Tafsir Surat As-Saffat #2 Ayat 11-34 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
NLeVtHtgcro • 2025-10-08
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasukrulahu ala
taufiqihi wamtinani ashadu alla
ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman
wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul
ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin
dan hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Kita lanjutkan
tafsir surat asssaffat sampai pada ayat
11. Allah berfirman,
"Fastaftihim ahum asaddu khq amman
khalaqana inna khalaqnahum minil lazib."
Maka tanyakanlah kepada mereka, yaitu
wahai Muhammad, tanyakanlah kepada
mereka yaitu kaum musyrikin
Makkah, kaum Quraisy yang musyrikin.
Ahum asyaddu khalqon amman khalaqana.
Apakah mereka lebih berat kejadiannya,
penciptaannya?
Ataukah
apa yang telah kami ciptakan itu? Inna
khalaqnahum min thainil lazib.
Sesungguhnya kami telah menciptakan
mereka dari tanah liat. Mulai ayat ini
Allah menyuruh Nabi sallallahu alaihi
wasallam untuk
ee berdiskusi,
mendebat mereka yang mereka mengingkari
adanya hari kebangkitan. Pada ayat
sebelumnya kita sebutkan yaitu pada
ee ayat kelima ya atau ayat keempat.
Inna ilahukum
lawahid. Sesungguhnya Tuhanmu
benar-benar esa. Kemudian ayat kelima
rabbus samawati wal ardhi w bainahuma
warabbul masyariq. Tuhan langit dan bumi
dan apa yang ada di antara keduanya dan
Tuhan tempat terbit-terbit matahari.
Kemudian inna zaynama dunya bizatinil
kawakib. Kami hiasi langit dunia dengan
bintang-bintang. Dan ini perkara yang
telah diakui oleh kaum musyrikin
Quraisy. Kaum musyrikin Quraisy tentu
tahu bahwasanya
ada Allah dan ada bahwasanya langit dan
bumi diciptakan oleh Allah Subhanahu wa
taala. Yang jadi masalah bagi mereka,
mereka mengingkari bahwasanya
ee Al-Qur'an Allah turunkan kepada Nabi.
Mereka mengingkari Nabi Muhammad adalah
utusan Allah dan mereka mengingkari
adanya hari kebangkitan. Tapi kalau
Allah mereka percaya. Dan ini terlalu
banyak ayat menunjukkan akan hal itu
seperti ya walain saaltahum man khalaq
samawati wal ardyaquulunallah.
Kalau engkau bertanya kepada mereka,
"Siapa yang menciptakan langit dan
bumi?" Sungguh-sungguh benar-benar
mereka mengatakan Allah yang
menciptakan. Dalam ayat yang lain,
walain saaltahum man khalaqahum. Kalau
kau tanya kepada mereka, siapa yang
ciptakan mereka? Laakulunallah. Mereka
akan berkata, "Kami yang ciptakan adalah
Allah subhanahu wa taala." Jadi mereka
mengakui rububiyah Allah. Hanya saja
mereka tidak beriman kalau Allah
turunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad.
Dan mereka juga tidak beriman tentang
kerasulan Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Dan mereka juga tidak
beriman dengan adanya hari kebangkitan.
Maka di antara metode dialog atau
diskusi kembali kepada titik yang
disepakati bersama antara dua pihak
kemudian dijadikan sebagai dalil. Nah,
kalau Nabi dan kaum musyrikin Arab sudah
sepakat langit dan bumi adalah ciptaan
Allah yang mereka khilafkan, apakah
Allah bisa membangkitkan mereka kembali
setelah mati? Maka kesepakatan itu jadi
titik untuk hujah bagi Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Maka Allah
katakan kepada Nabi, "Fastaftihim."
Kalau begitu tanyakan kepada mereka.
Istifta maksudnya
bertanya kepada mereka untuk mereka
menggunakan akal mereka untuk berpikir.
Ya, karena dikatakan istifta itu
pertanyaan terkait dengan hal yang perlu
dipikirkan.
Coba tanya sama mereka yang mereka
mengingkari hari kebangkitan. Ahum
asyaddu khalqan.
Apakah ee penciptaan mereka lebih
dahsyat ya setelah mereka
dimatikan kemudian dibangkitkan atau
penciptaan langit dan bumi dan beserta
isinya? Ya, secara logika
kalau kalian mati kemudian dihidupkan
lagi itu lebih ringan daripada
menciptakan langit dan bumi yang sangat
rumit dan ruwet ini.
Kalian telah sepakat Allah bisa
menciptakan langit dan bumi beserta
isinya. Kenapa susah bagi Allah untuk
bangkitkan kalian yang telah ma mati?
Ini dalil logika.
Yang kedua, Allah mengatakan, "Inna
khalaqnakum inna khalaqnahum min thinin
lazib."
Berikutnya, "Kami telah menciptakan
mereka dari tanah yang lengket." Lazib
maksudnya multtasik. Tanah yang lengket
maksudnya tanah tanah liat, ya. Tanah
liat.
Dan penciptaan awal kalian diciptakan
dari tanah menjadi manusia secara logika
lebih sulit daripada membangkitkan
kalian ulang ya. Karena al-iadah
pengulangan lebih mudah daripada
penciptaan pertama. Ini secara logika.
Tentu bagi Allah semuanya mudah. Cuma
Allah kasih ajak mereka mikir.
Ya, kalau untuk menciptakan kalian dari
tanah, Adam alaihi salam diciptakan dari
tanah kemudian tiba-tiba jadi makhluk
berdaging. Tiba-tiba bisa ruh, punya
ruh, tiba-tiba bisa berpikir. Ya itu
Allah bisa. Apalagi hanya sekedar
membangkitkan kalian dari tulang-
belulang menjadi apa? Menjadi manusia
kembali.
Kemudian dalil yang ketiga,
sebagaimana kalian pernah diciptakan
dari tanah, kemudian kalau kalian mati,
daging kalian berubah menjadi tanah, ya
untuk diulangi lagi gampang. Untuk
diulangi lagi gampang.
Maka di sini ada ee tiga pendalilan.
Yang pertama, penciptaan kalian dari
awal. Ya, maksudnya membangkitkan kalian
itu dari sudah tidak ada badan kalian
sudah menjadi tanah dibangkitkan
kembali. Itu lebih mudah daripada apa?
daripada penciptaan kalian pertama kali.
Lebih mudah lagi apa? Daripada
penciptaan langit dan bumi yang ruwet
dan luar biasa dahsyatnya.
Kemudian juga sangat mungkin karena
sebagaimana kalian pernah diciptakan
dari tanah untuk dibangkitkan kembali
dari tanah juga sangat mu mudah. Maka
secara logika hari kebangkitan itu
mungkin. Setelah itu Allah berfirman,
"Bal ajibta waaskarun."
"Bal ajibta waskarun." Kata Allah
Subhanahu wa taala, "Bahkan kamu takjub,
kamu heran, sementara mereka
senantiasa menghina engkau." Senantiasa
menghina engkau. Di sini ada dua qiraah.
Yang pertama dengan fathah, "Bal
ajibta." Engkau takjib wahai Muhammad
dengan sikap mereka yang menolak hari
kebangkitan. Sementara dalil tentang
mungkinnya hari kebangkitan sangat
banyak. Tapi mereka menolak, menakjubkan
perbuatan mereka bagimu. Terlebih lagi
wasasharun. Dan ada yang mengatakan wau
di sini wawul haliyah. Sementara mereka
menolak disertai mereka mengejek. Dan
Allah mendatangkan yasharun dengan fi'il
mudhar' yaitu yang menunjukkan tajaddud
terus-menerus. Mereka sering
mengulang-ulang ejekan tersebut. Ya,
waskharun. Mereka sering mengulang-ulang
ejekan tersebut kepada engkau.
Ini qiraah pertama dan disebutkan oleh
at- Thaabari dalam tafsirnya dua qiraah
yang valid. Yang pertama, bal ajibta
dengan fatha dan engkau takjib wahai
Muhammad. Qiraah yang lain, bal
ajibtuasharun.
Aku takjub dengan mereka ini. Allah
sendiri yang takjub.
Dan di antara sifat-sifat Allah adalah
sifat takjub. Datang dalam ayat ini dan
ini qiraah yang sahihah disebutkan oleh
At Thaabari rahimahullahu taala.
Dua-duanya boleh dibaca. Bal ajibta bal
ajibtu. Kemudian juga datang dalam
hadis-hadis tentang sifat takjub. Takjub
Allah beda dengan takjub manusia. Kalau
manusia takjub, dia heran. Dia tidak
tahu tiba-tiba terjadi sesuatu yang dia
tidak duga sebelumnya. Itu namanya apa?
heran kok bisa begini. Tapi kalau takjub
di sisi Allah maksudnya Allah istihsan
yaitu Allah takjub pada perbuatan yang
keluar kharaja anadhairihi yaitu yang
tidak biasa. Yang tidak biasa biasanya
begini kemudian muncul tidak biasa.
Allah sudah tahu semuanya tapi ini
perkara menakjubkan bagi Allah karena
tidak seperti bia biasanya. Bukan karena
Allah tidak tahu tapi Allah takjub
karena terjadi sesuatu yang tidak
biasanya. Contoh dalam hadis misalnya
kisah tentang seorang sahabat yang
ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam
ee berkata, ada seorang datang minta
dijamu oleh Nabi. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Man yudifuifa rasulillah."
Siapa yang mau menjamu tamu Nabi? Karena
Nabi suruh sahabat cek rumah-rumah
istrinya ternyata tidak ada makanan.
Tadinya Nabi mau jamu, kata Nabi, "Coba
cek." Datanglah sahabat ke rumah istri
pertama. Tidak ada rumah kecuali air
minum. Bagaimana mau jamu tamu? Cuma
kasih air putih. Maka istrinya berkata,
"Walladzi baataka bilhaq maana illa ma."
Tidak. Demi Allah yang mengutus engkau
dengan kebenaran wahai Rasulullah, wahai
suamiku. Tidak ada di rumah kecuali air
putih. Gimana mau jamu tamamu? Tiib
istri kedua cek sama jawabannya. Istri
ketiga sama. Istri keempat? Istri kelima
sampai istri kesesemballah
tidak ada makan malam. semuanya cuma air
air putih. Dan mereka ini orang-orang
terbaik penghuni surga.
Ya, kalau kita yang muter-muter satu aja
ini sampai sembilan semua cuma air putih
ya. Subhanallah. Akhirnya Rasulullah
tidak bisa menjamu
dan Rasulullah tidak tahu ilmu gaib.
Rasulullah suruh cek dulu. Ketika tidak
bisa jamu, akhirnya Rasulullah
mengatakan, "Siapa yang mau jamu
tamuku?" Ada seorang sahabat mengatakan,
"Saya Rasulullah siap." Padahal dia juga
enggak punya apa-apa. Akhirnya dia bawa
tamu tersebut. Dia pulang ke rumah. Dia
tanya sama istrinya, "Istriku, ini tamu
Rasulullah ada makanan enggak?" Kata
istrinya, "Buat saya dan kamu juga
enggak ada. Jangankan buat tamu, buat
saya enggak ada, buat kamu enggak ada.
Cuma buat anak-anak yang ada." Makan
buat anak-anak. Kata suaminya, "Ya
sudah, kau jangan kasih makan anak-anak.
Ajak mereka bermain." Anak-anak
insyaallah kuat. Ajak mereka bermain
sampai ngantuk. Tidurin terus kau
pura-pura perbaiki lampu, matikan lampu.
Setelah itu makanan hidangkan buat temu
kita makan tapi matikan lampu. Istrinya
nurut.
Enggih. Masyaallah.
Kalau istri zaman now mungkin juga
begitu. Mungkin Abi ini ada-ada aja
ya. Dia juga subhanallah nurut ya.
Habib ini macam-macam aja kita aja
enggak makan. Sok-sok jamu tamu ya.
Mungkin kalau istri zaman zaman now ya
ada yang salehah. Tenang B, santai,
tenang. Akhirnya dia laksanakan dan
nurut kepada suaminya.
Anaknya diajak main sampai ngantuk,
tidur.
Makanan dihidangkan. Kemudian istrinya
pura-pura perbaiki lampu dimatikan.
Kenapa dimatikan? Supaya gelap. Supaya
suaminya tamunya makan. Dipikir
tuan rumah juga ikut makan.
Karena kalau makanan cuma sama dia, tuan
rumah enggak makan kan enggak enak.
Sehingga dia mau makan. Loh, kok tuan
rumah enggak makan? Ketahuan dia enggak
punya makanan. Supaya tidak ketahuan,
matikan lampu. Kemudian dia pura-pura
makan. Cuma bunyi-bunyikan piring
mungkin sehingga tamu makan dengan
kenyang. Subhanallah. Dan Allah tahu itu
semua. Setelah itu dia ketemu dengan
ketemu dengan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Maka Nabi mengabarkan. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Ajaballah
min son shikuma
bidikuma allailah." Allah takjub dengan
perbuatan kalian berdua, sikap kalian
berdua terhadap tamu kalian tadi ma tadi
malam. Kenapa? Karena perbuatan mereka
tidak biasa. Takjub di sini bukan
berarti Allah tidak menduga, bukan. Tapi
Allah sudah tahu. Cuma perbuatan mereka
tidak bia tidak biasanya. itu maksudnya
sifat takjubnya Allah. Kita harus
tetapkan ahlusunah menetapkan semua
sifat yang Allah tetapkan dalam
Al-Qur'an dan juga yang ditetapkan oleh
Nabi dalam hadis. Di antaranya juga
ee seperti dalam hadis ya hadis riwayat
Bukhari, ajaballahu minumin yadkulunal
jannata fis salasil. Allah takjub dengan
kaum yang masuk surga dengan salasil
dengan rantai.
Kok bisa? Karena ini tidak biasa. Kenapa
mereka ini ceritanya kalah dalam perang,
ditangkap, dijadikan tawanan atau
dijadikan budak, kemudian hidup bersama
orang Islam? Ternyata mereka masuk
Islam, ternyata mereka Islamnya bagus,
meninggal masuk surga. Seandainya tidak
ditarik dengan rantai, mungkin mereka
tidak masuk surga. Menakjubkan. Mereka
dipaksa jadi tawanan, ternyata ujungnya
mereka masuk surga. Ini di antara makna
hadis Allah takjub dengan kaum yang
mereka masuk surga dengan digeret dengan
apa? Ran rantai. Dengan rantai. Di
antaranya juga sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Innallaha la ya'jab
minasyabi laisat lahu shwah." Allah
takjub dengan seorang pemuda yang tumbuh
dalam keada ketaatan tanpa ada kenakalan
sama sekali. Yang namanya pemuda
biasanya apa? Nakal coba-coba ya. Tapi
ada pemuda tidak seperti itu ya dia dan
ini menunjukkan apa? Kaja anadairihi
yaitu tidak seperti biasanya. Jadi kalau
kita tetapkan sifat takjub kepada Allah
maksudnya Allah mensifati atau takjub
dengan kejadian yang tidak bia biasanya.
Nah kalau kita praktikkan pada ayat ini
dalam qiraah, bal ajibtu waaskharun. Aku
takjub dengan mereka sementara mereka
senantiasa masih mengejek. Yaitu aneh.
Seharusnya dalil-dalil yang disampaikan
oleh Muhammad sallallahu alaihi wasallam
dalam Al-Qur'an sudah sangat kuat untuk
menunjukkan bahwasanya hari kebangkitan
itu mung mungkin.
Tapi mereka tetap masih ngeyel.
Mereka tetap masih ngeyel. Sampai kata
Allah wayaskharun. Sudah mereka ngeyel,
mereka masih terus mengejek.
Ya,
mereka masih terus mengejek.
Datang bukti-bukti dan tanda-tanda yang
tentang kekuasaan Allah, mereka tetap
masih mengejek. Kemudian kata Allah
Subhanahu wa taala, "Waidza dzukiru la
yaadkurun."
Kalau mereka diingatkan
dengan ayat-ayat dengan dalil-dalil yang
sesuai dengan fitrah mereka dan mereka
ngerti la yaadkurun. Mereka masih tidak
mau menerima. Ya, apakah karena mereka
terlalu bodoh ataukah terlalu ngeyal.
Dan ini semua perkara yang menakjubkan.
Orang Quraisy menakjubkan. Perkara
mereka menakjubkan. Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam dari Quraisy.
Seandainya mereka beriman kepada Nabi,
bukankah suku Quraisy yang akan mulia?
kan nabinya dari Quraisy.
Sampai sebagian orang tidak mau beriman
kepada Nabi Muhammad karena dari suku
yang berbeda. Ya, sampai mereka berkata,
"Lakadzabu
raiah ahabbu ilaina min sodiq mudhar."
Lebih baik kita beriman kepada
Musailimah meskipun dia pendusta tapi
dari kabilah kami daripada beriman
kepada Muhammad daripada kabilah yang
lain. Artinya sebagian orang tidak mau
beriman kepada Rasulullah karena berbeda
apa? Kabilah. Karena taasub fanatik
kepada suku tertentu. Ini kalian
Quraisy. Rasulullah dari Quraisy. Kalau
kalian beriman, kalian yang mulia. Tapi
mereka tidak mau beriman. Dan Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam kalian sudah
kenal sebagai al-Amin, kalian pun tidak
beriman. Dan Rasulullah sudah
mendatangkan hujah yang sangat logis,
kalian pun tidak beriman. Makanya Allah
mengatakan, "Bal ajibtu waasharun."
Aku takjub dengan keanehan mereka. Ini
hal yang tidak biasa. Kengeyelan mereka
tidak biasa. Tidak wajar.
Waidza dzukiru la yadkurun. Jika
diingatkan dengan ayat-ayat Allah, maka
mereka tidak ingat. Apa karena terlalu
jahil atau terlalu nge ngeyel. Ya.
Kemudian kata Allah, "Waidza roau ayatan
yastaskirun." Kalau mereka di antara
perkara menakjubkan dari mereka, kalau
mereka melihat ayat, yaitu tanda-tanda
mukjizat misalnya yastaskhirun
mereka semakin mengejek. Kalau tadi yang
pertama yasharun bal ajibtu waasharun,
aku takjub dan mereka mengejek. Di sini
ada tambah yastaskirun. Jadi istaf'ala
kalau yang pertama fa'ala, yang kedua
wazannya istaf'ala yaitu ejekannya
semakin parah.
Kalau kita artikan secara bahasa
Indonesia waidza ra ayatan kalau mereka
melihat mukjizat dari Nabi semakin
mengejek.
Dan ini menakjubkan harusnya kalau ada
tanda mukjizat harusnya beriman. Ini
bukannya sekedar mengejek tapi semakin
apa? Mengejek. Semakin mengejek. Seperti
mukjizat terbelahnya rembulan. Kata
Allah
telah dekat hari kiamat dan rembulan
pernah terbelah di zaman Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Apa yang terjadi? Waar
ayatan setiap mereka melihat mukjizat
dari Nabi, mereka berkata, "Sihrum
mustamir." Ini adalah sihir yang
terus-menerus. Muhammad selalu bikin
sihir. Setiap mukjizat datang dibilang
apa? sihir dan mereka ejekannya semakin
bertambah-tambah karena Allah
menggunakan wazan wazan istafala
yastaskirun.
Dan di sini saya sekali lagi saya
katakan Allah datangkan dengan fi'il
mudhar yang menunjukkan kesinambungan.
Ya ingat dalam bahasa Arab ada fi'il
madhi. Fi'il madhi itu seperti namanya
past tense ya. Kalau fi'il mudhar itu
present apa? Tense ya. Jadi menunjukkan
terus-menerus mereka kerjanya seperti
itu. Dan ini perkara yang menakjubkan.
Bagi orang yang cerdas, bagi orang yang
berakal. Sesungguhnya mukjizat itu
menunjukkan bukti kerasulan Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Tapi mereka semakin mengejek.
Bahkan kata mereka, waqalu in hadza illa
sihrun mubin. Dan mereka berkata, ini
mukjizat ini adalah sihir yang nyata.
Bagaimana sihir yang nyata ini? Jadi
susah orang-orang ini dikasih mukjizat
bilang apa? Si sihir. Terus kapan mau
dapat hidayah kalau begitu caranya?
Ya. Kapan mendapat hidayah kalau begitu
caranya? Ya. Dan ini metode yang paling
mudah untuk menolak kebenaran. Sihir
selesai.
Makanya ketika Firaun
ingin membatalkan, ingin mengalahkan
mukjizat Nabi Musa, maka dia undang para
penyihir.
Saya para penyihir mengatakan innana
laajran in kunna nahnul golbin. Wahai
Firaun.
Kalau kami menang, dapat duit enggak
lawan Musa?
Kata Firaun, wa innakum laminal
muqarabin. Bukan cuma dapat duit, kalian
jadi pejabat.
Wah, menggiurkan.
Dapat duit jadi peja pejabat. Akhirnya
duel. Ketika duel kalah mereka beriman.
Firaun dengan mudah mengatakan,
"Inna habirukumzi
alamakumushahir." Oh, ternyata Musa ini
bos kalian, guru sihir kalian. Ternyata
selesai. Akhirnya rakyat semua
dibodoh-bodohin oleh Firaun sehingga
mereka tetap kufur kepada Nabi Musa,
tetap beriman kepada Firaun karena
Firaun pintar ngomong. Kata Firaun, "Oh,
ini semua ternyata kerja sama. Oh,
ternyata Musa bos kalian. Ternyata Musa
guru kalian." Ini cuma kerja sama.
Akhirnya sudah selesai. Kalau sudah
bilang segala mukjizat sihir mau
diapain? Setiap mereka lihat mukjizat
dari Nabi. Jadi bukannya mereka tidak
lihat mukjizat, mereka lihat mukjizat.
Ini di antara perkara yang menakjubkan.
Sudah datang mukjizat bertubi-tubi,
mereka justru berkata, "In hadza illa
sihr mubin." Ini adalah sihir. Bahkan
sihir yang nyata. Bahkan sihir yang
nyata.
Apa kata Syekh S'di rahimahullahu taala?
w
asya waqha mereka menjadikan suatu
perkara yang paling mulia yaitu mukjizat
yang paling merupakan kebenaran dirubah
oleh mereka menjadi suatu perkara yang
paling hina dan paling rendah itu
mukjizat dibilang si sihir. Mukjizat
tauhid sihir syirik.
sehingga mereka menuduh mukjizat nabi
adalah
sihir. Ya,
dan itulah metode ee umat-umat yang
menolak dakwah para nabi mereka. Tib.
Kemudian mereka di antara ngeyelnya
mereka masih menyebutkan syubhat. Kata
mereka, aun
turan
aun.
Apakah kami kalau sudah mati dan kami
jadi tanah
dan sudah menjadi tulang belulang yang
sudah hancur? Ana lutun, apakah masih
bisa dibangkitkan? Ini syubhat mereka.
Kata Syekh Sad, ini juga adalah
keajaiban bagaimana mereka mengkiaskan
Allah Subhanahu wa taala pencipta langit
dan bumi dikiaskan dengan makhluk. Kalau
makhluk memang tidak bisa menciptakan
benda mati, tulang belulang, kemudian
tiba-tiba ada dagingnya, tiba-tiba ada
rohnya, ya enggak bisa. Siapa yang bisa
bikin? Tapi kalau Tuhan yang pernah
menciptakan kalian, yang menciptakan
langit dan bumi, apa susahnya
menghidupkan kembali kalian? Apa
susahnya? Maka kata Syekh Saidi, "Minal
ajabiasum
qudrbil ardhi wasamawati aldatilami
jamil wujuh." Bagaimana di antara
perkara menakjubkan mereka? Mereka
mengkiaskan Allah yang maha sempurna
kekuasaannya, pencipta langit dan bumi.
Dikiaskan dengan manusia yang penuh
kekurangan. Kalau manusia ya enggak
bisa. Kalau Muhammad suruh bangkitkan ya
enggak bisa. Tapi kita bicara bukan
Muhammad yang bangkitkan. Yang
bangkitkan siapa? Allah Subhanahu wa
taala. Dan sudah kita sebutkan tadi
kalau kalian mengakui kalian pernah
berasal dari tanah, Adam dari tanah
mintainin lazib dari tanah yang tanah
liat ya kalau kalian jadi tanah mau
dibangkitkan lagi apa susahnya? Hanya
pengulangan. Hanya pengulangan tidak ada
susah bagi Allah. Tapi ini syubhat
mereka. Kata mereka inna labutun apakah
kami akan dibangkitkan? Bahkan mereka
berkata, "Awa abaunal awwalun."
Dan apakah bapak-bapak kami yang telah
terdahulu juga akan dibangkitkan pula?
Nenek moyang kami? Bagaimana?
Kami dibangkitkan nenek moyang juga
dibangkitkan. Bagaimana mungkin?
Jadi mereka
menolak hari kebangkitan.
Menurut mereka enggak mungkinlah kita
dibangkitkan. Enggak mungkin pula nenek
moyang kami dibangkitkan.
Sampai datang dalam satu riwayat mereka
datang kepada Rasulullah. Kata harus
kata mereka, "Ya Rasulullah, ya
Muhammad, bangkitkan Qusay bin Kilab
itu nenek moyang kita bersama dia orang
yang baik. Kalau dia bangkit, kami mau
tanya, kau benar atau tidak?"
Kalau Allah bangkitkan selesai, berarti
enggak ada ujian. Hidup ini kan ujian.
Dan di antara
pujian Allah kepada orang beriman,
alladzina yukminana bil ghaib. Yaitu
orang beriman kepada yang gaib. Kalau
orang bangkit dari kuburan, oh iya
benar. Dalam ada azab kubur, Firaun
bangkit, "Eh, beriman, saya sudah
setengah mati." Semua beriman nanti.
Kalau gitu hilanglah nilai ujian.
Sementara kita diciptakan untuk diuji.
Kira-kira kalau Firaun bangkit sekarang
cerita semua beriman, enggak?
Berimanlah.
Kalau tiba-tiba dilihatkan visual ini
sedang diazab di alam barzakh,
ini satu sedang main-main sama bidadari.
Woh, semua orang, semua orang beriman.
Semua orang beriman.
Kalau sudah semua begitu, maka tidak ada
lagi nilai ujian. Dan nilai ujian harus
tetap a ada.
Bahkan dalam peperangan saja, dalam
peperangan saja terkadang Rasulullah
menang terkadang kalah.
Makanya ketika Abu Sufyan ditanya oleh
Heroklius, "Bagaimana perang kalian
dengan Muhammad?"
Ya, kata Heroklius, "Alharbu sijal."
Terkadang kami menang, terkadang mereka
menang. Dan Rasulullah ketika perang
Uhud, Abu Sufyan merasa menang, dia
berkata kepada Rasulullah, "Wal harbu
sijal." Peperangan demikian sid
berganti. Kalian menang lawan kami di
perang Badar. Sekarang kami menang dalam
perang perang Uhud. Kalau Rasulull
sallahu alaihi wasallam menang terus
para sahabat enggak ada yang mati
syahid, semua orang akan masuk Islam.
Tetapi hidup ini ujian.
Coba kalau semua orang beriman pasti
kaya raya.
Semua orang akan ber iman. Hilang nilai
ujian. Coba kalau semua beriman,
istrinya empat, semua, semua beriman.
Nurut-nurut salehah semua, semua orang
beriman. Tapi ternyata kan enggak. Oleh
karenanya nilai ujian itu tetap a ada.
Apa susahnya Allah bangkitkan nenek
moyang mereka? Mudah. Tapi kan hidup ini
ujian. Hidup ini apa? Ujian. Oleh
karenanya nilai ujian harus tetap ada.
Kalau Nabi selalu menang tidak ada orang
munafik. Maka ketika kadang menang
kadang kalah maka diuji. Ada yang tetap
beriman, ada orang-orang munafik akan
keta ketahuan.
Sama kata Allah Subhanahu wa taala.
Kalau kalian melihat bagaimana malaikat
mencabut nyawa orang-orang kafir,
yadribuna wujahumbar, malaikat hantam
wajah mereka, hantam belakang mereka.
Wabal hari, kata malaikat, silakan
rasakan azab yang pedih. Kalau kita
lihat setiap nyawa dihantem, semua orang
kan masuk Islam. Wih, kalau kafir begini
ngeri, jangan. Matinya susah. Kelihatan
dihantam oleh malaikat, rambutnya
berdiri, keluar asap semua enggak ada
yang semua pasti beriman. Maka tidak
mungkin. Oleh karenanya Allah tidak
bangkitkan nenek moyang mereka agar
tetap ujian itu berjalan. Karena dalam
dunia ini adalah darul ibtila. Ini
adalah negeri ujian. Meskipun terkadang
Allah menampakkan sebagian keajaiban
dibuka kuburan ternyata ada yang diazab.
Dibuka kuburan ternyata ada yang masih
utuh tersenyum. Itu terkadang bukan
hukum asal. Bukan hukum asal. Tayib.
Jadi kata mereka,
"Awa abaunal awalun, kami mau
dibangkitkan setelah menjadi tanah dan
tulang belulang. Dan apa nenek moyang
kami yang sudah meninggal ribuan tahun
juga bakalan dibangkitkan?"
Maka Allah suruh bantah.
Kata Allah, "Qul naam wa antum dakhir."
Katakanlah Muhammad, "Iya, jangan
ragu-ragu bantah syubhat mereka. Bantah
pertanyaan mereka naam." Iya, kalian
akan dibangkitkan. Nenek moyang kalian
juga akan dibangkitkan.
Kemudian diberikan rasa takut. Wa antum
dakhirun. Dan kalian dibangkitkan bukan
enak-enak. Dibangkitkan dalam kondisi
hina dina.
Hina-d. Dan ini merupakan tarhib.
Rasulullah ancam mereka. Iya.
Dibangkitkan dan bukan cuma dibangkitkan
tapi dibangkitkan dalam kondisi hina dan
dina karena kalian kafir kepada Allah
subhanahu wa taala. Setelah itu Allah
menjelaskan tentang mudahnya
membangkitkan.
Fainnama hiya zajaratun wahidah. Untuk
bangkitkan manusia hanya perlu tiup
sangkakala sekali saja. Faid hum
yanzurun. Tiba-tiba mereka bangkit dan
mereka menanti kedatangan Allah. Fidza
hum yanzurun.
Dan di saat itulah baru timbul
penyesalan. Mudah bagi Allah. Seba kita
tahu bahwasanya proses kebangkitan
dengan dua tiupan sangkakala. Ada khilaf
di kalangan para ulama. Ada yang
mengatakan tiga tiupan sangkakala, ada
yang mengatakan dua. Yang mengatakan
tiga pertama nafkatus sa'ad. Ee ee apa
namanya? Yang pertama ee yang pertama
adalah tiupan yang membuat menimbulkan
ketakutan, kemudian tiupan menimbulkan
kematian. Kemudian tiupan menimbulkan
kebangkitan.
Adapun pendapat mayoritas bahwasanya
tiupan cuma cuma dua ya.
Nafhatul faza nafhatus saad ya
nafatul baat. Jadi ada tiga ini pendapat
ulama. Jadi karena Allah mengatakan
dalam sebagian ayat ya eh
fur fawati
fil ard ditiupkan sangkakalah maka
penghuni langit dan bumi ketakutan.
Dalam sebagian ayat
ditiupkan maka matilah penghuni langit
dan penghuni bumi kemudian
kemudian tiupkan kedua kali tiba-tiba
mereka bangkit mereka menanti atau
mereka melihat sehingga tiga tiupan.
Pendapat mayoritas tiupan cuma dua
nafkatul faza dan nafkhatus sa'ad ini
satu. Jadi ketika
malaikat Israfil meniupkan sangkakala
yang pertama, pertama menimbulkan
ketakutan luar biasa kemudian
dilanjutkan dengan kema kematian tapi
satu tiupan. Tapi terjadi dua hal,
ketakutan, alfaza, kemudian disertai
dengan apa? Kematian itu di hari kiamat
kelak.
Adapun kebangkitan dengan satu tiupan.
Kata seperti dalam ayat ini,
fainnama hiya zajaratu wahidah.
Kebangkitan itu hanya dengan satu
teriakan aja, dengan satu tiupan. Faid
hum yzurun. Tiba-tiba mereka bangkit.
Sangat mudah.
Faid hum jamiulina muhdarun. Dalam ayat
yang lain tiba-tiba mereka seluruhnya
bangkit. Mudah satu tiupan sangka
sangkakala. Di sini Allah mengatakan
fainnama faidza faidza tiba-tiba
menunjukkan cepat begitu tiup langsung
bangkit. Allah tinggal bilang apa? Kun
fayakun. Kun fayakun.
Ketika mereka dibangkitkan maka dalam
kondisi hufatan uratan gurlan. Dalam
kondisi tidak memakai alas kaki, dalam
kondisi telanjang dalam kondisi belum
disunat.
Kata Allah, "Kama badana awal khqin
nuiduh." Sebagaimana kami memulai
permulaan penciptaan bayi keluar dari
perut ibunya belum disunat, tidak bawa
apa-apa, tidak pakai baju, tidak beralas
kaki. Demikian juga pada hari kiamat
manusia dibangkitkan hufatan, uratan,
gurlan bohman, tidak pakai alas kaki
dalam kondisi tidak berpakaian, dalam
kondisi belum disunat. Bohman dalam
kondisi tidak bawa apa-apa. Tidak ada
harta yang mereka bawa. Jangankan harta,
baju aja tidak punya, jangankan baju,
sendal aja tidak punya. Bangkit
semuanya.
Masuk azan.
Baru setelah itu manusia diberikan
pakaian. Wa aal yuksa minal khalaiq
Ibrahim. Yang pertama kali dikasih
pakaian Ibrahim alai alaih salam.
Disebutkan dikasih pakaian pertama kali
karena dia membela tauhid. Ketika dia
mau dibakar, dibuka bajunya untuk
dibakar dan dia rela dibakar karena
Allah. Maka Allah memuliakannya pada
hari kiamat. Dia yang pertama kali
dikasih pakaian oleh Allah Subhanahu wa
taala kemudian diikuti dengan yang
lainnya. Maka pada hari tersebut akan
nampak takwa dan akan nampak orang-orang
para pendosa. Bismillah alhamdulillah
wasalamu ala rasulillah wa ala alihi
wasahbihi walah. Kita lanjutkan.
Setelah Allah mengabarkan
membangkitkan mereka sangatlah mudah.
Fainnama hiya zajarat wahidah. Tinggal
ditiupkan satu sangkakala maka mereka
semuanya akan bangkit seluruhnya dari
awal sampai akhir. Qul innal awalina wal
akhirmuun
miqati yaumlum. Dari dari awal
seluruhnya manusia. Bukan cuma nenek
moyang kalian, seluruh manusia dari Nabi
Adam sampai akhir manusia semuanya akan
dikumpulkan pada satu waktu yang telah
Allah tentukan. Dan ketika mereka
bangkit Allah berkata, "Waqalu ya
wailana hadza yaumuddin."
Kata mereka, "Celaka. kita ini adalah
hari pembalasan. Hari pembalasan. Maka
dikatakan kepada mereka, "H yaumul
faslilladzi kuntum bihi tukadzibun."
Inilah hari keputusan yang dulu kalian
mendustakannya.
Ya, ini adalah ejekan kepada mereka yang
kalian dulu dustakan. Ya, silakan
rasakan yang kalian dustakan. Ya,
seperti firman Allah Subhanahu wa taala,
"Yauma yuda yauma yuda ila nari
jahannama daa hadinarullati kuntum biha
tukadzibun." Ketika hari di mana mereka
didorong dengan kasar masuk dalam neraka
jahanam, maka dikatakan inilah neraka
yang dulu kalian dustakan.
Ya, afasihrun hadza am antum la
tubsirun. Apakah ini masih sihir? Ini
sihir. Yang kalian bilang dulu Muhammad
datangkan sihir. Sekarang neraka ini
sihir atau nyata? Jadi diejeklah mereka.
Had yaumal fasilladzi kuntum tukadzibun.
Inilah hari keputusan yang dulu kalian
dustakan. Yaitu keputusan yang Allah
tetapkan. Segala permasalahan akan Allah
sidangkan pada hari kiamat antara yang
benar dan yang salah. Kalau di dunia
seorang bisa dalam sidang nyewa
pengacara, bisa nyogok, di akhirat
enggak bisa. Di akhirat enggak bisa.
Karena yang menyedang adalah Allah
Subhanahu wa taala. Dan saksi sangat
banyak. Kulit menjadi saksi, kaki tangan
menjadi saksi, catatan amal menjadi
saksi, malaikat menjadi saksi, bumi
menjadi saksi. Maka seorang tidak akan
bisa berkilah pada hari tersebut. Ya,
ini adalah hari keputusan yang kalian
dustakan. Usyuruladzinaamu
wa azwajahum wu ya'budun. Maka malaikat
diperintahkan,
"Kumpulkanlah orang-orang yang zalim
bersama teman sejawat mereka dan
sembahan-sembahan yang selalu mereka
sembah." Jadi, manusia dikumpulkan
dengan sejawatnya. Di sini azwajahum
uksyurulladzina dolamu azwajahum.
Kumpulkanlah orang-orang zalim dan
azwaj. Azwaj ini ada penafsiran di
antara ada yang menafsirkan azwaj
maksudnya istri-istri.
Jadi kalau seorang
zalim, istrinya juga zalim, maka akan
dikumpulkan dengan istri-istri mereka.
Ya.
Dan ini pendapat Thair bin Asur. Beliau
berkata, "Alazwajahiruhu anal murad bi
halailuhum." Dan ini azwaj maksudnya
istri-istri. Dan ini adalah tafsir dari
Mujahid dan Hasan Hasan Al Bashri.
Mereka menafsirkan azwaj maksudnya
kalian masuk neraka dengan istri-istri
kalian ya. Tidak dipisah, masuk
bareng-bareng. Sebagaimana penghuni
surga, mereka juga di surga dengan
istri-istri mereka kalau istri mereka
salehah. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"In ashabal jannatil yaum fiugulin
faqihun hum wa azwajuhum fiilalin alal
ariki muttaqiun."
Sungguhnya penghuni surga dalam
kesibukan mereka dan istri-istri mereka
berada di atas dipan-dipan yang indah,
bertelekan di atas dipanipan yang yang
indah.
Allah juga berfirman, "Jannatuha
min abaj
surga yang mereka masuk bersama orang
tua mereka yang saleh, istri-istri
mereka yang saleh, dan anak-anak mereka
yang saleh. Sebagaimana penghuni surga
kalau istri mereka salehah akan masuk
bersama mereka, demikian juga
orang-orang zalim masuk neraka dengan
istri-istri mereka." Nah, ini pendapat
yang mengatakan bahwasanya ee yang
dimaksud dengan azwaj di sini adalah
istri-istri.
Dan sebagian ulama berpendapat yakni ini
kebanyakan ulama azwajit maksudnya yang
se setipe dengan mereka yaitu koruptor
dengan koruptor, musyrikin dengan
musyrikin ya penyembah kubur eh
penyembah berhala dengan penyembah
berhala ya.
Jadi sesuai dengan Yahudi dengan Yahudi,
Nasrani dengan Nasrani dikumpulkan
dengan yang semisal mereka ya pezina
dengan pezina, koruptor dengan koruptor
wa azwaja maksudnya setipe dengan mereka
dikumpul dikumpulkan dan dikelompokkan
oleh malaikat. Oh sururulladzinaamu
azwajah ini kelompok pezina, ini
kelompok koruptor, ini kelompok pencuri,
ini kelompok macam-macam ya. Ini
kelompok penyembah berhala, ini kelompok
Yahudi, kelompok Nasra, dikelompokkan.
Jadi para pelaku kezaliman nanti tetap
bersahabat dengan teman-teman mereka. Di
mana? Di neraka jahanam. Aman
bersahabat dengan teman-teman mereka. Di
mana? Di neraka jahanam. Kemudian wu
ya'budun dan juga apa yang mereka
sembah.
Seperti Allah inakumunillahi
jahanam antum waridun dalam surat
Alanbiya. Sesungguhnya kalian dan apa
yang kalian sembah akan dikumpulkan
dalam neraka jahanam kecuali yang
bertakwa. Sesembahan ada dua model. Ada
sembahan yang disembah orang-orang saleh
seperti malaikat, seperti Nabi Isa,
seperti Uzair. Allah mengatakan,
"Innalladzina sabaqat lahum minal husna
ulaika anha mubad'adun." Adapun
sesembahan-sesembahan yang baik seperti
Isa yang disembah, Uzair yang disembah,
malaikat yang disembah, mungkin
wali-wali saleh yang disembah, ulaika
anha mub'adun. Mereka akan dijauhkan
dari neraka jahanam. Tetapi
sembahan-sembahan yang lain ya yang
disembah selain Allah, berhala-berhala,
patung-patung,
matahari, rembulan, semuanya akan
dimasukkan dalam neraka jahanam. Di
antara kenapa yang disembah juga
dimasukkan dalam neraka jahanam, di
antaranya iblis dan setan agar para
penyembah semakin menderita, tersiksa
batin. Karena tuhan-tuhan yang mereka
harapkan menolong mereka ternyata juga
disiksa dalam neraka jahanam. Ikut
membakar mereka. Ikut membakar mereka.
Usyirulladzinaamu wawajumu ya'budun.
Kumpulkan orang-orang yang zalim beserta
sejawat mereka dan apa yang mereka
sembah. Min dunillah. yang selain Allah
yang mereka sembahduhum
jahim dan tunjukkanlah mereka menuju
neraka jahanam. Jadi digiring ke neraka
jahanam. Digiring kumpulin dulu baru
digiring ke neraka jahanam. Seperti
Allah mengatakan
yauma nahsyirul muttaqina ilarahmani
wafda wasasuqul mujrimina ila jahannama
wirda. Kami bawa orang-orang saleh
bertakwa menuju arrahman menuju surga
dengan penuh penghormatan. Wasukul
mujrimina ila jahanama wir. Dan kami
giring orang-orang mujrimin menuju
neraka jahanam dengan terhina seperti
digiring hewan.
Dan dalam ayat yang lain, yauma yuda ila
nari jahannama da. Didorong dengan
keras, enggak mau didorong, enggak mau
di didorong, digiring dengan dihina
menuju neraka jahanam. Kata Allah,
fahduhum ila siratil jahim. Tunjukkanlah
mereka kepada jalan menuju neraka
jahanam.
Penghuni surga diarahkan ke surga. Ya,
wafatil jannatu lil muttaqina gir baid.
Maka surga didekatkan kepada orang
bertakwa tidak jauh. Di antara bentuk
pemuliaan kemuliaan kepada orang
bertakwa, surga didekatkan sehingga
mereka ya didekatkan kepada surga.
Kemudian mereka pulang ke rumah di
surga. Kata Nabi, "Kalian lebih mudah
menuju rumah di surga daripada rumah di
dunia." Dimudahkan. Penghuni neraka
enggak mau. Tapi didorong.
Ketika mereka digorong, digiring menuju
neraka, kata Allah, "Waqifuhum, stopin
dulu. Stopin dulu. Innahum masulun."
Sesungguhnya mereka akan ditanya. Ini di
antara dalil tentang hisab. Ditanya,
ditanya oleh Allah
dengan ee hisab yang berat.
Ditanya-tanya oleh Allah subhanahu wa
taala dalam rangka untuk semakin mereka
menderita, semakin tersiksa.
Kata Allah Subhanahu wa taala
kepada mereka ya untuk dipermalukan
ya kata kata Syekh SD innahu masulun
mereka akan ditanya amu yaarunahu fid
dunya tentang apa yang mereka dustakan
selama di dunia alusil ashad kadibuhum
wahatuhum agar mereka dipermalukan di
hadapan khalaya akan kedustaan mereka
dan aib-aib mereka dipermalukan
dipermalukan Allah berhentikan Allah
tanya setelah Itu Allah bertanya,
"Ma lakum la tanasarun?" Kenapa kalian
tadi tidak saling tolongmenolong?
Kenapa kalian tidak saling
tolong-menolong? Bukan kalian di dunia
dulu saling tolong-menolong. Kerja sama
dalam kesyirikan, kerja sama dalam
kekufuran.
Kerja sama untuk membela tuhan-tuhan
kalian, kerja sama dalam maksiat.
Sekarang kenapa saling diam-diaman,
tidak saling tolong-menolong.
Mereka tidak punya daya dan upaya. Bal
humul yauma mustaslimun. Pada hari itu
mereka cuma bisa pasrah. Mereka tidak
punya kekuatan untuk menjawab pertanyaan
Allah aja. Mereka sudah tidak berkuasa
untuk bisa menjawab apalagi
tolong-menolong di antara mereka sudah
enggak ada daya dan upaya. Maka pada
hari itu kata Allah, "Bal humul yauma
mustaslimun." Maka pada hari tersebut
mereka dalam kondisi pasrah menyerahkan
diri.
Karena mereka tidak bisa jawab
pertanyaan Allah dan mereka tidak saling
menolong akhirnya mereka saling hina di
antara mereka saling menjatuhkan. Kata
Allah, waqbala ba'duhum ala ba'din
yatasaalun. Sebagian mereka menghadap
sebagian yang lain saling
berbantah-bantahan. Kalian sih, kamu
sih, gara-gara kamu sih saling
menyalahkan. Mereka berharap dengan
saling menyalahkan tersebut azab mereka
bisa dikurangi meskipun sedikit enggak
akan dikurangi.
Ya,
akhirnya qolu innakum kuntum tatunanail
yamin. Maka yang
pengikut berlepas diri dari yang
diikuti.
Mereka bilang, "Kalian sih dulu yaunana
wahai para pemimpin kami, kalian dulu
datang lewat kanan menggoda kami dari
sebelah kanan." Maksudnya di sebelah
kanan ada beberapa tafsiran dia
mengatakan, "Kalian menggoda dengan kuat
terus-menerus."
Ya, makrul laili wan nahar
terus-menerus.
Kalian membujuk kami, merayu kami sampai
kami terbawa. Ini innakum kuntumal
yamin. Maksudnya kalian menggoda kami
dengan kuat, merayu kami sehingga kami
terbawa. Ada yang mengatakan tatunanail
yamin. Maksudnya kalian bersumpah dengan
mengiming-iming kebaikan. Tenang, ini
kebaikan, ini bagus, ini padahal syirik,
padahal maksiat, padahal kami tergoda.
Kalau bukan karena kalian, kami tidak
akan di sini. Jadi mereka berusaha
berlepas diri. Mereka berhadap
berdiskusi di hadapan Allah Subhanahu wa
taala. saling melempar ya kesalahan
kepada kepada yang lain kepada yang lain
ya.
Dan
orang-orang kalau menggoda dengan
berbagai macam janji ya dengan berbagai
macam janji
yang diikuti para pemimpin juga berlepas
diri. Kata mereka, "Qalu bam takunu
mukminin." Ya, pemimpin mereka berkata,
"Sebenarnya kamulah yang tidak beriman.
Enggak ada. Kami enggak bisa bikin
apa-apa. Memang kalian asalnya sudah
buruk.
Wana lana alaikum min sultanin bal
kuntum thin. Kami tidak berkuasa untuk
memaksa kalian, tapi kalian memang sudah
melampaui batas.
Jangan salahkan kami. Kalau kalian
memang tidak punya bibit-bibit
kejahatan, mana kalian mau ikut. Kalian
memang sudah jahat dari dulu. Kami cuma
tinggal ngorek-ngorek, kalian ikut. Jadi
yang di yang mengajak juga berlepas
diri.
Dan tidak mungkin seorang pada hari itu
kemudian beralasan kami dirayu, kami
digoda. Karena orang bisa milih. Ketika
dia milih keburukan, milih kesyirikan,
milih kekufuran, milih kezaliman, milih
korupsi, milih kemaksiatan, dia punyaang
ada hawa nafsunya. Jadi jangan
menyalahkan yang ngajak. Yang ngajak
akan berlepas diri. Mana kami bisa
maksa. Kami kan enggak dorong kamu
paksa, cuma ngomong doang, "Ayo, ayo
kalian ikut.
Sebagaimana setan berlepas diri dari
para pengikutnya pada hari kiamat. Ya
kata setan innallaha waadakum waal
haqukum faakukumikum
min illaukum fajtumli falaumuni
anfusakum ma ana busri w antumri. Setan
di hari kiamat kelak akan naik di atas
mimbar terbuat dari api. Kemudian dia
berkhotbah dengan khotbah yang sangat
menggugah hati. Dia mengatakan kepada
para pengikutnya yang sama-sama di
neraka jahanam, "Sesungguhnya Allah
telah menjanjikan kalian kebaikan dan
aku juga menjanjikan dan aku menyelisihi
janji janjiku." W kana li alaikum min
sultan. Aku tidak punya kuasa untuk masa
kalian. Illa andaukum. Saya cuma ngajak
doang. Emang setan pernah ngajak tangan
seorang untuk berzina? Kan enggak ada.
Cuma dibisik-bisikin. Zinaul lezat.
Habis itu kau tinggal minta ampun sama
Allah.
Cuma dibisikin, ambil itu aman korupsi
aja kan enggak ketahuan. Sudah banyak
korupsi enggak ketahuan ambil aja sudah
tinggal jalan. Emang setan pernah tarik
tangan kita untuk korupsi? Setan pernah
tarik tangan kita untuk berzina? Enggak.
Cuma dibisik-bisikin.
Ee musyriklah kau. Kalau sama musyrik
nanti kau lebih bagus ekonomimu. Setan
cuma bisik-bisik. Maka setan mengatakan,
"Maka wali alikum min sultan." Aku tidak
punya kekuatan untuk masa kalian. Illa
andaukum.
Saya hanya nyeru kalian. Fastajumli
fastajibtum. Ternyata kalian sambut.
Memang asalnya kalian sudah buruk.
Kalau kalian enggak buruk, kalian tidak
akan sambut. Betapa banyak saya seru
tidak nyambut. Ketika kalian nyambut
berarti kalian bu buruk.
Fala talumuni. Maka jangan cela aku.
Kata setan. Kata iblis. Walumu
anfusakum. Cela diri kalian sendiri. Aku
tidak bisa nolong kalian. Kalian tidak
bisa nolong kita. Kita sama-sama celaka
hari ini. Maka seperti perkataan
pemimpin mereka ya. Kata mereka ketika
diprotes, "Kalian sih ngajak-ngajak
kami." Apa kata pemimpin mereka? Ballam
takunu mukminin. Kalian memang sejak
awal tidak beriman. Saya cuma ngorek
sedikit, kalian ikut. Wama kana lana
alaikum min sultanin. Kami tidak punya
kekuatan untuk maksa kalian. Bal kuntum
thogin. Kalian memang sudah melampaui
batas. Jangan salahkan kami. Inilah
pemimpin ribut sama yang
mengikutarinau
minina warabqat
bihimul asbab.
Ya. Ketika yang diikuti yaitu pemimpin
berlepas diri dari pengikut
dan mereka melihat azab di depan mata.
Dan relasi putus yang ada pertengkaran.
yang ada pertengkaran masing-masing
berlepas diri.
Maka apa kata yang diikuti? Fahaqqo ala
qulubina.
Maka telah pastilah keputusan Rabb kita.
Inna ladaiquun. Kita akan mencicipi azab
neraka jahanam. Sebentar lagi sama-sama
masuk. Sudah diam. Sama-sama masuk kita.
Kita akan merasakan mencicipi azab
neraka jahanam. Faagwainakum. Memang
benar kami telah menyesatkan kalian.
Inna kunna gwin. Memang kami orang
sesat. Ya sudah ya memang kami sesat.
Saya tidak kita kami memang setai
sama-sama masuk. Kata Allah setelah itu,
fainnahum yaumaidzin fil adzabi
musyarikun.
Maka mereka pada hari itu sama-sama
dalam azab.
Sama-sama dalam azab. Tentu levelnya
berbeda-beda. Allah maha adil. Ya, Allah
maha adil ya.
Maka sebagaimana di surga
berlevel-level, di neraka juga
berlevel-level. Waliullin darajatun
mimma amilu. Masing-masing ada
derajatnya, baik penghuni surga maupun
penghuni neraka.
Pemimpin dan dipimpin sama-sama masuk
neraka tentu levelnya berbeda sesuai
dengan keburukan ee keburukan mereka.
Dan di sini Allah mengatakan, "Fainnahum
yaumaidin filabi musyarikun." Mereka
sama-sama diazab
dan tidak akan menjadikan mereka
berkurang
kesulitan yang mereka hadapi. Berbeda
dengan di dunia. Di dunia
orang bisa sabar ya. Orang bisa sabar
ketika seorang ditimpa musibah ternyata
temannya juga terkena musibah. Ketika
melihat orang terkena musibah sama
seperti kita, kita bisa bersabar enggak?
Bersabar.
Nah, sama. Oh, ada yang lebih musibah,
lebih parah, kita bisa bersabar,
meringankan beban.
Apalagi musibah tersebut ada waktunya,
maka sabar bisa dilakukan di dunia. Tapi
kalau di akhirat percuma.
Isbiru a la tasbiru sawaun alaikum.
Sabar enggak sabar sama saja.
Ajaz'na ambarna. Kita mau sabar, mau
ngamuk-ngamuk sama saja enggak ada
faedahnya.
Mau lihat teman diazab sama-sama juga
tidak mengurangi apa? Penderitaan.
Semakin menderita. Waduh kita sama-sama
menderita. Maka di neraka sama-sama
disiksa tidak mengurangi penderitaan.
Berbeda kalau di dunia. Dunia seorang
terkena musibah, kita terkena musibah
ada ada kurang penderitaan karena
sama-sama terkena musibah. Di neraka
percuma. Fainnahum yaumaidin fil adabi
musyarikun. Innaalika
naf'alu bil mujrimin. Demikianlah kami
lakukan kepada para pendosa. Sebagaimana
mereka bersekutu dalam kesyirikan dan
kekufuran.
Sebagaimana mereka berserikat dalam
kemaksiatan dan kezaliman, maka pada
hari kiamat juga mereka berserikat dalam
azab. Mereka dalam azab. Dan Allah maha
adil. Kata Allah, "Inna kadalika naf'alu
bil mujriminin." Demikianlah kami
lakukan atau kami timpakan azab ini
kepada para pendosa. Sampai di sini
saja, ikhwan dan akhwat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala. Insyaallah
kita lanjutkan pada ayat ke-35 pada
kesempatan yang lain. Bab demikian saja
kajian kita kurmaaf. Wabillah taufik
hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:16:57 UTC
Categories
Manage