Yang
pertama sabar, menahan diri. Apa
maknanya sabar? Sabar maknanya dari
asabru maknanya alhafsu. Alhabsu artinya
menahan. Maksudnya mana apa? Menahan
diri, menahan lisan, menahan komentar
dari semua perbuatan yang menunjukkan
protes kepada keputusan Allah.
Contohnya robek-robek, banting-banting,
ya maki-maki,
ngomel-ngomel. Itu semua menunjukkan
tidak sa sabar. Kita bisa ngaca diri.
Dengar suatu berita, banting piring
klang tidak sa sabar. Pukul tembok waduh
tidak sabar.
Kamu sih, kamu sih, kamu sih, kamu sih
juga tidak sa sabar. Semua perkataan
yang menunjukkan perbuatan tulisan yang
menunjukkan protes dengan keputusan
Allah itu namanya tidak sabar. Sabar
menahan. Ada gejolak untuk teriak, ada
gejolak untuk merontta-ronta, tapi dia
tahan. Meskipun ada gejolak, dia tahan,
itulah sabar dan itulah pahalanya besar.
Dan ini hukumnya wa wajib. Ini kadar
paling minim. Dan ini hukumnya wajib,
pahalanya besar.
Wajib, pahalanya besar.
Ini kadar minimal.
Jadi tidak bersabar itu yang penting
menahan itu sudah dapat pahala. Tidak
harus ee apa namanya? rida gak harus.
Maksudnya senang dikasih musibah gak gak
harus kita meskipun enggak senang tapi
kita tahan sudah dapat pahala. Itulah
sabar. Itulah sabar.
Tib tingkatan kedua rida. Rida itu
terima keputusan tanpa gejolak hati.
Yaitu dia diken dia terkena musibah
terus dia mikir, renungkan, saya rida.
Rida maksudnya ini yang terbaik. Dia
rida dia tidak dia tidak menahan. Dia
rida tanpa ada gejolak ke hati. Ini
tingkatan lebih tinggi dari sabar tetapi
tidak wajib. Tidak wa wajib. Artinya
dapat pahala tidak harus seperti itu.
Dengan bersabar sudah dapat apa pahala?
Tingkatan lebih lagi namanya syukur.
Syukur itu tidak ingin jika tidak
terkena musibah.
Dia dapat musibah bilang alhamdulillah.
Alhamdulillah. Ini pasti yang terbaik.
Pasti Allah punya hikmah di balik ini.
Kalau disuruh pilih kena musibah atau
enggak, kata dia, lebih baik saya kena
musibah. Saya syukuri musibah ini. Dan
itu derajat lebih susah lagi. Lebih
susah lagi. Tunggu. Butuh orang yang
imannya sangat tinggi. Tetapi, tetapi
yang wajib cuma bersa sabar. itu derajat
tidak wajib. Itu sunah. Kalau bisa
alhamdulillah. Kalau enggak juga enggak
enggak apa-apa. Dan terkadang orang bisa
sampai derajat rida musibah tertentu dia
bisa rida terkadang dia tidak rida.
Terkadang dia pada derajat sabar terus
dia memikir-mikir kemudian dia rida. Dia
mikir-mikir renungkan lagi dia
bersyukur. Bisa berubah derajat. Setelah
dia mengadakan perenungan direnung, "Oh,
ternyata memang lebih afdal saya terkena
mu musibah." Ternyata ada hikmah di
balik itu sehingga dia mensyukuri
musibah tersebut.
Tayib. Paham?
Kita lanjutkan
ee kaidah yang ketiga. Kaidah yang
ketiga,
seorang tidak bisa bersabar kecuali
dengan izin Allah. Allah berfirman
kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam, "Wasbir wobruka illa billah."
Dan sabarlah wahai Muhammad,
sungguhnya
tiada tidaklah kesabaranmu melainkan
dengan pertolongan Allah. Ini harus kita
yakini bahwasanya kita hanya bisa
bersabar kalau Allah jadikan kita ber
bersabar.
Makanya ketika kita bersabar hendaknya
kita bersandar kepada Allah.
Paham? Jangan bersandar pada diri kita,
pada ilmu kita, pada kemampuan kita.
Kalau kita bersandar pada diri kita,
kita sabarnya enggak bisa lama.
Tapi kalau kita sandarkan kepada Allah,
yang bikin saya sabar adalah siapa?
Allah. Yakin saya bisa sabar dengan
pertolongan Allah. Wasbir wuka illa
billah. Sabarlah. Sesungguhnya sabarmu
itu dari Allah Subhanahu wa taala. Maka
ketika bersabar, bersandar kepada Allah.
Bukan kepada diri kita. Bukan karena
duit kita banyak. Bukan karena
kita sudah berpengalaman terkena musibah
dak.
Hati ini mudah berubah. Iman naik dan
turun. Yang bisa bikin kita sabar siapa?
Allah. Kemudian kita minta bersabar
hanya kepada Allah Subhanahu wa taala.
Datang dalam satu hadis, ada seorang
minta sabar, maka ditegur oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ya, saya
bacakan hadis ya.
Riwayat Tirmidzi.
Anan Nabi sallallahu alaihi wasallam
sami rajulan yasalullaha sabro. Nabi
mendengar ada seorang minta sabar. Ya
Allah sabarkan aku. Faqala saallaha
albala. Maka Nabi bilang, "Kau minta
sabar berarti kau minta musibah."
Artinya kau minta dikasih musibah terus
kau bersabar.
Mintalah keselamatan. Ini hadis larangan
minta sabar. Hadisnya diif. Hadisnya
apa? Dif. Yang benar kita boleh minta
sabar. Dua kondisi. Kalau sudah terkena
musibah tentu boleh minta sabar.
Seperti dalam Al-Qur'an ee ketika
tentaranya Thalut bertemu dengan Jalut,
mereka berkata, "Rabbana afrik alain
watbit aqdamana alalil kafirin." Mereka
berdoa, "Ya Allah, afrik ala curahkan
sabar pada diri kami." Karena jumlah
mereka sedikit sementara pasukan Jalut
ba.
Maka butuh sabar. Mereka minta karena
sudah musibah di depan mata sedikit
lawan banyak. Mereka minta sabar dengan
berdoa, "Rabbana afrig alain curahkan
sabar sebanyak-banyaknya kepada kami.
Watabit aqdamana dan kokohkan kami. Kami
kokohkan kaki kami. Wansurna alalil
kafirin. Tolonglah kami menang atas
orang kafir." Demikian juga ketika
Firaun mengancam untuk membunuh para
penyihir yang melawan Musa kemudian
masuk Islam.
Laq aidakumjulakum min khilaf wibakum.
Saya akan salib kalian, saya akan potong
kalian secara menyilang. Tangan kiri
kaki kanan, tangan kanan kaki kiri mau
dibunuh. Ketika itu mereka berdoa,
"Rabbana afrik alro
watana muslimin." Ya Allah sabarkanlah
kami dan wafatkanlah kami dalam kondisi
Islam. Karena mereka sedang diuji.
Bayangkan beriman mati. Pilih iman atau
pilih. Pilih hidup atau pilih mati.
Kalau beriman berarti dibunuh. Kalau
kafir berarti hidup. Itu butuh
kesabaran. Saat saat itu, saat itu
mereka minta sa sabar. Jadi kalau sudah
terkena musibah, seorang minta sabar
kepada Allah, "Ya Allah sabarkan aku. Ya
Allah sabar." Tidak ada sabar kecuali
dari Engkau. Supaya kita kuat. Jangan
bersandar pada diri. Diri kita itu
lemah. Ilmu kita lemah. Kita banyak
teori penerapan enggak bisa ya.
Penerapan enggak bisa. Kita minta kepada
Allah Subhanahu wa taala. Jadi boleh
atau subhanallah mengatakan
meskipun kita tidak terkena musibah,
kita minta sabar bukan maksudnya untuk
dikasih musibah. Karena sabar tuh ada
bermacam-macam. Sabar untuk
menjalankan ketaatan dan kita setiap
hari disuruh menjalan ketaatan dan kita
minta sabar untuk meninggalkan apa?
Maksiat. Meninggalkan maksiat. Dan kalau
kita terkena musibah kita bisa sabar.
Jadi boleh juga meskipun kita sedang
tidak sedang tidak terkena musibah, kita
boleh minta sa sabar dalam artian sabar
untuk taat, sabar untuk meninggalkan
maksiat dan sabar jika dikasih musibah
kita dijadikan apa saar karena musibah
pasti menimpa. Adapun hadis yang
melarang minta sabar hadisnya difit
[Musik]
kalau belum terkena musibah itu terkena
musibah boleh minta kesabaran ini.
Wasbir wama shobruka illa billah.
Kemudian juga dengan ayat ini kita tidak
ujub ketika sabar. Subhanallah. Kok saya
bisa sabar? Subhanallah ternyata saya
hebat. Saya jagoan. Enggak. Kau sabar.
Yang bikin kau sabar siapa? Allah
Subhanahu wa taala.
Yang bikin kau sabar Allah subhanahu wa
taala. Dan dengan kita bersandar kepada
Allah maka sabar bisa tahan lama, bisa
continue. Karena kita bersandar kepada
Allah subhanahu wa taala. Berapa menit
lagi azan?
Tib.
Ee yang berikutnya,
kaidah berikutnya, kaidah yang keempat,
sabar harus ikhlas. Kenapa? Sabar adalah
ibadah. Dan ibadah kaidahnya tidak dapat
pahala kecuali jika ikhlas kepada Allah.
Ini poin yang sangat krusial,
sangat penting, sangat fatal. Karena
terkadang orang sabar bukan karena
Allah, tapi karena duniawi. Allah
berfirman dalam surat Arraad, walladina
wajibhim.
Dan orang-orang yang bersabar karena
mencari wajah Allah Subhanahu wa taala.
Kau sebar sabar nih kenapa? Mencari
pahala atau karena duniawi? Maka
ketika dia bersabar, dia mencari pahala
dari Allah Subhanahu wa taala. Tiib.
Allah Subhanahu wa taala berfirman,
walladzinaar
wajhibihim. Ini poin sangat krusial.
Kalau kita sabar harus karena Allah agar
kita dapat pahala. Kita dapat pahala.
Maka kalau orang ikhlas ketika bersabar,
maka biasanya sabarnya bisa bertahan
lama karena dia ikhlas. Karena dia
mencari pahala di balik kesabarannya
tersebut.
Yang kedua, kalau dia bersabar karena
Allah maka terasa lebih ringan karena
dia lakukan semuanya karena Allah. Tapi
kalau karena duniawi belum tentu. Namun
ingat jika tidak ikhlas tidak dapat
pahala. Tidak dapat pahala. Tidak ikhlas
seperti dia
ri atau sumah dengan sabarnya. Dia
pamer-pamerkan saya sabar, saya kuat.
Ya, tujuannya dia cerita-cerita sana
sini untuk orang memujinya karena dia
seorang yang bersabar. Ini dia sabar
tapi bukan karena Allah maka dia tidak
dapat pahala. Justru bisa dapat dosa
karena sabarnya karena riperlihatkan
pengin kasih tahu saya ini sabar atau
cerita sumah atau sabar karena sekedar
duniawi. Sebenarnya ini boleh tapi bukan
utama seperti sabar demi anak-anak saya
sabar. Jangan kamu bersabar karena
Allah. Dan di antara hikmahnya agar
anak-anak lebih baik. Ada seorang wanita
tidak suaminya zalim tapi dia tidak
minta cerai. Kenapa? Demi anak-anak. Ya
itu secara dunia. Tapi harusnya hatinya
ini semua karena siapa? Karena Allah
yang mentakdirkan ini, maka saya ber
bersabar. Jangan sekedar karena
anak-anak. Karena kalau karena sekedar
karena anak-anak ini bukan dapat pahala.
Karena berarti sabarmu bukan karena
Allah subhanahu wa taala. Ini yang
terkadang buat orang sabarnya enggak
kuat. Karena sabarnya bukan karena
Allah, tapi karena duniawi murni. Maka
jangan seperti sabar. Saya bersabar demi
harga diri. Ya,
saya bersabar karena tidak mampu
membalas. Kalau bisa balas saya sabar.
Ya, itu bukan karena Allah.
Ya, saya sabar agar tidak tambah parah
kondisinya. Itu juga bukan karena Allah.
Harus ini perlu kita ingatkan sabar
karena Allah.
Nah, kalau kita perhatikan antara poin
ketiga dengan poin poin empat,
perhatikan. Poin ketiga, kita merasa
sabar karena Allah yang kasih sabar itu
terkait dengan rububiyah. Itu makna la
haula wala quwwata illa billah. Yaitu
wala illa billah. Tidak ada daya, tidak
ada upaya saya bisa sabar kecuali dengan
izin Allah. Ini terkait dengan
rububiyah. Bahwasanya Allah yang bisa
bikin saya seperti namanya istianah
dengan Allah Subhanahu wa taala. Ini
wasilah
ini dapat pahala. Karena dia merasa
ketika dia merasa saya bisa sabar karena
Allah dia sedang
menghayati tauhid rububiyah.
Tapi itu wasilah untuk tauhid uluhiyah.
Adapun ketika saya bersabar karena
Allah, itulah ibadah yang dituntut dari
saya. Dan ini terkait dengan tauhid
uluhiyah. Karena sabar saya bukan karena
ri sabar saya karena bukan karena
duniawi, tapi saya sabar karena Allah.
Dan ini adalah tujuan. Maka Ibnu Qayyim
membantah orang yang mengatakan sabar
billah lebih afdal daripada sabar
lillah. Asabru billah lebih afdal
daripada sabru lillah. Ibnu Qayyim
bantah yang benar. Asobru lillah yaitu
sabar karena Allah lebih afdal daripada
asabru billah. Sabar karena dengan
pertolongan Allah. Karena asabru billah
terkait dengan rububiyah dan dia
wasilah. Dan asabru lillah terkait
dengan uluhiyah dan dia adalah tujuan.
Paham atau tidak? Paham ya? Dua-duanya
harus dijalankan. Kalau seorang
bersabar, dia tahu Allah yang bisa bikin
dia sabar. Kalau tanpa Allah dia tidak
bersabar. Yang kedua, dia bersabar
karena mencari rida Allah.
wajibhim
waqu mimqahum sir waaniah waahika
lahum jannatuin yadunahariikaiamunikum
bimartum lanjutan dari surat arat
tersebut. Dan orang-orang yang bersabar
karena mencari wajah Allah,
mendirikan salat, ya berinfak, membalas
keburukan dengan kebaikan. Mereka itulah
kesudahan mereka yang terindah. Mereka
masuk surga bersama orang tua mereka
yang saleh, bersama istri mereka yang
salehah, dan bersama anak-anak mereka
yang saleh. Dan malaikat masuk menemui
mereka di surga. Malaikat berkata kepada
mereka penghuni surga, "Salamun alaikum
bima shobartum. keselamatan atas kalian
dalam surga karena kesabaran kalian.
Ingat, sabar karena Al Allah.
Sabar karena mencari rida Allah. Sabar
karena ingin melihat wajah Allah. Ini
harus ini krusial banget ini.
Kadang-kadang kita lupa untuk sabar
karena Allah.
Sabar karena duniawi. Jangan. Jangan
sekedar duniawi. Tapi sabar mencari rida
Allah. Ini membuat sabar seorang menjadi
kontinue.
Tapi kita lanjutkan.
Ini masih lama. Antum sabar enggak?
Tib.
Yang kelima, ikhwan dan akhwat yang
dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
Sabar itu bukan berarti pasrah tanpa
ikhtiar, tanpa usaha. Ini di antara
kesalahan saya sabar kemudian tidak ada
usaha. Tidak benar. Sabar itu tidak
menafikan usaha. Sabar tuh kita sabar
dengan keputusan Allah, tapi kita
berusaha mencari solusi. Makanya Allah
berfirman kepada Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam, "Fasbir kama
shar ulul azmi minar rasul." Bersabarlah
engkau wahai Muhammad sebagaimana para
ulmi dari kalangan rasul yang bersabar.
Yaitu sebagaimana Nuh, siapa lagi?
Ibrahim, Musa, Isa.
Mereka sabar luar biasa. Tapi mereka
disifati dengan al-Azmi, Ulul azmi. Ulul
Azmi itu pemilik azam. Azam tekad yang
kuat. Dan nabi-nabi tersebut, Nabi Nuh,
Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa bukan
orang yang begitu gagal diam aja.
Enggak. Mereka berusaha terus. Berusaha
terus. Nabi Nuh bersabar 950 tahun. Itu
menunjukkan namanya orang sabar tuh
bukan pasrah, tapi dia berikhtiar.
Karena Allah memuji para rasul yang
sabar dengan disebut ulul azmi itu
meskipun mereka dihantam, diuji, mereka
tetap berazam kuat. bertekad kuat. Jadi
bukan berarti sabar tidak berobat, sabar
sakit ya saya terima, saya rida dengan
keputusan Allah tapi saya tetap berobat
karena Rasulullah menyuruh bertobat.
Berobat tadaw ibadallah wala tada bil
haram. Berobatlah jangan berobat dengan
yang haram. Ya.
Ya. Saya bersabar jomblo sampai umur
segini tapi bukan pasrah.
Nadar ditolak, nadar ditolak. Nah,
sudahlah sabar. Bukan sabar. Sabar bukan
berarti pasrah, berusaha.
Sabar bukan berarti pasrah.
Sabar disertai dengan ikhtiar.
Hasilnya serahkan kepada Allah.
Dan para rasul sabarnya luar biasa.
Makanya Allah mengatakan, "Wasbir
lihukmi rabbika." Wahai Muhammad,
bersabarlah dengan keputusan Rabbmu.
Yaitu dengan ujian-ujian Allah. Wala
takun huti idbahu wahua makum. Dan
janganlah kau seperti seorang yang
dimakan ikan paus. Maksudnya jangan
seperti Nabi Yunus. Kenapa ya? Nabi
Yunus ketika dia berdakwah kepada
kaumnya, mereka tidak beriman. Dia
jengkel, dia pergi. Dia jengkel.
Sehingga akhirnya Allah uji dia dengan
dimakan oleh ikan ikan ditelan bukan
dimakan. Ditelan oleh ikan ikan paus.
Ya. Maka Allah mengatakan, "Wala takun
kasahibut." Kau sabarlah. Sabarlah
seperti Nuh yang sabar sama kaumnya 950
tahun.
Jangan seperti Nabi Yunus Alaih Salam
yang sempat melakukan dia pergi
meninggalkan kaumnya
alai. Ketika Nabi Yunus pergi
meninggalkan kaumnya karena tidak mau
beriman, dia marah, dia pergi. Sudahlah
dakwah enggak dengar-dengar. Di sini
Allah tegur, "Jangan kau seperti Yunus,
tapi sepertilah Nabi siapa?" Nuh. Ulul
azmi minar minar rasul. Jadi sabar tidak
berarti pasrah.
Ngelamar kerja enggak diterima sabar.
Mungkin belum waktunya tapi ngelamar
terus enggak apa-apa sabar
bukan berarti pasrah.
Yang keenam, Ikhwan, perhatikan.
Datangnya musibah bukan berarti otomatis
dapat pahala. Datangnya musibah belum
belum berarti otomatis dapat pahala.
Kenapa? Karena musibah itu dari
ketetapan Allah. Adapun yang dinilai
oleh Allah adalah sikap hamba terhadap
musibah tersebut.
Ya, datangnya musibah,
bencana alam, gempa bumi, sakit kita
sakit dizalimi orang, ada keluarga yang
meninggal ya ini semua Allah yang
mentakdirkan.
Maka pahalanya bukan berarti kalau
terjadi musibah otomatis dapat pahala.
Tidak. Tetapi pahala itu ditinjau
bagaimana sikap kita menghadapi musibah
tersebut. Bagaimana sikap kita
menghadapi ujian tersebut? Lulus atau
tidak? Makanya kalau tidak bersabar
menghadapi musibah berdosa. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam tadi, "Laisa
minna manabal khududa wasqal juuyuba w
bidwal jahiliyah." Bukan dari golongan
kami orang yang ketika terkena musibah
mukul-mukul pipi, terus merobek-robek
baju. Yang itu menunjukkan protes.
Anai illam tetup. Orang yang meratapi
ketika orang meninggal. Kalau tidak
bertobat maka sampai dia meninggal maka
di dibangkitkan pada hari kiamat. Kalau
disiksa dipakai-pakaian dari api wadirun
min jarab dan kemudian mantel dari yang
membuat kulitnya gatal. Kenapa? Karena
dia niaha meratap w itu dia tidak sabar.
Dosa besar. Jadi maksud saya adanya
musibah tidak otomatis menjadikan
seorang dapat pahala. Tapi kalau dia
bersabar dapat pahala. Jika tidak
bersabar tidak dapat pahala. Bahkan bisa
jadi dapat do dosa. Jika sahabat dapat
pahala, maka
berusaha mencari pahala dari setiap
musibah yang dialami. Bab yang ketujuh,
Ikhwan, sabar itu ada batasnya.
Eh, sabar tuh tidak ada batas batasnya.
Sabar tidak ada batasnya. Sabar ya terus
kapan kamu tidak sabar selesai pahalanya
berhenti. Jangan bilang sabar saya sudah
habis. Ah, sabar enggak habis, enggak
boleh habis sabar. Sabar tetap jalan
terus. Adapun menyikapi yang terbaik
tidak bertentangan dengan sabar. Ya,
misalnya ada orang mukilin kita, kita
sabar. Dipukul lagi, kita sabar, pukul
lagi, kita lapor polisi, kau sudah tidak
sabar? Saya sabar, cuma supaya kau
berhenti, saya sabar. Tu jadi sabar
tidak ada ba batasnya. Harus sabar
terus. Tetapi bukan berarti kita tidak
mengambil sikap yang terbaik.
Dan bilang sabar ada sabar tidak batas.
Sabar terus. Kapan kita berhenti dari
sabar maka pahala kita berhenti.
Yang berikutnya ikhwan, sabar yang
terbaik adalah sejak awal terkena
musibah.
Ada seorang wanita, dia meratapi
anak kecilnya yang meninggal. Meratap di
kuburan shobiyin laha. Qobri shobiyin
laha. Anak anak kecil masih anak kecil
yang meninggal dia meratap di situ.
Berarti dia meratap. angkat suara. Maka
Rasulullah sahu alaihi wasallam melihat
Rasulullah tegur dan itu di antara
kebiasaan Nabi menegur. Mungkin dia lagi
menghadap kuburan, Rasulullah tegur dari
belakang atau dia tidak lihat Nabi.
Rasulullah mengatakan, "Ya hadihi
ittaqillaha wasbiri."
Wahai Fulanah, bertakwalah kepada Allah
dan sabarlah.
Maka wanita ini marah ketika ditegur
sabar. Banyak orang seperti itu. Kalau
ditegur sabar marah dia. Kata dia, "Ila
anniini, pergi engkau dariku." Innaka
lam tusob musibati. Kau tidak ditimpa
musibah seperti musibahku. Makanya kau
hanya enak ngomong sabar, sabar, sabar.
Seakan-akan dia berkata, "Kalau kau
ditimpa dengan musibah sepertiku, belum
tentu kau sabar." Maka dia bilang, "Ila
anni pergi engkau." Dia tidak tahu kalau
itu nabi. "Ila anni." Dia pikir orang
biasa. Innakaam tus bimba. Kau tidak
mengalami musibah yang seperti aku
alami. Subhanallah. Padahal Nabi
mengalami lebih dari dia. Nabi anaknya
berapa? Tujuh. semuanya mening
meninggal. Ini baru satu ya. Nabi tujuh
meninggal. Ibrahim meninggal dalam
pangkuannya.
Yang satu meninggal setelah Nabi.
Fatimah doang radhiallahu anha. Yang
lainnya meninggal dalam kehidupan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dan Nabi
tidak marah digituin. Eh, saya ini
Rasulullah
sampai bilang musibah saya lebih besar
daripada kamu. Enggak. Itu kalau kita,
"He eh eh ngaca nente baru satu. Gue
sudah enam." Enggak Rasulullah enggak
ya. Rasulullah dibilang itu pergi.
Akhirnya ada yang kasih tahu ya tadi itu
Nabi. Maka wanita ini pun enggak enak.
Dia pun cari Nabi. Pergi ke rumah Nabi.
Walam tajid indahu bawwabah. Dan dia
langsung bisa nemui Nabi. Tidak ada
bodyguard-nya Nabi. Tidak ada tukang
jaga rumah pintu Nabi. Maka dia bilang,
Rasulullah, dia minta maaf saya tidak
mengenali engkau tadi. Kata Rasul sahu
alaihi wasallam, innamruil
ula. Kesabaran yang sungguhnya adalah
ketika hantaman yang pertama. Hantaman
yang pertama inilah p sabar yang
ganjarannya besar. Kata al Imam Nawi
rahimahullah dalam alminhaj asabru yaitu
asabrul kamil alladzi yataratab alaihi
al ajrul jazilu likatril masyaqqati
fihi. Yang dimaksud oleh Nabi,
"Sesungguhnya sabar adalah ketika
hantaman yang pertama." Kenapa? Itu
maksudnya sabar yang sempurna yang dapat
pahala besar. Karena beratnya menghadapi
musibah di awal hantaman sampai Nabi
mengatakan shodmah. Shadmah itu
hantaman.
Orang ketika terkena musibah seperti
dihantam
dan itu berat. Tapi kalau dia bisa
bersabar di awal kena hantaman,
pahalanya sangat tinggi. Adapun kalau
dia bersabar 3 hari lagi, 4 hari lagi ya
kata sebagian ulama apa bedanya dengan
hewan? Hewan juga gitu. Kalau sudah 3
hari lupa.
Coba ada induk ayam anaknya dimakan
kucing. Dia ngambung enggak? Kotek tek
kotek kotek kotek kek. Besok udah
main-main lagi.
Sudah lupa.
Orang beriman tidak terkena musibah
pertama dia langsung ingat Allah. Di
situlah banyak faktor yang buat dia
harus emosi, harus marah.
Harus marah tapi dia ingat. Di situlah
dia diuji karena saking beratnya dia
untuk sabar. Tapi kalau dia bersabar
dalam hantaman pertama, pahalanya sangat
sangat besar. Ada yang bertanya, "Ustaz,
kalau dia sabar hari ketiga, hari
keempat, tetap dapat pahala, tapi tidak
sebagaimana sabar pertama kali di
hantaman pertama.
Itu pahalanya lebih besar." Ya,
oleh karenanya di antara doa-doa yang
mungkin membantu seorang ketika terkena
musibah, zikir-zikir agar dia bisa sabar
di hantaman pertama adalah zikir-zikir
berikut ini. Yang pertama, alladzina
idza asobatum musibatun qolu inna
lillahi wa inna ilaihi rojiun.
Kalau kita terkena musibah, bilang ini.
Karena Allah puji itu orang terkena
musibah mereka mengucapkan zikir ini.
Innalillah sungguhnya kita ini milik
Allah.
Innillah. Kita ini milik Allah. Wa inna
ilaihi rojiun. Dan kita akan kembali
kepada Allah. Ketika kita mengatakan
kita ini milik Allah, maka terserah
Allah bikin apa buat kita.
Dia yang lebih tahu apa yang dia
lakukan. Kita hanya pasrah sebagai hamba
menjalankan apa yang Allah putuskan
kepada kita. Kita ini milik Allah. Kalau
harta kita diambil, jangankan
mauambil, kita aja milik Allah. Apalagi
harta kita. Allah mau ambil terserah
Allah.
Anak kita meninggal, kita bilang
innalillah. Saya milik Allah. Anak saya
milik Allah. Memang berat tapi kita
ucapkan ini dengan penuh keyakinan agar
kita bisa sabar. Wa inna ilaihi rojiun.
Kita akan kembali kepada Allah. Cepat
atau lambat akan kembali kepada Allah
dan kita akan kembali kepada Allah dan
kita akan dihisab. Makna ini
kandungannya banyak. Kita ini b Allah
kita akan kembali kita akan di
dilaporkan bagaimana hasil ujian kita.
Kita ini milik Allah dan kita akan
kembali kepada Allah.
Kemudian kita juga berkata qaddarallahu
wa fa'al. Qadarallah wya fa'al. Ini
semua takdir Allah dan Allah melakukan
apa yang dia kehendaki. Ini mirip ya.
Agar kita tahu bahwasanya yang terjadi
ini atas kehendak siapa? Allah.
Innallaha kataba maqadir khalaq qakqina
aman
alfanah. Ya Allah telah mencatat takdir
seluruh makhluk 50.000 tahun sebelum
Allah ciptakan langit dan bumi. Sudah
takdir enggak bisa kita hindari.
Ya
ma asobam yakuntiak. Apa yang Allah
tetapkan kepadamu tidak akan bisa
meleset darimu. W akaka lamakun
liusibak. Apa yang meleset darimu tidak
akan bisa mengenaimu. Saya baru kemarin
baca ada orang sahabat yang kirim
Twitter isinya
dia satu keluarga. Dia anak seorang
syekh. Dia melamar seorang wanita. Dia
melamar seorang wanita dari keluarga
tertentu. Maka ibu wanita ini menolak.
Kata ibu wanita ini, "Saya tidak mau
terima kamu karena mau kamu keluarga
terkenal poligami.
Kakek, nenek, kakak, adik, bapak semua
poligami." Dan dia terkenal keluarga
suka poligami. Akhirnya dia pun ditolak
lamarannya. Karena kalau dia menikah
kemungkinan dia juga poli poligami.
Akhirnya ditolak. Akhirnya wanita ini
dinikahi laki-laki lain dan saya juga
menikah. Kata dia, "Saya pun menikah."
Apa yang terjadi? Saya menikah dengan
seorang wanita dan sampai sekarang saya
tidak poligami. Wanita itu dinikahi dan
dia dipoligami. Qadarallah. Masyaallah.
Kalau Allah sudah takdirkan mau lari
enggak enggak bisa.
Ini contoh.
Jadi kalau dapat musibah qaddarallah
masya fa'al. Sudah takdir enggak bisa
kabur.
Kalau apa yang terjadi? Suami selingkuh
qadarullah masya faal.
Kalau suami menikah lagi alhamdulillah
ala kullial
gak bisa dihindari.
Istri ngomel bilang Allah telah mencatat
omelanmu 50.000 tahun sebelum Allah
ciptakan langit dan bumi. Sudah takdir
diapain? Sehingga membuat kita sabar di
awal terkena hantaman. Begitu kita
terkena suatu yang menyakiti hati, kita
bilang qaddarallah wa fa'al. Semua sudah
takdir Allah. Allah sudah catat 50.000
tahun sebelum cciptakan langit dan bumi.
Tidak mungkin kita hindari. Tidak akan
kita bisa meleset darinya. Dan apa yang
Allah kehendaki terserah Allah.
Berikutnya kita ketika terkena musibah
tambah lagi alhamdulillah ala kulli hal.
Ini sunah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Segala puji bagi Allah atas
segala kondisi. Maksudnya untuk ingat
bahwasanya di balik ini pasti ada
hikmah. Minimal hikmahnya mengurangi
dosa kita. Minimal hikmahnya kalau kita
sabar meninggikan derajat kita. Belum.
Hikmah-hikmah yang lain.
Kebaikan-kebaikan di balik musibah ini
pasti ada. Mungkin belum kita lihat
sekarang.
Pasti ada. Namun kita belum lihat apa se
sekarang kita bilang alhamdulillah ala
kullial. Segala puji bagi Allah atas
keputusannya kepadaku. Musibah ini
menimpaku. Alhamdulillah ala kulli. Dan
ini mengingatkan kita dari sisi hikmah
bahwasanya Allah adalah alhakim. Dia
maha bijak. Di balik ini pasti ada hik
hikmah.
Kemudian juga ingat pahala. Maka kita
berdoa. Nabi juga ajarkan,
"Allahummajurni fi musibati wa akhlifli
khairon minha." Ya Allah berilah aku
ganjaran di balik musibah ini. Musibah
ini ada pahalanya gede. Berikanlah aku
ganjaran tersebut sehingga kita bisa
bersabar. Waakhlifli khairan minha dan
gantikan dengan lebih baik. Gantikan
lebih baik. Minta kepada Allah ganjaran
tersebut unjung membuat kita sabar. Di
antaranya kita doa dengan doa yang
disucapkan oleh pasukan Thalut dan juga
para penyihir Firaun yang sabar. Rabbana
afrik alaina sabro. Ya Allah curahkanlah
sabar kepadaku.
Afrag itu mencurahkan seperti ada ember
dituangin air yang namanya afrag adalwa.
Curahkan air dalam ember. Kita pengin
bukan sabar sedikit, sabar yang banyak.
Sabar sedikit-sikit mung kita enggak
sabar. Kita pengin dikasih sabar yang
banyak oleh Allah. Diujani sabar.
Diujani apa? Sabar.
Rabbana afriq alainal sabr. Di antaranya
mungkin kita boleh bilang Allahumarbit
alaqbi. Ya Allah ikat hatiku.
Karena kalau hati kita tidak diikat
terkadang kita enggak sabar. Allah
berfirman, warna ala qulubihim
qqubunabusamawati
wal ararduni
ilaha laq.
Ketika Ashabul Kahfi dipanggil oleh
raja, disuruh sampaikan kenapa kalian
begini? Maka mereka bisa tegar
menyampaikan, "Kami tidak akan syirik
meskipun banyak ancaman, kami tidak akan
syirik." Kenapa mereka bisa tegar
mengatakan kami tidak bakalan syirik?
Allah mengatakan, "Warana ala
qulubihim." Kami ikat hati mereka.
Ketika mereka berdiri di hadapan raja
yang zalim, mereka tegar. Demikian juga
ketika ibunya Nabi Musa Alaih Salam
meletakkan Musa dalam keranjang kemudian
dilepaskan di sungai Nil ternyata
melewati kerajaan Firaun. Ternyata
diambil sama istrinya Firaun ternyata
dilihat oleh Firaun. Maka dia lihat itu.
Maka dia hampir teriak. Kata Allah,
"Inkadat lubdi bihi laatna ala qolbiha."
Hampir-hampir dia mengatakan, "Eh,
anakku kembalikan." Tapi kalau dia
bilang begitu, Musa langsung dibunuh.
Kata Allah, "Laula anatna alaqbiha."
Kalau bukan kami ikat apa? Hatinya.
Makanya sebagian orang-orang Arab kalau
mereka terkena musibah langsung berdoa,
"Allahumit alqi." Ya Allah, ikat apa?
Hatiku. Hati ini enggak kuat. Kalau
enggak diikat sama Allah enggak enggak
kuat. Insyaallah dengan baca seperti
ini, doa-doa enam zikir ini seorang bisa
kuat di awal musi musibah.
Tinggal dua lagi. Sabar ya.
Sekarang ke berapa? Ke-elapan. Ustaz,
kalau saya sabarnya 4 hari berikutnya ya
dapat pahala. Cuma tidak seperti sabar
sejak a awal. Nangis gak apa-apa. Nangis
tidak kuat hati ini tapi tetap sabar.
Bisa sabar. Rasulullah juga menangis
ketika anaknya meninggal tapi tetap
sabar dan rida dengan keputusan Allah
subhanahu wa taala. Rasulullah menangis
menunjukkan rahmatnya kepada anak.
Tib kita lanjutkan.
Nah, ini yang semakin pilu semakin besar
pahala. Semakin pilu semakin besar
nikmat di akhirat.
Semakin pilu semakin besar nikmat di
akhirat.
Dan ini
ee dalilnya banyak. Rasulullah bersabda,
"Inna idam amal jaza ma idamil bala."
Sesungguhnya besarnya ganjaran
berdasarkan besarnya ujian.
Wa inallaha idza ahabbaan ibtalahum.
Jika Allah sudah mencintai sebuah kaum
Allah akan uji mereka. Tapi yang jadi
perhatian kita inna idomal jaza maidomil
bala. Sesungguhnya besarnya ganjaran
berbanding lurus dengan besarnya ujian.
Semakin pedih, semakin berat semakin
besar pahala.
Makanya orang yang paling dicintai oleh
Allah semakin besar pahalanya.
Asyhadunasi balaan. orang yang paling
besar pahalanya, yang paling dicintai
oleh para nabi, yang paling besar
ujiannya, kemudian orang saleh, kemudian
yang selanjutnya dan selanjutnya.
Kemudian juga e Rasulullah tadi
bersabda, "Innama indodil ula."
Sungguhnya sabar yang sungguhnya yang
pahalanya sempurna ketika hantaman
pertama. Karena di hantaman pertama itu
sangat pilu. Berbeda kalau sudah 3 hari
4 hari kepiluan semakin berkurang.
Saat awal itu kepiluan sangat luar
biasa. Sampai Rasulullah sebut dengan
hantaman seperti ditabrak
situlah pahalanya besar. Itu pahala
sabarnya sempurna. Kalau pahalanya
sempurna maka nikmat semakin sempurna.
Demikian Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda yawaddu ahluliah yaumalqiamati
hina y ahlul balawab la juludah
fid dunya bil maqid. Ketika Allah
bagi-bagi pahala di akhirat, Allah kasih
kepada orang-orang ketika di dunia
sering dapat musibah. Dan Allah juga
kasih kepada penghuni surga yang mereka
seringnya tidak terkena musibah. Itu
orang kaya tapi masuk surga, orang sehat
walafiat tapi masuk surga. Ada yang satu
miskin masuk surga, menderita masuk
surga, sakit-sakitan masuk surga.
Ternyata pahalanya beda. Sampai ahlul
afiah yang dapat pahala karena
orang-orang selalu nyaman di dunia
berangan-angan. Seandainya mereka di
dunia dulu digunting kulit-kulit mereka
karena mereka tahu ternyata semakin pilu
pahalanya semakin be besar. Mereka
berangan-angan. Seandainya kita duduk di
dunia dikasih musibah seperti mereka
bahkan lebih dengan digunting-gunting
kulit kita. Ini menunjukkan bahwasanya
semakin besar ujian, semakin piluh,
semakin besar nikmat. Ibnu Qayyim
rahimahullah menjelaskan dalam kitabnya
Madarijus Salikin. Beliau berkata,
"Asabru fil balai bimulahadoti husnil
jaza." Seorang di antara cara agar bisa
bersabar yaitu dengan mengingat besarnya
pahala. Bahwasanya semakin besar ujian
semakin besar pahala. Kemudian beliau
menjelaskan mulahadatu husnil jazai wa
ala hasbi mulahadoti mulahadotihi.
Maka seorang memperhatikan mengingat
tentang besarnya pahala dan dia yakin
akan adanya pahala tersebut. Maka kalau
dia mengingat hal ini, maka bala tadi
terasa ringan karena dia tahu pahalanya
besar. Lisyuhudil iwad. Karena dia tahu
gantinya apa. Nanti semakin berat
semakin besar apa gantinya. W kama
yakifu al mutahamilin masqatanimatan
himlaha lima yulahu minqibatiha
wri biha. Dan ini semisal seorang yang
sedang memikul beban yang sangat berat
menjadi ringan karena dia tahu ujungnya
indah, lezat lezatnya kesudahannya. Maka
dia tahu ujungnya di akhirat nanti lezat
maka dia bersabar. Kemudian beliau
berkata, "Wa inna ala qadr taab
takunurohah."
Sesuai dengan kadar kesulitan, di
situlah kadar kebahagiaan.
Kadar kesulitan, kadar kebahagiaan. Maka
kaidah menyatakan semakin Anda pilu,
semakin nikmat dalam kehidupan
berikutnya. Semakin Anda pilu, Anda di
alam barzah semakin bahagia. Tapi sabar.
Semakin Anda pilu, maka Anda di surga
akan semakin nikmat luar luar biasa.
Kadar kesulitan sesuai dengan kadar keni
kenikmatan.
Ibnu Qayyim rahimahullah menyebutkan
contoh. Saya bacakan
dalam kitab Madarus Salikin. Beliau
berkata tentang seorang wanita. Beliau
berkata, "Wuhka animatin minal ubat."
Dikisahkan ada seorang wanita yang ahli
ibadah. Anahaat
fanqat isbuuha
atau isbauha. Dia jatuh sampai jadinya
putus atau jadinya patah. Salah satu
jadinya putus. Jatuh kemudian terluka
jadinya putus.
Faqala fadikat. Dia pun tertawa ketika
melihat darinya terputus. Dia tertawa.
Faqalaha ba maaha. Maka ada sebagian
orang yang sedang bersama dia berkata
kepadanyauki.
Apakah kau tertawa padahal jarimu sudah
putus?
Faqalat ukqri
aklik.
alqawu
ajriha anatni marataikriha.
Kata beliau,
"Manisnya pahala jariku putus ini
membuat aku lupa tentang pahitnya,
sakitnya jari yang putus ini." Ya,
maka dia ingin menyampaikan kepada orang
tersebut, "Kau enggak ngerti apa yang
saya ucapkan. Makanya saya ngomong
sesuai dengan yang kau pahami ya. Karena
orang kebanyakan ketika terkena musibah
yang dia lihat musibahnya bukan
pahalanya.
Adapun wanita ini dia yang dia lihat
adalah pahalanya.
Maka dikatakan oleh Ibnu Qayyim ya ee
watukrillahuidhu
wa muqalatu ma jaa
minqibalihi bilhamdi ya intinya dia yang
dia perhatikan bukan sakitnya tapi dia
perhatikan di balik ini pahala besar
sehingga membuat dia lupa dengan
sakitnya jarinya tersebut. Ini tentu
kedudukan yang yang tinggi. Tetapi
kaidah mengatakan semakin seorang pilu
maka semakin pahalanya besar. Contoh
seorang dikhianati
sudah orang ini dari miskin kita angkat
kerja, kita amanahi. Ternyata dia rebut
usaha kita, dia ambil semuanya.
Subhanallah. Sakit hati atau tidak sakit
hati? Tapi pahalanya besar.
Ada seorang sudah kita tolong, kita
bantu, kita kerjakan di rumah. ternyata
selingkuh sama istri. Sakit hati tidak
sakit hati?
Sama ada seorang wanita sudah bawa orang
dari desa kerja di rumah tahu-tahu zina
sama suaminya sakit hati sudah dibaikin
malam balas dengan apa keburukan. Tapi
di situlah semakin pilu semakin sakit
pahala semakin besar. Yang terakhir
pahala sabar tanpa batas. Allah
berfirman dalam surat azzumar ayat 10.
Innama yuwairuna
ajrohum bighiri hisab. Sungguhnya yang
pahalanya dipenuhi tanpa batas cuma
orang bersabar. Sesungguhnya yang
pahalanya dipenuhi tanpa batas hanya
orang-orang yang bersabar. Ya, apa
maknanya?
Ee
sebentar.
Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan dua
makna. Beliau berkata, "Qal ai." Auzai
menafsirkan ayat ini, "Laisa yuzanu
lahum w yuk inama yugahum gfan."
Dia ingin menjelaskan ketika orang sabar
ingin di ingin ditimbang pahalanya, maka
tidak ditimbang dengan timbangan atau
tidak dengan volume dengan apa namanya
ee timbangan atau apa dengan literan.
Tidak tidak dengan berat, tidak dengan
literan. Tetapi Allah menggayuh yang
banyak. Ya. Ya. Itu apa bahasa Indonesia
ya grif apa namanya?
Kalau ambil air kita begini apa bahasa
Indonesianya? Hah?
Menimba. menimba dengan banyak. Menimba
dengan apa? Banyak. Jadi tidak di
ditimbang-timbang.
Al-Qurtubi menjelaskan maksudnya yaitu
kalau ibadah-ibadah yang lain ya
ibadah-ibadah yang lain yaitu ditimbang
sesuai dengan ganjarannya. Ya
kata Alqurtubi qala ahlul ilmi kullu
ajrin yukalu kailan wauzanu waan. Ya.
Semua amal saleh. Mestinya salat
ditimbang. Oh gini. Kemudian zakat
ditimbang. Kalau sabar enggak ditimbang
langsung dikasih pahala banyak tanpa
hisab, tanpa timbangan.
Pendapat yang kedua berkata Ibnu Jurij,
"Balagani anna la yahsibu alaihimwaba
amalihim q wakin yuzaduna alalik." Allah
tidak menghisab mereka orang yang sabar,
tapi Allah tambahin pahalanya. Allah
tambahin pahalanya. Makanya diberi
pahala tanpa hisab. Maksudnya
ditambah-tambahin oleh Allah subhanahu
wa taala menunjukkan bahwasanya pahala
sabar sangat banyak. Oleh karenanya
dalam Al-Qur'an banyak Allah sebutkan
orang masuk karena sabar tadi. Wala
malaikatu yaduna alaihim min kulli bab
salamun alikum bimaartum. Malaikat
berkata, "Kalian masuk surga karena
kalian sabar." Ya Allah berfirman,
"Wazahum bimaaru jann wair." Allah balas
mereka karena kesabaran mereka, surga
dan kain sutra. Allah juga eh berfirman,
"Uika yujunal gurfata bimaaru." Mereka
itulah orang-orang yang mendapatkan
surga yang tinggi karena bersabar. Jadi
sabar ini di antara sebab utama maksud
karena pahalanya tanpa tanpa batas.
Demikian saja ee kurang lebih 10 kaidah
yang disampaikan berkait dengan sabar.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba
yang bersabar.
Tapi demikian saja apa yang dis
sampaikan. Wabill taufik hidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Yeah.