Malu Perhiasan Wanita - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
RVvpBD5KjZA • 2025-10-10
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasukrhu ala taufihin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Para thibat, akhhawat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita ingin mengingatkan pada para akhwat yang mulia tentang akhlak yang sangat mulia yang mulai hilang dari kalangan wanita di zaman ini, yaitu rasa malu. Ya, orang-orang mengatakan, "Alhayau zinatul mar'ah." Bahwasanya rasa malu adalah perhiasan seorang wanita. Jika dia memiliki rasa malu, maka dia akan baik dalam segala hal. Tapi jikalau rasa malunya sudah hilang, maka akan hilang segala kebaikan darinya dan akan berganti dengan segala keburukan. Dan kita bahwasanya di antara ee ibadah yang agung adalah akhlak yang mulia. Ya, Rasulullah bersabda, "In rajula ludriku bihusni khuluqihi qoim atau darajamal qawam." Sesungguhnya seorang dengan akhlaknya yang mulia, dia bisa mencapai derajat seorang yang sering berpuasa sunah dan sering salat malam. Seandainya dia tidak salat malam, tidak berpuasa, tapi kalau dia punya akhlak yang mulia, dia bisa mencapai derajat ee orang yang rajin salat malam dan rajin puasa. Hal ini kenapa? Karena akhlak adalah ibadah tersendiri, ibadah yang sangat agung. Dan juga Rasul sahu al wasallam bersabda, maaiinqalu mizanil mukmin yaumqiamah min husnil khulq. Tidak ada suatu perkara yang lebih berat jika ditimbang pada hari kiamat lebih daripada akhlak yang yang mulia. Maka perhatian terhadap akhlak adalah suatu kemuliaan terutama para wanita. Ya, saya sering sampaikan wanita cantik dengan dua kecantikan. Kecantikan pertama adalah kecantikan ee fisik. Yang kedua adalah kecantikan akhlak. Kalau kecantikan fisik maka akan pudar ya. Bagaimanapun akan pudar sedikit demi sedikit. Adapun kecantikan akhlak maka semakin berkilau, semakin mulia, semakin indah. Lihatlah bagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam ee bangga bisa mencintai Khadijah atau bisa dicintai Khadijah. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Inni qod ruztu hubbaha." Sesungguhnya aku telah diberi karunia mencintai Khadijah. Itu apakah Nabi mencintai Khadijah atau Khadijah mencintai Nabi sallallahu alaihi wasallam. Padahal Khadijah adalah wanita yang tua ya. Ketika Nabi nikahi Khadijah radhiallahu an usia 40 dan ketika Nabi meninggal usia Khadijah sekitar 65 tahun. Sampai Aisyah radhiallahu anha ketika cemburu, beliau berkata, "Hamraus syidq." bahwasanya Aisyah itu ee Khadijah itu ajuz, sudah tua, Hamra Sidq sudah tanggal giginya sehingga hanya terlihat ee apa namanya? Gusinya yang berwarna merah. Tetapi ini tidak menjadikan cinta Nabi kepada Khadijah pudar sama sekali. Bahkan setelah Khadijah meninggal dia selalu ingat Khadijah menyebut Khadijah. Kenapa? Karena Khadijah menggabungkan dua kecantikan. kecantingan fisik meskipun semakin pudar, tapi kecantingan akhlak yang semakin berkilau. Ya, mereka wanita ee benar memperhatikan kecantikan fisik, tapi ada yang lebih penting daripada itu adalah kecantikan kecantikan akhlak yang di mana kecantikan akhlak ini bisa di diperbaiki, bisa dibina, bisa di tingkatkan. Karenanya Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Ana zaimun bibitin fi ahlal jannah liman hasana khuluqahu." Aku menjamin istana di atas surga bagi orang yang mengindahkan akhlaknya. Dan di antara doa Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Allahumma ahsanta khqi fahassin khuluqi." Ya Allah, Engkau telah mengindahkan e rupaku, maka indahkanlah akhlakku. Dan di antara doa yang Nabi baca dalam salat dalam doa iftitah, Allahumahdini liasanil akhlaqi la yahdi liasaniha illa ant wasrif anni sayiaha la yasrifu anni sayiaha illa anta. Ya Allah ee berilah petunjuk kepadaku kepada akhlak yang terbaik. Tidak ada yang bisa beri petunjuk kepadaku kepada akhlak yang baik kecuali engkau dan jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk. tidak ada yang bisa memalingkan aku dari akhlak yang buruk kecuali kecuali engkau. Dan oleh karenanya perhatian terhadap akhlak secara teori maupun secara aplikasi ee kita terapkan dalam keseharian ini sangat penting. Sangat penting dan itu perlu ee latihan ya. Seorang ingin jadi dermawan perlu latihan, seorang jadi pemaaf perlu latihan. Seorang jadi penyabar harus latihan. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Waman yatasabbar yusabbirhullah." Siapa yang berusaha menyabar-nyabarkan dirinya, maka dia akan bisa jadi penyabar. Ya. Innamal hilmu bit tahallum. Sifat helm yaitu tidak cepat marah, menunda. Kalau orang berbuat buruk dia tidak dia cuekin dia. Semoga orang yang berbuat buruk tadi bisa berubah. Ini butuh latihan. Makanya dia mengatakan innamal hilmu bit tahallum. Sifat helm itu bisa diraih dengan berusaha menjadi berhilm berhilm sampai menjadi ee perangai ee seseorang ya. Kata Rasul sahu alaihi wasallam juga waman yastagni yugnihillah. Siapa yang berusaha untuk mencukupkan diri, berusaha untuk bersifat gani, yaitu tidak minta-minta sama orang, tidak berharap sama orang, tidak bergantung sama orang, itu perlatihan. maka Allah akan mencukupkan mencukupkan dia. Maka saya katakan pula, siapa yang berusaha untuk malu ya dia latih dirinya, dia paksa untuk malu, maka Allah akan memberikan rasa malu dalam dirinya dan itu adalah sumber akhlak yang mulia. Ya. Apa kata Ibnu Qayyim rahimahullahu taala dalam kitabnya Madri Salikin? Wa ala hasabi hayatil qalb yakunu fihi quwatu khuluqil haya. sesuai dengan kehidupan hati, yaitu hati semakin hidup maka semakin kuatlah akhlak perangai malu. Waqillatul haya min mautilqbi waruh. Dan sedikitnya malu merupakan tanda matinya hati dan ruh. Faqulamaqbu ahya kanal hayau atam. Jika hati seorang semakin hidup maka rasa malunya semakin sempurna. Makanya dia mengatakan alhaya dan al-hayat satu dari isytiqaq. Sama-sama satu isytiqaq yaitu satu sumber ee kata ya. Maka ini perkataan indah dari Ibnu Qayyim mengkaitkan bahwasanya hidupnya hati nampak dari rasa malu. Orang hatinya hidup ya maka rasa rasa malunya ada. Semakin kuat kehidupan hatinya semakin tinggi rasa malunya. Semakin sakit hatinya semakin kurang rasa malu. Kalau sakit hati mau diapaan? Hatinya sakit. Senang dengan syahwat, senang berbicara, bercanda dengan ee yang bukan mahram. Senang nonton film Korea ya, ya, India ya, apalagi Korea, India dan Pakistan belum ada ya, Cina ya senang. Jadi apa? Ada hatinya bermasalah. Hatinya ber bermasalah. Senangnya kalau ada kumpulan laki-laki dia muncul ke situ menampilkan diri. Hobi untuk tabaruj, hobi untuk publish. Setiap 1 jam gan update status ya supaya orang bisa lihat. Ini hatinya sakit. Hatinya sakit. Pengin tampil, pengin dilihat, pengin dilihat kecantikannya, pengin jadi pusat perhatian. Akhlaknya buruk. Maka benar kata Ibnu Qayyim mengkaitkan dengan hidupnya hati dengan akhlak perangai rasa malu. Siapa yang hatinya hidup maka dia akan memiliki rasa malu yang semakin tinggi. Kenapa bisa demikian? Karena rasa malu menghalangi seorang dari perbuatan-perbuatan buruk. Dari perbuatan-perbuatan buruk. Dia mau ini malu ya. Dia mau anu malu ya. Dan itu mempengaruhi kehidupan seorang ee ketika masih remaja maupun apalagi setelah menjalani kehidupan rumah-rumah tangga. Maka pada kesempatan kali ini ee para sekalian ya, para thibat sekalian, kita akan menyampaikan tentang keutamaan rasa malu terutama para para wanita. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Inna mimma adrakas min kalami nubuatil ula idza lam tastahi fasna ma s'ta. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam satu hadis dalam Arbain Nawawiyahnya kita hafal. Inna mim adrakas min kalamin nubuatil ula tastahi. Di antara eh yang didapati oleh orang-orang tentang nasihat para kenabian para nabi sejak dahulu. Artinya wasiat untuk rasa malu ini dari dulu sudah ada. dari sejak kenabian pertama. Lam tastahi fasna. Kalau kau tidak punya rasa malu, lakukan yang kau inginkan. Lakukan yang kau inginkan. Berarti nasihat tentang rasa malu itu adalah warisan dari para anbiya seluruhnya. Bukan cuma dalam Islam saja, tapi sudah ada sejak sejak nabi-nabi sebelumnya. Dan ini menjadikan ini salah satu akhlak yang dikonsentrasikan oleh para rasul. akhlak eh malu ya. Dan maksud Nabi, lam tastahi fasna masta. Jika kau tidak malu lakukan apa yang kau suka. Maka ini dua artian. Arti yang pertama coba kau cek ini memalukan atau tidak. Kalau kalau tidak memalukan gak apa-apa lakukan. Tapi kalau memalukan jangan lakukan. Jangan lakukan. Ini tafsiran pertama ya. Maksudnya sebelum kau melakukan sesuatu kau cek ini malu enggak gini? Degdegan enggak hati? Enak enggak dilihat orang? Enak enggak kalau ee secara norma-norma kehidupan, nilai-nilai kehidupan, adab, sopan santun ini baik atau tidak seperti ini? Dinilai dulu. Kalau ternyata tidak memalukan, lakukan saja. Berarti perkara baik ini. Tapi kalau memalukan jangan lakukan. Ini tafsiran pertama. Tafsiran kedua, id lam tastahifasna. Maksudnya kalau kau tidak punya malu, ya sudah lakukan aja. Kalau kau tidak punya malu, silakan tongkrong di jalan. Sikan jalan sampai laki-laki silakan buka aurat silakan. Kalau kau tidak punya malu. Ini dua tafsiran dari hadis lam tastahi fasna ma tib. Ee di antara hadis-hadis tentang kemuliaan sikap malu. Rasulullah bersabda, "Alhayau sy'batun min syuabil iman." Rasa malu adalah salah satu dari cabang keimanan. Ya, rasulah mengatakan eh alanah iman itu 70 sekian eh cabang. Aa kalimat lailahaillallah. Yang paling tinggi kalimat laillah imul yang paling rendah adalah menghilangkan gangguan dari jalan. Kemudian kata rasul sahu al wasallam minabilan. Dan rasa malu itu adalah bagian daripada cabang keimanan. Di sini kata ulama Rasulullah menyebutkan tiga model cabang keimanan. Yang pertama kalimat lailahaillallah itu terkait dengan lisan. Yang kedua, imatatul an thq terkait dengan perbuatan menghilangkan gangguan dari jalan. Yang ketiga, alhaya terkait dengan hati. Wal haya sybatun minibil iman. Hayat rasa malu itu adalah bagian dari cabang keimanan. Menunjukkan asal muasal rasa malu itu di hati. Makanya tadi Ibnu Qayyim mengatakan, "Jika hati semakin hidup maka rasa malunya pasti semakin tinggi. Jika hati kotor, sakit maka rasa malunya ee semakin rusak, semakin hilang." Maka seorang ketika memiliki rasa malu menunjukkan imannya benar. Indikasi imannya benar di antaranya memiliki rasa malu. Kalau enggak punya malu ya sudah imannya enggak imannya bermaksud tidak punya tidak punya pertimbangan, tidak punya pandangan jauh cuek aja dia lakukan gak punya malu. Ini imannya bermasalah. Imannya ber bermasalah ya. Bermasalah. Oleh karenanya ketika seorang melatih dirinya untuk malu, dia sedang meninggikan imannya. Sedang meningkat dan ini adalah ee cabang keimanan yang luar biasa. Dalam satu hadis Rasul sahu alaihi wasallam bertemu dengan seorang yang sedang menasihati saudaranya agar tidak usah malu. Karena malu kadang dia mau begini malu. Kamu enggak usah malu sudah ke sana aja kamu enggak usah malu. Maka Rasul mengatakan dau biarin dia. Innal haya lahair. Biarin dia malu. Kenapa dilarang dia malu? Kenapa dinasihati supaya tidak malu? Dia punya rasa malu biarin aja sana kemudian mukanya merah sana malu. Biarin aja itu dipupuk. Orang kalau malu itu akan mendatangkan banyak kebaikan. Maka ketika ada seorang menasihati saudaranya eh yaidzu fi al haya agar tidak malu maka Rasul sahu alaihi wasallam pun menegur. Kata Rasulullah biarin aja. Final haya la yaati illa bikhair. Rasa malu tidak mendatangkan kecuali kebaikan. Ini secara umum ya. Kecuali rasa malu berlebihan ya. Ada pengecut itu bukan malu tapi rasa e pengecut ya. Itu lain lagi. Tib kita akan sebutkan kisah-kisah wanita salehah yang memiliki rasa maklum ya. yang mereka men-ita saleh yang Allah ceritakan dalam Al-Qur'an ya dan juga disebutkan dalam hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di antaranya adalah kisah tentang ee wanita yang dua orang wanita yang merupakan putri seorang saleh di Madyan yang Allah sebutkan dalam surah Al-Qasas. Ketika Nabi Musa Alaih Salam lari dari Mesir kemudian ee datang ke negeri Madyan ya. Ya. Ketika Nabi Musa datang ke Madian ee Almadyan wajada alaihi umat minanas yasun. Ketika beliau sampai di sebuah sumur di kota Madyan, Nabi Musa melihat ada orang-orang sedang mengambil air dari sumur. Kata Allah, "Wajada minunihimataan. Tiba-tiba di tengah kerumunan orang-orang tersebut ada dua wanita. Musa lihat sedang menghalang-halangi kambingnya yang ingin pergi ke sumur dihalang-halangi. Karena nanti kalau dia masuk kambing ke sana, dia harus masuk ke kerumunan. Dia enggak mau ke kerumunan. Dia halang-halangi kambingnya. Maka Nabi Musa pun datang kepada mereka berdua. Kok tidak ambil air? Q ma khbukuma. Ada apa gerangan kok tidak ambil air? Qata mereka berkata, "La nasqi hatta yusdir, kami tidak bakalan ambil air sampai para lelaki pergi semua." "Apun kami, kenapa harus ambil?" Harusnya bukan kami, harusnya ayah kami. Tapi wa abuna sikhun kabir. Bapak kami sudah tua sehingga tidak bisa ambil air. Kami ambil ambil air. Dan mereka berdua ini hidup di zahirnya hidup di zaman yang orang-orang tidak berakhlak. Harusnya kan ladies first harusnya harusnya perempuan dulu apalagi cuma dua orang kecuali 10 ekor banyak cuma dua ekor eh cuma dua orang cuma dua orang seharusnya di luar kenapa mereka mengambil air dulu kemudian biarkan dua wanita ini menunjukkan sikap orang tersebut orang-orang yang yang buruk maka akhirnya Nabi Musa pun membantu mereka wasaqalahuma ya Musa pun ambil air tawal kemudian dia pun menuju bernaung di bawah sebuah naungan pohon inni lima anzalta ilai minhairin fakir. Kemudian dia berdoa dengan doa yang masyhur. Ya rabku inni lima anzalta ilaiya min khairin. Sesungguhnya aku sangat butuh dengan kebaikan yang pernah kau berikan kepadaku. Yaitu Nabi Musa bertawasul dengan kebaikan-kebaikan sebelumnya. Karena Nabi Musa menggunakan fi'il madhi. Inni lima anzalta ilayya min khair. Sesungguhnya eh kebaikan-kebaikan yang selalu yang pernah kau berikan kepadaku fakir dan fakir menggunakan sighah musyabbah biismil fa'il. Maksudnya saya selalu mengharapkan kebaikan darimu dan tidak pernah berhenti berharap kebaikan darimu dan bertawasul dengan saya telah menerima kebaikan-kebaikan darimu sebelumnya dan saya selalu butuh dengan kebaikan-kebaikan tersebut. Ini salah satu bentuk tawasul dalam berdoa, bertawasul dengan kebaikan-kebaikan Allah ee sebelumnya. Seba, "Ya Allah, Engkau pernah kabulkan doaku. Ya Allah, Engkau pernah berikan aku. Saya butuh dengan kebaikan itu sekarang ini. Ya Allah, saya senantiasa butuh kepadamu." Sudah selesai. Ternyata lihat wanita-wanita dua tadi mereka malu. Mereka tidak masuk di tengah kerumunan lelaki dan mereka berusaha tidak ikhtilat ya. Ee mereka tidak protes. Kami perempuan kenapa kasih duluan ya. Dan mereka ketika ditanya oleh Musa Alaihi Salam maka mereka menjawab seperlunya. Mereka tidak ngobrol. Ya kamu siapa sih Mas? Kok baru kelihatan ya? Dari mana? dari Surabaya apa dari mana ya? Karena Musa orang asing. Orang asing. Tapi ini tidak menjadikan mereka kemudian ngobrol di antara mereka ya. Karena mereka punya rasa malu. Mereka punya rasa malu. Ayah mereka orang saleh yang mengajarkan kebaikan kepada kedua wanita ini. Tentu ada khilaf. Sebagian ulama mengatakan ayah mereka ini Nabi Syuaib karena di Madyan. Namun dibantah oleh Ibnu Katsir bahwasanya ini bukan Syuaib. Di antara dalil bahwasanya ini bukan Nabi Syuaib. Kalau itu Nabi Syuaib harusnya orang kampung situ orang saleh. Dan ketika Allah telah menurunkan azab kepada kaum Syuaib yang kafir, harusnya yang tersisa orang saleh. Kalau orang saleh enggak mungkin biarin putri-putri nabi mereka gak dikasih air. Ini menunjukkan bukan zaman Syuaib. Lagi pula Nabi Musa dengan Syuaib jauh masanya. Nabi Syuaib jauh. Nabi Syuaib setelah Nabi Luth ya, Nabi Musa belakangan masih jauh ya. Sehingga itu bukan Nabi Syuaib. Wallahu taala alam. Biswab. Intinya lihatlah bagaimana sikap wanita tersebut yang memiliki rasa rasa malu. Oleh karena Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Risalah Tabukiyah kita menyebutkan tentang sifat wanita, yaitu Ibnu Qayim mengatakan wanita itu berbicara secukupnya ya. ee ketika beliau menyebutkan tentang kisah ee tamu-tamu Ibrahim Alaih Salam ketika datang ya hal ataka hadif Ibrahim alam mukramin eh hal ataka hadifi Ibrahim al mukramin alaiq salaman qamun munkarun ahli faqaihim Eh, terus Allah bilang apa? Waqalat fasqat wajha. Datanglah istrinya ya fasqat wajaha waqalat ajuzun akim. Ya. Ketika dikabarkan kepada sang wanita bahwasanya kalian akan punya anak. Apa kata Sarah? Ajuzun aqim. Saya wanita yang tua dan mandul. Ya, kata Ibnu Qayyim rahimahullah, seharusnya tata bahasanya ada mubtada khabar. Harusnya ana ajuzun akim ya. Tetapi Sarah menghilangkan mubtadanya dia langsung khabarnya ajuzun akim. Apa muqaddarnya? Takdirnya wa ana ajuzun akim. Bagaimana saya bisa punya anak sementara saya adalah wanita yang mandul dan lebih dan sudah tua. Kata Ibnu Qayyim rahimahullah dalam salat Tabukiyah, ini dalil bahwasanya wanita kalau bisa ringkaskan kalam tidak banyak bicara itu lebih baik. Terutama ketika berbicara dengan lelaki yang bukan mahramnya. Karena malaikat-malaikat tersebut datang dalam bentuk apa? Para lelaki. Kalau sama suami bicara sebanyak-banyak ya, Nak Bapak. Tapi kalau sama lelaki asing secukupnya. Lihat para wanita tadi ketika berbicara dengan Nabi Musa secukupnya taala naski kami tidak akan ambil kecuali lelaki sudah pergi. Waun sikhun kabir ayah kami sudah tua. Selesai tidak ngobrol-ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon ya secukupnya. Ini menunjukkan rasa rasa malu. Rasa malu gak seperti wanita zaman sekarang bicara panjang lebar luas dalam ya. Tayib. Kemudian akhirnya tadi Nabi Musa berdoa kemudian datanglah wanita salah satu dari dua wanita tersebut kata Allah fajau ihdahuma tamsi alasya maka salah satu dari dua wanita tersebut tamsyi alastihya itu jalan dengan malu-malu bahkan kata sebagian ulama S Thair bin Asur di sini pakai wazan istaf'ala bukan bukan tidak dikatakan tamsyi ala hayain kalau tamsi ala hayain jalan dalam kondisi malu itu sudah luar biasa. Tapi ini ada istihya. Itu benar-benar malu yang luar luar biasa. Dia kikuk ketika datang menemui siapa? Ee Musa Alaih Salam. sampai rasa malunya bukan cuma dari wajahnya, cara berjalannya pun menunjukkan dia rasa rasa malu. Ada wanita cara jalan menunjukkan tidak punya malu, wajahnya pun menunjukkan tidak punya malu. Ini bukan cuma wajahnya, tetapi cara jalan juga menunjukkan dia sangat pemalu. Tapi dia harus ketemu Nabi Musa karena ada keperluan. Kakak satunya mungkin ngurus ayahnya atau bantu siapin makanan sehingga ayahnya bagi tugas. Kamu tugasnya manggil si Musa, yang satu mungkin di rumah. Wallahuam bisawab. Kemudian dia berkata, qat inna abi yaduka lijzi ajana. Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk beri upah atas kebaikan. Kau telah mengambil air buat buat kami. Ya, akhirnya Musa pun ee memenuhi panggilan tersebut. Kata Umar bin Khattab radhiallahu anhu, saya bacakan. an Umar bin Maimun qala qala Umar radhiallahu anhu. Umar menafsirkan ayat ini jaat tamsyi alastihya dia datang dengan jalan dengan penuh rasa malu yaitu qoilatan bitsubiha ala wajhiha laisat bisalfain kharajatan wallajah. Yaitu dia jalan sambil memegang bajunya menutup wajahnya. Padahal kata para ulama di zaman itu tidak wajib tutup wajah. Di zaman yang di Madyan, wanita terbuka rambutnya, mungkin terbuka wajahnya. Tapi karena dia sangat malu, maka malu tersebut terlihat dari langkah kakinya dan juga dari sikapnya. Dia nutup wajahnya karena dia lagi sendiri. Mungkin waktu dia lagi sama kakaknya, dia mungkin terbuka wajahnya karena lagi sama saudarinya. Tapi sekarang lagi sendiri dan dia harus menjalankan tugas. Maka qoilatan bubiha, maka dia ambil baju, dia tutup ala wajhiha. Dia tutup wajahnya. Kata Umar, "Laisat bisalfa kharaja wallaj." Yaitu bukan orang yang suka keluar keluar keluar masuk keluar masuk keluar rumah. Enggak. Dia jarang keluar wanita ini jarang keluar rumah. Makanya bukan laisat bisalfa bukan dia keluar ketika itu ada perlu aja. Kalau perlu aja perlu ngambil air perlu ketemu dengan Musa. Makanya dia sangat malu. Kharajah wallajalfa bukan Salfa yang suka kharajah wallajah yang suka keluar keluar masuk ya. Dan ini menunjukkan rasa malu dari wanita wanita tersebut. Kemudian ketika mereka berjalan disebutkan oleh para ahli tafsir maka Musa Alaih Salam menjaga rasa malu tersebut. Maka Musa jalan di depan, wanita di belakang. Kalau lurus jalan terus. Kalau belok kanan, Musa suruh wanita tersebut lempar kerikil ke kanan, berarti belok kanan. Kalau belok kiri, lempar kerikil ke kiri. Jadi Musa di depan, wanita tersebut di belakang. Ya, karena kalau Musa di belakang, wanita di depan, akan terlihat lekukan tubuh wanita tersebut. W tersebut malah kikuk merasa rasa malu. Maka Musa alaihi salam menjaga rasa malu wanita ini. Wanita tersebut di belakang, dia di depan. Dan mereka tidak juga jalan bergandengan ngobrol di jalan, Mas Musa dari mana sih? ee sudah nikah atau masih bujangan? Nah, kamu sudah nyonya apa masih nona? A ribut t ngobrol malu Musa malu menjaga rasa malu wanita tersebut. Makanya di antara hal yang menakjubkan tentang kisah rasa malu, bagaimana kisah ee Ummu Ummu Salamah ketika berhijrah bersama Utsman bin Thalhah. Utsman bin Thalhah masih kafir waktu masih musyrik. Ketika Ummu Salamah naik untanya kemudian sampai di ee Tan'im, tiba-tiba dilihat oleh Utsman bin Tha musyrik. Dia mengatakan, "Bintu Abi Umayyah, binta Abi Umayyah, wahai putrinya Abu Umayyah, mau ke mana? jalan sendirian. Saya mau ke suamiku di Madinah. Kata dia, "Wanita seperti engkau tidak ditinggalkan." Dan bapaknya terkenal Abu Umayyah orang yang sangat dermawan. Dikenal sebagai Zadur Raqab. Yaitu kalau ada safar ada bapaknya, bapaknya yang tanggung seluruh biaya perjalanan. Akhirnya Utsman bin Thalh yang masih musyrik ini nemani 450 km dari Tan'im sampai Madinah. Jarak kurang lebih 450 km. Tidak pernah ngobrol-ngobrol di jalan. dan Utsman bin Thalhah dan dia masih musyrik. Dia lelaki yang benar-benar menjaga rasa malu. Kalau jalan maka dia ingin naik ee naikkan misalnya kalau pengin pamit ee mampir maka dia turunkan unta Ummu Salamah kemudian dia menjauh. Dia pergi jauh dulu. Setelah dia jauh, Ummu Salamah turun baru Ummu Salamah pergi ke bawah pohon. Maka dia datang lagi ngambil untanya baru ikat. Nanti kalau waktunya berangkat lagi, dia taruh unta ke depan Ummu Salamah. Kemudian dia turunkan. Kemudian dia menjauh lagi. Ummu Salamah naik dulu baru dia datang. Baru dia nonton. Umalam naik dulu baru datang nuntun. Maksud saya, Subhanallah, bagaimana bagaimana seorang wanita ya selama 490 km tidak ngobrol sama laki-laki ini. Ini Utsman bin Thalhah dan nanti dia masuk Islam di akhir-akhir ee ketika Fatu Makkah atau sebelumnya menjelangnya sebelum menjelang Fatu Makkah. Maka lihatlah bagaimana dia menghargai ini Ummu Salamah istri orang padahal beda agama. Cuma akhlak Arabnya masih ada. Rasa malu tidak mengganggu istri istri orang. Per km tidak ngobrol sama sama sekali. Luar biasa ya. Luar luar biasa. Kalau zaman sekarang enggak ada baru baru setengah kilo sudah ngobrol apalagi 150 kilom. Jadi Musa alaihi salam jalan di depan. Kalau belok kanan lempar batu ke kanan. Kalau belok kiri lempar batu ke kiri. Ini wanita salehah yang dikatakan oleh para ulama. Akhirnya dia menjadi istrinya Nabi Musa. Istri menjadi istri Nabi Nabi Musa. Dan saya selalu bagaimana c kisah ini sangat menakjubkan. Nabi Musa di Mesir. Mesir itu kalau dipeta di benua Afrika. Kemudian wanita ini di benua Asia di Madyan. Jarak antara Mesir dan Madyan ratusan kilo. Mungkin bisa sampai 1000 kilo. Musa kabur. Bayangkan siapa yang duga. Ada seorang wanita salehah hidup di tengah-tengah lelaki-lelaki yang kurang ajar. Terus akhirnya dia dipinang oleh seorang lelaki saleh yang Allah datangkan dari tempat yang sangat jauh. Enggak ada yang duga. Datang dari Mesir ada masalah kabur ke Madian dapat istri di sana. Beda benua dari benua Afrika ke benua apa? Asia. Subhanallah. Kalau sudah takdirkan akan terjadi pernikahan meskipun secara secara sebab kayaknya sulit. Siapa yang duga ada wanita di negeri Madyan yang banyak laki-laki tidak bertakwa kepada Allah. Mereka berdua menjaga diri ya tahu-tahu datang seorang laki saleh meminangnya. Kadang-kadang memang saya iman itu perlu ya. Kadang wanita mengatakan, "Ustadz, saya kalau gini siapa yang ngelamar, Ustaz?" Kalau ngelamar tuh kita buka aurat sedikit ke depan insyaallah ada yang ngelamar. Tapi kalau di rumah aja yang ngelamar siapa? Ini butuh keimanan. But keimanan tinggal berdoa usaha dari orang tua, dari kakak laki-laki, carikan suami. Insyaallah ada. Insyaallah ada. Siap. Lihat bagaimana ee wanita ini di nikahi oleh Nabi Musa yang sangat sangat ee jauh dari Mesir. Bab ini di antara yang Allah sebut tentang ee wanita yang memiliki rasa malu ya. Di antaranya seperti kisah Maryam yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an ya. kitabi maram min ahliha makananqabanaiha ruhanaha inah dan sebutkanlah tentang kisah Maryam wanita salehah yang Allah mengatakan Allah puji Maryam dari sisi menjaga harga dirinya ya wamatr farjaha allati ahsanat farjaha. Allah selalu sebutin itu Maryam yang menjaga kemaluannya karena dituduh berzina. Allah tampakkan sifat itu. Allati ahsonat farjaha. Sampai begitu dia menjaga kemaluannya dia menjauhi dari segala sebab yang bisa mengganggu kehormatan wanita sampai dia berada di tempat suatu tempat yang tertutup. Maka ketika dia menjauh beribadah suatu tempat tertutup tahu datang malaikat Jibril dalam lelaki yang tampan. basar sawi. Maka datanglah malaikat Jibril dengan e tubuh lelaki yang sempurna itu tampan masuk ke Maryam dalam kesendiriannya. Tiba-tiba Maryam langsung mengatakan tidak ada kata kata pertama yang dia ucapkan. Dia langsung ingatkan inni azubirahmani minka intaqiya. Dia langsung berlindung kepada Allah dan mengatakan hendaknya engkau bertakwa kepada Allah. Inuntaqiya. Kalau kau bertakwa, tinggalkan aku. Ya, bayangkan seorang wanita di dalam kesendiriannya tahu-tahu didatangi laki tampan. Mungkin kalau wanita zaman sekarang eh kesasar ke mana, Mas? Ngobrol sini minum teh dulu. Ya dari mana? Ah, sudah selesai. Selesai. Maryam gak. Begitu datang lelaki dia langsung inni audzubirrahmanir mink. Kata ada tidak ada kata-kata basa-basi. Aku berlindung kepada Allah dari kamu inat jika kau bertakwa kepada Allah. Baru Jibril menjelaskan innama ana rasulikiabaki gulaman zak. Saya ini ada utusan Allah untuk mengabarkan kepada engkau Allah menganugerahkan seorang anak yang yang mulia. Nah, ini contoh wanita salehah yang memiliki rasa malu ya, yang tidak suka ee campur dengan lelaki ya dan mereka adalah para penghuni surga. Allati ahsonat farjaha yang menjaga kemaluannya. Tib di antara wanita mulia yang penghuni surga seperti kisah dari Atha bin Rabah ya yang dia berkata Ibnu Abbas berkata kepadanya ala adulluka imroatan min ahlil jannah ya maukah aku tunjukkan kepada engkau seorang wanita penghuni surga atau ala uriraatan min ahlil jannah bin Abi Rabah e Apa? Ibnu Abbas gurunya. Atha bin Abi Rabah muridnya. Ibnu Abbas berkata kepada Atha, "Ala urika imraatan min ahlil jannah." Maka tunjukkan kepada seorang wanita penghuni surga. Tentu siapa penghuni surga ini? Ternyata penghuni surga ini memiliki rasa malu luar biasa. Hadhi eh almaratus sauda. Inilah wanita berkulit hitam. Atatin Nabi sallallahu alaihi wasallam datang menemui Nabi. Faqalat inni usra. Dia berkata, "Ya Rasulullah, saya usra mengalami sar." Sara itu mungkin penyakit kejang-kejang, mungkin penyakit ayan. Ada yang mengatakan sar maksudnya dirasuki sama jin. Wa inni atakasyaf. Kalau saya lagi kumat entah karena ayan atau karena kena jin maka tersingkap. Faduullah Ali berdoalah kepadaku agar aku sembuh. Maka Rasulullah berkata inti walil jannah. Kalau kau mau kau sabar bagimu surga. Waulullahuiaki. Kalau kau mau aku doa kepada Allah untuk menyembuhkan engkau. Pilih mana? Sembuh. atau sabar kata dia asbir saya pilih sabar supaya masuk surga faqat ini atakyaf tapi Rasulullah saya ini kalau lagi kambuh kumat sering tersingkaplaha all atakasyaf berdoalah kepada agar aku tidak tersingkap fada laha maka rasulah pun mendoakan wanita ini ber hitam tapi dia malu tidak ingin tidak ingin kakinya tersingkap betisnya tersingkap tangannya lengannya tersingkap padahal dalam hukum Islam seandainya ini tersingkap dia tidak berdoa dosa. Karena dia beruzur, dia sedang sakit, tidak sadar ketika dia sedang mengalami penyakit ayan atau kejang-kejang s di kerasukan jin, dia tidak sadar. Dan kalau dia tidak sadar harusnya tidak mengapa. Tetapi dia malu meskipun dia beruzur syar'i, dia tidak pengin tersinggap apa kakinya. Meskipun dia berkulit hitam. meskipun dia berkulit hitam. Inilah menjadikan dia di antara sebab penghuni surga. Wanita yang memiliki rasa rasa malu. Ya, dia wanita bergelut hitam tapi hatinya putih bersih. Sabar dengan sakit yang dirasakannya dan memiliki rasa malu yang luar biasa. Dia sabar dengan penyakit yang dia alami, tapi tidak sabar kalau rasa malunya tercoreng. Saya ulangi, wanita ini berkulit hitam tetapi hatinya bersih. Dia sabar untuk terkena penyakit ayam kejang-kejang. Seumur hidupnya dia sabar, tapi tidak sabar kalau tersingkap auratnya. Dia tidak sabar kalau rasa malunya tercoreng. Ya, padahal kalau dia tersingkap pun auratnya tidak mengapa. Karena di luar kehendaknya, karena sedang sakit. Tapi tetap dia memilih untuk supaya sakit gak apa-apa. Yang penting jangan sampai tersingkap aurat. Tib. Di antara contoh bagaimana para sahabiat dahulu mereka memiliki rasa malu seperti ketika Rasul sahu alaihi wasallam menyebutkan hadis tentang man jarro eh ma asfala minal ka'bain fafinar. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Ma asfala minal ka'bain minal izar fafinar." Bahwasanya apa yang di bawah mata kaki bakal terkena api neraka. Maka Ummu Salamah memahami bahwasanya hadis ini mencakup semua orang termasuk wanita. Maka dia bilang, "Ya Rasulullah, bagaimana dengan kami para para wanita?" Ya Rasulullah maksudnya ini adalah para lelaki. Wanita ee apa namanya? Memang ingin nutup aurat. Maka ee kata Rasulullah, "Yurkhina syibran." Wanita kalau pakai rok, panjangkan roknya di bawah mata kaki satu jengkal. Jadi kalau ini kaki ini ada mata kakinya maka roknya dipanjangin satu jengkal. Satu jengkal. Tentu kalau sudah satu jengkal pasti nyeret-nyeret tanah. Apa kata Ummu Salamah? Idan tanqosif aqdamuhunna. Ya Rasulullah kalau cuma satu jengkal padahal sudah nyeret-nyeret tanah akan tersingkap kaki mereka. Karena di sana di di Arab sana anginlah apalah. Mereka pengin benar-benar tertutup. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Yurinaan widnaalik." Kalau gitu tambah lagi satu zir, satu hasta segini, yaitu sekitar 60 centti. Kata Nabi, "Tambah 60 cent di bawah mata kaki dan jangan lebih daripada itu." Kenapa mereka semangat? Ingin agar tidak terlihat sedikit pun. Kuku aja enggak pengin kelihatan. Mereka benar-benar malu jika ada aurat terlihat. Mereka hanya ingin keindahan tubuhnya untuk pasangannya. Ya, maka Rasulullah izinkan jika dipanjangkan sampai sekitar 60 centti. Dan ini menunjukkan rasa malu para sahabiat ya. Tib di antara juga yang disebutkan ya bagaimana rasa malu Aisyah radhiallahu taala anha ya. F umil mukminin Aisyah radhiallahu anha qat. Aisyah berkata, "Kuntu adkulu baitilladzi dufina fi Rasul sahu alaii wasallam wa abi." Rasulullah meninggal dikuburkan di rumah Aisyah. Abu Bakar meninggal dikuburkan di samping Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan ee Aisyah biasa masuk rumah. Masuk ke rumah wau wadiatani. Dan aku melepaskan bajuku biasa kan rumah sendiri yang ada cuma Nabi dan Abu Bakar. Wa inama hua zauji wa abi. Sungguhnya dalam rumah ini dua kuburan ya bapakku dan suamiku. Jadi enggak perlu malu dia buka menanggalkan pakaiannya. Falamma dufina Umar. Tatkala Umar dikuburkanallahi illa masjudatan alabi. Ya demi Allah aku tidak masuk rumahku padahal itu orang mati meninggal semua. Cuma satunya Umar. Tidak aku masuk rumah kecuali aku ikat bajuku hayaan min Umar radhiallahu anhu. Malu dengan Umar. Umar sudah meninggal dunia. Dan akhirnya Aisyah meninggalkan rumah tersebut. Dia enggak nyaman. Ada Umar di situ. Setiap masuk harus begini harus begini. Ya. Maka akhwat sekalian ya, akhwat sebelum jadi umahat ya hendaknya menghasiri rasa-rasa malu. Orang tidak punya malu ya akan mendatangkan banyak keburukan. Saya akan sebutkan beberapa model ketika rasa malu hilang, yaitu wanita suka dengan ya kalau bicara mendayu-dayu ya. Mendayu-dayu ya. Rasul Allah berfirman, "Fala takdna bilqul fayatmaalladzi fi qolbihi marad waqulna qulan ma'rufa." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Janganlah kalian mendayu-dayukan suara kalian ya kalau berbicara." Fayat maadzi fiqbi marat. Maka lelaki yang punya kecenderungan akan ee cenderung, yang punya hatinya ada sakit akan cenderung. Maka di antara bentuk rasa malu adalah berbicara secukupnya dengan suara yang wajar. Kata Allah, "Waan ma'rufa." Dan berkatalah wanita dengan kata-kata yang wajar. Ini adab. Kalau kita bicara sama orang secukupnya, sama ustaz juga secukupnya. Seperlunya ya ustaz apa hukumnya ini? Haram. Syukran Ustaz begitu harusnya. Jazakallah khair ustaz. Ahsanallah ilaik. Zadakallah ilman wirsan ya watqan ya. Tapi ustaz apa hukumnya ini ustaz? Haram. Kok haram sih ustaz? Masa haram sih ustaz? Coba ustaz pikir ngomong macam-macam ini apa ini? Masa haram sih, Ustaz? Nah, itu repot. Jadi kalau WA sama ustaz yang secukupnya, Ustaz apa hukumnya? Haram misalnya, Ustaz jangan haram dong. Repot. Akhirnya mulai situ. Ustaz tahu saya enggak? Saya yang kemarin ketemu ustaz di WA gitu atau syukron Ustaz. Hihi hihi hehe ya repot. Nah, itu gak boleh seperti itu. Itu enggak ngomong, enggak perlu itu jaga diri, malu. Malu. Dan ini harus kita ingatkan diri kita, ingatkan juga anak-anak kita. Nanti kalau ibu-ibu, ibu-ibu apa akhwat sudah jadi umahat, sudah punya anak-anak, sudah tua-tua semua ya anak-anak harus dijaga. Kalau punya anak rasa malu. Kalau mau ketemu sama laki, "Eh, malu itu laki-laki. Jangan itu majelis laki-laki. Malu, malu, malu." Itu kita tanamkan doktrin kepada mereka untuk punya rasa rasa malu. Kalau enggak nanti rasa malu mereka hilang. Apalagi gen-genzi rasa malunya bisa hilang. Allah berfirmanumunna mataan fasalun hijabikumlubikum. Kalau kalian perlu sesuatu, mintalah kepada istri-istri Nabi di balik hijab. [Musik] Dalam surat Al-Ahzab ayat 53 ya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Dalikumaru liqulubikum wa qulubihin." Itu lebih mensucikan hati kalian dan hati mereka. Ya, rasa malu ya ketemu istri Nabi di balik hijab. Padahal ini khitab pembicaraan ditujukan kepada para sahabat yang hati mereka bersih. Tapi menjaga ee apa namanya? Tindakan preventif lebih utama. Selama bisa preventif tidak melibukan fitnah lebih utama. Allah mengatakan, "Fasaluhun hijab." Kalau ada keperluan minta kepada istri Nabi di balik hijab. Kenapa? Lebih mensucikan hati kalian dan juga mensik hati para istri-istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jangan terlalu bebas ya. Akhirnya hati mulai terkotori dan akhirnya rasa malu mulai hilang. Mulai hilang. Maka di antara bentuk tidak punya malu campur laki-laki temu bicara seenaknya ketawa-ketiwi. Ya, ini ini ini enggak terasa malu. Telepon sama laki-laki lain yang tidak ada hubungannya sama sekali sampai 1/4 jam 20 menit. Ngapain dia? Rasa malu hilang. Kalau rasa malu hilang akhirnya hobinya keluar membuka aurat. Dan Rasulullah mengatakan, "Sinfani min ahlinar lam arhuma." Ada dua kelompok penghuni neraka yang aku belum lihat sekarang ini. Salah satu kelompok penghuni neraka adalah sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi digunakan untuk menghantam, memukuli manusia. Ini penghuni neraka. Menyiksa manusia, zalim. Yang kedua, wanisaun kasiatun ariyat. Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang. Mumilatun mailat. Mumilat yaitu mencondongkan, menjadikan orang condong kepadanya. Mailat dia sendiri juga berlenggak-lenggok. Ruusuhunna kaasnimatil bakhtil mailah. Sementara kepala mereka seperti punuk-punuk unta. Itu mereka tidak punya malu, ingin dicari perhatian, jalan berlenggak-lenggok, melenggokkan hati lelaki kepada mereka. Kemudian penampilannya pakaian syuhrah ada ee punya kepalanya seperti ada punukpuk unta sehingga jadi menarik perhatian. Kata Nabi, "La yadulnal jannah." Wanita seperti ini tidak masuk surga. W yajidna riaha. Bahkan tidak cuma masuk surga, tidak bisa mencium bau surga. Wahahaj. Padahal bau surga tercium dari sangat jauh. Ini contoh kalau punya malu dia pengin tampil, pengin dilihat, pengin cari perhatian. Subhanallah. Ya, makanya Allah mengatakan, "Waqna fi buyutikunna wabar jahiliyatul ula." Andya kalian wanita suka di rumah qarar ada dibaca ada waqarna, ada waqirna. Maknanya qarar atau waqar ya. Jadi saat Allah berkata, "Tenang di rumah kalian atau mulialah kalian dalam rumah kalian atau quratul ain ya." yaitu bahagialah kalian di rumah kalian. sampai Allah mengatakan fi buyutikunna di rumah-rumah kalian. Padahal rumah rumahnya bukan rumah wanita, rumah suami. Tapi Allah mengidofahkan rumah tersebut kepada para wanita agar mereka benar-benar betah merasa itu rumah sendiri padahal rumah suami. Waqorna fi buyutunna. Bukan rumah rumah kalian bukan di mall, rumah kalian bukan di pasar, rumah kalian di situ. Tidaklah keluar kalau tidak ada keperluan. W tabarna tabar jah. Dan janganlah kalian bertabaruj. Tabaruj buruj. Ibrus maksudnya zuhur tampil sudah keluar tabaruj pamer kecantikan ee wanita seb kan si pamer pengin punya tas baru pengin pamer beli baju bermerek pengin apa pamer ya ee jalan-jalan pamer makan enak pamer ya ke jembatanu pamer semuanya apa namanya di selfieelfie dipublish. Makanya di antara sifat wanita tidak punya malung terjadi sekarang suka publish. Saya kadang sedih wanita kenapa seperti itu? Kalau itu mungkin di antara wanita saja ngapain gitu-gitu dia main panah foto perempuan main panah terus publish. Wanita pegang pedang ngapain gitu. Pakai cadar pegang pedang terus publish. Apa-apa nih malu enggak begitu? Malulah. Kita kalau punya anak perempuan rida enggak kita begitu? Anak perempuan kita pakai cadar kemudian pegang pedang begini foto. Anak perempuan kita naik kuda terus pegang panah. Ngapain perempuan? Gimana sifatnya nanti sama suaminya seperti ini? Pengin terlihat, pengin pamer, pengin tampil, pengin hebat mendominasi. Jadi dalam rumah rumah tangga suka tampil. Kalau orang punya rasa malu, dia tidak suka tampil. Dia malu. Sampai Rasulullah dikatakan la asyaddu hayaan. Eh apa namanya? Eh minal marati fi khidriha kamaqala. Ya. Rasul sahu al wasallam itu lebih mal daripada gadis pingitan. Gadis malu tuh dipingit tidak seak keluar di rumah aja ngurusin ini di keluar ada keperluan bukan dilarang. Ada keperluan silakan keluar rasa malu. Tapi kalau sudah keluar ngobrol sana sini ketemu laki-laki dan orang kalau sudah wanita punya rasa malu dia akan mulia. Orang segan sama dia. Kenapa pemalu? Pasti orang malu dipuji. Tapi kalau enggak punya malu rendah hina dia. Jadi itu yang ninggal orang barat. Orang barat yang wanita keluar enggak punya malu. Keluar sana kemari dilihat oleh lelaki. Jadi santapan para lelaki. Disentuh oleh siapa saja, dinaiki oleh siapa saja, dihinakan oleh siapa saja. Disuruh jadi iklan-iklan ee apa namanya? Jual-jualan, ya. Dipajang di sana sini. J gak ada nilainya. Enggak ada nilainya. Hilang rasa malunya ya. Semakin memberani, semakin memberani buka aurat dipandang semakin modern. Orang Barat kan bikin seperti itu. Mereka sudah rusak. Mereka sudah rusak. Mereka pengin kita rusak seperti mereka. tidak punya rasa rasa malu. tidak punya rasa rasa malu. Kemudian di antara wanita yang kurang rasa malunya adalah keluar pakai minyak wangi dicium oleh para lelaki. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Ayumratin istarat tumma khajat farat biqin liyajidu minha riha fahya zaniah." Wanita mana saja pakai parfum kemudian keluar untuk melewati lelaki supaya dicium aromanya, maka dia wanita pe pezina. Ya. Tib akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Bagaimana ee dampak kalau punya rasa malu? Kalau punya rasa malu, wanita akan menjadi baik. Terutama kalau sudah menikah. Dia menikah, suaminya pulang, dia masih bau, dia malu. Sudah menikah, suaminya pulang makanan belum siap, dia malu. Dia bicara depan suaminya, aromanya enggak enak, dia malu. Ya, sampai akhwat kalau mau kentut di suaminya, depan suaminya juga malu. Ya, kalau sudah enggak punya malu, dad dut dad dut aja. Kalau malu pasti afwan, afan, afan ya, afan, afan, lost, close. Tapi dia malu atau dia lari ke mana, lari ke mana. Itu punya rasa malu. Senang kalau kita punya istri punya rasa malu. Kalau enggak punya malu, asal los aja. Malu ya. Malu enggak ngurus anak-anak. Malu keluar terlihat auratnya. Subhanallah. Rasa malu itu membawa kebaikan. Alhyau la yati illa bikhair. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, malu suaminya salat malam, dia enggak salat malam. Dia malu, malu dia salat subuh ketinggalan. Malu, malu dia enggak baca Quran. Malu. Kalau enggak punya malu, ngeri, enggak punya malu. Maka tumbuhkan rasa rasa malu. Dan itu pekeewuh. Kalau bahasa kita pekewuh sama tetangga. Makan tetangga enggak diajak. Makan depan orang enggak punya malu. Kalau kita kan malu, masa makan orang yang diajak. Sembunyi orang di belakang biar kalau pelit sembunyi. Jangan di depan orang makan. Enggak ditawarin. Kalau enggak punya pek enggak malu. Enggak punya malu ya sudah cuek aja. Enggak bisa ada kepekaan. Masa kayak gitu ya. Ngomongin orang, nyakitin orang, nyirin orang enggak rasa karena enggak punya rasa rasa malu. Kalau punya rasa malu dia pasti ini enggak pas ini enggak ini enggak enak sama orang ya udah gini gini. Rasa malu tuh indah. Baik buat laki-laki apalagi perempuan. Apalagi perempuan. Saya sering bilang sama para jomblo, "Kamu kalau kalau ngelamar akhwat yang malu. Kalau pas lagi nzar dia malu, ah itu bagus. Tapi kalau lagi nzar dia juga nzar sudah mundur aja dari awal. Ini enggak malu nih perempuan enggak malu. Belum nikah aja enggak malu apalagi kalau sudah nikah. Rasa malu sangat sangat penting. Tapi bagaimana cara kita memupuk rasa malu? Di antaranya akhwat sekalian berdoa ini sangat penting. Allahum ak doa jangan lupa sering kita baca allahumil akqi la yahdianiha an wasrifha an. Ya Allah berilah aku petunjuk kepada akhlak yang terbaik. Tidak ada yang bisa mengarahkan aku kepada akhlak terbaik kecuali engkau. Dan balingkanlah aku dari akhlak yang buruk. Tidak ada melainkan aku dan akhlak buruk kecuali kecuali engkau. Kemudian di antaranya agar punya menghadirkan rasa malu. Meyakini malu adalah ibadah. Karena Rasulullah mengatak sybatun minal iman. Rasa malu itu ibadah. Kita punya rasa malu dan ini ibadah hati. Orang enggak lihat tapi kita rasa malu iman kata Nabi. Pahala jalan terus. Malu-malu orang kalau kita pemalu. Masyaallah. Benar. Ajarin putri-putri kita punya rasa malu. Malu. Malu dek. Malu dek. Malu dek. Jangan itu dek. Malu dek. sehingga dia tahu itu enggak baik, enggak baik. Nanti dia bahagia, dia berumah tangga juga suaminya bahagia karena suaminya punya istri yang malu. Istri yang malu tuh, ibu-ibu kalau suaminya belikan misalnya belikan emas 3 gram, dia nangis, "Abi, makasih, Bi. Malu, Bi." Ya, tapi kalau enggak punya malu dibeli 10 gram cuma segini, Bi. Katanya enggak punya malu. Suaminya sudah setengah mati carikan emas dibelikan. Dia masih bilang, "Kok modelnya begini sih, Bi?" Anda punya malu. Sudah dikasih gratis masih nuntut lagi. Maka dia harus sadar bahwasanya malu adalah iman, malu adalah ibadah. Tanamkan hatinya bahwasanya rasa malu adalah ibadah. Kemudian di antaranya agar dia punya rasa malu, dia menghadirkan muraqabatullah. bahwasanya Allah Subhanahu wa taala selalu mengawasinya. Almuraqabatu k almuhasibi almuraqabatu ilmul qolbi bibir qatilatu billahi qiyal min qurbihi wahi. Almuraqabah yaitu merasa diwasi Allah adalah ilmu hati tentang Allah itu dekat. Semakin kuat makrifahnya bahwasanya Allah dekat maka semakin kuat rasa malunya. Ya, karena malu Allah dekat dan Allah melihatnya. Dia malu sama Allah Subhanahu wa taala. Rasulullah bersabda, "Istahyu minallahi haqqal haya." Malulah kepada Allah dengan sebenar-benar malu. Kata Ibnu Qayim rahimahullah taala, abda mata alima binai waqi alaihi waahu bimaran minhu waantahya limusatihi. Kata Ibnu Qayyim, "Seorang hamba kapan dia tahu Allah memandangnya dan dia tahu bagaimana dia sedang berada di hadapan Allah dan dia berada di dalam pengawasan Allah dan dalam pendengaran Allah dan dia pemalu, maka dia pasti malu untuk mendatangi hal-hal yang membuat Allah murka." Dia malu. Seorang kalau merekaasa malu dia malu. Allah sudah kasih dia banyak nikmat kemudian dia gunakan nikmatnya untuk yang tidak benar. Malu. Kasih nikmat digunakan untuk membangkang Allah. Dia punya malu. Maka malu ini luar luar biasa. Di antara sebabnya adalah dengan muraqabah, merasa senantiasa dilihat oleh Allah subhanahu wa taala. Di antaranya bermujahadah tadi berusaha merubah. Saya bilang rasa malu memang kebanyakannya Jibili dari sananya, tapi bukan berarti tidak bisa diusahakan. Bisa diusahakan. Tadinya kita malu, kita mulai malu-malu enggak enak. kita latih diri untuk biasama lama-lama rasa malu tersebut terpatri dalam diri diri kita. Di antaranya sering baca cerita tentang kisah-kisah wanita-wanita salehah. Baca ingat bagaimana mereka dimuliakan oleh Allah. Semua wanita yang Allah muliakan pemalu. Gak ada wanita tidak punya malu dimulakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Di antaranya sebab seringlah bergaul dengan salehah yang punya rasa malu yang menyarkan adab dan akhlak yang mengerti tentang pekwo. Jangan bergaul dengan wanita yang ceri-ciriwis sosialita kerjanya ke sana kemari ngalur ngidul ke mall aja tiap hari kalau enggak ke mall sakit kepalanya. Ini wanita ngerusak apa? Akhlak. Rasa malu hilang. Kalau ngobrol sama laki-laki depan-depanan kita aja kadang risih. Saya kadang di misalnya pengajian T ustaz langsung depan sini ustaz wih saya juga sendul kepalanya gimana kan ada harus ada jarak harusnya kita sendiri malu sendiri ya harus ada jarak kecuali nek-nenek enggak apa-apa ini masih muda misalnya ya malu harusnya jangan bergaul dengan wanita seperti itu ya yang merusak akhlak kita kita bergaul dengan wanita yang tidak punya malu kita pun ikut-ikutan tidak punya malu asahibu sahib Teman itu menggiring TB. Dan jauhi sebab-sebab yang bisa menghilangkan rasa malu. Apa sebab-sebab bisa merasa malu? Di antaranya ibu-ibu adalah nonton Korea. Kenapa bisa merasa malu? Karena orang sedang sering bermaksiat, orang sering bermaksiat dia akan melihat sosok sosok dalam film yang tidak punya malu di dalam jalan laki-laki perempuan, cium-ciuman. Ketika dia sering nonton itu maka dia memandang suatu perbuatan yang biasa. Akhirnya rasa malunya hilang. Lebih lagi nonton film yang enggak enggak rasa malunya hilang nanti. Dan enggak enggak. Dan kalau sudah rasa malu hilang nanti dia sudah anaknya pun begitu dia biasa-biasa saja karena sering menyaksikan pemandangan yang menunjukkan tidak punya malu. Ya, lagi tinggal luar negeri ngeri. Saya pernah pas ke Prancis, ke Paris lagi sama istri, sama anak. Kita lagi makan restoran, tiba-tiba ada laki-laki perempuan cium-ciuman di restoran di depan umum. Waduh, ini wah ini gimana kalau tinggal di sini tiap hari lihat kayak begini. ngeri rasa malu tercabut dikoyak-koyak dengan pemandangan seperti ini. Kalau anak-anak perempuan kita sering nonton, dia pasti sudah rasa malunya hilang. Rasa malu hilang karena yang dia tonton adalah sok-sosok tidak punya tidak punya malu sehingga secara tidak sengaja dia mengambil akhlak wanitawan yang tidak punya malu tersebut. Maka kalau kita pilih rasa malu, jangan ikuti orang-orang seperti itu. Jangan sering nonton-nonton yang seperti itu yang menghilangkan rasa rasa malu. Terutama hati-hati dalam pergaulan. Jangan salah bergaul dengan orang yang tidak punya malu. Menghilangkan kepekaan kita, menghilangkan pekewuh kita dan akhirnya nanti rusak. Kalau kita sudah enggak punya malu, kasihan suami. Kalau sudah enggak punya malu, kasihan anak-anak. Enggak ada rasa peka, rasa pekeeu, rasa malu sehingga melakukan pelanggaran, cuek-cuek saja. Tib. Demikian saja akhwat ee para thibat, mungkin ada juga para umahat ya. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita semua rasa rasa malu. Alhamdulillahilladzi jamalanisa bil haya. Segala puji bagi Allah telah menjadikan mengindahkan para wanita dengan rasa malu. Siapa yang merasa malu maka dia mulia di sisi Allah subhanahu wa taala. Wallahu taala alam bab. Demikian saja para akhwat apa yang saya sampaikan. Semoga akhwat sekalian menjadi wanita-wanita yang salehah, pemaklum semoga mendapatkan suami-suami yang saleh, mendapatkan anak-anak yang saleh, dan semoga dikumpulkan di surganya kelak. Amin ya rabbal alamin. Wabillah taufikah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Requeue
Categories