Transcript
RVvpBD5KjZA • Malu Perhiasan Wanita - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2584_RVvpBD5KjZA.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani
wasukrhu ala taufihin asadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim
lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluhu ridwan allahumma sholli alaihi
waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Para
thibat, akhhawat yang dirahmati oleh
Allah subhanahu wa taala. Pada
kesempatan kali ini kita ingin
mengingatkan
pada para akhwat yang mulia tentang
akhlak yang sangat mulia yang mulai
hilang dari kalangan wanita di zaman
ini, yaitu rasa malu. Ya, orang-orang
mengatakan, "Alhayau zinatul mar'ah."
Bahwasanya rasa malu adalah perhiasan
seorang wanita. Jika dia memiliki rasa
malu, maka dia akan baik dalam segala
hal. Tapi jikalau rasa malunya sudah
hilang, maka akan hilang segala kebaikan
darinya dan akan berganti dengan segala
keburukan.
Dan kita bahwasanya di antara ee ibadah
yang agung adalah akhlak yang mulia. Ya,
Rasulullah bersabda, "In rajula ludriku
bihusni khuluqihi
qoim atau darajamal qawam." Sesungguhnya
seorang dengan akhlaknya yang mulia, dia
bisa mencapai derajat seorang yang
sering berpuasa sunah dan sering salat
malam. Seandainya dia tidak salat malam,
tidak berpuasa, tapi kalau dia punya
akhlak yang mulia, dia bisa mencapai
derajat ee orang yang rajin salat malam
dan rajin puasa. Hal ini kenapa? Karena
akhlak adalah ibadah tersendiri, ibadah
yang sangat agung. Dan juga Rasul sahu
al wasallam bersabda, maaiinqalu
mizanil mukmin yaumqiamah min husnil
khulq. Tidak ada suatu perkara yang
lebih berat jika ditimbang pada hari
kiamat lebih daripada akhlak yang yang
mulia. Maka perhatian terhadap akhlak
adalah suatu kemuliaan terutama para
wanita. Ya, saya sering sampaikan wanita
cantik dengan dua kecantikan. Kecantikan
pertama adalah kecantikan
ee fisik. Yang kedua adalah kecantikan
akhlak. Kalau kecantikan fisik maka akan
pudar ya.
Bagaimanapun akan
pudar sedikit demi sedikit. Adapun
kecantikan akhlak maka semakin berkilau,
semakin mulia, semakin indah. Lihatlah
bagaimana Nabi sallallahu alaihi
wasallam ee
bangga bisa mencintai Khadijah atau bisa
dicintai Khadijah. Kata Rasul sahu
alaihi wasallam, "Inni qod ruztu
hubbaha." Sesungguhnya aku telah diberi
karunia mencintai Khadijah. Itu apakah
Nabi mencintai Khadijah atau Khadijah
mencintai Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Padahal Khadijah adalah wanita
yang tua ya. Ketika Nabi nikahi Khadijah
radhiallahu an usia 40 dan ketika Nabi
meninggal usia Khadijah sekitar 65
tahun. Sampai Aisyah radhiallahu anha
ketika cemburu, beliau berkata, "Hamraus
syidq."
bahwasanya Aisyah itu ee Khadijah itu
ajuz, sudah tua, Hamra Sidq sudah
tanggal giginya sehingga hanya terlihat
ee apa namanya? Gusinya yang berwarna
merah. Tetapi ini tidak menjadikan cinta
Nabi kepada Khadijah pudar sama sekali.
Bahkan setelah Khadijah meninggal dia
selalu ingat Khadijah
menyebut Khadijah. Kenapa? Karena
Khadijah menggabungkan dua kecantikan.
kecantingan fisik meskipun semakin
pudar, tapi kecantingan akhlak yang
semakin berkilau. Ya, mereka wanita
ee benar memperhatikan kecantikan fisik,
tapi ada yang lebih penting daripada itu
adalah kecantikan kecantikan akhlak yang
di mana kecantikan akhlak ini bisa di
diperbaiki, bisa dibina, bisa di
tingkatkan. Karenanya Nabi sallallahu
alaihi wasallam bersabda,
"Ana zaimun bibitin fi ahlal jannah
liman hasana khuluqahu." Aku menjamin
istana di atas surga bagi orang yang
mengindahkan akhlaknya. Dan di antara
doa Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Allahumma ahsanta khqi fahassin
khuluqi." Ya Allah, Engkau telah
mengindahkan
e rupaku, maka indahkanlah akhlakku. Dan
di antara doa yang Nabi baca dalam salat
dalam doa iftitah, Allahumahdini
liasanil akhlaqi la yahdi liasaniha illa
ant wasrif anni sayiaha la yasrifu anni
sayiaha illa anta. Ya Allah ee berilah
petunjuk kepadaku kepada akhlak yang
terbaik. Tidak ada yang bisa beri
petunjuk kepadaku kepada akhlak yang
baik kecuali engkau dan jauhkanlah aku
dari akhlak yang buruk. tidak ada yang
bisa memalingkan aku dari akhlak yang
buruk kecuali kecuali engkau. Dan oleh
karenanya perhatian terhadap akhlak
secara teori maupun secara aplikasi ee
kita terapkan dalam keseharian ini
sangat penting. Sangat penting dan itu
perlu ee latihan ya. Seorang ingin jadi
dermawan perlu latihan, seorang jadi
pemaaf perlu latihan. Seorang jadi
penyabar harus latihan. Rasul sahu
alaihi wasallam bersabda, "Waman
yatasabbar yusabbirhullah." Siapa yang
berusaha menyabar-nyabarkan dirinya,
maka dia akan bisa jadi penyabar. Ya.
Innamal hilmu bit tahallum. Sifat helm
yaitu tidak cepat marah, menunda. Kalau
orang berbuat buruk dia tidak dia cuekin
dia. Semoga orang yang berbuat buruk
tadi bisa berubah. Ini butuh latihan.
Makanya dia mengatakan innamal hilmu bit
tahallum. Sifat helm itu bisa diraih
dengan berusaha menjadi berhilm berhilm
sampai menjadi ee perangai ee seseorang
ya. Kata Rasul sahu alaihi wasallam juga
waman yastagni yugnihillah. Siapa yang
berusaha untuk mencukupkan diri,
berusaha untuk bersifat gani, yaitu
tidak minta-minta sama orang, tidak
berharap sama orang, tidak bergantung
sama orang, itu perlatihan. maka Allah
akan mencukupkan mencukupkan dia. Maka
saya katakan pula, siapa yang berusaha
untuk malu ya dia latih dirinya, dia
paksa untuk malu, maka Allah akan
memberikan rasa malu dalam dirinya dan
itu adalah sumber akhlak yang mulia. Ya.
Apa kata Ibnu Qayyim rahimahullahu taala
dalam kitabnya Madri Salikin? Wa ala
hasabi hayatil qalb yakunu fihi quwatu
khuluqil haya. sesuai dengan kehidupan
hati, yaitu hati semakin hidup maka
semakin kuatlah akhlak perangai malu.
Waqillatul haya min mautilqbi waruh. Dan
sedikitnya malu merupakan tanda matinya
hati dan ruh. Faqulamaqbu
ahya kanal hayau atam. Jika hati seorang
semakin hidup maka rasa malunya semakin
sempurna. Makanya dia mengatakan alhaya
dan al-hayat satu dari isytiqaq.
Sama-sama satu isytiqaq yaitu satu
sumber ee kata ya. Maka ini perkataan
indah dari Ibnu Qayyim mengkaitkan
bahwasanya hidupnya hati nampak dari
rasa malu. Orang hatinya hidup ya maka
rasa rasa malunya ada. Semakin kuat
kehidupan hatinya semakin tinggi rasa
malunya. Semakin
sakit hatinya semakin kurang rasa malu.
Kalau sakit hati mau diapaan? Hatinya
sakit. Senang dengan syahwat, senang
berbicara, bercanda dengan ee yang bukan
mahram. Senang nonton film Korea ya, ya,
India ya, apalagi
Korea, India dan Pakistan belum ada ya,
Cina ya senang. Jadi apa? Ada hatinya
bermasalah. Hatinya ber bermasalah.
Senangnya kalau ada kumpulan laki-laki
dia muncul ke situ menampilkan diri.
Hobi untuk tabaruj, hobi untuk publish.
Setiap 1 jam gan update status ya supaya
orang bisa lihat. Ini hatinya sakit.
Hatinya sakit. Pengin tampil, pengin
dilihat, pengin dilihat kecantikannya,
pengin jadi pusat perhatian. Akhlaknya
buruk.
Maka benar kata Ibnu Qayyim mengkaitkan
dengan hidupnya hati dengan akhlak
perangai rasa malu. Siapa yang hatinya
hidup maka dia akan memiliki rasa malu
yang semakin tinggi. Kenapa bisa
demikian? Karena rasa malu menghalangi
seorang dari perbuatan-perbuatan buruk.
Dari perbuatan-perbuatan buruk. Dia mau
ini malu ya. Dia mau anu malu ya. Dan
itu mempengaruhi kehidupan seorang ee
ketika masih remaja maupun apalagi
setelah menjalani kehidupan rumah-rumah
tangga.
Maka pada kesempatan kali ini ee para
sekalian ya,
para thibat sekalian, kita akan
menyampaikan tentang keutamaan rasa malu
terutama para para wanita.
Apa kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam? Inna mimma adrakas min kalami
nubuatil ula idza lam tastahi fasna ma
s'ta.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
dalam satu hadis dalam Arbain
Nawawiyahnya kita hafal. Inna mim
adrakas min kalamin nubuatil ula
tastahi. Di antara
eh yang didapati oleh orang-orang
tentang nasihat para kenabian para nabi
sejak dahulu. Artinya wasiat untuk rasa
malu ini dari dulu sudah ada.
dari sejak kenabian pertama. Lam tastahi
fasna. Kalau kau tidak punya rasa malu,
lakukan yang kau inginkan. Lakukan yang
kau inginkan. Berarti nasihat tentang
rasa malu itu adalah warisan dari para
anbiya seluruhnya. Bukan cuma dalam
Islam saja, tapi sudah ada sejak sejak
nabi-nabi sebelumnya. Dan ini menjadikan
ini salah satu akhlak yang
dikonsentrasikan oleh para rasul. akhlak
eh malu ya. Dan maksud Nabi, lam tastahi
fasna masta. Jika kau tidak malu lakukan
apa yang kau suka. Maka ini dua artian.
Arti yang pertama coba kau cek ini
memalukan atau tidak. Kalau kalau tidak
memalukan gak apa-apa lakukan. Tapi
kalau memalukan jangan lakukan. Jangan
lakukan. Ini tafsiran pertama ya.
Maksudnya sebelum kau melakukan sesuatu
kau cek ini malu enggak gini? Degdegan
enggak hati? Enak enggak dilihat orang?
Enak enggak kalau ee secara norma-norma
kehidupan, nilai-nilai kehidupan, adab,
sopan santun ini baik atau tidak seperti
ini? Dinilai dulu. Kalau ternyata tidak
memalukan, lakukan saja. Berarti perkara
baik
ini. Tapi kalau memalukan jangan
lakukan. Ini tafsiran pertama. Tafsiran
kedua, id lam tastahifasna. Maksudnya
kalau kau tidak punya malu, ya sudah
lakukan aja. Kalau kau tidak punya malu,
silakan tongkrong di jalan. Sikan jalan
sampai laki-laki silakan buka aurat
silakan.
Kalau kau tidak punya malu. Ini dua
tafsiran dari hadis lam tastahi fasna ma
tib. Ee
di antara hadis-hadis tentang
kemuliaan
sikap malu. Rasulullah bersabda,
"Alhayau sy'batun min syuabil iman."
Rasa malu adalah salah satu dari cabang
keimanan. Ya, rasulah mengatakan eh
alanah
iman itu 70 sekian eh cabang. Aa kalimat
lailahaillallah. Yang paling tinggi
kalimat laillah
imul yang paling rendah adalah
menghilangkan gangguan dari jalan.
Kemudian kata rasul sahu al wasallam
minabilan. Dan rasa malu itu adalah
bagian daripada cabang keimanan. Di sini
kata ulama Rasulullah menyebutkan tiga
model cabang keimanan. Yang pertama
kalimat lailahaillallah itu terkait
dengan lisan. Yang kedua, imatatul an
thq terkait dengan perbuatan
menghilangkan gangguan dari jalan. Yang
ketiga, alhaya terkait dengan hati. Wal
haya sybatun minibil iman. Hayat rasa
malu itu adalah bagian dari cabang
keimanan. Menunjukkan asal muasal rasa
malu itu di hati. Makanya tadi Ibnu
Qayyim mengatakan, "Jika hati semakin
hidup maka rasa malunya pasti semakin
tinggi. Jika hati kotor, sakit maka rasa
malunya ee semakin rusak, semakin
hilang."
Maka seorang ketika memiliki rasa malu
menunjukkan imannya benar. Indikasi
imannya benar di antaranya memiliki rasa
malu. Kalau enggak punya malu ya sudah
imannya enggak imannya bermaksud tidak
punya tidak punya pertimbangan, tidak
punya pandangan jauh cuek aja dia
lakukan gak punya malu. Ini imannya
bermasalah. Imannya ber bermasalah ya.
Bermasalah. Oleh karenanya ketika
seorang melatih dirinya untuk malu, dia
sedang
meninggikan imannya. Sedang meningkat
dan ini adalah ee cabang keimanan yang
luar biasa. Dalam satu hadis Rasul sahu
alaihi wasallam bertemu dengan seorang
yang sedang menasihati saudaranya
agar tidak usah malu. Karena malu kadang
dia mau begini malu. Kamu enggak usah
malu sudah ke sana aja kamu enggak usah
malu. Maka Rasul mengatakan dau biarin
dia. Innal haya lahair.
Biarin dia malu. Kenapa dilarang dia
malu? Kenapa dinasihati supaya tidak
malu? Dia punya rasa malu biarin aja
sana kemudian mukanya merah sana malu.
Biarin aja itu dipupuk. Orang kalau malu
itu akan mendatangkan banyak kebaikan.
Maka ketika ada seorang menasihati
saudaranya
eh yaidzu fi al haya agar tidak malu
maka Rasul sahu alaihi wasallam pun
menegur. Kata Rasulullah biarin aja.
Final haya la yaati illa bikhair. Rasa
malu tidak mendatangkan kecuali
kebaikan. Ini secara umum ya. Kecuali
rasa malu berlebihan ya. Ada pengecut
itu bukan malu tapi rasa e pengecut ya.
Itu lain lagi. Tib kita akan sebutkan
kisah-kisah wanita salehah yang memiliki
rasa maklum ya.
yang mereka men-ita saleh yang Allah
ceritakan dalam Al-Qur'an ya dan juga
disebutkan dalam hadis-hadis Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Di antaranya
adalah kisah tentang ee wanita
yang
dua orang wanita yang merupakan putri
seorang saleh di Madyan yang Allah
sebutkan dalam surah Al-Qasas. Ketika
Nabi Musa Alaih Salam lari dari Mesir
kemudian
ee datang ke negeri Madyan ya. Ya.
Ketika Nabi Musa datang ke Madian ee
Almadyan wajada alaihi umat minanas
yasun. Ketika beliau sampai di sebuah
sumur di kota Madyan, Nabi Musa melihat
ada orang-orang sedang mengambil air
dari sumur. Kata Allah, "Wajada
minunihimataan.
Tiba-tiba di tengah kerumunan
orang-orang tersebut ada dua wanita.
Musa lihat sedang menghalang-halangi
kambingnya yang ingin pergi ke sumur
dihalang-halangi. Karena nanti kalau dia
masuk kambing ke sana, dia harus masuk
ke kerumunan. Dia enggak mau ke
kerumunan. Dia halang-halangi
kambingnya. Maka Nabi Musa pun datang
kepada mereka berdua. Kok tidak ambil
air? Q ma khbukuma. Ada apa gerangan kok
tidak ambil air? Qata mereka berkata,
"La nasqi hatta yusdir, kami tidak
bakalan ambil air sampai para lelaki
pergi semua." "Apun kami, kenapa harus
ambil?" Harusnya bukan kami, harusnya
ayah kami. Tapi wa abuna sikhun kabir.
Bapak kami sudah tua sehingga tidak bisa
ambil air. Kami ambil ambil air. Dan
mereka berdua ini hidup di zahirnya
hidup di zaman yang orang-orang tidak
berakhlak. Harusnya kan ladies first
harusnya harusnya perempuan dulu apalagi
cuma dua orang kecuali
10 ekor banyak cuma dua ekor eh cuma dua
orang cuma dua orang seharusnya di luar
kenapa mereka
mengambil air dulu kemudian biarkan dua
wanita ini menunjukkan
sikap orang tersebut orang-orang yang
yang buruk
maka akhirnya Nabi Musa pun membantu
mereka wasaqalahuma
ya Musa pun ambil air
tawal kemudian dia pun
menuju bernaung di bawah sebuah naungan
pohon
inni lima anzalta ilai minhairin fakir.
Kemudian dia berdoa dengan doa yang
masyhur. Ya rabku inni lima anzalta
ilaiya min khairin. Sesungguhnya aku
sangat butuh dengan kebaikan yang pernah
kau berikan kepadaku. Yaitu Nabi Musa
bertawasul dengan kebaikan-kebaikan
sebelumnya. Karena Nabi Musa menggunakan
fi'il madhi. Inni lima anzalta ilayya
min khair. Sesungguhnya
eh kebaikan-kebaikan yang selalu yang
pernah kau berikan kepadaku fakir dan
fakir menggunakan
sighah musyabbah biismil fa'il.
Maksudnya saya selalu mengharapkan
kebaikan darimu dan tidak pernah
berhenti berharap kebaikan darimu dan
bertawasul dengan saya telah menerima
kebaikan-kebaikan darimu sebelumnya dan
saya selalu butuh dengan
kebaikan-kebaikan tersebut. Ini salah
satu bentuk tawasul dalam berdoa,
bertawasul dengan kebaikan-kebaikan
Allah ee sebelumnya.
Seba, "Ya Allah, Engkau pernah kabulkan
doaku. Ya Allah, Engkau pernah berikan
aku. Saya butuh dengan kebaikan itu
sekarang ini. Ya Allah, saya senantiasa
butuh kepadamu."
Sudah selesai. Ternyata lihat
wanita-wanita dua tadi mereka malu.
Mereka tidak
masuk di tengah kerumunan lelaki dan
mereka berusaha tidak ikhtilat ya.
Ee mereka tidak protes. Kami perempuan
kenapa kasih duluan ya. Dan mereka
ketika ditanya oleh Musa Alaihi Salam
maka mereka menjawab seperlunya.
Mereka tidak ngobrol. Ya kamu siapa sih
Mas? Kok baru kelihatan
ya? Dari mana?
dari Surabaya apa dari mana
ya? Karena Musa orang asing. Orang
asing. Tapi ini tidak menjadikan mereka
kemudian ngobrol di antara mereka ya.
Karena mereka punya rasa malu. Mereka
punya rasa malu. Ayah mereka orang saleh
yang mengajarkan kebaikan kepada kedua
wanita ini. Tentu ada khilaf. Sebagian
ulama mengatakan ayah mereka ini Nabi
Syuaib karena di Madyan. Namun dibantah
oleh Ibnu Katsir bahwasanya ini bukan
Syuaib. Di antara dalil bahwasanya ini
bukan Nabi Syuaib. Kalau itu Nabi Syuaib
harusnya orang kampung situ orang saleh.
Dan ketika Allah telah menurunkan azab
kepada kaum Syuaib yang kafir, harusnya
yang tersisa orang saleh. Kalau orang
saleh enggak mungkin biarin putri-putri
nabi mereka gak dikasih air. Ini
menunjukkan bukan zaman Syuaib. Lagi
pula Nabi Musa dengan Syuaib jauh
masanya. Nabi Syuaib jauh. Nabi Syuaib
setelah Nabi Luth ya, Nabi Musa
belakangan masih jauh ya. Sehingga itu
bukan Nabi Syuaib. Wallahu taala alam.
Biswab. Intinya lihatlah bagaimana sikap
wanita tersebut yang memiliki rasa rasa
malu. Oleh karena Ibnu Qayyim
rahimahullah dalam kitabnya Risalah
Tabukiyah
kita menyebutkan tentang sifat wanita,
yaitu Ibnu Qayim mengatakan wanita itu
berbicara secukupnya ya.
ee ketika beliau menyebutkan tentang
kisah ee
tamu-tamu Ibrahim Alaih Salam ketika
datang ya hal ataka hadif Ibrahim alam
mukramin
eh hal ataka hadifi Ibrahim al mukramin
alaiq salaman qamun munkarun ahli
faqaihim
Eh, terus Allah bilang apa?
Waqalat fasqat wajha. Datanglah istrinya
ya fasqat wajaha waqalat ajuzun akim.
Ya. Ketika dikabarkan
kepada sang wanita bahwasanya kalian
akan punya anak. Apa kata Sarah? Ajuzun
aqim.
Saya wanita yang tua dan mandul. Ya,
kata Ibnu Qayyim rahimahullah,
seharusnya tata bahasanya ada mubtada
khabar. Harusnya ana ajuzun akim ya.
Tetapi
Sarah menghilangkan mubtadanya dia
langsung khabarnya ajuzun akim. Apa
muqaddarnya? Takdirnya wa ana ajuzun
akim. Bagaimana saya bisa punya anak
sementara saya adalah wanita yang mandul
dan lebih dan sudah tua. Kata Ibnu
Qayyim rahimahullah dalam salat
Tabukiyah, ini dalil bahwasanya wanita
kalau bisa ringkaskan kalam tidak banyak
bicara itu lebih baik. Terutama ketika
berbicara dengan lelaki yang bukan
mahramnya. Karena malaikat-malaikat
tersebut datang dalam bentuk apa? Para
lelaki. Kalau sama suami bicara
sebanyak-banyak ya, Nak Bapak. Tapi
kalau sama lelaki asing secukupnya.
Lihat para wanita tadi ketika berbicara
dengan Nabi Musa secukupnya
taala naski kami tidak akan ambil
kecuali lelaki sudah pergi. Waun sikhun
kabir ayah kami sudah tua. Selesai tidak
ngobrol-ngobrol ngalor ngidul ngetan
ngulon ya secukupnya. Ini menunjukkan
rasa rasa malu. Rasa malu
gak seperti wanita zaman sekarang bicara
panjang lebar luas dalam ya.
Tayib.
Kemudian akhirnya tadi Nabi Musa berdoa
kemudian datanglah wanita salah satu
dari dua wanita tersebut kata Allah
fajau ihdahuma tamsi alasya maka salah
satu dari dua wanita tersebut tamsyi
alastihya itu jalan dengan malu-malu
bahkan kata sebagian ulama S Thair bin
Asur di sini pakai wazan istaf'ala bukan
bukan tidak dikatakan tamsyi ala hayain
kalau tamsi ala hayain jalan dalam
kondisi malu itu sudah luar biasa. Tapi
ini ada istihya. Itu benar-benar malu
yang luar luar biasa. Dia kikuk ketika
datang menemui siapa? Ee Musa Alaih
Salam. sampai rasa malunya bukan cuma
dari wajahnya, cara berjalannya pun
menunjukkan dia rasa rasa malu. Ada
wanita cara jalan menunjukkan tidak
punya malu, wajahnya pun menunjukkan
tidak punya malu. Ini bukan cuma
wajahnya, tetapi cara jalan juga
menunjukkan dia sangat pemalu.
Tapi dia harus ketemu Nabi Musa karena
ada keperluan. Kakak satunya mungkin
ngurus ayahnya atau bantu siapin makanan
sehingga ayahnya bagi tugas. Kamu
tugasnya manggil si Musa, yang satu
mungkin di rumah. Wallahuam bisawab.
Kemudian dia berkata, qat inna abi
yaduka lijzi ajana. Sesungguhnya ayahku
mengundangmu untuk beri upah atas
kebaikan. Kau telah mengambil air buat
buat kami. Ya, akhirnya Musa pun ee
memenuhi panggilan tersebut. Kata Umar
bin Khattab radhiallahu anhu, saya
bacakan. an Umar bin Maimun qala qala
Umar radhiallahu anhu. Umar menafsirkan
ayat ini
jaat tamsyi alastihya dia datang dengan
jalan dengan penuh rasa malu yaitu
qoilatan bitsubiha ala wajhiha laisat
bisalfain kharajatan wallajah.
Yaitu dia jalan sambil memegang bajunya
menutup wajahnya. Padahal kata para
ulama di zaman itu tidak wajib tutup
wajah. Di zaman yang di Madyan, wanita
terbuka rambutnya, mungkin terbuka
wajahnya. Tapi karena dia sangat malu,
maka malu tersebut terlihat dari langkah
kakinya dan juga dari sikapnya. Dia
nutup wajahnya karena dia lagi sendiri.
Mungkin waktu dia lagi sama kakaknya,
dia mungkin terbuka wajahnya karena lagi
sama saudarinya. Tapi sekarang lagi
sendiri dan dia harus menjalankan tugas.
Maka qoilatan bubiha, maka dia ambil
baju, dia tutup ala wajhiha. Dia tutup
wajahnya.
Kata Umar, "Laisat bisalfa kharaja
wallaj." Yaitu bukan orang yang suka
keluar keluar keluar masuk keluar masuk
keluar rumah. Enggak. Dia jarang keluar
wanita ini jarang keluar rumah. Makanya
bukan laisat bisalfa bukan dia keluar
ketika itu ada perlu aja. Kalau perlu
aja perlu ngambil air perlu ketemu
dengan Musa. Makanya dia sangat malu.
Kharajah wallajalfa bukan Salfa yang
suka kharajah wallajah yang suka keluar
keluar masuk ya.
Dan ini menunjukkan rasa malu dari
wanita wanita tersebut. Kemudian ketika
mereka berjalan disebutkan oleh para
ahli tafsir maka Musa Alaih Salam
menjaga rasa malu tersebut. Maka Musa
jalan di depan, wanita di belakang.
Kalau lurus jalan terus. Kalau belok
kanan, Musa suruh wanita tersebut lempar
kerikil ke kanan, berarti belok kanan.
Kalau belok kiri, lempar kerikil ke
kiri. Jadi Musa di depan, wanita
tersebut di belakang.
Ya, karena kalau Musa di belakang,
wanita di depan, akan terlihat lekukan
tubuh wanita tersebut. W tersebut malah
kikuk merasa rasa malu. Maka Musa alaihi
salam menjaga rasa malu wanita ini.
Wanita tersebut di belakang, dia di
depan. Dan mereka tidak juga jalan
bergandengan ngobrol di jalan,
Mas Musa dari mana sih?
ee sudah nikah atau masih bujangan?
Nah, kamu sudah nyonya apa masih nona?
A ribut t ngobrol
malu Musa malu menjaga rasa malu wanita
tersebut.
Makanya di antara hal yang menakjubkan
tentang kisah rasa malu, bagaimana kisah
ee
Ummu Ummu Salamah ketika berhijrah
bersama Utsman bin Thalhah. Utsman bin
Thalhah masih kafir waktu masih musyrik.
Ketika Ummu Salamah naik untanya
kemudian sampai di
ee Tan'im, tiba-tiba dilihat oleh Utsman
bin Tha musyrik. Dia mengatakan, "Bintu
Abi Umayyah, binta Abi Umayyah, wahai
putrinya Abu Umayyah, mau ke mana?
jalan sendirian. Saya mau ke suamiku di
Madinah. Kata dia, "Wanita seperti
engkau tidak ditinggalkan."
Dan bapaknya terkenal Abu Umayyah orang
yang sangat dermawan. Dikenal sebagai
Zadur Raqab. Yaitu kalau ada safar ada
bapaknya, bapaknya yang tanggung seluruh
biaya perjalanan.
Akhirnya Utsman bin Thalh yang masih
musyrik ini nemani 450 km dari Tan'im
sampai Madinah. Jarak kurang lebih 450
km. Tidak pernah ngobrol-ngobrol di
jalan. dan Utsman bin Thalhah dan dia
masih musyrik. Dia lelaki yang
benar-benar menjaga rasa malu. Kalau
jalan maka
dia ingin naik ee naikkan misalnya kalau
pengin pamit ee mampir maka dia turunkan
unta Ummu Salamah kemudian dia menjauh.
Dia pergi jauh dulu. Setelah dia jauh,
Ummu Salamah turun baru Ummu Salamah
pergi ke
bawah pohon. Maka dia datang lagi
ngambil untanya baru ikat. Nanti kalau
waktunya berangkat lagi, dia taruh unta
ke depan Ummu Salamah. Kemudian dia
turunkan. Kemudian dia menjauh lagi.
Ummu Salamah naik dulu baru dia datang.
Baru dia nonton. Umalam naik dulu baru
datang nuntun. Maksud saya, Subhanallah,
bagaimana bagaimana seorang wanita ya
selama 490 km tidak ngobrol sama
laki-laki ini.
Ini Utsman bin Thalhah dan nanti dia
masuk Islam di akhir-akhir ee ketika
Fatu Makkah atau sebelumnya menjelangnya
sebelum menjelang Fatu Makkah. Maka
lihatlah bagaimana dia menghargai ini
Ummu Salamah istri orang padahal beda
agama. Cuma akhlak Arabnya masih ada.
Rasa malu tidak mengganggu istri istri
orang.
Per km tidak ngobrol sama sama sekali.
Luar biasa ya. Luar luar biasa. Kalau
zaman sekarang enggak ada baru baru
setengah kilo sudah ngobrol apalagi 150
kilom.
Jadi Musa alaihi salam jalan di depan.
Kalau belok kanan lempar batu ke kanan.
Kalau belok kiri lempar batu ke kiri.
Ini wanita salehah yang dikatakan oleh
para ulama. Akhirnya dia menjadi
istrinya Nabi Musa. Istri menjadi istri
Nabi Nabi Musa.
Dan saya selalu
bagaimana c kisah ini sangat
menakjubkan. Nabi Musa di Mesir. Mesir
itu kalau dipeta di benua Afrika.
Kemudian wanita ini di benua Asia di
Madyan. Jarak antara Mesir dan Madyan
ratusan kilo. Mungkin bisa sampai 1000
kilo. Musa kabur. Bayangkan siapa yang
duga. Ada seorang wanita salehah hidup
di tengah-tengah lelaki-lelaki yang
kurang ajar.
Terus akhirnya dia dipinang oleh seorang
lelaki saleh yang Allah datangkan dari
tempat yang sangat jauh. Enggak ada yang
duga.
Datang dari Mesir ada masalah kabur ke
Madian dapat istri di sana. Beda benua
dari benua Afrika ke benua apa? Asia.
Subhanallah. Kalau sudah takdirkan akan
terjadi pernikahan meskipun secara
secara sebab kayaknya sulit. Siapa yang
duga ada wanita di negeri Madyan yang
banyak laki-laki
tidak bertakwa kepada Allah. Mereka
berdua menjaga diri ya tahu-tahu datang
seorang laki saleh meminangnya.
Kadang-kadang memang saya iman itu perlu
ya. Kadang wanita mengatakan, "Ustadz,
saya kalau gini siapa yang ngelamar,
Ustaz?"
Kalau ngelamar tuh kita buka aurat
sedikit ke depan insyaallah ada yang
ngelamar. Tapi kalau di rumah aja yang
ngelamar siapa?
Ini butuh keimanan.
But keimanan tinggal berdoa usaha dari
orang tua, dari kakak laki-laki, carikan
suami. Insyaallah ada. Insyaallah ada.
Siap. Lihat bagaimana
ee wanita ini di nikahi oleh
Nabi Musa yang sangat sangat ee jauh
dari Mesir.
Bab ini di antara yang Allah sebut
tentang ee
wanita yang memiliki rasa malu ya. Di
antaranya seperti kisah Maryam yang
Allah sebutkan dalam Al-Qur'an ya.
kitabi maram min ahliha makananqabanaiha
ruhanaha
inah
dan sebutkanlah tentang kisah Maryam
wanita salehah yang Allah mengatakan
Allah puji Maryam dari sisi menjaga
harga dirinya ya
wamatr
farjaha allati ahsanat farjaha. Allah
selalu sebutin itu Maryam yang menjaga
kemaluannya karena dituduh berzina.
Allah tampakkan sifat itu. Allati
ahsonat farjaha. Sampai begitu dia
menjaga kemaluannya dia menjauhi dari
segala sebab yang bisa mengganggu
kehormatan wanita sampai dia berada di
tempat suatu tempat yang tertutup.
Maka ketika dia menjauh beribadah suatu
tempat tertutup tahu datang malaikat
Jibril dalam lelaki yang tampan.
basar sawi. Maka datanglah malaikat
Jibril dengan e tubuh lelaki yang
sempurna itu tampan
masuk ke Maryam dalam kesendiriannya.
Tiba-tiba Maryam langsung mengatakan
tidak ada kata kata pertama yang dia
ucapkan. Dia langsung ingatkan inni
azubirahmani minka intaqiya. Dia
langsung berlindung kepada Allah
dan mengatakan hendaknya engkau bertakwa
kepada Allah. Inuntaqiya. Kalau kau
bertakwa, tinggalkan aku.
Ya, bayangkan seorang wanita di dalam
kesendiriannya tahu-tahu didatangi laki
tampan.
Mungkin kalau wanita zaman sekarang eh
kesasar ke mana, Mas? Ngobrol sini minum
teh dulu. Ya dari mana? Ah, sudah
selesai. Selesai.
Maryam gak. Begitu datang lelaki dia
langsung inni audzubirrahmanir mink.
Kata ada tidak ada kata-kata basa-basi.
Aku berlindung kepada Allah dari kamu
inat jika kau bertakwa kepada Allah.
Baru Jibril menjelaskan innama ana
rasulikiabaki gulaman zak. Saya ini ada
utusan Allah untuk mengabarkan kepada
engkau Allah menganugerahkan seorang
anak yang yang mulia. Nah, ini contoh
wanita salehah
yang memiliki rasa malu ya,
yang tidak suka ee campur dengan lelaki
ya dan mereka adalah para penghuni
surga. Allati ahsonat farjaha yang
menjaga kemaluannya.
Tib di antara wanita mulia yang penghuni
surga seperti kisah dari Atha bin Rabah
ya yang dia berkata Ibnu Abbas berkata
kepadanya ala adulluka imroatan min
ahlil jannah ya maukah aku tunjukkan
kepada engkau seorang wanita penghuni
surga atau ala uriraatan min ahlil
jannah
bin Abi Rabah e
Apa? Ibnu Abbas gurunya. Atha bin Abi
Rabah muridnya. Ibnu Abbas berkata
kepada Atha, "Ala urika imraatan min
ahlil jannah." Maka tunjukkan kepada
seorang wanita penghuni surga. Tentu
siapa penghuni surga ini? Ternyata
penghuni surga ini memiliki rasa malu
luar biasa. Hadhi eh almaratus sauda.
Inilah wanita berkulit hitam. Atatin
Nabi sallallahu alaihi wasallam datang
menemui Nabi. Faqalat inni usra. Dia
berkata, "Ya Rasulullah, saya usra
mengalami sar." Sara itu mungkin
penyakit kejang-kejang, mungkin penyakit
ayan. Ada yang mengatakan sar maksudnya
dirasuki sama jin. Wa inni atakasyaf.
Kalau saya lagi kumat entah karena ayan
atau karena kena jin maka tersingkap.
Faduullah Ali berdoalah kepadaku
agar aku sembuh. Maka Rasulullah berkata
inti walil jannah. Kalau kau mau kau
sabar bagimu surga. Waulullahuiaki.
Kalau kau mau aku doa kepada Allah untuk
menyembuhkan engkau. Pilih mana? Sembuh.
atau sabar kata dia asbir saya pilih
sabar supaya masuk surga faqat ini
atakyaf tapi Rasulullah saya ini kalau
lagi kambuh kumat sering tersingkaplaha
all atakasyaf berdoalah kepada agar aku
tidak tersingkap
fada laha maka rasulah pun mendoakan
wanita ini ber hitam tapi dia malu tidak
ingin tidak ingin kakinya tersingkap
betisnya tersingkap tangannya lengannya
tersingkap padahal dalam hukum Islam
seandainya ini tersingkap dia tidak
berdoa dosa. Karena dia beruzur, dia
sedang sakit, tidak sadar ketika dia
sedang mengalami penyakit ayan atau
kejang-kejang s di kerasukan jin, dia
tidak sadar.
Dan kalau dia tidak sadar harusnya tidak
mengapa. Tetapi dia malu meskipun dia
beruzur syar'i, dia tidak pengin
tersinggap apa kakinya. Meskipun dia
berkulit hitam.
meskipun dia berkulit hitam.
Inilah menjadikan dia di antara sebab
penghuni surga. Wanita yang memiliki
rasa rasa malu.
Ya, dia wanita bergelut hitam tapi
hatinya putih bersih. Sabar dengan sakit
yang dirasakannya
dan memiliki rasa malu yang luar biasa.
Dia sabar dengan penyakit yang dia
alami, tapi tidak sabar kalau rasa
malunya tercoreng. Saya ulangi, wanita
ini berkulit hitam tetapi hatinya
bersih. Dia sabar untuk terkena penyakit
ayam kejang-kejang. Seumur hidupnya dia
sabar, tapi tidak sabar kalau tersingkap
auratnya. Dia tidak sabar kalau rasa
malunya tercoreng. Ya, padahal kalau dia
tersingkap pun auratnya tidak mengapa.
Karena di luar kehendaknya, karena
sedang sakit. Tapi tetap dia memilih
untuk supaya sakit gak apa-apa. Yang
penting jangan sampai tersingkap aurat.
Tib.
Di antara contoh bagaimana para sahabiat
dahulu mereka memiliki rasa malu seperti
ketika Rasul sahu alaihi wasallam
menyebutkan hadis
tentang man jarro eh ma asfala minal
ka'bain fafinar. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Ma asfala minal ka'bain minal
izar fafinar." Bahwasanya apa yang di
bawah mata kaki
bakal terkena api neraka. Maka Ummu
Salamah memahami bahwasanya hadis ini
mencakup semua orang termasuk wanita.
Maka dia bilang, "Ya Rasulullah,
bagaimana dengan kami para para wanita?"
Ya Rasulullah maksudnya ini adalah para
lelaki. Wanita ee apa namanya? Memang
ingin nutup aurat. Maka
ee
kata Rasulullah, "Yurkhina syibran."
Wanita kalau pakai rok, panjangkan
roknya di bawah mata kaki satu jengkal.
Jadi kalau ini kaki ini ada mata kakinya
maka roknya dipanjangin satu jengkal.
Satu jengkal. Tentu kalau sudah satu
jengkal pasti nyeret-nyeret tanah.
Apa kata Ummu Salamah? Idan tanqosif
aqdamuhunna. Ya Rasulullah kalau cuma
satu jengkal padahal sudah nyeret-nyeret
tanah akan tersingkap kaki mereka.
Karena di sana di di Arab sana anginlah
apalah. Mereka pengin benar-benar
tertutup. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Yurinaan widnaalik." Kalau
gitu tambah lagi satu zir, satu hasta
segini, yaitu sekitar 60 centti. Kata
Nabi, "Tambah 60 cent di bawah mata kaki
dan jangan lebih daripada itu." Kenapa
mereka semangat? Ingin agar tidak
terlihat sedikit pun. Kuku aja enggak
pengin kelihatan.
Mereka benar-benar malu jika ada aurat
terlihat. Mereka hanya ingin keindahan
tubuhnya untuk pasangannya. Ya, maka
Rasulullah izinkan jika dipanjangkan
sampai sekitar 60 centti. Dan ini
menunjukkan rasa malu para sahabiat ya.
Tib di antara juga yang disebutkan ya
bagaimana rasa malu Aisyah radhiallahu
taala anha ya. F umil mukminin Aisyah
radhiallahu anha qat. Aisyah berkata,
"Kuntu adkulu baitilladzi dufina fi
Rasul sahu alaii wasallam wa abi."
Rasulullah meninggal dikuburkan di rumah
Aisyah. Abu Bakar meninggal dikuburkan
di samping Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dan ee Aisyah biasa masuk
rumah. Masuk ke rumah wau wadiatani.
Dan aku melepaskan bajuku biasa kan
rumah sendiri yang ada cuma Nabi dan Abu
Bakar. Wa inama hua zauji wa abi.
Sungguhnya dalam rumah ini dua kuburan
ya bapakku dan suamiku. Jadi enggak
perlu malu dia buka menanggalkan
pakaiannya. Falamma dufina Umar. Tatkala
Umar dikuburkanallahi
illa masjudatan alabi. Ya demi Allah aku
tidak masuk rumahku padahal itu orang
mati meninggal semua. Cuma satunya Umar.
Tidak aku masuk rumah kecuali aku ikat
bajuku hayaan min Umar radhiallahu anhu.
Malu dengan Umar. Umar sudah meninggal
dunia. Dan akhirnya Aisyah meninggalkan
rumah tersebut. Dia enggak nyaman. Ada
Umar di situ. Setiap masuk harus begini
harus begini.
Ya.
Maka
akhwat sekalian ya, akhwat sebelum jadi
umahat ya hendaknya
menghasiri rasa-rasa malu.
Orang tidak punya malu ya
akan mendatangkan banyak keburukan.
Saya akan sebutkan beberapa model ketika
rasa malu hilang, yaitu wanita suka
dengan ya kalau bicara
mendayu-dayu ya. Mendayu-dayu ya.
Rasul Allah berfirman, "Fala takdna
bilqul fayatmaalladzi fi qolbihi marad
waqulna qulan ma'rufa."
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Janganlah kalian mendayu-dayukan suara
kalian ya kalau berbicara."
Fayat maadzi fiqbi marat. Maka lelaki
yang punya kecenderungan akan ee
cenderung, yang punya hatinya ada sakit
akan cenderung.
Maka di antara
bentuk rasa malu adalah berbicara
secukupnya dengan suara yang wajar. Kata
Allah, "Waan ma'rufa." Dan berkatalah
wanita dengan kata-kata yang wajar. Ini
adab. Kalau kita bicara sama orang
secukupnya, sama ustaz juga secukupnya.
Seperlunya ya ustaz apa hukumnya ini?
Haram. Syukran Ustaz begitu harusnya.
Jazakallah khair ustaz. Ahsanallah
ilaik. Zadakallah ilman wirsan ya watqan
ya. Tapi ustaz apa hukumnya ini ustaz?
Haram. Kok haram sih ustaz?
Masa haram sih ustaz? Coba ustaz pikir
ngomong macam-macam ini apa ini?
Masa haram sih, Ustaz? Nah, itu repot.
Jadi kalau WA sama ustaz yang
secukupnya, Ustaz apa hukumnya? Haram
misalnya, Ustaz jangan haram dong.
Repot.
Akhirnya mulai situ. Ustaz tahu saya
enggak? Saya yang kemarin ketemu ustaz
di WA gitu atau syukron Ustaz. Hihi hihi
hehe ya repot. Nah, itu gak boleh
seperti itu. Itu enggak ngomong, enggak
perlu itu
jaga diri, malu. Malu. Dan ini harus
kita ingatkan diri kita, ingatkan juga
anak-anak kita. Nanti kalau ibu-ibu,
ibu-ibu apa akhwat sudah jadi umahat,
sudah punya anak-anak,
sudah tua-tua semua ya anak-anak harus
dijaga. Kalau punya anak rasa malu.
Kalau mau ketemu sama laki, "Eh, malu
itu laki-laki. Jangan itu majelis
laki-laki. Malu, malu, malu." Itu kita
tanamkan doktrin kepada mereka untuk
punya rasa rasa malu. Kalau enggak nanti
rasa malu mereka hilang. Apalagi
gen-genzi
rasa malunya bisa hilang.
Allah berfirmanumunna
mataan fasalun hijabikumlubikum.
Kalau kalian perlu sesuatu, mintalah
kepada istri-istri Nabi di balik hijab.
[Musik]
Dalam surat Al-Ahzab ayat 53 ya. Kata
Allah Subhanahu wa taala, "Dalikumaru
liqulubikum wa qulubihin."
Itu lebih mensucikan hati kalian dan
hati mereka. Ya, rasa malu ya ketemu
istri Nabi di balik hijab. Padahal ini
khitab pembicaraan ditujukan kepada para
sahabat yang hati mereka bersih. Tapi
menjaga
ee apa namanya? Tindakan preventif lebih
utama.
Selama bisa preventif tidak melibukan
fitnah lebih utama.
Allah mengatakan, "Fasaluhun hijab."
Kalau ada keperluan minta kepada istri
Nabi di balik hijab. Kenapa?
Lebih mensucikan hati kalian dan juga
mensik hati para istri-istri Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Jangan
terlalu bebas ya. Akhirnya hati mulai
terkotori
dan akhirnya rasa malu mulai hilang.
Mulai hilang.
Maka di antara bentuk
tidak punya malu campur laki-laki temu
bicara seenaknya ketawa-ketiwi. Ya,
ini ini ini enggak terasa malu.
Telepon sama laki-laki lain yang tidak
ada hubungannya sama sekali sampai 1/4
jam 20 menit. Ngapain dia?
Rasa malu hilang. Kalau rasa malu hilang
akhirnya hobinya keluar membuka aurat.
Dan Rasulullah mengatakan, "Sinfani min
ahlinar lam arhuma." Ada dua
kelompok
penghuni neraka yang aku belum lihat
sekarang ini.
Salah satu kelompok penghuni neraka
adalah sekelompok orang yang memegang
cambuk seperti ekor sapi digunakan untuk
menghantam, memukuli manusia. Ini
penghuni neraka. Menyiksa manusia,
zalim. Yang kedua, wanisaun kasiatun
ariyat. Wanita-wanita yang berpakaian
tapi telanjang. Mumilatun mailat.
Mumilat yaitu mencondongkan, menjadikan
orang condong kepadanya. Mailat dia
sendiri juga berlenggak-lenggok.
Ruusuhunna kaasnimatil bakhtil mailah.
Sementara kepala mereka seperti
punuk-punuk unta. Itu mereka tidak punya
malu, ingin dicari perhatian, jalan
berlenggak-lenggok,
melenggokkan hati lelaki kepada mereka.
Kemudian penampilannya pakaian syuhrah
ada ee punya kepalanya seperti ada
punukpuk unta sehingga jadi menarik
perhatian. Kata Nabi, "La yadulnal
jannah." Wanita seperti ini tidak masuk
surga. W yajidna riaha. Bahkan tidak
cuma masuk surga, tidak bisa mencium bau
surga. Wahahaj.
Padahal bau surga tercium dari sangat
jauh.
Ini contoh kalau punya malu dia pengin
tampil, pengin dilihat, pengin cari
perhatian.
Subhanallah. Ya,
makanya Allah mengatakan, "Waqna fi
buyutikunna wabar jahiliyatul ula."
Andya kalian wanita suka di rumah
qarar ada dibaca ada waqarna, ada
waqirna. Maknanya
qarar atau waqar ya. Jadi saat Allah
berkata, "Tenang di rumah kalian atau
mulialah kalian dalam rumah kalian atau
quratul ain ya." yaitu bahagialah kalian
di rumah kalian.
sampai Allah mengatakan fi buyutikunna
di rumah-rumah kalian. Padahal rumah
rumahnya bukan rumah wanita, rumah
suami. Tapi Allah mengidofahkan rumah
tersebut kepada para wanita agar mereka
benar-benar betah merasa itu rumah
sendiri padahal rumah suami.
Waqorna fi buyutunna. Bukan rumah rumah
kalian bukan di mall, rumah kalian bukan
di pasar, rumah kalian di situ.
Tidaklah keluar kalau tidak ada
keperluan. W tabarna tabar jah. Dan
janganlah kalian bertabaruj. Tabaruj
buruj. Ibrus maksudnya zuhur tampil
sudah keluar tabaruj pamer kecantikan
ee wanita seb kan si pamer pengin punya
tas baru pengin pamer beli baju bermerek
pengin apa pamer ya
ee jalan-jalan pamer makan enak pamer ya
ke jembatanu pamer
semuanya apa namanya di
selfieelfie dipublish.
Makanya di antara sifat wanita tidak
punya malung terjadi sekarang suka
publish. Saya kadang sedih wanita kenapa
seperti itu? Kalau itu mungkin di antara
wanita saja ngapain gitu-gitu dia main
panah foto perempuan main panah terus
publish. Wanita pegang pedang ngapain
gitu. Pakai cadar pegang pedang terus
publish. Apa-apa nih malu enggak begitu?
Malulah. Kita kalau punya anak perempuan
rida enggak kita begitu? Anak perempuan
kita pakai cadar kemudian pegang pedang
begini foto.
Anak perempuan kita naik kuda terus
pegang panah. Ngapain perempuan?
Gimana sifatnya nanti sama suaminya
seperti ini? Pengin terlihat, pengin
pamer, pengin tampil, pengin hebat
mendominasi. Jadi dalam rumah rumah
tangga
suka tampil. Kalau orang punya rasa
malu, dia tidak suka tampil. Dia malu.
Sampai Rasulullah dikatakan la asyaddu
hayaan.
Eh apa namanya? Eh minal marati fi
khidriha kamaqala. Ya. Rasul sahu al
wasallam itu lebih mal daripada gadis
pingitan. Gadis malu tuh dipingit tidak
seak keluar di rumah aja ngurusin ini di
keluar ada keperluan bukan dilarang. Ada
keperluan silakan keluar rasa malu. Tapi
kalau sudah keluar ngobrol sana sini
ketemu laki-laki dan orang kalau sudah
wanita punya rasa malu dia akan mulia.
Orang segan sama dia. Kenapa pemalu?
Pasti orang malu dipuji. Tapi kalau
enggak punya malu rendah hina dia. Jadi
itu yang ninggal orang barat. Orang
barat yang wanita keluar enggak punya
malu. Keluar sana kemari dilihat oleh
lelaki. Jadi santapan para lelaki.
Disentuh oleh siapa saja, dinaiki oleh
siapa saja, dihinakan oleh siapa saja.
Disuruh jadi iklan-iklan ee apa namanya?
Jual-jualan, ya. Dipajang di sana sini.
J gak ada nilainya. Enggak ada nilainya.
Hilang rasa malunya ya. Semakin
memberani, semakin memberani buka aurat
dipandang semakin modern. Orang Barat
kan bikin seperti itu. Mereka sudah
rusak. Mereka sudah rusak.
Mereka pengin kita rusak seperti mereka.
tidak punya rasa rasa malu. tidak punya
rasa rasa malu.
Kemudian di antara
wanita yang kurang rasa malunya adalah
keluar pakai minyak wangi dicium oleh
para lelaki.
Kata Rasul sahu alaihi wasallam,
"Ayumratin istarat tumma khajat farat
biqin liyajidu minha riha fahya zaniah."
Wanita mana saja pakai parfum kemudian
keluar untuk melewati lelaki supaya
dicium aromanya, maka dia wanita pe
pezina. Ya.
Tib akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala.
Bagaimana ee
dampak kalau punya rasa malu? Kalau
punya rasa malu,
wanita akan menjadi baik. Terutama kalau
sudah menikah.
Dia menikah, suaminya pulang, dia masih
bau, dia malu.
Sudah menikah, suaminya
pulang makanan belum siap, dia malu.
Dia bicara depan suaminya, aromanya
enggak enak, dia malu. Ya,
sampai akhwat kalau mau kentut di
suaminya, depan suaminya juga malu.
Ya, kalau sudah enggak punya malu, dad
dut dad dut aja.
Kalau malu pasti afwan, afan, afan ya,
afan, afan, lost, close. Tapi dia malu
atau dia lari ke mana, lari ke mana. Itu
punya rasa malu. Senang kalau kita punya
istri punya rasa malu. Kalau enggak
punya malu, asal los aja.
Malu ya. Malu enggak ngurus anak-anak.
Malu keluar terlihat auratnya.
Subhanallah. Rasa malu itu membawa
kebaikan. Alhyau la yati illa bikhair.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
malu suaminya salat malam, dia enggak
salat malam. Dia malu,
malu dia salat subuh ketinggalan. Malu,
malu dia enggak baca Quran. Malu.
Kalau enggak punya malu, ngeri,
enggak punya malu.
Maka tumbuhkan rasa rasa malu. Dan itu
pekeewuh. Kalau bahasa kita pekewuh sama
tetangga. Makan tetangga enggak diajak.
Makan depan orang enggak punya malu.
Kalau kita kan malu, masa makan orang
yang diajak. Sembunyi orang di belakang
biar kalau pelit sembunyi. Jangan di
depan orang makan. Enggak ditawarin.
Kalau enggak punya pek enggak malu.
Enggak punya malu ya sudah cuek aja.
Enggak bisa ada kepekaan.
Masa kayak gitu ya.
Ngomongin orang, nyakitin orang, nyirin
orang enggak rasa karena enggak punya
rasa rasa malu. Kalau punya rasa malu
dia pasti ini enggak pas ini enggak ini
enggak enak sama orang ya udah gini
gini. Rasa malu tuh indah.
Baik buat laki-laki apalagi perempuan.
Apalagi perempuan.
Saya sering bilang sama para jomblo,
"Kamu kalau kalau ngelamar akhwat yang
malu. Kalau pas lagi nzar dia malu, ah
itu bagus. Tapi kalau lagi nzar dia juga
nzar sudah mundur aja dari awal. Ini
enggak malu nih perempuan enggak malu.
Belum nikah aja enggak malu apalagi
kalau sudah nikah.
Rasa malu sangat sangat penting. Tapi
bagaimana cara kita memupuk rasa malu?
Di antaranya akhwat sekalian berdoa ini
sangat penting.
Allahum ak
doa jangan lupa sering kita baca
allahumil akqi la yahdianiha an wasrifha
an. Ya Allah berilah aku petunjuk kepada
akhlak yang terbaik. Tidak ada yang bisa
mengarahkan aku kepada akhlak terbaik
kecuali engkau. Dan balingkanlah aku
dari akhlak yang buruk. Tidak ada
melainkan aku dan akhlak buruk kecuali
kecuali engkau.
Kemudian di antaranya agar punya
menghadirkan rasa malu. Meyakini malu
adalah ibadah. Karena Rasulullah
mengatak sybatun minal iman. Rasa malu
itu ibadah. Kita punya rasa malu dan ini
ibadah hati. Orang enggak lihat tapi
kita rasa malu iman kata Nabi. Pahala
jalan terus. Malu-malu orang kalau kita
pemalu. Masyaallah.
Benar. Ajarin putri-putri kita punya
rasa malu. Malu. Malu dek. Malu dek.
Malu dek. Jangan itu dek. Malu dek.
sehingga dia tahu itu enggak baik,
enggak baik. Nanti dia bahagia, dia
berumah tangga juga suaminya bahagia
karena suaminya punya istri yang malu.
Istri yang malu tuh, ibu-ibu kalau
suaminya belikan misalnya belikan emas 3
gram, dia nangis, "Abi, makasih, Bi.
Malu, Bi." Ya, tapi kalau enggak punya
malu dibeli 10 gram cuma segini, Bi.
Katanya enggak punya malu. Suaminya
sudah setengah mati carikan emas
dibelikan. Dia masih bilang, "Kok
modelnya begini sih, Bi?" Anda punya
malu. Sudah dikasih gratis masih nuntut
lagi.
Maka dia harus sadar bahwasanya malu
adalah iman, malu adalah ibadah.
Tanamkan hatinya bahwasanya rasa malu
adalah ibadah.
Kemudian di antaranya agar dia punya
rasa malu, dia menghadirkan
muraqabatullah.
bahwasanya Allah Subhanahu wa taala
selalu mengawasinya.
Almuraqabatu k almuhasibi almuraqabatu
ilmul qolbi bibir
qatilatu billahi qiyal min qurbihi wahi.
Almuraqabah yaitu merasa diwasi Allah
adalah ilmu hati tentang Allah itu
dekat. Semakin kuat makrifahnya
bahwasanya Allah dekat maka semakin kuat
rasa malunya. Ya, karena malu Allah
dekat dan Allah melihatnya. Dia malu
sama Allah Subhanahu wa taala.
Rasulullah bersabda, "Istahyu minallahi
haqqal haya."
Malulah kepada Allah dengan
sebenar-benar malu.
Kata Ibnu Qayim rahimahullah taala,
abda mata alima binai waqi alaihi waahu
bimaran minhu waantahya
limusatihi.
Kata Ibnu Qayyim, "Seorang hamba kapan
dia tahu Allah memandangnya
dan dia tahu bagaimana dia sedang berada
di hadapan Allah dan dia berada di dalam
pengawasan Allah dan dalam pendengaran
Allah dan dia pemalu, maka dia pasti
malu untuk mendatangi hal-hal yang
membuat Allah murka." Dia malu.
Seorang kalau merekaasa malu dia malu.
Allah sudah kasih dia banyak nikmat
kemudian dia gunakan nikmatnya untuk
yang tidak benar. Malu. Kasih nikmat
digunakan untuk membangkang Allah. Dia
punya malu. Maka malu ini luar luar
biasa. Di antara sebabnya adalah dengan
muraqabah, merasa senantiasa dilihat
oleh Allah subhanahu wa taala.
Di antaranya bermujahadah
tadi berusaha merubah. Saya bilang rasa
malu memang kebanyakannya Jibili dari
sananya, tapi bukan berarti tidak bisa
diusahakan. Bisa diusahakan. Tadinya
kita malu, kita mulai malu-malu enggak
enak. kita latih diri untuk biasama
lama-lama rasa malu tersebut terpatri
dalam diri diri kita.
Di antaranya sering baca cerita tentang
kisah-kisah wanita-wanita salehah. Baca
ingat bagaimana mereka dimuliakan oleh
Allah. Semua wanita yang Allah muliakan
pemalu. Gak ada wanita tidak punya malu
dimulakan oleh Allah Subhanahu wa taala.
Di antaranya sebab seringlah bergaul
dengan salehah yang punya rasa malu yang
menyarkan adab dan akhlak yang mengerti
tentang pekwo. Jangan bergaul dengan
wanita yang ceri-ciriwis sosialita
kerjanya ke sana kemari ngalur ngidul ke
mall aja tiap hari kalau enggak ke mall
sakit kepalanya.
Ini wanita ngerusak apa? Akhlak. Rasa
malu hilang.
Kalau ngobrol sama laki-laki
depan-depanan kita aja kadang risih.
Saya kadang di misalnya pengajian T
ustaz langsung depan sini ustaz wih saya
juga sendul kepalanya gimana
kan ada harus ada jarak harusnya kita
sendiri malu sendiri
ya harus ada jarak kecuali nek-nenek
enggak apa-apa ini masih muda misalnya
ya malu harusnya jangan bergaul dengan
wanita seperti itu ya yang merusak
akhlak kita
kita bergaul dengan wanita yang tidak
punya malu kita pun ikut-ikutan tidak
punya malu asahibu sahib
Teman itu menggiring
TB.
Dan jauhi sebab-sebab yang bisa
menghilangkan rasa malu. Apa sebab-sebab
bisa merasa malu? Di antaranya ibu-ibu
adalah nonton Korea.
Kenapa bisa merasa malu? Karena orang
sedang sering bermaksiat, orang sering
bermaksiat dia akan melihat
sosok sosok dalam film yang tidak punya
malu di dalam jalan laki-laki perempuan,
cium-ciuman. Ketika dia sering nonton
itu maka dia memandang suatu perbuatan
yang biasa.
Akhirnya rasa malunya hilang.
Lebih lagi nonton film yang enggak
enggak rasa malunya hilang nanti. Dan
enggak enggak.
Dan kalau sudah rasa malu hilang nanti
dia sudah anaknya pun begitu dia
biasa-biasa saja karena sering
menyaksikan pemandangan yang menunjukkan
tidak punya malu.
Ya, lagi tinggal luar negeri ngeri.
Saya pernah pas ke Prancis, ke Paris
lagi sama istri, sama anak. Kita lagi
makan restoran, tiba-tiba ada laki-laki
perempuan cium-ciuman di restoran di
depan umum. Waduh, ini wah ini gimana
kalau tinggal di sini tiap hari lihat
kayak begini.
ngeri rasa malu tercabut dikoyak-koyak
dengan pemandangan seperti ini. Kalau
anak-anak perempuan kita sering nonton,
dia pasti sudah rasa malunya hilang.
Rasa malu hilang
karena yang dia tonton adalah sok-sosok
tidak punya tidak punya malu sehingga
secara tidak sengaja dia mengambil
akhlak
wanitawan yang tidak punya malu
tersebut.
Maka kalau kita pilih rasa malu, jangan
ikuti orang-orang seperti itu. Jangan
sering nonton-nonton yang seperti itu
yang menghilangkan rasa rasa malu.
Terutama hati-hati dalam pergaulan.
Jangan salah bergaul dengan orang yang
tidak punya malu. Menghilangkan kepekaan
kita, menghilangkan pekewuh kita dan
akhirnya nanti rusak. Kalau kita sudah
enggak punya malu, kasihan suami. Kalau
sudah enggak punya malu, kasihan
anak-anak. Enggak ada rasa peka, rasa
pekeeu, rasa malu sehingga melakukan
pelanggaran, cuek-cuek saja.
Tib. Demikian saja akhwat
ee para thibat, mungkin ada juga para
umahat ya.
Semoga Allah menganugerahkan kepada kita
semua rasa rasa malu.
Alhamdulillahilladzi
jamalanisa bil haya. Segala puji bagi
Allah telah menjadikan mengindahkan para
wanita dengan rasa malu. Siapa yang
merasa malu maka dia mulia di sisi Allah
subhanahu wa taala. Wallahu taala alam
bab. Demikian saja para akhwat apa yang
saya sampaikan. Semoga akhwat sekalian
menjadi wanita-wanita yang salehah,
pemaklum semoga mendapatkan suami-suami
yang saleh, mendapatkan anak-anak yang
saleh, dan semoga dikumpulkan di
surganya kelak. Amin ya rabbal alamin.
Wabillah taufikah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.