Transcript
4dhk-HSgnAc • Webinar ASN Belajar Seri 21 - Penyelenggaraan Kearsipan sebagai Instrumen Penilaian RB
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0087_4dhk-HSgnAc.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
BPSDM Jawa Timur hebat.
BPSDM Jawa Timur excellent.
BKPSDM Jawa Timur banget.
BPSDM Jawa Timur berjaya dalam inovasi.
BPSDM Jawa Timur hebat.
BPSDM Provinsi Jawa Timur jaya luar
biasa.
BPSDM Jatim keren.
BSDM Jawa Timur semakin star.
BPSDM Jawa Timur bangkit.
BPSDM Jawa Timur inspiratif terdepan.
BPSDM Jawa Timur mantap sukses
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Keren.
BPSDM Jawa Timur jaya luar biasa.
BPSDM Jawa Timur unggul.
BPSDM Provinsi Jawa Timur pokoknya top.
BPSDM Provinsi Jawa Timur luar biasa.
BPSDM Jatim handal dan berkualitas.
BPSDM Jatim jaya luar biasa.
BPSDM Provinsi Jawa Timur memang keren.
BPSDM Jatim pancen top dan oke tenan.
BPSDM Jatim.
BPSDM Provinsi Jawa Timur salam satu
jiwa.
BPSDM Jatim mantap.
BPSDM Jatim hebat.
BPSDM Jatim hebat. BKSDM Top Markotop
BPSDM Jawa Timur luar biasa
BPSDM Provinsi Jawa Timur menjadi pusat
unggulan
BPS Jatim luar biasa
saya saksinya bahwa BPSDM Jatim memang
hebat
BPSDM Jawa Timur berjaya dalam inovasi
apa yang sudah diinisiasi
oleh BPSDM dengan berbagai apresiasi
yang sudah didapatkan
dengan tugas dan mandat sebagai
corporate university, tentu kita
berharap bahwa BPSDM akan terus bisa
memberikan layanan terbaik bagi
pengembangan kualitas SDM
aparatur sipil negara baik dari Jawa
Timur maupun dari berbagai daerah lain.
[Musik]
Dahsyat ya. BPSDM ini bukan hanya tempat
ya digitalisasi yang dilakukan oleh ee
BPSDM ini menarik. Fature-feature yang
diberikan lewat media sosial yang
dimiliki oleh BPSDM Jawa Timur sangat
memberikan kesan yang tersendiri. Banyak
hal yang telah diberikan, banyak edukasi
yang telah diberikan di BPSDM Provinsi
Jawa Timur.
Keren, habis, inovasi selalu terupdate
dan kekinian.
Saya sangat bersyukur sekali dengan
adanya media sosial BPSDM Jatim, baik
itu Instagram, Facebook, Twitter, maupun
YouTube. Di mana di situ akan ada
informasi terutama terkait pengembangan
kompetensi ASM. SDM ini sudah
menggunakan pola interaktif dan itu ciri
khas dari apa? Lembaga yang sudah
transparan dan sampaian aspirasi tentang
pendidikan, tentang ee pembaharuan dari
ee peraturan-peraturan yang ada ini luar
biasa semua masuk di dalam media sosial.
Keterbukaan inilah yang saya kira
menjadi apa ee panutan atau inspiratif
dari badan publik seperti BPSDN Jawa
Timur. Kami pemerintah kota juga
menjadikan ini referensi untuk
mendapatkan informasi
mempelajari dan mencontohi hal tersebut
dengan mengikuti media sosial BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Melalui kesempatan
ini, kami mengucapkan terima kasih
kepada BPSDM Jawa Timur. Ewak
membuat para SN semakin dapat berinovasi
di bidangnya masing-masing. Sukses buat
PPSDM Jatim. Ayo, mari kita kunjungi
situs, kita kunjungi media sosial yang
dimiliki oleh PPSD Jawa Timur.
Menampilkan hal-hal yang terbaik,
menampilkan hal-hal inovasi yang cukup
membanggakan. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Halo, Sobat ASN. Kita jumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai acara kita pada hari
ini, ada beberapa hal yang patut Sobat
ASN perhatikan agar acara dapat berjalan
dengan lancar.
Yang pertama, tulis nama sesuai dengan
format. Nama spasi instansi sobat ASN.
Kemudian nyalakan kamera dan matikan
mikrofon selama acara berlangsung.
Lalu pastikan posisi kamera tidak
membelakangi cahaya agar wajah Sobat ASN
dapat terlihat dengan jelas.
Dan jangan lupa gunakan virtual
background yang sudah kami sediakan.
Virtual background dapat diunduh pada
link yang dikirimkan melalui WhatsApp
bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran.
Apabila Sobat ASN ingin mengajukan
pertanyaan atau berpartisipasi
interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan
reaction angkat tangan atau rais hand
pada Zoom meeting.
Siapkan pula alat tulis sobat ASN.
Selain untuk mencatat hal-hal penting,
hal ini dapat mempertajam pemahaman
Sobat ASN tentang materi yang
disampaikan.
Untuk mendapatkan sertifikat elektronik
pada webinar ini, Sobat ASN wajib
mengisi link presensi yang kami bagikan
pada saat webinar berlangsung. Jangan
lupa juga untuk mengisi link kuisioner
ya agar sertifikat elektronik sobat ASN
dapat langsung diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Selamat mengikuti webinar ASN belajar.
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
Selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
tukang tekad pantang menyerah
jadi ASN
berkuwa
servis bersama
[Musik]
HSN Potional
beradab.
[Musik]
Artinya apa? Kalau kita ini seperti itu,
maka berbuat baiklah sebaik-baiknya.
Karena se kecil apapun yang kita lakukan
itu akan menjadi amal ibadah kita
sejarahkan hidup kita.
Bagaimana sesungguhnya kita menyiapkan
diri sebagai enabler leader. Ini bahasa
yang sangat sering saya sampaikan.
Inable leader menjadi pemimpin
pemungkin.
Jangan apa-apa bilang enggak mungkin,
apa-apa bilang enggak mungkin. Makanya
harus dibangun
abdi kata Allah, "Aku akan memberikan
apa yang diprasangkakan oleh hambaku."
Maka jangan berprasangka tidak baik.
Jangan berprasangka gagal.
Bapak, Ibu sekalian, sampai tahun 2041
ya kita masuk ke dalam era jendela
peluang atau bonus demografi
di mana angka yang produktif itu jauh
lebih tinggi dari yang tidak produktif.
Jadi bonus demografi itu adalah sesuatu
yang mungkin tidak terlalu dalam sejata.
Banyak pengamat pemerintah bahwa ini
adalah peluang untuk dimanfaatkan
ya agar kita keluar menjadi negara maju.
Karena angka kedekatannya
angka yang produktif, usia produktif
dengan tidak produktif lebih banyak yang
usia produktif.
Tapi sebaliknya kalau itu tidak dikelola
dengan baik dia bukan menjadi bonus
demografi tapi bisa menjadi beban bagi
negara kalau penolan negara.
Sobat ASN, istilah reformasi birokrasi
pasti udah sering banget kita dengar
kan? Yap, reformasi birokrasi ini wajib
dilakukan di semua level pemerintahan
untuk mewujudkan good governance dan
world class government. Tapi ternyata
salah satu tulang punggung reformasi
birokrasi adalah pengelolaan arsip yang
otentik, utuh, dan terpercaya. So, kita
sebagai ASN wajib banget nih untuk
memahami dan mampu mengimplementasikan
pengelolaan arsif di tempat kita
bekerja. Yuk, gali ilmunya di webinar
ASM Belajar seri 21 dengan tema
penyelenggaraan kearsipan sebagai
instrumen penilaian reformasi birokrasi.
Jangan lupa daftar ya.
[Musik]
Belajar ilmu enggak usah pilih-pilih
ilmu apa saja dipelajari. Penempatan
tempat di tempat kita bekerja itu kita
harus kuasai dengan sepenuhnya. Yang di
BPEDA perencanaan kuasai yang dihumas
humas kuasai itu tepat. Tetapi kita juga
harus terkuat dengan ilmu lain karena
ilmu lain itu akan terkait gitu.
Pengetahuan lain itu akan terkait. Kalau
kita hanya punya satu ilmu, kita dalam
mengambil keputusan tidak akan sempurna.
Tapi kalau bagi ilmu, kita bisa saling
menghubungkan di sini.
Putraku
si and
lumut.
Sahabat ASN, pernahkah Anda mendengar
lagu Ande-Ande Lumut? Lagu Ande-Ande
Lumut atau cerita Ande-Ande Lumut itu
mempunyai nilai sosial kultural yang
cukup luar biasa. Karena di dalamnya ada
cerita tentang pencegahan, pelecehan
seksual bahkan bulyer. Nah, di dalam
cerita itu ada tokoh antagonis yang
namanya Yuyu Kangkang. Bagi saya itu
bisa diartikan yuyu itu adalah yuyu mbak
yu-makyu atau perempuan dan kangkang dia
itu mengangkangi perempuan perempuan
itu. Jadi itu adalah sosial kultural
atau nilai-nilai kearifan lokal yang
oleh pendahulu-pendahulu kita itu sudah
diberikan kepada generasi waktu itu.
Nah, generasi kita ini seperti apa?
Padahal pelecehan seksual itu sekarang
itu marak di mana-mana. bahkan ada di
tempat-tempat suci itu terjadi seperti
itu. Ini yang perlu teman-teman ASN ee
kita terus harus mempelajari supaya kita
paham tentang nilai-nilai kultural ee
yang ada di dalam literasi-literasi ini.
Nah, ee yang terakhir bahwa ee Andi
Lumut itu adalah siklus Panji di mana
cerita itu adalah cerita yang sangat
masyhur ee ketika kemasyhuran atau
kejayaan Majapahit. Jadi ini cerita
Panji. Nah, ini cerita Panji dan itu
mengalahkan ee cerita-cerita
Mahabarata ee dan juga Ramayana. Nah,
ini saya kira penting ee untuk kita
menggaungkan lagi tentang cerita-cerita
Panji ini. Karena cerita Panji itu
tanggal 31 Oktober 2017 sudah ee
dicatatkan ee di UNESCO sebagai the
memory of the world eh yaitu warisan
dunia. Mari kita jaga eh karena di situ
ada nilai-nilai sosial budaya yang luar
biasa. ASN yang budiman itulah eh
kearifan lokal yang telah dicreate oleh
generasi-generasi kita terdahulu. Jadi
apa yang harus dilakukan oleh generasi
sekarang? Terima kasih. Selamat belajar
ASN Nusantara.
[Musik]
He.
[Tepuk tangan]
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullah.
wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di
mana pun Anda berada. Senang sekali saya
Aulia Mawardika bisa kembali hadir
menyapa Anda dan juga menemani Anda
dalam acara yang sudah kita
tunggu-tunggu bersama yaitu ASN Belajar
seri 21 persembahan dari Corpu SDJIS
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN,
banyak sekali hal yang harus kita
maksimalkan sebagai instrumen penilaian
reformasi birokrasi. Kita dituntut untuk
terus terbuka dalam setiap tugas yang
kita emban. Salah satunya adalah
penyelenggaraan kearsipan. Lalu
bagaimanakah keterkaitan keduanya? Maka
inilah ASN Belajar seri 21
penyelenggaraan kearsipan sebagai
instrumen penilaian reformasi birokrasi.
Mengawali
[Musik]
webinar hari ini, bersama-sama kita akan
ikuti terlebih dahulu ke note speech
yang akan disampaikan oleh Ketua Arsip
Nasional Republik Indonesia. Beliau
adalah Bapak Dr. Andes Imam Gunarto,
MHum.
[Musik]
Selamat pagi, Pak Imam.
Selamat pagi, Pak. Selamat pagi.
Apa kabar, Pak, hari ini?
Alhamdulillah sehat.
Alhamdulillah. Terima kasih banyak, Pak,
untuk waktu yang sudah diluangkan dan
kami silakan untuk memberikan kute
speech-nya.
Baik, makasih.
Ee
saya mau di mana ini Aul? Terima kasih.
Ini pertama saya terima kasih
kepada BPSDM
Jawa Timur,
Pak Kepala Badan Karis yang kebetulan PJ
apa itu Walikota ya.
ee sangat tertarik menerima undangan
ee
ke SPE di webinar ASN Belajar seri
artinya sudah sudah berjalan 20 kali
webinar untuk ASN belajar. Kalau 20 kali
berarti berapa SKS? Mungkin sudah sudah
dapat apa ya ee sertifikat diploma
barangkali adalah 20 kali pertemuan.
Biasanya kalau 20 kali pertemuan itu ya
ee mungkin 2 tahun ya karena 1 tahun 10
kali pertemuan biasanya.
Baik teman-teman semua, teman-teman ASN
karena saya juga SN, saya diberi tugas
untuk
menjadi keot terkait dengan tema
penyelenggaraan kearsipan sebagai
instrumen penilaian reformasi birokrasi.
Tadi sekilas sebelum mulai adaan cerita
panji
eh
sebagai
rekaman dari
ee lokal.
ya asli gitu yang sudah dicatat di
UNESCO.
Saya kira betul sekali seperti
disampaikan oleh ee materi tadi bahwa
ASN harus belajar dari
kandungan-kandungan
kebijakan lokal kita yang sangat kaya.
Eh saya minta tolong Mbak Nur ya untuk
menampilkan paparan saya biar enggak ke
mana-mana.
Saya ingin menyampaikan kebijakan
kearsipan yang mungkin nanti korelasinya
ya terkait dengan bagaimana arsipan bisa
sangat
penting untuk penilaian reformasi
birokrasi.
Next.
Ketika Kementerian Lembaga dan Daerah
ASN menyelenggarakan kearsipan itu harus
menjalankan rat undang-undang.
Jadi penyelenggaraan karsipan tidak
boleh
tidak berdasarkan peraturan perundangan.
Tidak hanya undang-undang tentang
kearsipan, yaitu Undang-Undang 43 tahun
2009 tentang kearsipan dan PP 28 tahun
2012,
tetapi juga peraturan perundangan lain
yang harus sudah dilaksanakan oleh ASN.
Mengapa demikian?
Karena kalau menyelenggarakan kearsipan
tidak sesuai dengan undang-undang, maka
fungsi dan peran arsif, karakter arsif
menjadi tidak maksimal. Arsif itu
berfungsi sebagai bahan akuntabilitas
ya, sebagai bahan bukti di pengadilan,
sebagai bahan untuk memori kolektif
bangsa.
Seandainya arsif tidak dikelola
berdasarkan peraturan
perundang-undangan,
maka karakter arsif yang harus otentik,
harus reliabel, harus lengkap, dan
sebagainya menjadi tidak terpenuhi.
Oleh karena itu,
para arsiparis dan ASN yang
menyelenggarakan kearsipan itu harus
melihat atau berdasarkan peraturan
perundang-undangan ini.
Nah, tidak hanya undang-undang,
sesungguhnya kelularan K itu harus
ditelusur sampai ke amanat konstitusi di
dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945.
Di dalam Undang-Undang Dasar itu minimal
ada dua pasal yang terkait, yaitu
pelaksanaan pasal 28
tentang
ee hak atas informasi.
Jadi, ASN yang mengelola arsif itu harus
menyediakan arsif untuk kepentingan
masyarakat agar masyarakat bisa
mengembangkan dirinya dan lingkungannya
agar lebih sejahtera melalui informasi.
Kalau ada ASN atau arsiparis yang
menghalang-halangi
pelayanan evakuasi, maka itu melanggar
atau tidak sesuai dengan amanah dari
konstitusi pasal 28.
Demikian pula ASN juga diberi mandat
oleh konstitusi untuk menyelenggarakan
kearsipan agar pasal 33 ini dijalankan.
Pasal 33 itu kurang lebih berbunyi bumi,
air dan kekayaan alam dan seksinya
dikuasai oleh negara.
Ya, pengertian dikuasai oleh negara itu
artinya harus ada bukti-buktinya.
Tidak lain yang tidak buktikan.
Bukti-bukti penguasaan kekayaan negara
itu dibuktikan melalui arsif.
Ya, jadi teman-teman ASN yang mengelola
arsif-aret, arsif-arsif tentang kekayaan
alam, pertambangan, kehutanan dan
sebagainya itu adalah salah satu dari ee
apa mengemban amanat konstitusi pasal.
Jadi dikuasai oleh negara dan di
gunakan dimanfaatkan untuk
sebesar-besarnya kepentingan masyarakat.
Nah, itu juga harus ada arsibnya.
Arsib kekayaan negara dan ee ee isi bumi
dan sebagainya. Ketika dimanfaatkan itu
harus untuk kepentingan kesehatan rakyat
dan harus ada arsibnya.
Jadi pemerintah dan negara, pemerintah
daerah harus bertanggung jawab kepada
rakyatnya tentang penggunaan dari
kekayaan alam itu ya yang terbukti di
dalam ars.
Nah, jadi jelas sekali mandat peraturan
perundang-undangan ini memang terkait
dengan nasional interest.
Apa itu nasional interest? Nasional
interest itu kepentingan-kepentingan
nasional yang tergambar di dalam
pembukaan Undang-Undang Dasar 45.
Jadi dalam ee penyelenggaraan
pemerintahan itu ASASN itu harus
berpegang pada
ee kepentingan nasional ya, pembangunan
nasional ee apa menjaga NKRI
ya membuat rakyat lebih sejahtera,
membuat rakyat lebih cerdas.
Itu semua adalah kepentingan-kepentingan
nasional Indonesia yang harus kita
jalankan dengan melaksanakan mandat dari
perundang-undang.
Next.
Nah, setelah kita menjalankan mandat
ketika menyelenggarakan kita harus
melihat visi, misi, arahan dan agenda
pembangunan yang dicanangkan oleh
Presiden. Jadi, ASN tidak boleh atau
kementerian lembaga dan daerah itu tidak
boleh punya visi misi sendiri.
Nah, visi-visi presiden itu sudah jelas
sekali ya. Waktu itu ada Nawa cita ya
dan sebagainya.
Dan di bidang kearsipan itu
ada dua arah agenda pembangunan. Yang
pertama terkait dengan regulasi mental
dan pembangunan kebudayaan. Yang kedua
terkait dengan memperkuat stabilitas
akam dan transformasi pelayananing.
Nah, jadi kalau kita bicara reformasi
birokrasi itu ada di agenda pembangunan
yang ketujuh ya atau dalam aran presiden
itu ada di penyedernaan birokrasi
ya atau misi presiden itu ada di
pengelolaan pemerintahan yang bersih,
efektif dan terpercaya.
Nah, untuk mencapai agenda arahan misi
ini maka proses reformasi birokrasi
dijalankan sebaik-baik dan kearsipan itu
sebagai enabler. Penabler itu faktor
pemungkin tercapainya penyelenggaraan
pembangunan, tercapainya penyelenggaraan
atau percepatan reformasi birokrasi.
Ya, semaju apapun kementerian lembaga
reformasi birokrasinya, secepat apapun
kalau arsifnya buruk itu akan menjadi
kendala. Kalau ibarat lari itu
nyerimpetin
ya. Sehingga tidak bisa tidak reformasi
birokrasi harus ya ee
mengkondisikan arsifnya harus ya. Jadi
oleh karena itu tema sekarang ini bahwa
penyelenggaraan kearsipan sebagai ee apa
instrumen untuk menilai reformasi
birokrasi itu sangat. Tapi sesungguhnya
kean eh menurut arahan dan agenda
pembangunan ini ada dua layer. Satu
terkait dengan revolasi birokrasi yang
satunya terkait dengan revolusi mental
dan pembangunan kebudayaan.
Next.
Nah, kemudian Presiden mengarahkan
kepada seluruh ASN agar meninggalkan
cara-cara lama dalam mengelola arsif
yang tidak efisien, yang aksesnya
lamban, yang penyimpanannya tersebar di
mana-mana agar ee diinovasikan dan
diadaptasikan dengan teknologi informasi
komunikasi.
Ya, oleh karena itu eh bersama Menpan,
bersama Kominfo, bersama SSN
mengembangkan aplikasi Sikandi yang
sudah di mention ya disebutkan oleh
Presiden bahwa ini harus dijalankan.
Tidak boleh lagi Kementerian Lembaga dan
Daerah membuat aplikasi E-Office
sendiri-sendiri lagi. Kemudian juga kita
mengembangkan aplikasi untuk melacak dan
mengidentifikasi arsif secara cepat.
Registrasi dan pelestaraan arsif secara
digital milik umita.
dan sistem pengamanan arsif jangka
panjang. Mengapa ini jangka panjang?
Karena ini tadi sebagai peninggalan dan
warisan budaya.
Ya, menyimpan nasib sejak 4 abad yang
lalu sejak tahun 16 ya. Itu berarti
harus ada sistem pengamannya yang
menjamin keamanan fisik maupun keamanan
informasi dijamin sedemikian rupa
sehingga bisa disimpan sepanjang masa.
Next.
Nah, tadi disampaikan dengan RB terkait
karena untukan RB ini nanti barangkali
akan disampaikan sahabat dari MenPAN ASN
dari bahwa
ehitas eh RB sekarang itu untuk RB
tematik.
Nah, jadi nanti pengukurannya
keberhasilan penyelenggaraan kearsipan
diukur dari ee bisa mendorong percepatan
RB tematik enggak? Kalau tidak bisa
mendorong program pengentasan
kemiskinan, peningkatan investasi,
percepatan prioritas aktual presiden
seperti stunting dan sebagainya dan
tentu sa digitalisasi administrasi
pemerintahan maka penyelenggaran karepan
dianggap belum berhasil.
Oleh karena itu, kami ANI dan seluruh ee
aparat kearsipan di Indonesia bekerja
sama kolaborasi untuk ee mengembangkan
kepan bisa mendorong percepatan
program-program ee reformasi apa tematik
ini ya. Jadi teman-teman ASN yang mau
arsip harus ee mengukur keberhasilan
keasipan dari ee aspek-aspek prioritas
pembangunan pemerintah. Next.
ee saya sampaikan bahwa reformasi
birokrasi itu kepentingannya saat ini
dan saat masa depan. Tapi arsif itu ada
hidup di dua tiga dimensi. Jadi
kehidupan kita saat ini ketika menjalani
aktivitas sekarang itu menghasilkan
arsif. Arsifnya nanti menjadi legasy
atau warisan ya. Nah, warisan ini akan
digunakan untuk ee referensi ya, mencari
pilihan terbaik untuk menjalani
kehidupan saat ini maupun untuk forecast
mencari kehidupan di masa depan. Jadi,
arsif ada di dua dimensi kehidupan saat
ini, masa lalu dan masa depan. Ya, tidak
ada arsif hanya untuk masa lalu karena
masa depan tidak mungkin bisa dirangkai.
Kalau tidak ada masalah ya. Jadi kita
ibarat sekarang ini sedang menjalankan
webinar ASN belajar sudah ee seri 21
pasti ada seri 20 19. Nah, itu semua
adalah masa lalu yang ada arsi yang
kemudian oleh panitia dijadikan
referensi untuk membuat aktivitas
webinar seri selanjutnya dengan lebih
baik lagi. Itu peran ya.
Jadi arsif merupakan rekaman yang
digunakan untuk refleksi dalam menjalani
kekinian dan menyiapkan masa depan lebih
baik. Next.
Ee dalam konteks ee internasional,
fungsi dan peran kearsipan itu ada dua.
Pertama, fungsi domestik, fungsi dalam
negeri. Fungsi dalam negeri itu ada dua.
Yang pertama, bagaimana mengarahkan
organisasi dalam menggunakan informasi
untuk meningkatkan nilai-nilai,
menciptakan pengetahuan dan membuat
keputusan dalam menjalankan ee
organisasi secara lebih efisien.
Arsip-arsif yang demikian adalah arsif
yang bernilai organisasional. Value
arsif ini setelah sekian tahun mungkin
enggak berguna lagi bagi administrasi.
Arsip-arsip yang demikian kemungkinan
memiliki nilai memori kolektif bangsa.
Nah, arsib yang memiliki nilai memori
kolektif bangsa itu perannya adalah
membangun memori kolektif, identitas,
dan jati diri bangsa. Arsib yang
demikian adalah arsif yang memiliki
nilai cultural values. Tadi eh serat
panji itu adalah naskah-naskah yang
memiliki cultural values ya. ketika
syarat panji di dua pada waktu itu
digunakan untuk masyarakat dalam ee
pagelaran-pagelaran itu mungkin
kepentingannya ee lebih pepat untuk
kepentingan ee apa ya kemasyarakatan
pada waktu itu.
Nah, ini untuk kepentingan domestik.
Untuk kepentingan internasional aksi pun
sangat berkaitan.
Kalau dinamisnya bagus organisasi
bisa memiliki daya saing yang bagus.
Jadi kalau ee Kementerian, Lembaga dan
Daerah kearsipannya hebat, itu bisa
dipakai untuk meningkatkan performance
dan bonaviditas dari kementerian lembaga
dan daerah. Jadi arsif dalam kepentingan
ini berfungsi sebagai supporting to
national competitiveness.
Kemudian
dalam konteks kultural arsip itu bisa
digunakan untuk soft diplomatic power
based on cultural. Tadi sama-sama kita
lihat serat panji itu juga bahan
diplomasi.
Karena serat panji itu tidak hanya
dimiliki Indonesia, tapi dimiliki juga
oleh Malaysia, oleh Thailand, oleh ya
negara-negara ASEAN yang lain yang ee
mereka menganggap itu miliknya juga ya.
Tetapi mereka mengakui bahwa itu
pengaruh dari Indonesia. Jadi dalam
konteks s diplomatic power khusus untuk
cerita panji tadi itu bisa dikatakan
bahwa Indonesia itu beyond ya. Jadi
melampi dari apa? Jadi mereka punya
pengaruh karena karena ee ee peran
Indonesia dalam konteks diplomasi. Eh
ini menunjukkan keunggulan sebuah
bangsa. Semakin banyak arsib-arsib yang
yang bisa dikembangkan dengan level
internasional itu negara bangsa itu
secara diplomatik semakin power.
Nah, sekarang ini yang punya power ya
negara-negara Eropa masih dikaitkan
dengan culture. Next.
Ini ee arsif itu tidak hanya kertas ya.
Arsif itu bisa foto, film, peta ee
digital. dan lain sebagainya. Jadi ee
pengertian arsif itu tidak hanya ke
atas, Teman-teman. Ini kebetulan
contohnya adalah arsip-arsip yang ada di
andre lama ya. Dan sekarang ini
arsip-parsip lama tidak hanya
terpisah-pisah, tapi sudah dijadikan
multimedia. Teman-teman semua ketika
setiap 17 Agustus Dul TV itu terdengar
ada suara Bung Karno membacakan teks
proklamasi, ada fotonya, ada teksnya.
Ya, di dalam satu tampilan itu tiga
media ditampilkan sekaligus menjadi
multimedia. Yang tadinya medianya single
media, harta saja, foto saja, suara saja
ya. Kemudian dijadikan satu kesatuan di
mul saya kira film dan sebagainya kita
lihat sekarang video itu sifatnya
multimedia. Next.
Nah, ini sekilas nanti mungkin akan di
ee tak jelas. Jadi, kalau arsif itu ada
dua jenis. Yang pertama arsif dinamis,
yang kedua arsib statis. Arsif dinamis
itu ada di kalau di daerah di OPD OPD
ya. Kalau statis itu di lembaga
kearsipan, di dinas arsif. Kalau di
pusat e arsif dinamis itu disimpan di
kementerian, lembaga. Arsib statis
disimpan di arsif nasional. Kalau arsif
dinamis kepentingannya administrasi
ya. Kalau arsip statis kepentingannya
untuk kesejarahan dan kebudayaan.
Kemudian arsib juga dipisahkan menjadi
dua. Ada arsif terjaga, ada arsif umum.
Arsib terjaga itu arsib-arsib yang
terkait dengan keberadaan dan
kelangsungan hidup sebuah negara dan
bangsa. Untuk kepentingan menjaga
kebutuhan, keimanan, keselamatan negara.
misalnya arsi perbatasan
itu adalah arsi terjaga. Kalau tanpa
kebatasan negara menjadi terganggu ya
dan lain-lain. Kemudian umum ya di luar
terjaga. Next.
Nah secara nasional kita sudah
kembangkan ini di Andri ada tiga program
besar.
Nah, hari ini karena kaitannya penyaran
kasih dan reformasi birokrasi itu ada di
program yang pertama khususnya adalah
program tertib arsif
ya. Jadi ee tertib arsip ini memang
dijalankan sampai ke desa-desa,
kementerian, lembaga, BUMN, UMD,
provinsi, kabupaten, kota, perguruan
tinggi sampai desa itu agar RB-nya bisa
menyeluruh ya sampai ke desa-desa juga
menjalankan RB melalui artikel.
Karena apa? Karena reformasi birokrasi
itu terkait dengan akuntabilitas
ya. Kalau e bahan akuntabilitasnya tidak
dikelola dengan baik, ya RB-nya tidak
baik. RB terkait dengan pelayanan
publik. Kalau arsifnya buruk, maka
pelayanan publik juga menjadi terganggu
ya. Karena untuk memberikan layanan
publik dibutuhkan ee
persyaratan-persyaratan yang itu di
dalamnya ada arsi gitu ya. Jadi ee
reformasi birokrasi
sangat sangat ee terkait dengan
partiparasi. Itu yang pertama ya.
Kemudian yang kedua, transformasi
digital di bidang kearsipan. ini juga
masih terkait dengan RB sebenarnya
karena
percepatan layanan publik ya kan
kemudian
ee keselamatan dan integrasi data itu
sangat sangat mendorong tercapainya atau
cepatnya reformasi birokrasi. Nah, di
dalam kearsipan kita kembangkan ada dua
atau tiga proses ee digitalisasi. Yang
pertama adalah aplikasi SKI yang
digunakan oleh kementerian lembaga
ketika menciptakan arsif membuat surat,
mengirim surat, menyimpan surat,
kemudian sampai menjadi arsif
disusutkan, dimusnahkan. Itu dikelola
secara terintegrasi tidak lagi stilo
lopo per kementerian lembaga daerah tapi
dilakukan secara nasional.
Kemudian yang kedua diisasi. Jadi
arsip-arsip laman untuk kepentingan
layanan publik, kepentingan akses,
kepentingan pengamanan itu didigitalkan
sehingga aksesnya bisa ee lebih cepat.
Nah, hasil digitisasi ini bisa
memperkaya data center yang ada di
Srikandi ya untuk kepentingan
administrasi juga bisa memperkaya portal
pelayanan kearsipan bersejarah yaitu
portal SIKN JIKN ya. Portal satu data
kearsipan ini sudah berkembang sejak
tahun 2012 di Andri dan anggotanya sudah
ratusan ya 400 kementerian lembaga
daerah yang mendonasikan arsibjarahnya
sampai ke digitalisasi arsip-arsip di
desa ya itu dilakukan oleh ee dinas di
desa jadi kabupaten kota. Program yang
terakhir adalah program memori kolektif
bangsa pemajuan kebudayaan. Nah, program
memori kolektif bangsa ini ada yang
bersifat internal namanya MKP, ada yang
bersifat internasional namanya memory of
the Nah, kebetulan Kepala Andri juga
sebagai ketua komite nasional memory of
the world UNESCO. Jadi proses koordinasi
pengajuan koleksi-koleksi dokumentary
heritage secara nasional ke UNESCO itu
melaluiri
ya yang di dalamnya tentu saja eh
melibatkan interdepartemental hanya
kepalanya dan ee ketua komite dan
sekretariatnya ada di next.
Nah, ini profil apa? Profil arsitaris
secara nasional. Jadi kita sekitar
11.000 1300-an arsibis saat ini 70% itu
adalah hasil dari penyederan birokrasi.
Ini menjadi tantangan bagi hasil
nasional karena banyak teman-teman ASN
yang kemudian karena kebijakan penyedan
birokrasi menjadi arsiparis tanpa
sebelumnya dibekali oleh kompetensi kef.
Oleh karena itu, webinar ini sangat
sangat saya hargai dan ee kita sudah
punya ee kerja sama dengan Jawa Timur,
kemudian BPSDM Jawa Timur sudah dapat
akreditasi untuk menyelenggarakan diklat
dan pelatihan kearsipan sehingga saya
tertarik untuk ee terlibat dalam
acara-acara acara-acara semacam ee
webinar ASN belajar ini ya. Jadi ee dari
jumlah 11.300
ASN ini 70% itu ee kan yang milenial
hanya 30%.
Jadi proses transformasi digital kalau
dari aspek SDM di kefan juga ada
agakagak
perlu perjuangan yang keras karena
sebagian besar arsiparis masih ee
kolonial gitu ya atau umurnya di atas 40
tahun ya. Kalau yang di 40 tahun
biasanya lebih cepat untuk ee proses
penyesuaian dengan dunia digital. Ya,
ini sebenarnya banyak informasi di sini.
Tapi secara sekilas ee saya sampaikan
bahwa kita masih menunggu formasi
jabatan fungsional siparis dari P3K yang
sebetulnya kita punya 7.900
formasi tapi saya kira mungkin tidak ada
40% yang diterima karena passingnya pada
tidak sampai. ini sedang dilakukan
pengkajian oleh MENPAN dan PKN.
Kira-kira ee bagaimana mengatasi ini
karena tidak hanya arsitaris tapi
seluruh ee jabatan yang ee formasinya ee
sudah cukup banyak tapi ee pendaftar
PTK-nya tidak memenuhi syarat passing
grade dan sebagainya. Next.
Ini teman-teman kondisi kearsipan kita
secara nasional. Jadi di Kementerian
Lembaga Pusat itu masih ada tiga
instansi yang arsifnya masih buruk. Ini
lembaga-lembaga nonstruktural. Kalau
kementerian non ee kementerian itu sudah
bagus. Tapi yang lembaga nonstruktural
yang sifatnya ad ya itu masih kondisinya
provinsi itu masih sembilan yang buruk
ya yang kabupaten kota itu yang
menyedihkan 70% itu masih buruk ya. Jadi
ee kondisi ini kita harus capai di 2024
agar semuanya baik. Saya kira ini nanti
kalau data RB ditayangkan juga mirip.
Indonesia Timur, Indonesia Tengah itu
kondisi kearsipannya memang kurang baik.
RB-nya juga mungkin agak agak kurang
baik juga. Jadi ada korelasi antara
kinerja kepan dengan kinerja RB ya. Yang
RB yang arsibnya bagus biasanya RP-nya
bagus gitu ya. Next.
Nah, ini untuk digitalisasi. Jadi,
sampandi
sudah diimplementasikan
di 291
ya. Ee kemarin ada tambahan ya, jadi 292
dan sebagainya.
Ee hampir 1,5 juta ASN itu sudah menjadi
user srikandi dan mereka sudah bisa
tanda tangan digital. Artinya kalau ASN
jumlahnya R juta itu kita kejar sampai
2024 nanti semuanya bisa masuk menjadi
user srikandi dan bisa ee
menyelenggarakan sistem pemerintahan
ee menyelenggarakan administrasi seperti
izin cuti, pengiriman nota dinas, naskah
dinas, tanda tangan digital, semua sudah
bisa dilakukan oleh ASN sesuai
kewenangannya. Nah, naskah dinas yang
tersimpan di dataas internasional hampir
20 juta arsi. Nah, 20 juta arsif itu
jumlahnya sangat banyak sekali. Karena
kalau kertas itu satu rem isinya 400
lembar ya. 1 itu
400 juta. Kalau 20 juta 2 juta arsif,
satu arsif itu bisa berlembar-lembar
bias itu jumlahnya sangat banyak dan ini
menimbulkan efisiensi dari ee penerapan
SKDI yang baru 2 tahun ini hampir ya
atau mungkin hampir 700 miliar ya
hitungan dari negeri. sehingga ee proses
digitalisasi kearsipan ini memang ee
segera harus kita jalankan. Next.
Nah, ini saya bilang MKB dan ini
levelnya sudah memori of. Jadi tadi
sudah disampaikan ada Hikayat Panji
tahun 2017 ya, cerita Panji kita punya
12 ya, ada arsif, ada naskah ilagaling
ada negara Kagama, Bapak Diponegoro,
Konferensi Asia Afrika dan sebagainya.
Yang terbaru di 2023 kemarin adalah
pengakuan UNESCO terhadap pidato Bung
Karno di PBB tahun 1960
ya. kemudian ASI KTT GNB pertama ya di
tahun ee 61 dan selanjutnya Hikayat Aceh
dan di tahun lalu kita memperoleh arsip
eh pusat rehabilitasi Dr. Soeharso eh
sebagai memory of the world untuk level
Asia Pasifik. Next. Nah, kalau MKB, nah
MKB ini kita sudah punya ee apa ya 13.
Jadi lima kita ee registrasi di tahun
2022 yang ee 8 diregistrasi 2023.
Kebetulan Jawa Timur itu di tahun ini
dapat dua ini ya, arsif PT Garam dan
arsif pusat penelitian Gula Indonesia.
Saya kira banyak sekali koleksi-koleksi
arsip yang hebat-hebat di daerah ya yang
bisa diajukan milik daerah, milik
komunitas, milik perorangan bisa
diajukan. ke komite MKB diri.
Nah, dari arsif-arsif MKB ini
kemungkinan akan memiliki nilai
internasional yang kita ajukan sebagai
memory of the world, baik level Asia
Pasifik maupun level dunia. Ya, kita
sekarang sedang mempersiapkan arsip
Kartini, arsif pembentukan ASEAN, arsif
jalur rempah, dan mungkin kita sedang
melakukan review terhadap arsip-arsip
MKB 2023 seperti ee arsip kesenian
tariangkegaraan
ya, arsiperi dan gula dan sebagainya.
Nanti kita sedang melakukan riset apakah
tahun ini bisa kita ajukan ke level yang
lebih tinggi lagi. Next.
Iya.
Saya kira ini yang terakhir bahwa
penyelenggaraan kearsipan itu sekarang
ini berubah dengan cepat karena
digitalisasi.
Kadang-kadang kita lebih enak dengan
situasi yang sudah mamanya conversion.
Jadi proses pelatihan ASN belajar ini
adalah mengubah perspektif dari kita di
convert zone ke learning zone ya, ke
zona pembelajaran yang akhirnya kita
ingin sih mencapai growth mencapai zona
tumbuh. Karena kalau kita sudah belajar
kita jangan lagi ke fear zone. Wah
jangan-jangan kalau saya belajar arsif
nanti jadi arsiparis nanti rezeki saya
berkurang. Nah, ini berarti setelah
learning zone kita mundur ya. Mestinya
setelah learning zone kita masuk ke grow
karena kita bisa setting new go,
men-setting tujuan-tujuan baru untuk
mencapai target-target baru yang lebih
menantang. Nah, jadi proses pembelajaran
entah diklat entah webinar entah apa
adalah upaya untuk mempercepat kita dari
zone menuju
saya kira demikian. Mohon maaf agak
panjang juga ternyata yang bisa
sampaikan. Mohon maaf. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak, Pak,
untuk materi yang sudah dibagikan.
Semoga banyak ee ilmu-ilmu baru yang
bisa kita terima. Tadi juga saya garis
bawahi bahwa hari ini kita hidup dengan
digital, begitu ya. Artinya untuk
kearsipan sendiri sudah lebih modern dan
juga sudah lebih dipermuda. Jadi, semoga
kearsipan sendiri yang fungsinya menjadi
ee wadah untuk menyimpan berbagai ee
karya-karya dari Indonesia ini bisa
terus dilestarikan dan juga bisa
dijalankan sesuai dengan fungsinya.
Sekali lagi terima kasih banyak, Pak,
untuk materi yang sudah dibagikan.
Terima kasih. Saya mohon izin, ya.
Enggak. Terima kasih banyak. Selamat
melanjutkan aktivitas kembali.
Baik.
Baik. Terima kasih banyak sekali lagi,
Pak Sobat ASN. Kita sudah mendengarkan
materi yang luar biasa yang sudah
dibagikan kali ini dan ee saya kembali
mengingatkan bahwa ada presensi yang
harus Anda isi. Ee linknya sesuai dengan
di layar kaca, di running teks bisa Anda
saksikan. Jadi, silakan untuk mengakses
link presensi di sana dan jangan lupa
untuk mengisi data dengan benar karena
data tersebut nantinya akan diverifikasi
untuk penerbitan e-sertifikat.
Kalau Anda semuanya sudah mengisi, kita
langsung lanjut lagi ke sesi berikutnya.
Sesaat lagi bersama-sama kita akan
bergeser ke sesi kuis Lido yang akan
dibawakan oleh Fanny Keinara.
[Musik]
Hai sobat ASN. Eh, ketemu lagi ya.
Minggu kemarin sempat libur enggak
apa-apa ya? Tapi sekarang udah balik
lagi nih barengan Fny Keara. Mungkin
boleh dong teman-teman di balik kamera.
Rame dulu dong. Rame rame rame rame rame
rame. Nah, biar biar udah siap nih mau
mainan gitu kan boleh untuk Sobat ASN
disiapkan juga tinggal buka di website
klik di slido.com
sido.com.
Nah, kita akan bermain kuis di pagi hari
ini. Nah, udah muncul tuh QR code-nya.
Langsung aja dican atau juga boleh
di-search di #seri2.
Jangan lupa ya di Capslock seri 21. Hari
ini saya kayak Bu Guru ya, OTD-nya ya.
Sekarang saya cosplay jadi dosen. Karena
di kuis hari ini kita akan bermain game
tentang pengetahuan umum. Jadi pastiin
cepat-cepetan ngekliknya. Jangan lupa
jangan sampai cepat doang tapi salah.
Kan percuma ya kan. Harus benar, harus
cepat, dan pastiin untuk bisa jadi nomor
satu hingga ke pertanyaan terakhir. Udah
siap semuanya, Sobat TSN? Langsung aja.
Siap siap? Siap.
Ini udah kayak suporteran ya di sini ya
memang ya. Oke, langsung aja join di
#seri2
atau bisa langsung scan aja QR code yang
ada di layar. Sobat ASN kita masuk ke
pertanyaan pertama. Oh belum belum
belum. Kita tunggu dulu siapa yang sudah
bergabung. Udah ada Ibu Laila, Pak
Mufid, ada Bu Nurul juga. Eh Bu Nurul
ikut lagi kemarin juga ikut nih. Ada Bu
Asri. Ayo kita cuma ada waktu 1 menit
untuk bergabung. Jadi boleh langsung aja
semuanya bergabung bersama Bu Fanny di
sini. Aduh narsis banget ya. Boleh
langsung yuk kita main game
bareng-bareng. disiapin repulpalnya
jangan lupa Google-nya juga udah
standby. Pokoknya jawabannya harus benar
dan pastiin jadi orang tercepat untuk
memilih jawabannya. Udah ada Bu Nurul,
ada Bu Kristin juga ada Anonyus. Wah
banyak ini ya hamba Allah di sini ya.
Oke kita tunggu lagi ini bergabungnya
berapa lama Mbak? 1 jam. Oh kelamaan ya.
Oke kita langsung aja start ke
pertanyaan yang pertama. Udah ada 70
sobat ASN yang bergabung di pagi hari
ini.
Ada Pak Sandi juga gabung.
Wah, rame banget. Luar biasa. Ada Pak
Haris, ada Bu Rini, ada juga Bu Hariri.
Ramai banget pagi hari ini ya. Oke, udah
ada 180 orang, udah ada 200 Sobat ASN
yang gabung di games kita pagi hari ini.
Kita start sekarang kali ya. Setuju?
setuju? Oke, kita langsung aja masuk ke
pertanyaan yang pertama.
Arsiparis adalah seseorang yang alih
dalam bidang apa? Hmm, ini mah tinggal
lihat tema ya. Kalau gitu udah kelihatan
tuh dari kalimatnya ya kan arsiparis.
Arsip paris
ataukah keuangan kearsipan, kesehatan?
Apakah jawabannya?
99%
menjawab kearsipan. Hmm. Benar enggak
ya? Benar enggak, Teman-teman?
Ditanyain benar malah tepuk tangan.
Salah loh ini gimana sih? Oke, jawaban
yang benar adalah kearsipan.
Yeay. Boleh diklik lagi, Mbak. Nah,
kita lanjut ke pertanyaan berikutnya.
Pulau Komodo ada di provinsi mana nih,
Sobat ASN? Apakah di NTT, NTB, Bali atau
jangan-jangan di Provinsi Jawa Timur ya?
Sebelahnya BPSDM katanya. Bukan dong ya.
Oke 3 2 1. Manakah yang benar?
61% aja loh yang jawab NTT. Kira-kira
jawabannya apa nih teman-teman?
NTT.
NTT. Mana suaranya NTT?
Yang jawab NTB mana suaranya?
Ah, salah, salah, salah. Karena jawaban
yang benar adalah Nusa Tenggara Timur.
Jadi, Pulau Komode ini memang ada di
perbatasan antara NTB dan juga NTT,
Sobat ASN, tapi lebih tepatnya ada di
Provinsi Ujung Barat, NTT dan ini memang
menjadi habitat aslinya dari hewan
komodo. That's why dinamain Pulau
Komodo. Bahkan sampai ada 2.500 ekor loh
yang hidup di sana. Udah siap ke
pertanyaan berikutnya? Kita langsung aja
next ke pertanyaan ketiga.
Nah, kita sekarang belajar matematika
ya. 3 + 7 * 0
berapa? Berapa?
Udah dikasih clue berapa? Berapa?
Berapa? 0 3 10.
Ayo yang mana?
Kita lihat jawaban terbanyak ada di nol.
Wah. Wah, wah, wah, wah. Ini harus ikut
remedial ya anak-anak.
Kalau misalnya ada perjumlahan dan
pembagian itu didahulukan yang perkalian
dulu. Jadi jawabannya adalah
boleh diklik ciring
3. Jadi 7 * 0 dulu kan 0 tuh hasilnya
ditambahin 3. Jadinya jawaban akhirnya
adalah 3.
Oke, kita lanjut ke pertanyaan
berikutnya. nya ini enggak bisa dilihat
ya untuk siapa nomor satunya enggak ya.
Oke, kita ke pertanyaan keempat.
Presiden Indonesia yang ketiga
ini clue-ya dijadiin film. Hm. Yang film
romins itu loh yang lagunya BCLibi.
Kita lihat jawaban dari para sobat ASN.
74% menjawab BJ Habibi. Apakah itu
jawaban yang benar? Langsung aja kita
cek.
Tara. Congratulation
yang udah jawab BJ Habibi. Benar.
Ih, keren ya. Pintar belajar sejarah ya.
Walaupun matematikanya tadi banyak
salahnya. That's oke. That's ok. Karena
harus balance ya kan. Oke, kita lanjut
ke pertanyaan berikutnya.
Tetap standby jarinya yang cepat
ngekliknya. Lengkapi peribahasa berikut.
Air susu dibalas dengan air kolam.
Waduh, ini kalau ini pelajaran bahasa
Indonesia. Ternyata sobatn yang di balik
kamera jawabnya air kolam. Apakah air
kolam, mawar, tuba, air teh, air kopi?
Air mawar. Wangi dong. Nah, 100%. Wah,
keren banget semuanya benar.
[Tepuk tangan]
Ini salah satu ini ya peribahasa yang
sering banget kita dengar karena memang
relate gitu sebagai manusia sering kita
udah kasih baik-baik ke orang lain eh
dibalasnya keburukan ya kan tapi tenang
aja kita harus tetap jadi orang yang
baik. Oke sepakat sebut SMN sepakat kita
lanjut ke terakhir nih pertanyaan
terakhir menentukan siapa yang menjadi
juara siapa yang menjadi number one di
kuis seri 21 ini. Pulau terbesar di
Indonesia. Apakah pulau Kalimantan
ataukah Sumatera atau Pulau Jawa?
Pulau Bali kali ya jawabannya.
Apa ya jawaban yang benar ya? Pulau
terbesar di Indonesia. 81% menjawab
Kalimantan. Tapi sayangnya masih ada
yang salah juga nih. Karena jawabannya
yang benar adalah Pulau Kalimantan,
Sobat ASN. Jadi Pulau Kalimantan ini
memang terbesar. Kita juga dikenal
sebagai Borneo dan ini mencapai luasnya
740.000
km²at.
Bayangin 7 R 700.000 loh seluas itu
gitu. Dan selamat untuk Sobat SM yang
sudah menjawab benar. Pulau Kalimantan
menjadi pulau terbesar di Indonesia.
Kita lihat hasil akhirnya. Siapakah yang
menjadi nomor satu? Boleh tepuk tangan
untuk Bapak Sandi Adianto. Wow, keren
banget. Ini nomor lianya ada Pak Ahmad.
Terus juga di eh ini Bapak atau Ibu ya
kalau Kunti ya Bapak atau Ibu Kunti. Ada
juga six6 memang enam ya enggak salah
juga sih. Ada juga Bapak Muhammad Mundir
di nomor dua dan juga nomor satunya ada
Pak Sandi Aferdianto. Nah, untuk sobat
ASN yang menjadi nomor satu jangan lupa
di screenshot bukti akunnya dan jangan
lupa juga klaim hadiahnya di CP kita.
Langsung aja hubungi di 082119411.
Jangan lupa dicreenshot dulu dikirimin.
Tenang aja sahabat ASN. Nanti kita juga
akan bermain lagi di seri-seri
berikutnya. Sobat ISEN juga bisa dapetin
merchandise eksklusif melalui giveaway
yang ada di Instagram kita di
@bpsdmjatim dan juga di
@wipprocommunication.
Dan setelah ini kita akan lanjut belajar
lagi, kita akan menimba ilmu lagi
bersama narasumber berikutnya. Jadi
pastiin untuk stay tune terus di ASM
belajar seri 21.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
tukang tekad tanggung menyerah jadi ASN
berkualitas
[Musik]
sama
[Musik]
ASN. Tibalah kita di waktu yang kita
tunggu-tunggu bersama sesi narasumber
yang kita nanti-nantikan. Beliau adalah
perencana pertama Kementerian PAN RB,
Bapak Alvian Lis Dias Ismanto, SE.
[Musik]
Halo, selamat pagi Pak Alvian.
Selamat pagi.
Saya panggilnya Mas Alvian deh. Masih
muda banget ternyata. Halo, Mas Alvian.
Iya, selamat pagi.
Suaranya kurang terdengar, Mas. Boleh
lebih keras lagi suaranya.
Ee sudah
oke. Baik, Mas Alvian apa kabar?
Alhamdulillah baik.
Oke. Baik, Mas Alvian, materi apa yang
kali ini akan dibagikan untuk seluruh
sobat ASN yang bergabung, Mas?
Ee nanti terkait dengan ee kebijakan
kami yang terbaru ya, terkait dengan
reformasi birokrasi.
Oke, terkait dengan reformasi birokrasi.
Baik, kita langsung saja untuk menyimak
materi reformasi birokrasi dari Mas
Alvian. Monggo Mas Alvian disilakan.
Baik, terima kasih.
Oke. Ee bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita
semua.
Ee mohon izin Bapak, Ibu sekalian yang
hadir dalam forum ini. E tadi sudah
diperkenalkan ya, saya Alvian dari
Kementerian Pendayagunan dan Aparatur
Negara dan Reformasi ee Birokrasi ya.
Nah, ini dari ee di kesempatan ee pada
pagi yang berbahagia ini Bapak Ibu
sekalian nanti kita akan ee mencoba ya
berbagi ya berbagi terkait dengan
kebijakan kami yang terbaru yaitu ee
terkait dengan ee pelaksanaan reformasi
birokrasi ya melalui perubahan roadmap
reformasi birokrasi yang terbaru melalui
Permenpan 3 tahun 2023. Nah, karena ini
waktunya terbatas mungkin saya hanya
akan menyampaikan ee poin-poin besarnya
saja ya dan juga nanti akan coba ee kita
kaitkan ee urgensinya juga ya terkait
dengan penyelenggaraan arsip digital ya
dalam pelaksanaan evaluasi reformasi
birokrasi.
Ee Bapak Ibu sekalian, jadi pelaksanaan
reformasi birokrasi ee pay hukum
tertingginya saat ini adalah ee Perpres
81 ya tahun 2002 tahun 2010.
ini ada grand desain ya, grand desain
reformasi birokrasi yang kemudian
membagi ya ke dalam tiga periode
pelaksanaan roadmap reformasi birokrasi.
Nah, kalau Grand Desain ini dia ee
jangkanya cukup panjang ya Bapak Ibu ya
dari 2010 ya dari 2010 sampai 2014 itu
dibreakdown dalam ee roadmap. Ee
kemudian selanjutnya 2014-2019
itu juga ada roadap-nya. Nah, yang
terakhir Bapak Ibu, periode terakhir itu
di tahun 2020 sampai dengan tahun 2024.
Nah, di sini ada tiga pembabakan ya,
Bapak, Ibu. Nah, ee nanti akhirnya di
ujungnya sebenarnya Bapak Ibu di tahun
2025 Grand desain ini arahnya adalah
mewujudkan pemerintahan berkelas dunia
ya Bapak Ibu. Jadi itu adalah tujuan
kita bersama Bapak Ibu, bukan hanya
tujuan dari Kementerian PAN RB, tapi ee
tujuan dari seluruh instansi pemerintah.
Harapannya ee sampai ke situ Bapak, Ibu.
Nah, ee ini sedikit penjelasannya Bapak
Ibu di tiga pembabakan tadi ini beberapa
kondisi-kondisi ya dalam pelaksanaan
reformasi birokrasi dalam kurang lebih
ee 15 tahun ya 15 tahun pelaksanaan
reformasi birokrasi. Nah, dulu itu waktu
ee road pertama Bapak, Ibu 2010-2014 itu
ee sangat RLE best ya, Rule birokrasi.
Jadi ini dulu yang ee dalam tanda kutip
Bapak Ibu cukup menghambat pelaksanaan
pengembangan inovasi. Jadi ketika akan
ada berinovasi, ada terobosan-terobosan
baru, biasanya hal yang pertama
ditanyakan adalah peraturannya ada
enggak, dasar hukumnya apa? Seperti itu.
Nah, itu seringki akhirnya ee kita stuck
gitu. Pelaksanaan formasi birokrasi ee
tidak terlalu banyak berkembang seperti
itu. Nah, di periode selanjutnya ini
kita sudah mulai mengarahkan ya Bapak,
Ibu ya, performance based birokrasi.
Jadi, birokrasi itu ee berdasarkan
kinerja. Nah, ini dia sudah mulai ada
sifat-sifat agile-nya di sini. Inovasi
mulai banyak seperti itu. Kemudian ee
instansi pemerintah sudah mulai engah
terhadap kinerja apa sih yang seharusnya
diwujudkan seperti itu. Dan ini juga
sudah mulai banyak ya implementasi
digitalisasi, implementasi SPBE di
lingkungan instansi pemerintah. Nah,
yang terakhir Bapak Ibu di periode
2020-2024 ini eh arahnya adalah dynamic
dynamic governance. Jadi dia ya apa sih?
agel ya, Agel bisa dengan mudah
beradaptasi.
Kemudian ee ya itu goalnya tetap ya
Bapak Ibu, kita bisa setara dengan ee
negara-negara maju lainnya. Harapannya
seperti itu. Jadi memang berkelas dunia
dan itu ee tugas yang sangat berat ya
Bapak, Ibu. Jadi itu bukan hanya tugas
Kementerian Pendayaguna, Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi, tapi tugas kita
bersama.
Nah, ini setelah kita analisis Bapak,
Ibu ee terhadap ee tujuan akhir ya
Granin tadi ternyata ada beberapa poin
penting ya, beberapa poin penting yang
ee mengindikasikan bahwa tadi kita perlu
merubah strategi seperti itu. Nah,
perubahan strategi itulah yang mendasari
perubahan roadmap reformasi birokrasi
dan turunannya. ini ada yang pertama
Bapak Ibu ee RB belum di ee belum
dipandang bisa memberikan dampak yang
signifikan seperti itu. Nah, ini kami
coba ee mengkaitkannya ya sebenarnya ya
Bapak Ibu ya dengan ee
indikator-indikator makro pembangunan ya
Bapak Ibu. Waktu itu kita coba
sandingkan juga dengan ee hasil
penilaian reformasi birokrasi di
instansi pemerintah terutamanya di KL ya
Bapak Ibu itu ternyata ee apa namanya
korelasinya itu tidak terlalu
signifikan. Bapak, Ibu pasti sudah tahu
ya ee kementerian lembaga, instansi
pemerintah ee yang pusat ya khususnya
Bapak, Ibu itu indeks pelas reformasi
birokrasinya hampir semuanya di atas B.
Hampir semuanya di atas B. Tapi pada
praktiknya itu belum secara signifikan
mengungit kinerja pembangunan. Nah,
harapan kita bersama kan sebenarnya
ketika tata kelola pemerintahannya baik
itu bisa mengungkit kinerja pembangunan.
Nah, ternyata itu masih belum optimal.
itu yang dirasakan oleh ee masyarakat
tampaknya seperti itu. Nah, kemudian
yang poin dua, Bapak Ibu, ketika kita
mencoba ya menyandingkan kita dengan
negara-negara yang lainnya, ternyata
kita juga ee tidak terlalu bagus-bagus
amatlah seperti itu. Jadi ternyata kita
masih banyak juga yang perlu kita
eksplorasi lagi supaya bisa sejajar ya
dengan negara-negara ee maju khususnya
seperti itu. ee mungkin kalau dalam
beberapa tahun terakhir ini yang
perkembangannya cukup baik ya Bapak, Ibu
yaitu tadi terkait dengan digitalisasi
Bapak Ibu. Ee indeks digitalisasi kita,
egoverment kita cukup baik. Jadi ada
peningkatan yang cukup baik tapi indeks
lain itu masih ada yang stagnan. Bahkan
terakhir PPI kita turun ya Bapak Ibu di
tahun 2022 kalau tidak salah turun
seperti itu. Nah, ini kita juga perlu
memperhatikan hal tersebut karena tujuan
kita tadi Bapak, Ibu yaitu sejajar
dengan negara-negara yang lainnya
seperti itu. Nah, ini yang poin ketiga
Bapak Ibu. Nah, ini lebih ee proses
pengukurannya ya. keberhasilan reformasi
birokrasi itu sebelumnya kita kan
mengukurnya dengan ee PMPRB seperti itu.
Nah, di PMPRB itu ternyata setelah kita
analisis kita juga mendapat ee banyak
masukan ya dari eksternal dari pengguna
user seperti itu. Ternyata memang
orientasinya itu masih pada proses pada
output-putdum
seperti itu yang sifatnya administratif.
Nah, ini tentu ee
apa namanya? Akhirnya ya akhirnya
memberatkan ya memberatkan user seperti
itu dan akhirnya fokusnya yang harusnya
ke dampak lebih terpecah dan akhirnya ee
malah lebih mementingkan eviden-evidence
yang perlu dipenuhi untuk ee mengklaim
suatu nilai seperti itu dan ini juga
menjadi catatan kami. Nah, selanjutnya
yang poin keempat Bapak Ibu ini tidak
kalah pentingnya yaitu pelaksanaannya
tidak kolaboratif. Jadi tidak ee
sinergis ya antar kementerian lembaga,
antar satu dinas dengan dinas yang
lainnya, antar dengan unit yang lainnya
seperti itu. Nah, ini yang perlu
dijalankan sebenarnya adalah ee yaitu
reformasi birokrasi itu bukan hanya
milik satu kementerian saja, bukan hanya
milik satu perangkat daerah saja, bukan
milik satu unit kerja saja, tapi
implementasinya itu adalah seluruhnya,
baik level instansi maupun level unit
kerja semuanya sebenarnya melaksanakan
reformasi birokrasi. Jadi bukan hanya
milik satu atau dua unit kerja saja
seperti itu. Dan ini di pelaksanaan ee
kurang lebih 10 tahunan ya, pelaksanaan
reformasi birokrasi ini masih ada
sel-selo seperti itu ya. Akhirnya itu
tidak efektif dalam meningkatkan ee
kualitas pelaksanaan reformasi
birokrasi.
Nah, ini beberapa urgensi ya Bapak Ibu
perubahan ratm reformasi birokrasi ya
dari sisi eksternalnya tentu ee apa
namanya? perlu sangat kita perhatikan
ya. Ee kemarin ada pandemi Covid-19 itu
sangat merubah birokrasi kita ya. Sangat
merubah birokrasi kita dan memaksa kita
untuk mengakselerasi birokrasi kita
waktu itu. Kemudian kita juga ee ada isu
ini ya Bapak Ibu ya mid income TRP. Jadi
kita masih terjebak di pendat pendapatan
menengah. Nah, ini juga isu yang ee
masih saat ini ya saat ini masih terus
ada seperti itu. Dan ini kalau ini
potensi ya sebenarnya Bapak Ibu ya. Nah,
Indonesia itu merupakan salah satu
pengguna internet terbesar di dunia.
Nah, ini tentu sebenarnya potensial
sekali semisal kita bisa memanfaatkannya
dengan baik. Nah, ini ada visi kita
bersama Bapak, Ibu ya. Indonesia 4 2045
ee ya 2045 ini adalah bagaimana kita
bisa menjadi negara maju itu Bapak Ibu.
Jadi kita bisa memang sejajar ya dengan
negara-negara maju yang lainnya. ini
juga tujuan yang sangat besar, sangat
mulia, dan ee membutuhkan partisipasi
Bapak Ibu sekalian. Nah, yang terakhir
ini ee pertimbangan bonus demografi ya,
Bapak, Ibu ya. Nah, ini semisal kita
jadi tidak mengelolanya dengan baik, ini
nanti akan jadi blunder dan blundernya
akan sangat fatal, Bapak, Ibu. Karena
bonus demografi ini adalah suatu aset
yang sangat penting ya, Bapak, Ibu,
untuk perkembangan pembangunan ee
nasional seperti itu. Nah, dari sisi
internalnya tadi ya, Bapak, Ibu ya,
ternyata ee reformasi birokrasi itu
belum bisa ee secara signifikan ya
mengungkit ya mengungkit ketercapaian
dari pembangunan nasional. seperti itu
meningkat meningkat tapi mungkin sedikit
gitu tidak terlalu signifikan atau
bahkan ee turun seperti itu. harapannya
tentu ketika tata kelolanya baik tentu
indikator makronya juga bisa semakin
baik harapannya
dan juga ternyata juga ee ee apa namanya
dampak ya dampak yang dirasakan oleh
masyarakat juga nampaknya perlu perlu
kita gali lagi seperti itu supaya kita
tidak tadi tidak hanya berpikir
administratif tapi bagaimana kita bisa
memenuhi ya memenuhi ekspektasi
stakeholder ekspektasi masyarakat ee ee
Indonesia ya terhadap layanan-ayanan
yang kita berikan. Nah, ini beberapa
urgensi kenapa kemudian ee strategi kita
berubah dan kemudian tertuang ya
tertuang di penajaman roadmap reformasi
birokrasi.
Ini beberapa arahan Pak Presiden ee
Republik Indonesia, Bapak ee Bapak Ibu
sekalian, Presiden Joko Widodo, ada tiga
arasan besar ya terkait dengan
pelaksanaan formasi birokrasi, yaitu
birokrasi yang berdampak, birokrasi yang
ee bukan hanya tumpukan-tumpukan kertas
saja dan birokrasi yang ee lincah dan
cepat. Nah, ini juga ditopang dengan
pemerintahan digital ya. Seperti itu.
Ini ada arahan Pak Presiden. Nah,
kemudian kita tuangkan ya ee ke dalam
program prioritas ya, Kementerian PAN
RB. Nah, ini penerapan reformasi
birokrasi kemudian diarahkan ke empat
kluster prioritas ya, Bapak, Ibu.
Nah, ini ee
strateginya ya, Bapak, Ibu ya. ada
strategi penerapannya yaitu yang pertama
di ee supaya bisa mengungkit dampak tadi
ya Bapak Ibu. Jadi kita langsung
menetapkan empat tema ini Bapak Ibu
yaitu terkait dengan penanggulangan ee
kemiskinan. penanggulangan kemiskinan,
kemudian peningkatan realisasi
investasi, kemudian percepatan program
prioritas presiden. Ya, Bapak, Ibu, ini
isinya dua, yaitu terkait dengan ee
pengendalian inflasi dan juga
pemanfaatan atau penggunaan produk dalam
negeri. Nah, yang terakhir adalah
digitalisasi. itu sendiri Bapak Ibu yang
ee
dalam periode ini di menut ee
berdasarkan pembahasan terakhir ya Bapak
Ibu ee akan diarahkan ke penanganan
stunting seperti pengendalian angka
stunting.
Nah, ini terkait dengan ee RB tematik
pengatasan kemiskinan ya Bapak Ibu. Nah,
ini target kemiskinan di 2024 Bapak Ibu
target kemiskinannya adalah bisa paling
tidak diangka 7% seperti itu. Dan kalau
bisa target ee dan kalau bisa kemiskinan
ekstremnya di tahun 2024 itu bisa
ditekan sampai angka nol atau mendekati
nol seperti itu. dan juga ee ini salah
satu konsen jugaah Bapak Ibu ya
anggaran-anggaran yang digunakan untuk
ee penganggulangan kemiskinan ini
sebenarnya sangat besar tapi nampaknya
juga masih perlu diperhatikan lagi
seperti itu.
Dan ini juga ee apa namanya yaitu
kemiskinan itu tidak berdiri sendiri.
Jadi ada sumbernya dia miskin karena
tidak punya pekerjaanah atau memang ee
apa namanya dia memang sudah tidak bisa
melakukan apa-apa seperti itu atau dia
memang kualifikasi atau kompetensinya
kurang sehingga dia tidak bisa bekerja
atau ada masalah-masalah yang lain yang
sebelumnya seperti itu. Nah, dukungannya
apa RB tematik invest ee RB tematik
pengatasan kemiskinan tadi? Nah, ini
kita tetap ya, Bapak, Ibu, kita tetap
mengintervensi dari sisi apa yang bisa
kita lakukan, yaitu dari sisi tata
kelola pemerintahan, bagaimana kita
memperbaiki proses bisnis, bagaimana
kita memperbaiki data-data ya,
data-data. Kemudian ee mungkin ada
regulasi-regulasi yang menghambat, kita
bisa kemudian melakukan perbaikan juga
seperti itu. Dan ini yang salah satu
yang penting juga Bapak, Ibu yaitu
reformasi program dan kegiatan supaya
semakin efektif. yang semakin efektif
untuk menanggulangi kemiskinan seperti
itu. Nah, ini yang tidak lakukan juga
Bapak Ibu yaitu penyediaan atau dukungan
teknologi informasi.
Nah, selanjutnya terkait dengan
investasi Bapak, Ibu. ini beberapa ada
tantangan-tantangan besar ya, Bapak, Ibu
yang kemudian ee menyebabkan kenapa ee
tematik investasi ini penting seperti
itu yaitu ee biasa ya maksudnya ee di
tahun ini ada isu besar ya Bapak, Ibu,
resesi global seperti itu. Dan untuk
menekan itu untuk menggerakkan
perekonomian ya Bapak, Ibu tentu butuh
investasi seperti itu. Nah, ini kenapa
kemudian ee investasi ini menjadi sebuah
ee hal yang ee juga penting seperti itu.
Dan ini juga ee terkait dengan kemudahan
berusaha ya, Bapak, Ibu, yaitu bagaimana
kita mengupayakan percepatan-percepatan
ya dalam pelayanan perizinan berusaha
supaya lebih cepat, lebih transparan dan
ee akuntabel seperti itu. dan kemudian
ee terkait regulasi ya, terkait regulasi
juga perlu diperhatikan supaya itu tidak
ada tumpang tindih di situ. Nah, ini
investasi juga ee apa tidak hanya untuk
mewujudkan lapangan kerja, tapi yaitu
untuk mewujudkan keadilan ekonomi. Jadi,
yaitu menggerakkan ekonomi. Jadi,
ekonomi bergerak semuanya bisa memberi
ee semuanya bisa terdampaklah seperti
itu ketika ekonomi bergerak. Nah, ini
dukungannya apa? ketika ee dari sisi
reformasi birokrasi ya untuk
meningkatkan investasi tersebut ya itu
tap sama kita tetap di sisi apa yang
bisa kita intervensi meskipun itu ada
kaitannya dengan ee apa namanya dengan
pihak ketiga misalkan kan ee ketika
berbicara investasi tentu iklim
investasi menjadi penting bagaimana kita
membuat iklim investasi itu semakin
kondusif. Nah, iklim ee iklim investasi
ini
berkaitan dengan banyak pihak Bapak,
Ibu, pihak eksternal ee lingkungannya,
lingkungan masyarakat, budaya di
masyarakat tersebut seperti polisi,
kemudian ee sarana dan prasarana.
Bagaimana kemudian dari sisi kita bisa
kemudian mengintervensi hal-hal tersebut
supaya iklim investasi itu bisa membaik
seperti itu.
Nah, selanjutnya ini terkait
digitalisasi ya, Bapak, Ibu. perubahan
lingkungan global yang mau tidak mau
memaksa kita ya harus ee siap ya dengan
ee digitalisasi ini Bapak Ibu ya karena
itu merupakan suatu tools yang sangat
baik ya untuk ee mempercepat pelaksanaan
reformasi birokrasi
ini juga tujuan kita juga untuk
mempercepat ee dan membuat semakin mudah
ya pelayanan publik kita seperti itu.
Nah, dukungan RPTIK apa yang perlu kita
lakukan? tentu ee apa namanya cara
strukturnya ya bagaimana ee apa namanya
kita menyederhanakan struktur birokrasi
kita ya Bapak Ibu sudah mengalaminya dan
ini juga sedang dalam e pembahasan ya
Bapak Ibu terkait flexible working
arrangementnya juga sedang dalam
pembahasan. Nah, ini digital kulture
juga nih Bapak Ibu. Nah, ini sebenarnya
ee untuk rubah mindset ya, Bapak, Ibu
ya, dari seluruh pegawai di instansi
pemerintah. Bagaimana suatu hal yang
digital ini adalah suatu hal yang
lumprah gitu. Jadi tidak ada antipati.
Nah, ini juga menjadi challenging ya
untuk kita bersama. N ini digital
kompetensi tadi orang-orangnya sistemnya
sudah ada. Kemudian sekarang
permasalahan orang-orangnya bagaimana?
apakah dia mampu untuk memanfaatkan ee
digitalisasi tersebut atau tidak seperti
itu. Nah, kalau terkait digitalisasi
pemerintahan ini Bapak Ibu ee sementara
ya Bapak Ibu sementara ini pembahasan
terakhir ee terkait dengan kebijakan ini
akan diarahkan ke dukungan terhadap
pengendalian akunting.
Nah, ini terkait dengan ee prioritas
akur presiden ya, Bapak, Ibu. Jadi
isinya dua, yaitu peningkatan ee
penggunaan ya produk dalam negeri.
Kemudian yang selanjutnya adalah
pengendalian.
Ini dua hal yang Pak Presiden supaya ee
ekonominya semakin kuat ya Bapak Ibu.
Ketika penggunaan produk dalam meningkat
maka permintaan ya supply demand-nya
bisa menggerakkan perekonomian di suatu
ee lokasi. Harapannya seperti itu. Jadi
ekonominya juga semakin bergerak. Nah,
ini pengilan inflasi juga penting untuk
memastikan tingkat inflasi kita tidak ee
apa namanya tidak meningkat secara
drastis ya dan bisa kita kendalikan
seperti itu. Jadi semuanya ini adalah
tema-tema yang menjadi penting menjadi
konsern di pelaksanaan reformasi
birokrasi tematik.
Nah, ee keempat tema tadi Bapak, Ibu itu
tadi ya yang ada di problem hilir ini.
Nah, problem hilir ini nanti yang akan
menjadi cikal bakal dari pelaksanaan
reformasi birokrasi
apa masalah-masalah apa isu-isu apa yang
memang dirasakan langsung oleh
masyarakat. Nah, kalau program huru ini
Bapak Ibu yang sebelah kiri ya, Bapak
Ibu yang problem hulu ini adalah
sebenarnya permasalahan-permasalahan
yang muncul di internal kita sendiri.
tata kelolaan kita. Nah, selama kurang
lebih kurang waktu 10 tahun lebih ya,
satu dekad lebih pelaksanaan birokrasi
du kita lebih fokus di penyelesaian
isu-isu hulu Bapak Ibu. Jadi di internal
kita ini seringkiali kita melewatkan ee
isu-isu yang seharusnya kita selesaikan
seperti itu. Nah, untuk problem hulu
nanti ini akan menjadi cekal bakal dari
ee istilah ee saat ini kita sebut
sebagai reformasi birokrasi jenderal.
Jadi RB General. Jadi nanti ada dua TRK
ya Bapak Ibu. RB general dan juga RB
tematik. Nah RB general itu
menyelesaikan isu-isu internal kita
terkait dengan tata kelola pemerintahan.
Nah kalau isu-isu hilir ee RB tematik
itu untuk menyelesaikan atau
mengakselerasi kinerja di tema-tema
tersebut.
Nah, harapannya melalui dua TRK tersebut
bisa lebih optimal lagi, baik dari sisi
perbaikan tata kelola dan juga dari sisi
kinerja.
Ee sekedar informasi saja Bapak Ibu
untuk ee RBAL ya Bapak Ibu ini semisal
ada ada program pelaksana reformasi
birokrasi atau tidak ini pasti dilakukan
oleh Bapak Ibu sekalian karena Bapak Ibu
pasti mengelola ASN Bapak Ibu pasti
melakukan pengawasan internal Bapak Ibu
pasti melakukan ee merumuskan kebijakan
seperti itu. Jadi suka tidak suka, mau
tidak mau pelaksanaan RB General ini
bakal terus dilakukan oleh Bapak Ibu
sekalian. Seperti itu.
Ini poin-poin penajaman ee R perform
ada empat ya.
Bapak Ibu bisa konsen di empat ini ya
kurang lebih sekitar 80% Bapak Ibu
sebenarnya sudah memahami dari perubahan
romasi birokrasi yaitu pertama terkait
dengan pengajan hukum setting. Nah, ee
di sini kita banyak ya cukup banyak
merubah indikator-indikator ya Bapak
Ibu. Indikator-indikator keberhasilan
pelaksanaan reformasi birokrasi. Nah,
itu ada diet seperti itu. Nah, kemudian
yang kedua ini ada penetapan program dan
kegiatan ya Bapak Ibu ya. Nah, dulu itu
problem dan kegiatannya itu ee sangat
banyak ya, Bapak, Ibu. Kita ada delan
area perubahan kemudian pecah lagi di
ada sub ada ada program kegiatan yang di
bawah-bawahnya masih ada sub-nya lagi.
Jadi sangat banyak. Nah, di di roadmap
yang baru ini hanya ada 21 kegiatan
utama. Bapak, Ibu pun demikian. 21
kegiatan utama itu bisa jadi tidak
semuanya ada di Bapak Ibu seperti itu.
Jadi bisa bisa jadi ada yang cuma 20 du
atau 21-nya seperti atau cuman 18
seperti itu tergantung karakteristik
Bapak Ibu sekalian karena ee
instansi pusat pemerintah provinsi dan
pemerintah kabupaten kota tentu beda.
Nah, yang selanjutnya ini fokus RB
tematik untuk percepatan penisan masalah
hilir. Ini salah satu strategi penting
ya, strategi besar dari penajaman ini
Bapak, Ibu, yaitu reformasi ee istilah
baru ya, reformasi birokrasi tematik.
Dari tadi sudah menjelaskan
ee sekitar 10 tahun pras reformasi
birokrasi, kita tadi fokus di RB
generalnya sekarang kita sudah mulai
move juga untuk mempertimbangkan dari RB
tematiknya seperti itu. Nah, yang
terakhir ini terkait dengan penajaman
indikator reformasi birokrasi. Nah, ini
ee
dari kurang lebih ada 22 ya indikator
hasil antara pelaksana reformasi
birokrasi sebelumnya itu kita coba
sederhanakan. Ada yang kita tidak
lanjutkan, ada yang kita sinergiskan,
ada yang masih berlanjut perubahan yang
kemudian digabungkan seperti itu. Jadi
ada beberapa ee perubahan-perubahanlah
seperti itu. Harapannya apa? harapan
kita tercipta sinergitas
yang sebenarnya kita bersama.
Nah, ini pendetailannya
pendetailannya lagi ya Bapak Ibu yaitu
sebelum dan setelah perubaah ee sebelum
dan setelah pelaksanaan ee sebelum dan
setelah perubahan ya perubahan roadmap
reformasi birokrasi. Jadi tadi eh go
setting-nya tadi ada tujuan dan sasaran.
Dulu ada tujuannya pemerintah yang baik
dan bersih. Sekarang lebih kita perluas
lagi ya Bapak, Ibu yang sesuai dengan
grand desain itu birokrasi yang bersih,
efektif berdaya saing. Berdaya saing itu
mungkin bisa setara dengan negara-negara
yang lain juga bisa efektif ya mendorong
pembangunan nasional dan pelayanan
publik. Untuk sasaran dulu ada tiga ya,
pemerintahan persiapan tabel, kapabel,
dan ee pelayanan publik yang kelima dan
juga ada delan harian perubahan.
Sekarang tidak ada lagi 8 hari perubahan
Bapak Ibu sudah jadi satu yang dimix
seperti itu tidak ada sayo-sor lagi.
Nah, kemudian sasarannya ini ada dua
jenis ya Bapak Ibu. Sasaran RB general
dan sasaran RB tematik. Nah, sasaran RB
general itu ee terkait dengan tata
kelola pemerintahan tadi yang digital
ya, digital, efektif, lincah, dan
kolaboratif. Dan kemudian yang
selanjutnya ee lebih ke budayanya ini
sebenarnya kita memberi ee bagi dua ya.
Jadi hard elemen dan soft elemennya hard
elemennya tadi di tournya yaitu
pemerintahan digital dan efektif digital
dan kolaboratif. Microsoft-nya itu ada
di budaya kita Bapak Ibu ya birokrasi
yang berakhlak dan yang profesional.
Nah, untuk yang sasaran RB tematiknya
ini penekanan pada penyelesaian isu-isu
tematik tadi tadi ya karena yang sudah
menjadi konsel Pak Presiden.
Nah, ini kegiatan utama tadi ya Bapak
Ibu ee yang disebut terbagi delan area
perubahan kemudian dalam-dalam lagi
seperti itu. Nah, sekarang kita lebih
menyederhanakan menyederhanakan lagi
menjadi kegiatan-kegiatan yang ee kita
anggap menjadi pemungkit yang paling
penting ya, Bapak, Ibu. Dan ketemulah
kurang lebih 21 kegiatan utama. Nah, ini
fokus pelaksanaannya tadi sebelumnya di
sebelumnya itu kita masih konsern
sepenuhnya di isu hulu saja general saja
di an area perubahan. Sekarang kita
fokus di dua hal yaitu Bapak Ibu terkait
dengan isu hulu yaitu melalui RB general
dan isu hilir melalui RB tematik.
Ini penerajaman indikator Bapak Ibu yang
sebelumnya kurang lebih ada 157
pertanyaan pemenuhan, ada 22 indikator
hasil antara dan juga ada kurang lebih
102 ya peman ee pertanyaan di bagian
reform.
Nah, ini kita rubah kurang lebih hanya
ada sekitar empat strategi dan 27
indikator hasil yang perlu Bapak Ibu
kelola dengan baik. seperti itu.
Ini ee penjelasan-penjelasan
yang tadi juga sudah disampaikan ya,
Bapak, Ibu. Kita bisa skip saja. Nah,
ini gambaran umumnya ya, Bapak, Ibu.
Perbandingan ke rangka evaluasi ya dari
periode sebelumnya dan yang saat ini
sedang kami rumuskan ya Bapak, Ibu. Jadi
nanti setelah roadpap ikar sebentar lagi
ya Bapak Ibu akan keluar Permenpan
terkait evaluasi reformasi biro dan juga
nanti ada KPEN yang menjelaskan terkait
dengan ee apa namanya pedoman teknisnya
lah seperti itu. Nah di sini ada
kurangan yang permen sebelumnya tadi ya
ada 157 pertanyaan pemenuhan, 102
pertandingan reform dan ada 22 indikator
hasil antara yang tadi Bapak Ibu. Nah,
ini Bapak Ibu tentu sudah familiar ya,
setiap satu pertanyaan itu membutuhkan
eviden yang bisa jadi sangat banyak
seperti itu. Dan ini tentu ee tadi ya ee
apa namanya? Akhirnya kita lebih ke sisi
administrasi, dokumen seperti itu. Dan
ini yang coba kita ee sangat minimalisir
ya untuk periode saat ini. Dan ini
hasilnya
kurang lebih ee
ee kebijakan yang saat ini sedang
dibahas ya Bapak Ibu. Indikator
penilaian ini kurang lebih ada empat
strategi yang dinilai yaitu ee di RB
tematik dan juga RB general dan juga 27
indikator hasil. Nah, 27 indikator hasil
ini juga bisa jadi tidak semuanya ada di
Bapak, Ibu karena tipenya Bapak, Ibu kan
berbeda ya dengan ee instansi-instansi
lainnya seperti itu. Jadi yang pusat
ee ada 26, nanti yang pemda bahkan
provinsi dan kabupaten kota itu bisa
jadi berbeda seperti itu. Jadi kita
lebih menyesuaikannya lagi. Nah,
harapannya sih ee dari kalau dulu
mungkin EFORD kita lebih banyak di
pemenuhan dokumen ya, bagaimana kita
memenuhi dokumen supaya kita bisa
mengklaim suatu nilai. Nah, mungkin
nanti yang heavy-nya ya di pelaksanaan
reformasi birat ini adalah perumusan
strategi. Perumusan strateginya dan
bagaimana mengimplementasikan
strateginya karena nanti strateginya ini
nilainya tidak banyak Bapak, Ibu dan
nanti akan langsung melihat dari ee
hasil penilaian di 27 hasil indikator
tersebut seperti itu. Jadi harapannya
Bapak Ibu memang lebih konsen bagaimana
membuat strategi seefektif mungkin
supaya 27 indikator hasil ini bisa
meningkat kinerjanya.
Ini ada terkait dengan leading
institution Bapak Ibu di road juga ada.
Nah, ini bagaimana peran instansi
pemerintah selaku leading institution
yaitu yang membidangi ke-27
indikator hasil pelaksanaan informasi
birokrasi tadi ya Bapak Ibu. Di sini ada
peran-perannya. Jadi, semisal Bapak, Ibu
membutuhkan informasi detail terkait
suatu bidang, Bapak, Ibu bisa
berkoordinasi langsung dengan instansi
tersebut. Seperti itu. Nah, di sini di
nomor 12 ya, Bapak, Ibu. Nah, lembaga
arsif nasional ini dia sebagai leading
institution-nya ya, Bapak, Ibu. Di
penguatan pengelolaan arsip digital
seperti itu. Dan itu menjadi salah satu
dari 27 indikator hasil pelaksanaan
informasi birokrasi yang menjadi unsur
penilaian dalam pelaksanaan reformasi
birokrasi. Jadi, misal Bapak, Ibu ingin
mengoptimalkan
ee nilai reformasi birokrasi, tentu ee
pengelolaan arsif ini menjadi sangat
penting, Bapak, Ibu sekalian. Nah, ini
pelaksana reformasi birokrasi ini lebih
lebih mengedepankan ya lebih
mengedepankan eeitas ya antar seperti
itu antara instansi pemerintah supaya ee
apa namanya ee tidak kerja dua kalilah
seperti itu. Kalau dulu kan misalkan di
PMPRB itu di unsur penilaian ee apa
namanya? di unsur penilaian terkait
deregulasi gitu misalkan dulu ada banyak
unsur-unsurnya seperti itu. Kemudian ada
evaluasi reformasi hukum juga seperti
itu. Akhirnya kita melihat dari Kementi
juga menilai juga dengan terusnya
kemudian dari Kumham juga menilai lagi
dengannya. Nah, di sini kami mencoba
mengintegrasikan akhirnya tapi melepas
ya kami melepas kami tidak ego gitu.
yang Bapak supaya ee di bidang-bidang
yang memang menjadi ee menjadi tugas
fungsi utama dari instansi pemerintah di
bidang tersebut ya sudah kita serahkan
ke mereka. Hanya saja mungkin kami tetap
mencoba mengawal supaya dalam ee arah
arah reformasi birokrasi yang sesuai
dengan map gitu. Dan ini yang menjadi
perbeda yang sangat besar ya Bapak Ibu
pelaksanaan pelaksanaan evaluasi
reformasi birokrasi periode sebelumnya
dan yang nanti akan ee rilis ya dalam
waktu dekat insyaallah. Kurang lebih itu
Bapak Ibu yang bisa saya sampaikan ee
dalam kesempatan kali ini. Apabila ada
masukan atau
saran ini sangat terbuka ya Bapak Ibu
karena ini kan untuk kepentingan kita
bersama. Saya kembalikan ke moderator.
Terima kasih.
Terima kasih banyak Mas Alvian untuk
materi yang sudah dibagikan dan sobat
ASN. Sesaat lagi kita akan bergeser ke
sesi tanya jawab. Anda semua bisa
menggunakan fitur rise hand atau mungkin
yang bergabung melalui YouTube bisa
tuliskan pertanyaan melalui live chat.
Sesuai dengan tema kita hari ini,
kearsipan ini memang menjadi salah satu
instrumen reformasi birokrasi yang kita
perjuangkan bersama. Bagaimana
keterkaitannya? Kita saksikan sebuah
video atau tayangan berikut ini, sebuah
gerakan dan juga video terkait dengan
kearsipan menuju reformasi birokrasi.
[Musik]
Kita
bergerak bersama
[Musik]
untuk mewujudkan cita-cita pendiri
bangsa.
menggapai masa depan yang lebih baik.
Dengan menggerakkan tertib arsip untuk
kemajuan bangsa.
Bergerak untuk birokrasi maju.
Bergerak untuk sebuah perubahan
transformasi digital kearsipan.
[Musik]
yang bergerak untuk sebuah peradaban,
menjaga dan merawat memori kolektif
bangsa.
[Musik]
arsif yang bercerita tentang masa lalu
kini dan mendatang.
Arsif yang terdiri dari teks, gambar
maupun suara.
bergerak mengalirkan sumber pengetahuan.
Menerangi kegelapan.
Bergerak maju. Satukan langkah.
Gerakan kearsipan menuju birokrasi maju.
Memori kolektif bangsa. Memori kolektif
bangsa.
dan peradaban unggul
bersama
kita bergerak
[Musik]
Tibalah kita di sesi tanya jawab untuk
pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk
di sini. Ada fitur hand yang bisa
digunakan oleh penanya untuk bertanya
langsung. Saya sapa dulu di sini ada
Bapak Reza Syahriansyah dari Kemendak.
Halo, selamat pagi Pak Reza.
Pak Reza selamat pagi. Asalamualaikum.
Belum terdengar sepertinya ya.
Halo, Pak Reza.
Coba headphone-nya dilepas, Pak.
Menggunakan audio asli saja.
Perangkatnya tidak usah digunakan.
Takutnya ada kendala di situ.
Pak Reza.
Sayang sekali belum terdengar Pak Reza
suaranya. Halo.
Nah, kabelnya coba dicabut. Kalau
headphone tuh ada kabelnya tuh. Biasanya
dicabut kabelnya terus coba lagi. Halo,
Pak Reza.
Sepertinya ada kendala audio di sini,
Pak Reza. Halo
oke masih menunggu Pak Reza untuk
bergabung juga ya bersama dengan kita.
Saya geser dulu deh ke fitur rise hand
berikutnya. Ada Bapak Indrayadi dari UIN
Jambi. Wow jauh sekali Jambi. Halo Pak
Indra.
Mute-nya silakan dibuka, Pak. Itu kan ee
diunmute ya. Silakan untuk di-unmute,
Pak.
Oke. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam. Apa kabar, Pak Indra?
Baik, Bu. Alhamdulillah. Terima kasih,
Bu.
Jauh sekali, Pak, dari Jambi, Pak.
Iya, Bu. Tertarik dengan materinya, Bu.
Tertarik dengan persampingan juga nanti,
Bu.
Saya yakin Pak Indra ini pertanyaannya
sudah ada, Pak. Tapi gantian saya dulu
yang nanya ke Pak Indra ya, Pak.
Oke, silakan Bu.
Pak Indra sudah berapa kali Pak
mengikuti kelas ASN belajar ini Pak?
Ee nampaknya baru sekali ini Bu, tapi
dengan yang lain baru sekali Bu.
Tapi ee masuk ke WA kita. Nah, ini bagus
sekali nih materinya. Jadi saya mohon
izin untuk bergabung nih, Bu.
Oke. Ini baru sekali. Tapi karena
kelasnya seru banget, akhirnya di
kelas-kelas berikutnya wajib ikut ya,
Pak. Ya,
insyaallah, Bu. Ya, insyaallah, Bu.
Sangatsangat mengharapkan sekali, Bu,
untuk dapat diundang kembali, Bu. Amin.
Semoga kelasnya juga terus ada. Baik.
Eh, Pak Indra, ada pertanyaan untuk Pak
Alvian. Apa nih pertanyaannya, Pak?
Silakan.
Oh, iya. Terima kasih, Bu I.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Ee terima kasih ee Ibu ee Pak mungkin e
saya tertarik sekali dengan reformasi
birokrasi. Saya juga pernah menjadi
pelaku dalam ee mengikuti
kegiatan-kegiatan reformasi birokrasi.
Kebetulan sejak tahun 2022 eh 2221
saya dilantik sebagai seorang ASI Paris.
Nah, saya ingin penajaman terkait dengan
materi dan pokok kita materi pada hari
ini. Mohon ee penjelasan lebih detail
lagi tentang reformasi birokrasi di
bidang kearsipan tuh, Pak. Kalau bisa
kita bedah LKA-nya apakah sudah sesuai
dengan keadaan sebagaimana yang
disampaikan oleh Pak Direktur kita pagi
tadi bahwa ke depan ini ee
Andri sudah mereformasi ee kearsipan
dari
biasa manual menjadi digitalisasi, Pak.
Jadi mohon pencerahan Bapak pagi hari
ini tentang terkait reformasi birokrasi
di bidang kearsipan, Pak. Terima kasih,
Pak.
Eh, oke,
langsung saja Mas Alv. Reformasi
birokrasi sesuai dengan pertanyaan yang
disampaikan Pak Indrayadi.
Oke. Baik. Eh, terima kasih Pak Indra ya
ee atas pertanyaannya. Nah, ini tentu
sepertinya ini jadi pertanyaan seluruh
arsiparis ya yang mengikuti acara ee
dalam ee sesi pagi hari ini ya Bapak ya.
Nah, ee memang terkait dengan ee
kearsipan ini ya Bapak Ibu. Kalau di
sisi kami ya sebenarnya ee ini salah
satu ya dari sekian banyak indikator
hasil yang jadi penilaian reformasi
birokrasi yang nampaknya salah satu yang
paling siap di antara yang lainnya
seperti itu. Jadi sebenarnya kami sangat
berterima kasih sekali ya kepada lembaga
admin ee lembaga ya kepada arsip
nasional Republik Indonesia ini ya.
Bagaimana kemudian dia langsung bisa
menyesuaikan ya kebijakan
ee evaluasi atas penyelenggaraan ASIP.
ke kebijakan kami yang baru seperti itu.
Jadi waktu dulu kami inisiasi dengan ee
Andri ya Bapak Ibu ee dulu memang belum
ke arah yang digitalisasi seperti itu.
Dan kemudian pada saat kami menyusun
roadmap itu kami juga melakukan diskusi
ya alhamdulillahnya visinya sama yaitu
visinya terkait dengan digitalisasi
tersebut seperti itu dan itu menjadi key
poin utama ya dari pelaksanaan arsif
digital ee saat ini seperti itu. Nah,
kemudian bagaimana kemudian ee
pelaksanaan reformasi birokrasi di
kearsipan seperti itu. Nah, sementara
untuk tools-nya sebenarnya kami ee
sepenuhnya menggunakan tools hasil
evaluasi dari apa yang dilaksanakan oleh
Andri. Dari situ tentu ada
komponen-komponen yang perlu dipenuhi
ya, perlu dipenuhi untuk memastikan ee
arsif itu pengelolaannya bagus terutama
terkait dengan arsif digital. Nah,
harapannya dari ee
ee kegiatan utama ya dari 21 kegiatan
utama yang ada di roadmap itu salah
satunya adalah terkait dengan arsif
tersebut. Nah, nanti setelah arsif
tersebut ee kegiatan utamanya menjadi
salah satu pilihan kita di tahun ini
gitu misalkan, kita kemudian bisa
membreakdown-nya ke rencana aksi. Nah,
rencana di rencana assi itu kita bisa
kemudian mendetailkan ya mendetailkan
kira-kira kelemahan kita dari penilaian
arsif sebelumnya itu di sisi apa. Jadi
kita bisa fokus di kekurangan-kekurangan
kita seperti itu. Kekurangan kita
seperti apa. Kemudian nanti kita bisa
melakukan strategi untuk meningkatkan
kira-kira di unsur komponen itu bisa
meningkatkan
ee komponen itu seperti apa. Jadi kita
bermainnya di strategi. Strateginya
bagaimana? kemudian meningkatkan nilai
diat komponen supaya indikator dari
arsif digital ini bisa terpenuhi seperti
itu. Nah, itu kalau dari sisi penilaian
ya, Bapak, Ibu ya. Jadi ee dari 21
kegiatan utama itu nanti Bapak Ibu bisa
memilih salah satu ee memilih ada ada
terkait ars di situ. Kemudian kita
m-breakdown-nya lagi kira-kira di
indikator tersebut kurangnya kita di
apa. Nah, dari kurangnya di apa itu kita
kemudian menentukan strateginya supaya
supaya bisa mengeksplorasi lagi ya itu
kira-kira kurangnya di bagian apa. Nah,
itu kita bisa merumuskan
kegiatan-kegiatan atau rencana aksinya.
Rencana aksinya apa? kita rumuskan
supaya rencana aksi yang kita buat itu
semakin efektif seperti itu. Nah, kalau
dari sisi ekspektasi ya, Bapak, Ibu
terkait dengan ee arsif ini sebenarnya
sejauh ini sudah sesuai ekspektasi ya,
Bapak, Ibu ya. Jadi ee arsif ini sudah
diarahkan ke digital seperti itu. Sudah
diarahkan ke digital dan juga ee kalau
bisa sebenarnya ya sebenarnya harapan
kami juga bisa
sampai ke mengukur hasilnya Bapak Ibu
sekalian. ee misalkan
ee apa namanya? Sebelumnya sebelumnya
itu proses bisnis ketika tidak ada tidak
ada arsif digital itu berapa lama? Dan
setelah setelah kemudian melakukan
digitalisasi arsif itu kemudian
akselerasi akselerasinya berapa lama?
Nah, itu sebenarnya kan sudah mengukup
dampaknya ya Bapak, Ibu ya. Misalkan
tadinya kita manual harus jalan dulu
kasih surat ke sini ke situ, disposisi
seperti itu. Nah, ketika dengan digital
itu arsiparsip itu yang harusnya ee apa
nam bisa bergerak secara otomatis itu
bisa dipercepat seperti itu. Dan juga
mungkin ee bisa terkait dengan ee
misalkan kita butuh arsip tertentu
seperti itu, kita bisa mencarinya secara
cepat. responnya kira-kira berapa lama
seperti itu. Kalau dulu kan oh ya cari
dulu di blok mana, rak mana seperti
harus dicari. Tapi ketika arsif
digitalnya sudah oke, oh saya butuh
arsif ini, tanggal ini, terkaat ini,
langsung klik saja sudah jadi gitu,
sudah ada. Nah, itu tentu sangat
mempercepat birokrasi ya sebenarnya
Bapak, Ibu ya. Itu beberapa ekspektasi
ya sebenarnya yang ee dari kami harapkan
ya. Jadi memang tidak hanya misalisasi
arsifnya saja, tapi itu nanti dampaknya
besar Bapak, Ibu sampai ke dampak-dampak
tadi, percepatan birokrasi, percepatan
proses bisnis kita, seperti itu. Itu
sih, Pak ee apa namanya sejauh ini yang
ee ekspektasi dan terkait dengan
penilaian ya terkait dengan ee arsif ya
Bapak
seperti itu.
Baik, Pak Indraadi. Semoga sudah cukup
ini ya, Pak ya, jelas penjelasan yang
diberikan oleh Mas Alvian. Bagaimana ee
terkait dengan jawaban Bapak dan
pertanyaan Bapak.
Oke, terima kasih banyak Pak Indrayadi.
Dari Pak Indrayadi saya bergeser lagi ke
pertanyaan yang berikutnya. Ini
pertanyaan yang akan disampaikan oleh
Pak Joni dari Disper Kim Hop Sumenep.
Ah, ini enggak kalah jauh nih Sumenep.
Halo.
Halo, Pak Joni.
Pak Joni mendengar suara saya.
Selamat siang.
Suara saya terdengar jelas, Pak, di
sana?
Jelas, Bu.
Ini kali ke berapa, Pak, mengikuti
kegiatan ASN belajar, Pak?
Ee saya ngikutin kebetulan sudah berapa
kali ya? Mungkin sudah puluhan kali.
Sudah puluhan kali. Luar biasa.
Gimana nih, Pak? Puluhan kali mengikuti
kegiatan ASN belajar mana yang paling
berkesan?
Ee saya berkesan itu pas pertama kali
dapat kesempatan untuk pertama kali
bertanya. Itu yang sangat berkesan yang
saya ngikuti dan materi-materinya sangat
bagus sekali, Pak. Jadi sangat berguna
bagi saya untuk menambah wawasan dan
juga menambah ilmu
sangat berguna dan juga menambah
wawasan. Boleh kita berikan tepuk
tangan. Terima kasih banyak, Pak, untuk
ini statement yang sudah diberikan hari
ini. Pak Joni. Ada pertanyaan untuk Pak
Alvian? Silakan, Pak, ajukan
pertanyaannya.
Siap. Siapsap.
Terima kasih atas waktunya. Eh
mungkin ini ada sotnya dengan apa yang
disampaikan oleh Pak
Dr Imam tadi sebagai kepala Andri ya.
Beliau menyampaikan bahwa dengan adanya
arsif-arsif yang sudah mengarah ke
digitalisasi
itu sangat bagus untuk bisa menghemat
anggaran. Berapa banyak arsif yang
berupa kertas sudah bentuk digitalisasi.
Nah, eh
saya juga ada unek-unek ini masalah
arsif digital.
Mungkin Mas Alan bisa memberakan atau
solusi maupun selanjutnya
terkait dengan arsif digital. Mungkin
dari
awal perencanaan kita sudah berusaha
untuk list ya.
Jadi sebenarnya kita juga berusaha untuk
mengurangi kertas untuk
terus juga untuk kemudahan dalam ee apa
namanya
mencari arsif tersebut pada saat kita
dibutuhkan karena dengan digital itu
sangat cepat aksesnya.
yang menjadiak-unek
saya Masan
ya.
eh pada saat kita menerapkan
digitalisasi tersebut, dokumen dari
bentuk digitaldigital, tapi pada saat
SPJ-nya kita malah banyak kertas yang
dibutuhkan terutama sampai dengan pada
saat pemeriksaan oleh
Inspektorat dan juga BPK
ini yang belum belum bersinergi dari
dari ujung hingga akhir mungkin dari PAN
R ada solusi itu yang menyatukan visi
dan misiupan
FB Mendagri dan juga mungkin BPK gitu
ya. Apakah dimungkinkan bentuk
pemeriksaannya juga dalam bentuk digital
gitu?
Oke, terima kasih banyak Pak Joni untuk
pertanyaan yang sudah diajukan.
Saya geser lagi ke Mas Alvian. Mas
Alvian artinya kalau bisa
digitalisasinya ini tidak hanya
kearsipannya tapi seluruhnya termasuk
saat ee melakukan pemeriksaannya Mas.
Monggo, Mas, untuk dijawab.
Eh, oke. Eh, baik, terima kasih, Pak.
Ini pertanyaannya sangat ini ya e
krusial ini sebenarnya, Pak. Seperti
itu. Terima kasih. Ini juga e nanti jadi
bahan kami yang di terlaksana ee jadi ee
bahan kami ya. Kebetulan kan kami ee
saya termasuk ee bagian dari perumus
kebijakan ya, reformasi birokrasi ya.
Jadi, ini menurut saya sih sebuah
masukan yang sangat baik ya. Saya tidak
bisa menjawab saya sebagai Andri ya,
Bapak ya. Tapi saya hanya bisa menjawab
saya sebagai salah satu perumos
kebijakan reformasi birokrasi. Untuk ini
sangat ee sangat Pak seperti itu karena
ini memang ee dulu waktu pembahasan
roadmap ya, roadmap reformasi birokrasi
kami juga ee sangat konsen terkait
dengan hal tersebut. Ee di beberapa
negara itu memang ee auditnya itu sudah
audit digital ya Bapak, Ibu ya. soalnya
bahkan mereka juga sudah ada namanya itu
lab forensik. Forensiknya itu forensik
digital. Jadi di situ ee apa namanya?
Ee audit ee auditnya itu bisa memastikan
keapsahan suatu dokumen itu secara
digital. Nah, itu tentu ee apa namanya?
Jadi semisal kita ingin menerapkan
digital, berarti kita juga harus ee
merumuskan sistemnya seperti itu.
Sistemnya yang kuat untuk bisa
memastikan bahwa ee yang sudah itu
memang benar-benar absah seperti itu.
Keapsahannya bisa terpenuhi. Karena
kalau yang digital sekarang kan ya, Pak
ya kan itu bisa ee manipulatifnya banyak
sekali gitu kan. bisa Photoshop, bisa
dengan AI seperti itu, bisa bayar orang
seperti itu, bisa double scan seperti
itu. Banyak sekali ya. Nah, untuk
memastakan memastikan itu tidak terjadi,
kita bentuk sistem. Nah, salah satu
sistemnya tentu ee mungkin sekarang juga
sedang ee apa namanya? Sudah mulai ya
diinisiasi ya itu kan berarti kan
berangkat dari perencanaannya dulu ya,
Pak. Jadi perencanaan sudah terintegrasi
ini sudah mulai terintegrasi Krisna
dengan Sakti sudah mulai terintegrasi
sistem pelaporannya mungkin ke depannya
seperti itu bisa terintegrasi juga ya
berpenas seperti itu misalkan dengan
KemenQ seperti itu bisa terintegrasi
nanti berarti pelaporannya
kanigitalisasi
seperti itu. Nah, saya sih sebenarnya
sepakat ya, bagaimana kita bisa ee fully
digital seperti itu, tapi tentu butuh
sumber daya dan yang cukup banyak
seperti itu. Dan ini saya rasa masukan
yang sangat baik. Ini saya catat ya, Pak
ya. Nanti semoga semisal ada kesempatan
depan ee terkait dengan arah ke
reformasi birokrasi mungkin ini menjadi
salah satu masukan penting bagi kami.
Terima kasih ee Pak Joni ee atas
pertanyaan dan masukannya. Terima kasih.
Terima kasih banyak, Pak Joni untuk
masukan yang sudah diberikan. Tadi juga
sudah digaris bawahi oleh Mas Alvian
bahwa itu juga menjadi harapan
seluruhnya ya. Tapi ada hal-hal krusial
juga yang perlu diperhatikan dan juga
dipersiapkan. Terima kasih sekali lagi
Pak Joni. Dari Pak Joni saya geser lagi
ke penanya berikutnya. Di sini ada Bu
Ika dari DPUR Kabupaten Pacitan.
Halo, Bu Ika. Selamat pagi.
Pagi.
Asalamualaikum Ibu. Wajahnya belum
muncul. Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Kelihatan
apa kabar?
Alhamdulillah sehat.
Gimana Mbak kabarnya? Sehat semuanya di
sana?
Alhamdulillah sehat Ibu. Terima kasih
sudah ditanya kabarnya. Bu Ika ini ee
kali ke berapa Ibu mengikuti kegiatan
ini, Bu?
Ee sebenarnya ini sudah yang kesekian
kalinya Mbak. Cuman yang bisa nyambung
baru baru
nyambungnya baru sekarang. selebihnya
lewat YouTube dan kebetulan kok
alhamdulillah bisa langsung nyambung
terus bisa komunikasi dengan Masrian
juga yang dari Kemimpan RB dengan
host-nya juga matur nuwun yang selama
ini kami bisanya lewat YouTube Mbak.
Oke. Biasanya cuma nonton tayangan ulang
ya Bu ya enggak live ya.
Baik. Karena enggak bisa nyambung. Sudah
kita mesti terlambat, Mbak yang di
Pacitan itu kebanyakan.
Senang banget berarti hari ini, ya, Bu,
ya?
Iya, terima kasih sekali. Jih.
Oke.
Eh,
baik Bu Ika, ada pertanyaan yang ingin
diajukan ke Mas Alvian, silakan.
Oh, giih terima kasih Mbak. Eh begini,
Mas Alvian. E untuk salah satu indeksnya
yang reformasi birokrasi yang tematik
menika kan ee mengenai digitalisasi
administrasi pemerintah, Mas. Nggih.
Padahal di kalau yang yang kita kalau
flashback yang beberapa tahun kemarin
kalau untuk RB itu identik dengan
tumpukan dokumen Mas. kami kalau
misalnya mengerjakan untuk menyelesaikan
penilaian PMRB meniko pasti identik
dengan dokumen yang menumpuk. Harus kita
PDF dulu terus ee kita kita kirim lewat
link yang dulu itu, Mas ya. sekarang kan
sudah sudah
ee dengan adanya ee perubahan yang harus
mengarah yang ke tematik ini memang
sudah ada ee sedikit mengurangi
mengurangi untuk ee berkas-berkas itu.
Namun yang di sini kan ada untuk
indeksnya itu kan ada ee instrumen salah
satu instrumen penilaian RB itu kan
masalah penyelenggaraan keasipan
itu memang yang di kami di kami itu
memang menjadi ee salah satu
permasalahan juga Mas untuk masalah
kearsipan itu. Jadi kami ini kan juga ee
mengingat kegiatan banyak juga harus ada
secara papless juga harus ada. itu yang
kami ee ada mengalami kesulitan Mas
untuk mengatur seperti itu. Karena dari
tahun ke tahun kan se otomatis untuk
dokumen itu kan sudah menumpuk dan kami
kita kesulitan untuk mengatur itu untuk
kearsipannya itu kita memang ee ada
kendala di situ gitu. Di sisi lain di ee
di yang menangani kearsipan sendiri juga
ee sudah kewalaan juga untuk menangani
itu. Terus mungkin ada kiat-kiat dari
Mas Alvi Mas untuk ya untuk perbaikan di
Kabupaten Pasitang gimana
implementasinya? gimana ee kalau
khususnya di kami di PUPR sendiri itu
ngih dengan dokumentasi yang segitu
banyaknya nggih atau mungkin ee
kebetulan saya sendiri dulu juga pernah
menangani yang di pengawasan juga apa
mungkin ada hubungannya dengan SPIP itu
harus di harus di apa nggih ee mungkin
mungkin bisa menjadi salah satu indeks
juga nggih untuk di setiap kabupaten
kabupaten kota itu mungkin gimana Mas
Alvian?
Ng terima kasih banyak Bu Ika untuk
pertanyaan yang sudah diajukan. Langsung
saja Mas Alvian untuk dijawab.
Oke. Baik terima kasih ee atas
pertanyaannya Bu Ika ya dari panitan.
I
ee
jadi tadi ada beberapa pertanyaan
sebenarnya ya Bu yaitu
ee apa namanya? Mungkin saya jawab yang
gampang dulu ya. Jadi terkait dengan
SPIP. Nah, STIP dia sudah masuk juga,
Bu, di salah satu dari 21 kegiatan utama
itu dia sudah masuk di situ. Jadi,
memang STP juga masuklah seperti itu.
Nah, kalau terkait dengan ee strategi
ya, strategi bagaimana
mengimplementasikan penyelenggaraan
kearsipan digital ini dengan beban kerja
tinggi dengan apa namanya file-file yang
sudah ee apa namanya ee dari tahun-tahun
sebelumnya tertumpuk. itu membutuhkan
proses yang ee apa namanya sangat ee apa
namanya proses yang tidak sederhana
seperti itu.
Iya.
Tapi ee saya pernah ini ya, Bu ya, jadi
evaluator pembangunan integritas juga ya
Bapak Ibu ya. Nah, di situ kebetulan
saya ketemu dengan salah satu tipe yang
dia harus mendigitalisasi
arsif-arsifnya.
Betul.
Di salah satu porting di pajak. Nah,
Bapak Ibu bisa bayangin itu SPT dulu
yang dulu itu berjuta-juta itu dulu
manual. Nah, itu prosesnya dia melakukan
digitalisasi di situ. Nah, di situ dia
ee melakukan dua pendekatan IB. Dan
menurut saya sih sangat bagus, sangat
bagus ya. Tapi ini ee tidak sakit ya.
Jadi nanti di unit jadi tidak seperti
itu. Ada cara lain.
Nah, yang pertama ya pendekatan yang
saya bilang sih sebenarnya kerja radi.
Jadi karena mau enggak mau itu harus
dian seperti itu. Nah, sekarang
pertanyaannya adalah bagaimana kita ee
supaya kita tidak repot ya supaya tidak
repot. Nah, kalau kalau dia kalau dia
itu menggunakan jasa pihak ketiga. Jadi,
pihak ketiga itu ee dia ee ditugaskan
khusus untuk mendigitalisasi seluruh
arsif-arsif sudah ada di sampai itu ee
ketat, Bu. Jadi, ketika masuk ruang
aset, dia tidak boleh bawa handphone,
terus dicek semuanya seperti itu. Dan
kualifikasinya kan tidak perlu yang
mumpuni ya. Jadi mungkin biayanya bisa
ditekan seperti itu. Jadi setelah dicek
badanya semuanya kemudian dia sudah
memproses arsnya gitu. Jadi kita bekerja
kemudian yang pekerjaan-pekerjaan minor
itu sudah ada yang mengerjakan seperti
itu. Atau misalkan mau mengoptimalkan ee
rekan-rekan yang PKL gitu misalkan
kalian belajar gitu bisa juga seperti
itu. Itu malah apa namanya ee win-win
ya. kita dapat ee tenaga terus yang PKL
atau magang dia dapat pengalaman kerja.
Jadi sama-sama ada benefitnya di situ
ya.
Nah, itu ee apa namanya? Pendekatan
pertama ya. Jadi mau enggak mau memang
harus dian gitu kan. Tapi scannya
gimana? Tentu ada pendekatan-pendekatan
yang mungkin bisa ee lebih efektiflah
seperti itu. Nah, pendekatan yang kedua
Bapak Ibu. Nah, ini sebenarnya
kita mulai membenahi dari posisi saat
ini ketika ee melakukan pengarsipan
seperti itu. Jadi, akhirnya maksud saya
yang sudah numpuk ya sudahlah numpuk
seperti itu. Tapi jangan sampai yang
setelah numpuk ini ada yang
numpuk-numpuk lagi seperti itu. Jadi
kita perlu merumuskan mekanisme kerja
atau proses bisnis ketika arsif itu jadi
harus diapakan perlakuannya supaya jadi
tidak nutup apakah masuk langsung dican
atau dari awal kita sudah menginput
digitalisasi gitu tidak perlu e dokumen
fisik lagi. Nah itu tergantung tadi ee
seberapa penting sebuah dokumen fisiknya
di di PUPR itu. Nah, ini tentu butuh ee
telaah lebih lanjutlah harus memilah
mana yang cukup digital saja cukup, mana
yang memang dia harus fisik ada seperti
itu. Nah, nah ini kalau pendekatan yang
kedua ini agak sedikit lebih mumet
karena kita harus mikir bagaimana
toolsnya gitu seperti apa, mekanisme
kerjanya seperti apa
supaya ya itu jadi yang sudah numpuk ya
sudah yang selanjutnya jangan sampai
numpuk gitu. Mungkin itu sih, Bu, ya.
Sedikit gambaran ya, beberapa unit yang
sempat saya datangi ee apa namanya?
mengakselerasi ya ee proses digitalisasi
tersebut. Seperti itu. Kurang lebih
seperti itu. Eh, Bu yang bisa saya
jawab.
Baik, terima kasih banyak Mas Alvian
untuk jawaban yang sudah diberikan.
Semoga cukup Bu ya menjawab dari
pertanyaan yang Ibu ajukan Bu Ika.
Oke. Iya, terima kasih, Mbak.
Terima kasih. Sehat-sehat semuanya.
sehat-sehat juga untuk Ibu.
Waalaikumsalam. Terima kasih, Bu Ika.
Lalu juga tadi ada Pak Joni dan Pak
Indrayadi. Jangan lupa untuk konfirmasi
ya ke alamat ee kontak person 082119411.
Jadi ee silakan dikontak di 082119411
untuk tiga penanya yang tadi sudah
bertanya langsung ke Mas Alvian. Mas
Alvian terakhir sebelum menutup jumpa
kita kali ini boleh eh memberikan
closing statement sedikit atau tips-tip
dan juga pesan-pesan kepada sobat ASN
yang hari ini menyaksikan. Silakan, Mas.
Oke. Ee terima kasih ee atas kesannya.
Ee kami sih kami sangat mengapresiasi ya
adanya acara ini ya Bapak Ibu sekalian
ini suatu wadah yang sangat ee bagus ya
ee dalam kita ee share kebijakan seperti
itu dalam nuansa yang tidak kaku bisa
berinteraksi langsung ituu ee hal-hal
yang positif ya ini bisa menjadi ee
bahan mungkin di provinsi lain atau di
kementerian lain dalam melakukan ee apa
namanya diseminasi atau sosialisasi
kebijakan. Nah, ini saya juga berterima
kasih kepada penyelenggara ya dari Jawa
Timur yang telah ee membantu kami ya
dalam melakukan
semakin menyebarluaskan kebijakan
terbaru kami terkait pelaksanaan
reformasi demokrasi. Nah, untuk
rekan-rekan ASN sekalian juga terima
kasih sudah ee mengikuti acara ini.
Nanti juga masih ada di sesi dua ya. ee
saya tidak ee berhenti-sentingnya
mengingatkan bahwa reformasi birokrasi
itu bukan milik Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan
reformasi birokrasi saja, tapi reformasi
birokrasi itu adalah milik kita bersama
Bapak, Ibu untuk bisa mengoptimalkan
kinerja kita tersebut. kurang lebih
seperti itu. Ee saya mohon maaf apa ee
sepanjang waktu ini atau penyampaian
kami ada yang kurang ee mohon maaf
sebesarnya dan ruang ruang saran dan
ruang ee masukan saya selalu membukanya
Bapak Ibu semisa Bapak Ibu ee ada yang
ingin disampaikan silakan saya buka atas
ee hal-hal tersebut. Kurang lebih
seperti itu. Saya kembalikan ke
moderator. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak, Mas
Alvian. Ramai banget, Mas, di sini 5.000
orang dengerin. Terima kasih banyak
sudah memberikan materi yang luar biasa.
Semoga banyak ilmu-ilmu yang diserap
oleh sobat ASN yang di mana ini juga
bisa membawa keberkahan tersendiri untuk
Mas Alvian. Sekali lagi terima kasih
banyak, Mas Alvian, semoga enggak kapok
menjadi narasumber kami.
Baik, Sobat ASN di mana pun Anda berada.
Kalau tadi kita sudah mendengarkan
materi yang diberikan oleh Mas Alvian,
tetap bersama kami karena sesaat lagi
kami akan menghadirkan untuk Anda
narasumber yang kedua.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
Selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
menjadi ASN berakhlak mulia,
siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia
tukang tekad pantang menyerah
jadi ASN
berkualitar
[Musik]
sama
[Musik]
kita di sesi yang kedua. Sesaat lagi
saya akan mengundang beliau adalah
Kepala Asosiasi Arsiparis Indonesia,
Bapak Dr. Andi Kasman, S. M.M.
[Musik]
Halo. Asalamualaikum, Pak Andi. Apa
kabar?
Halo, Pak Andi. Suara saya terdengar di
sana? Terdengar.
Terdengar, Pak.
lagi
gimana Pak?
Saya lagi
baik lagi perjalanan e Pak sebentar lagi
Bapak akan memberikan materi. Ini
seputar apa, Pak? Materi yang akan
dibagikan untuk sobat ASN.
Jadi
saya diminta untuk
ee memberikan
sifat.
Baik kalau kita
iya
[Musik]
untuk masa depan.
Baik, Pak Andi Kasman. Kalau gitu
langsung saja saya persilakan Anda untuk
memberikan materi, Pak. Monggo, Pak.
Dengan Ibu siapa ini?
Saya Aulia, Pak.
Oke. Baik,
saya secara sendiri
atau saya atau ada
untuk materinya, Pak? Mau dibantu oleh
teman-teman di sini?
Boleh, boleh, boleh. Oke, kami bantu
dari sini, Pak, ya. Sebentar kami mohon
waktu coba ditampilkan, Teman-teman.
Oke, sudah muncul, Pak, ya.
Ya, siap.
Siap. Waktu dan tempat disilakan Pak
Andi.
Baik, terima kasih.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullah.
Selamat pagi. Salam.
Baik Bapak dan Ibu
peserta webinar
saya belajar
ee dengan penyeleng
sebagai instrumen penyelenggarakan
oleh Badan Pengembangan 19
akan
jnya berorientasi
lanjut
apa?
Lanjut lanjut
ini, Pak. Suara Bapak putus-putus di
sini, Pak. Kami mendengarnya ee
terputus.
Lanjut. Lanjut, Bu.
Oke. Coba dilanjutkan kembali ya, Pak.
Nanti kalau suaranya mulai
terputus-putus lagi, kami akan ingatkan
kembali. Silakan, Pak Andi.
I
atau gini aja saya aja yang
share ya.
Boleh, boleh, Pak. Silakan. Monggo Bapak
sendiri yang share materinya.
Iya, silakan.
Baik.
Saya perkenalkan diri
ya
dalam hal ini sekarang sebagai ketua
bukus nasional
hari-hari saya
masihional
terakhir
ya
saya akanembahasan
dalam
pertama Maaf.
Yang kedua, Gasi.
Yang ketiga, GR3.
Mari kita masuk baru
eh saya bahwa penyeleng
itu dilaksanakan
berdasaritas aset
bagaimana dalam undang-undang
yang pertama
yang kedua
harus berb
autentik dan keter
bisa mendengar e bahasan karena banyak
sekali
sesi
yang harus di
sejatinya harus ada
ya boleh hoa
itu di sini
itu berdasarkan pada
tiga aspek ya.
Yang pertama
aspek konteks
dan aspek konten
salah satu saja yang
apa sesuai
mengatakan harus kalau dulu ya
kalau sekarang tidak otentur
[Musik]
Kemudian asas kebutuhan
yaitu bahwa arsibit
penyelenggarang kefan harat
kapan.
Jadi keutuhan di sini
harus lengkap.
Jadi harus
dari usaha perangan,
penambahan
dan pengubahan informasi
maupun fisiknya yangutentik.
[Musik]
Jadi dalam konteks
SPB hari ini
itu
Sat Elektron
itu sangat
ee
pengaruh ya dari persoalan
[Musik]
corruption
dan val
ini yang diasung dengan Tuhan suatu
itu
adalah dalamas
itu bahwa asas ini
arsi terkelola dalam tujuan
yang dan disebut dengan
tidak arsi dari pencipta lain
sehingga
melengkap indeks
[Musik]
yang
adalah berdasarkan
asasan asli
jadi arsib itu harus sesuai dengan
arsi yang
Nah, gitu.
Lanjut
yang
[Musik]
berasasan,
kemudian asas keprofesional
yang sumber daya
menengani ini adalah profesion
pertama adalah para
[Musik]
itu profesional.
Jadi ee arsif-arsif
ee atau dokumen-dokumen menumpuk
itu kalau tidak diul
atau
itu sangat berdampak nanti pada saat
pada saat diakses oleh publik ya. Jadi
harus profesional
delapan keresponsifan harus responsif.
Yang kesembilan adalah keantisipasi
antisipatif.
Yang ke-10 adalah akun.
Selanjutnya adalah asetfaatan
dan aksek akses
dan untuk
Bapak, Ibu yang saya hormati.Ades
ases ini haruskan dalam penyelenggaraan.
Oke. Baik, kita apa yang dimaksud.
Jadi sebagaimana dalam
tadi atas
Pakman terputus, Pak suaranya. Boleh
cari sinyal yang lebih baik, Pak.
terputus dengan Pak Andi Kasman padahal
kami ee sedang ini ya mendengarkan
materi yang beliau berikan.
Kami akan coba kembali kontak ke Pak
Andi Kasman ya agar terhubung kembali
agar beliau juga bisa kembali memberikan
materi kepada kita semua. Bapak Dr. Andi
Kasman, S. M.M. Kepala Asosiasi
Arsiparis Indonesia atau AAI.
Di sini juga kami kembali memberitahukan
kepada seluruh sobat ASN ada link
presensi yang kami mohon untuk diklik
linknya. Itu juga tertera di layar kaca
bit.l/h
hadir kearsipan. silakan untuk diklik
linknya untuk mengisi presensi dan kami
mohon untuk mengisi data presensi
tersebut dengan data yang benar sesuai
dengan data diri Anda. Karena itu
nantinya akan dicetak sebagai penerbitan
e-sertifikat dan juga tidak bisa
direvisi.
Oke, kami juga masih terus menunggu Pak
Andi Kaspan bergabung kembali bersama
dengan kita semua di sini.
Semoga seluruh sobat ASN juga terus
semangat mengikuti kegiatan ini ya.
Karena setiap kegiatan ee belajar ini
kami memilih ee para sobat ASN untuk
mendapatkan merchandise eksklusif. Ini
merchandise-nya ada tas laptop, lalu
juga ada power bank, ada jam, meja, lalu
juga ada t-shirt. Merchandise ini bisa
didapatkan oleh Sobat ASN dengan cara
aktif sebagai penanya. Jadi, silakan
disimak dengan baik materi yang
diberikan lalu juga aktif bertanya.
Entah itu menggunakan fitur raise hand
atau mungkin menggunakan fitur chatbox.
Di mana Sobat ASN ini juga bisa
mengikuti kegiatan kuis di official
Instagram BPSDM Jatim dan juga WPro
Communication.
Kami kembali coba mengontak eh terhubung
bersama dengan Pak Andi Kasman.
Halo, Pak Andi Kasman.
Baik, sambil kita menunggu kehadiran Pak
Andi Kasman, kita saksikan bersama-sama
sebuah video persembahan dari Dinas
Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa
Timur.
[Musik]
Audio Jungle.
Sejak lahir hingga meninggal, manusia
telah diajarkan menciptakan arsib. Ada
akta kelahiran hingga akta kematian.
Arsib memiliki peran sangat penting
dalam setiap aspek kehidupan manusia.
arsif sebagai pusat ingatan atau memori
dan warisan unik yang tak tergantikan.
Arsib sebagai alat bukti yang akuntabel.
Oleh karena itu, arsif yang tidak
dikelola dengan baik akan menyulitkan
pengguna dalam memanfaatkan informasi
sumber arsif. Salah satu sistem dalam
pengelolaan arsip statis yang diinisiasi
oleh arsip nasional Republik Indonesia
adalah sistem informasi kearsipan
nasional.
[Musik]
Sistem informasi kearsipan nasional yang
dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Provinsi Jawa Timur sejak
tahun 2017 merupakan simpul jaringan
yang berpusat di Arsi Nasional Republik
Indonesia.
Sampai saat ini Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Provinsi Jawa Timur telah
menghasilkan finding ID atau alat temu
balik sebanyak 144 inventaris,
11 gait, dan 21 naskah sumber arsif.
[Musik]
Sebelum arsif-arsif tersebut
dipublikasikan dalam CIKN, dilakukan
digitalisasi atau alih media.
Arsif-arsif yang telah dialih mediakan
dilakukan editing dan kontrol kualitas
hasil alih media serta dilakukan
pemberian watermark.
Di tahun 2019, Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Provinsi Jawa Timur
melakukan uji coba pengelolaan SKN
secara mandiri dengan alamat
sikn.jatinprob.go.id.
Sampai dengan April tahun 2023, Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa
Timur telah melakukan entry dan
publikasi arstatis sebanyak 71,
R0.500
item atau nomor aset, dan 8.500 lebih
kopi digital.
[Musik]
Mulai tahun 2023, Dinas Perpustakaan dan
Keasipan Provinsi Jawa Timur mencoba
mengaplikasikan
atum versi terbaru, yaitu versi 2.7
update dari versi 2.6 yang sebelumnya
digunakan untuk operasional saat ini.
Sistem informasi kearsipan Jawa Timur
sangat membantu kegiatan penelitian yang
saya lakukan. melalui SIKN saya dapat
dengan mudah mencari segala macam
informasi mengenai topik penelitian yang
saya teliti dengan cepat.
Sistem informasi kearsipan Provinsi Jawa
Timur sangat membantu saya dalam mencari
arsif untuk penelitian saya. Semestinya
aksesnya mudah, cepat, dan gratis.
Terima kasih.
Semangat kami ingin menyediakan layanan
akses informasi arsip yang murah, mudah,
dan cepat bagi pengguna dari manapun.
Semoga simpul jaringan informasi
kearsipan Provinsi Jawa Timur selalu
bernilai lebih bagi peradaban bangsa
ini.
[Musik]
Sebagian besar dari kita tentu sudah
paham apa itu arsip. Ya, arsip
sebenarnya sudah melekat dalam kehidupan
kita sejak lahir hingga meninggal dunia.
Bentuknya mulai dari akta kelahiran,
surat kelulusan pendidikan berupa
sertifikat ataupun ijazah, surat
keputusan pengangkatan pegawai ketika
sudah bekerja, buku nikah dan kartu
keluarga saat memasuki jenjang
perkawinan, hasil rekaman medis ketika
sakit hingga surat kematian.
Arsip ini tentu tak sebatas merekam
kehidupan individu. Keberadaan suatu
organisasi, perusahaan, hingga negara
juga tak lepas dari arsip.
Bagi sebuah organisasi ataupun
perusahaan, arsip merupakan landasan
dalam menjalankan operasional kerja.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,
Arsip merekam kegiatan dan peristiwa
peradaban suatu bangsa.
Lalu apa sebenarnya definisi arsip itu?
Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun
2009 tentang Kearsipan,
Arsip adalah rekaman kegiatan atau
peristiwa dalam berbagai bentuk dan
media sesuai dengan perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi yang
dibuat dan diterima oleh lembaga negara,
pemerintahan daerah, lembaga pendidikan,
perusahaan, organisasi politik,
organisasi kemasyarakatan, dan
perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Sebenarnya arsip tidak hanya berupa
lembaran kertas, tetapi juga bisa
lembaran peta, dokumen arsitektural,
foto, dan film, ataupun rekaman suara.
Pada perkembangannya, arsip juga
meliputi arsip elektronik, yakni arsip
yang diciptakan, dibuat atau diterima,
dan disimpan dalam format elektronik.
Yang jelas arsip merupakan data dengan
karakteristik unik yang harus terjamin
keautentikan, keabsahan, kepercayaan,
kelengkapan, dan kegunaannya yang harus
dikelola secara utuh dan lengkap.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun
2009, penyelenggaraan kearsipan secara
nasional menjadi tanggung jawab Lembaga
Arsip Nasional Republik Indonesia atau
[Musik]
lembaga pemerintah nonkementerian yang
bertanggung jawab langsung kepada
Presiden ini bertugas melaksanakan
pembinaan kearsipan secara nasional
terhadap pencipta arsip tingkat pusat
dan daerah, arsip daerah provinsi, arsip
daerah kabupaten atau kota dan arsip
perguruan tinggi negeri.
Selain itu, guna meningkatkan mutu
penyelenggaraan kearsipan nasional,
Andri juga berkewajiban melakukan
penelitian
sobat ASN. Kita kembali terhubung
bersama dengan Pak Andi Kasman. Halo,
Pak Andi.
Baik.
Nah, kalau ini sudah sangat jelas
sekali. Terima kasih sudah kembali
bergabung di sini. Silakan, Pak, untuk
melanjutkan materi yang sudah Anda
berikan tadi.
Siap. Siap.
Tadi Iya.
Oke.
Jadi mohon maaf Bapak sekarang
terlentang
baik. Apa itu? Apaan kerangka?
Jadi
sebagai
itu
kebijakan
di bidang
pembinaan
dan pengsi
dalam suatu sistem nasional yang di
sumber daya
bisa ee keran,
sistem, sasaran
sumber daya sosial
ya
tentang arsif
ada dua ya adais
dan ada
tadi
harus 13 asas
asas
oke yaut
bagaimanaars
ee tahun
sebagai salah satu
dasar kita untuk melihat
pengawasan
kementerian lembaga
iniatan
baik bahkan ada yang sangat
ya.
Jadi masih di tingkat ini masih ada tiga
ee yang masih ee cukup dan kurang ya
kalau dulu disebut buruk ya. K juga pada
pengawas itu
masih ada ee sembilan sembilan produksi
yang
di apa ya cukup kurat.
Nah, ini
masalah
ya.
ini
ee
darurat
kearsipan
ya. Kalau saudara ini
ber banyaklah
pemap beratur
aikota maupun
yang tidak memiliki
ee
bukti
e apa namanya
e arsiparitas
bangs saja
ya. Bahkan
satu penda
itu sangat
ee kurang ya
untuk
menjaga
Hasan Arsib.
Nah, ini sangat masih dibaw
ya ini jadi kitaat ini bahwa
masih salat berpengaruh di tingkat
kabupaten kota. Oke.
Kalau kita lihat
pengasaan yang tahun lalu di tingkat ee
karsipan ini bisa di khususnya di daerah
Indah Timur dan tengah ini masih kurang
kurang apa kurang baik ya dibandingkan
di ee Pulau Jawa dan Sumatera.
Oke,
itu
di bidang pembinaan. Sedangkan untuk di
ee akses informasi di jaringan informasi
karasional
kinerja kars peri di pusat jaringan
nasional
di jaringan informasi karsip nasional
ini itu total arsif di JKM ada sebanyak
70.2
arsif atau berkas arsif.
ya. Nah, ini masing-masing kurang. Kalau
di tempat laur di dunia seperti misalnya
di Inggris itu sudah sampai 50 juta ya
kalau karenaitung per item kalau kita
dihitung per berkas ya.
Kalau total kopi digitalnya itu sudah
sampai 10.63 kopi digital
dengan jumlah simpul jaringan 405 simpul
jaringan.
yang mengakses ini informasi ini
oleh publik
itu sudah en per Mei 2003 itu sebanyak
6,3 6,3 juta ya yang mengakses informasi
kearsipan ini di
laman eh
JKN.gid go ID yaitu
sedangkan penyelamatan arsif yang kita
ini bisa dilakukan di tingkat pusat ini
ter Mei kemarin itu basuh sebanyak
30.207
7 arsib ya dan jumlah hasan arsib di di
ee di arsif nasional ya itu
sebanyak ini ya kertas saja tekstur ar
itu 30 e 30 m lari ya
dan yang seterusnya ya kira-kira ini.
Nah, sedangkan jumlah arsiparis kita per
ee apa namanya? per Februari 2023 ini
sudah bertambah terus ini ya itu sudah
sebanyak 11.28
orang ya
baru 11,74%
dari kebutuhan ini data per 283
dan se bertambah terus ini sekalian
dengan jumlah arsiparis ahli utama itu
25 orang mad 1075
sampai kepada arsiparis terampil ini
orang. Namun demikian, ini di di
didominasi
oleh ee
arsiparis yang
arsiparis yang milenial ya. Ya, ini ini
keilan kita hari ini. Mudah-mudahan ke
depan
kearsipan ini bisa lebih baik. Oke,
itu hasil kinerja
dan
semua ini untuk mengukur kinerja ini
dilakukan dengan pembinaan dan
pengawasan kearsipan
yang merupakan perintah daripada
undang-undang dan PP
baik di peringkat AT maupun di perintah
kabupaten kota di profesi
nah bentuk ini bentuk pengawasan ini ada
dua pada pengawasan atas penyelenggaraan
kearsipan dan penjakan peraturan
perundang-undangan bidang karsipan yang
yang baru dilakukan oleh oleh kita di
lembaga karsipan ini baik di pusat
maupun di daerah itu baru pengawasan
atas penyelenggaraansipan
untuk melihat kinerjanya
ee bagi badan-badan publik ini ya bel
sampai kepada penegakan peraturan
perundang-undangan
ya
dilakukan pada saat ada ada cash ya
ini baru bisa dilakukan penegangan
bagaimana instrumen penilaian
contohnya contoh pada aspek pengawasan
eksternal kearsiban
khususnya di ee unit Karsipan Pencit
Ting Pusat. Ada beberapa hal ini
mulai daripada ketaatan terhadap
perundangan bidang kearsipan dalam
menetapkan kebijakan kearsipan.
Di sini ada empat instrumen wajib yang
harus di dibuat oleh setiap pencipta
arsif
ya. Itu minimal ya.
Yang kedua adalah program kearsipannya.
Program arsi dinamis baik arsi aktif
maupun arsib inaktif. Kemudian
penyusutan arsifnya, sumber daya manusia
kearsipannya,
kelembagaan, organisasi kearsipan, dan
prasarana dan ini yang diuji ini
diuji terhadap aspek kinerja ya, aspek
kinerja terhadap penagasi bar
yang menarik ini beberapa hal yang sudah
berbagian dengan organisasi
ini sudah ada lembaganya nya malah di
apa
di
diubarkan ya dan seterusnya ya. Ya, ini
juga berpengaruh hadapan penilaian.
Kalau pengawasan eksternal di ee
di provinsi di LKP daerah provinsi
maupun tinggi maupun LKD provinsi
terhadap kabupaten kota
bersama saja ya ketaatan terhadap
peraturan perundangan, program
kearsipan, peng arsipin aktif dengan
retensi sekurang-kurangnya 10 tahun. itu
perbedaan tadi ya. Kalau di pusat
berbeda
penyusutan arsif, arsif, sumber daya
manusia kearsipan. Nah, lagi-lagi di
sini SDM-nya ini
yang banyak di di
apa di ini adalah para pengelola arsif
bukan arsiparis ya. Ya. Kemudian kita
mudah-mudahan ini bisa ditingkatkan ya.
kemudian ee kelembagaan maupun prasarana
sarana karipan.
Nah, kalau dulu instrumen penilaian ini
seperti ini
tadi kan ee
ee kurang kurang sekarang dulu namanya
buruk ini di bawah 50 poin itu
dikasihkan buruk. Nah, seharusnya bagus
juga kalau diburuk ini, tapi ini ya
nanti Bapak-bapak dan Ibu bisa melihat
yang baik yang mana bagus supaya ini
memberikan efek ee dampak yang ee baik
terhadap penyelenggaraan
ya ini kira-kira.
Kemudian
dalam konteks dan itu semua tadi ini
hasil penguasaan kearsipan ini Bapak
sekalian ini menjadi input terhadap ee
pemilan RB reformasi birokrasi. Ya, itu
satu. Yang kedua,
yang kedua adalah ee penerapan srikandi
ya, sistem informasi kearsipan ee
dinamis terintegrasi
dalam konteks SPBE ini juga menjadi
salah satu instrumen penilaian ya dalam
ee kematangan SPBE itu dengan ee
pada indikator ke 37 ya
itu dengan bobot 2,75 tingkat kebatangan
layanan keasiban ini ee
yang kedua ya dalam
yang di atas tadi adalah RBAS birokrasi
kalau ini adalah ee SPB sistem
pemerintahan berbasis
yang ketiga instrumen yang bisa kita
lihat lihat yang sering kita berikan
namanya penghargaan
ee simbol jaringan terbaik nasional itu
pada tataran ee open government ya itu
kepada
ee jaringan informasi karsip sebagai
simpul jaringan terbat simpul jaringan
dalam JIKN jaringan informasi
ksipasional dalam rangka menghadirkan
satu arsip otentik Indonesia. Ada dua
hal yang kita ee ee lihat di situai.
Yang pertama adalah TPM Total Quality
Management
ini dalam rangka meningkatkan
formasi
secara terus-menerus pada setiap level
operasi dan atau proses kegiatan. Ya, di
sini kita si di ee implementasi
perencanaan kualitas,
pengendaran kualitas sampai kepada
insurance ya terhadap eh
dalam dalam konteksality management.
Yang kedua,
atau sistem mutu pelayanan. Di sini bisa
kita lihat bagaimana kepemimpinan kepala
unit atau simpul jaringan dalam
melaksanakan program ee simpel apa
simpel jaringan ini. Kemudian sumber
daya manusianya arsiparisnya
penibatan arsiparis secara maksimal ya.
Kemudian pengolahan dan perjanjian arsit
negara dalam SKMJKM dan kerjasama
jaringan antara simpul jaringan pusat
dan nasional.
Itu yang ketiga yang sedikit lihat
ya dengan
mengharapkan
satu terciptanya satu arsif autentik
Indonesia melalui JKN
ya. Ini ada kerjanya ya, faktor-faktor
creative entrepreneurship simpel
jaringan
faktor emping untuk bisnis kreatif
branding itu membangun identitas.
Kemudian smart pelayan itu fokus pada eh
nilai tambah yang diciptakan dan
opportunity cost dan skill memanfaatkan
peluang.
Itu kira-kira Bapak sekalian sebagai
pengantar.
Nah, mari kita masuk kepada evaluasi
kinerja.
[Musik]
Sebelum masuk kepada p kinerja masa
depan. Ini beberapa teori
yang bisa kita lihat tentang penilai
kerjaan atau disebut dengan performance
appure ya. Saya gak usah baca ini ya.
Nah, baik orang-orang
ee pakar luar negeri maupun pakar dalam
negeri ini juga ada ya. seperti Hasiban
Hoko dan seterusnya.
Nah, indikator kinerja
ya bisa kita lihat bagi organisasi
publik ini ada dua ya bisa itu non
private organization itu pada aspek
pemerintahan dan non profit organization
ya organisasi memperoleh keuntungan
profit oriented ini semua berorientasi
pada pelayanan kepada masyarakat atau
kepada pelanggang
Jadi dua ini yang di apa bisa kita nilai
ya ee kerja itu.
Kemudian indikator kinerja ini dapat
kita lihat eh dua dua hal ya.
faktor-faktor
keberhasilan utama atau critical success
factor
atau kitaat indikator kiner kunci ke
indicator.
Indikator kinerja ini
berpan pada visi misi bahkan ada
falsafah ya
atau nilai atau value dan kebijakan
tujuan sasaran strategi organisasi
biasanya kita mendengar ke performance
indicator kp ya seterusnya.
Nah,
jadi mari kita lihat penetapan indikator
kinerja dalam critical success factor
ini. Ini contohnya
misalnya faktor-faktor utama ini ada
berapa contoh seperti kita lihat layanan
berkualitas dan tepat waktu. contoh ini.
Kemudian tujuan strategik yang diambil
adalah memantau secara berkelanjutan
dan memastikan bahwa pelayaran
berkualitas tepat waktu. Kira-kira
begitu. Nah, indikator kinerja yang bisa
dilihat adalah pelayanan yang tepat
waktu dan berkualitas. Kira-kira begitu
dalam rangka penetapan dan kerja dalam
eh kritikal success factor itu
ada beberapa hal untuk mengukur kinerja
pemerintahan.
Yang pertama bisa kita lihat indikator
masukan atau inputnya
ya. Contoh misalnya sumber daya manusia.
Sumber daya yang digunakan dapat
dihasilkan adalah jumlah pendanaan.
misalnya indikator proses.
Jadi ada input, proses, output, outcome,
benefit, impact
ya. Output-nya adalah sebagai indikator
keluaran itu harapan capaian berupa
fisik atau non fisik. Di sini terjadi
adalah produk yang tersedia.
Indikator hasilnya, outcome-nya adalah
berfungsi output,
yaitu arti hasil nyata yang diperoleh
atau kualitas.
Kemudian indikator benefitnya adalah
manfaat dan indikator dampaknya atau
impact adalah di sini ada pengaruh yang
diciptakan
ya dan seterusnya. ini kira-kira
bagaimana melihat suatu sistem ini
terhadap e kerja dengan penggunaan
kinian pemerintahan
bagaimana
untuk pengukuran kinerja ini
ada beberapa hal ya ada empat diaj
contoh ada empat misalnya metode
pengukuran dengan memakai analisis
anggaran misalnya
itu membandingkan anggaran dengan
realisasinya.
Ada juga melakukan analisis rasio
laporan keuangan
dan rangka perhitungan rasio keuangan.
Di sini bisa kita lihat ini biasa
dilakukan bagi ee perbankan ya atau
rasioitas, rasio aktivitas dan rasio
solvabilitas maupun rasio pasar.
misalnya bisa kita lihat data dalam
neraca bisa juga dengan basis skikan
ya itu perhitungan berbasis
pada aspek finansial dan non finansial
dan yang sering menarik ini adalah VFM V
for ini. Nah, ini juga dan macam-macam
lagi yang bisa kita lakukan sebagai
metode pengukuran kinerja organisasi.
Nah,
aspek evaluasi kinerja itu bisa kita
lihat dari
word motivation perspelajar
ya pembelajaran.
N mari kita lihat Bapak Ibu sekalian
evaluasi kerja berdasarkan KPI KPI ke K
perform indicator ya. Ini banyak ini
Bapak sekalian untuk bagian dalam
perusahaan seperti KP untuk bidang
personalia marketing
atau pelayanan keuangan dan produs
ini ada dua yang bisa kita lihat bisa
kita pakai ini adalah evaluasi
berdasarkan keperilakuan
dan yang kedua perbandingan poriausia
saya tidak ee bahas ini. Saya hanya
membahas ee di forum ini tentang
keperilakuan
itu bisa memakai ee ceklist,
Ron scan, kemudian critical incident
sampai dengan behavior. Nah, ini bisa
kita diskusikan jauh ya sekalian.
Ini ceklist ini
merupakan metode informal observation.
ini sering dilakukan pada ee teman-teman
dalam pengawasan ini kearsipan
ccklist
oleh asesmen yang sudah menetapkan
indikator perilaku yang dilakukan
ya
C ini memiliki derajat selektivitas yang
tinggi ya karena perilaku kinerja
pegawai yang dimati
sudah sangat selektif ya juga memiliki
derajat inferensi yang tinggi karena
asesmennya fokus pada kategori perilaku
kinerja pegawai ini banyak dipakai dalam
rangka peningkatan sumber daya manusia
juga ini ya ceklis ini dan salah satu
yang dipakai dalam ee pengawasan
penyelang itu kan adalah metode ceklist
ada dua
menggunakan observasi dilakukan
bersamaan ceklis dan observasi
itu adalah dilakukan oleh asesmen
terhadap sikat perilaku pegawai
ya
dan juga menggunakan alat ukur ya. Oke,
ini sebagai contoh Bapak sekalian. Ini
contoh-contoh
menggunakan evaluasi kinerja keperlakuan
berdasarkan ceklis. Ini ada kolom-kolom
yang harus diceklis itu kita cek. Jadi
sudah ada standar yang ini dipakai
pada ee format pengawasan keasipan kita
dengan peraturan yang baru ini maupun
yang lama ya. yang baru
yang selanjutnya
tentang kerja
pada bidang keperlakuan dengan R scale.
Apa yang disebut R scale ini adalah alat
pengumpul data yang digunakan dalam
observasi.
Nah, jadi tadi ee ceklis
itu juga memakai observasi
ya. Sedangkan R scale juga mengakai
ee observasi untuk menjelaskan
atau menggolongkan dan menilai individu
atau situasi merupa suatu daftar yang
berisi ciri-ciri ee tingkah laku ya yang
harus dicatat.
Ada dua jenis rating scale ini yaitu
skala grafis dan skala numeris.
Nah, ini kira-kira gitu. Nah, sekarang
rating ini
eh menggunakan model garis lurusal.
Pakasman maaf e saya potong, Pak.
Waktunya sudah habis Pak. Gimana kalau
kita lanjutin di sesi tanya jawab Pak?
Karena waktunya sudah overdurasi di
sini, Pak.
Enggih. Ngapunten Bapak, kita langsung
menit ya
kita langsung ke sesi tanya jawab saja
ya, Pak ya. untuk ee siapa tahu nanti
ada pertanyaan yang masuk bisa kita
dengarkan dari ee teman-teman sobat ASN
ya. Silakan, silakan silakan ya nanti
dipelajari aja ya.
Baik baik terima kasih banyak Pak Andi
Kaspan. Ee kami juga mohon maaf karena
ada keterbatasan waktu jadi kami putus
di tengah-tengah tapi ada sesi tanya
jawab ini. Ada pertanyaan yang akan
masuk dari Bapak Yahman BPSDM Jambi.
Coba kita terhubung dengan Pak Yahman.
Baik, terima kasih Bu
Pak.
Asalamualaikum. Waalaikumsalam, Pak
Yahman. Apa kabar?
Iya, alhamdulillah baik, Bu. Jambi cerah
udaranya.
Alhamdulillah cerah udara. Ya, silakan
pertanyaannya, Pak Yahman.
Baik ee terima kasih. Ee asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmat.
Iya, langsung saja saya ingin bertanya
kepada Bapak narasumber ya, Bapak Dr.
Andi Kasman ee terkait dengan tema
penilaian kinerja berorient penilaian
kinerja berorientasi masa depan. apa di
sana, di mana, di mana ini arsif ini
sangat sangat dibutuhkan di masa depan.
Ee belajar dari kasus yang pernah
terjadi ya secara ee nasional ee kita
pernah berurusan dengan Malaysia terkait
dengan polu sipadan dan ligit yang pada
akhirnya kita Indonesia kemudian ee
ternyata dikalahkan oleh Malaysia ya
karena mungkin arsif kita, dokumen kita
barangkali tidak seautentik atau tidak
sevalid yang dimiliki oleh Malaysia.
Nah, belajar dari sini kira-kira apa
kebijakan daripada pemerintah secara
makro rangka untuk menjaga ke depan ini
arsif kita betul-betul ee berorientasi
yang ee menjaga kevalidan dan ee bukti
yang kuat ee di masa depan sehingga
ketika dibutuhkan kita betul-betul punya
kekuatan yang yang bisa mendukung setiap
argumen yang akan diberikan dalam
hal-hal tertentu. mungkin dalam
negosiasi dengan negara lain terkait
dengan batas, terkait dengan ee apa
namanya arsip-arsip budaya. Kita banyak
sekali sekarang ini ya arsip cagar
budaya kita tersimpan di luar negeri
seperti di Belanda ee di Inggris. E kami
dari Jambi itu ada dulu kerajaan Jambi
ee banyak arsip-arsibnya itu sekarang
masih berada di luar negeri. Nah,
bagaimana itu kemudian ee arsip ini
sebagai bukti sejarah bisa kemudian ee
menjadi kekayaan kita? ee bagaimana
kebijakan ke depan yang yang barangkali
ee bisa disampaikan di sini oleh Pak
narasumber dengan Pak Andi Kasman.
Terima kasih, Pak. Itu barangkali yang
menjadi unek-unek saya. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih, Pak untuk
pertanyaannya. Langsung dijawab.
Silakan, Pak Andi. Oke. Baik, Pak. Ini
di luar konteks kinerja ya sebenarnya.
Oke, gak apa-apa saya akan jawab. Jadi
persoalan kekalahan Indonesia dengan
apa? Dengan Malaysia dengan legislasi
pada persoalan arsi Pak ya persoalan
catatan kita yang tidak ee apa tidak
didukung dengan arsif yang baik ya.
Di antara 12 ee hakim
internal justice itu hanya satu yang
memenangkan Indonesia yang lainnya
mendukung Malaysia. ya. Karena kenapa
arsif yang disajikan kita itu
hanya menyangkut masalah ee catatan yang
pada saat ee kapal Belanda
memburu ee kapal-kapal asing itu baru
nego jangkar di digitan nasi padan.
Sedangkan Malaysia itu sudah melakukan
pencatatan pencatatan
jualan telur dan seterusnya dan
seterusnya. Kita enggak ada, Pak.
Lagi-lagi di sini catat-catatan kita,
administrasi kita tidak lengkap,
gitu. Oleh karena itu, maka ee untuk
tidak mengulangi kegagalan ini
maka harus digalakkan tentang
pemberkasan arsif, pendokumentan arsip.
bakalannya dilakukan gerakan nasional
tertib sadar arsif
ya. Nah, yang kedua dilakukan pengawasan
kearsipan
supaya bisa memberikan citra terbaik dan
citra terburuk bagi penyelenggara
arsipan
baik di pemerintah pusat maupun di pint
daerah.
Karena kenapa
kepala arsas mti Bapak tadi mendengar
bahwa Indonesia sekarang ini adalah
darurat arsif.
Banyak identitas nasional kita hilang
karena tidak diarsifkan.
Ini teri pada kesadaran. Jadi gerakan
nasional sadar ini yang disadarkan itu
para penyelenggaranya Pak
sampai stafnya
sadar. Tapi pimpinannya tidak sadar
apalagi tidak memahami apa itu arsif.
Kan begitu kan. Nah itu kira Pak. Jadi
banyak sudah banyak dilakukan Pak ya.
Bahkan hari ini ya indikator salah satu
indikator penyelenggara sifat ee masuk
dalam RB.
Pertanyaan saya, jadi hasil itu masih
dalam ee penilaian RB reformasi
birokrasi dan bahkan hari ini juga SPBE
itu juga masuk dalam pelayanan kean.
Lagi-lagi
baru berapa pemerintah daerah yang
melaksanakan ini. Ini ini kesadaran,
Pak. Kedesaran harus dibangun.
bangun memang ee kita ini apalagi
sekarang saya sering kita mendengar
image kalau ee pimpinan daerah misalnya
mau menghukum orang ya bawa ke ee dinas
arsif gitu kan. Nah, ini ini keliru
sebenarnya
dulu Pak Arsip itu di daerah itu hanya
kepala kantor itu kita tingkatkan
citranya ditingkatkan tingkat harkat
beratatnya sebagai selevel dengan
dinas-dinas lain diangkat sebagai dinas
lagi-lagi masih seperti itu hari ini.
Masih citranya buruk, masih darurat
arsib. Padahal sudah levelnya sudah dua,
Pak.
Bahkan kekuatan hukum yang diberikan itu
hampir
bisa seperti dengan inspektur
inspektorat bisa memenjarahkan itu para
para penyelenggara itu
eh bisa menjarakan para kepala dinas dan
seterusnya kalau tidak melaksanakan
ketentuan beran undang-undai
daripada tengatan administrasi itu Pak
itu bisa dipecat Pak itu kepala kepala e
pimpinan tinggi pimpinannya itu bahkan
bisa dipenjarakan kalau melanggar
aturan-aturan. Nah, ini lagi-lagi tidak
bisa dimanfaatkan ini oleh para
pimpinan-pimpinan dinas itu. Pak siapa
namanya, Pak? Pak Fauzan ya.
Yahman.
Pak Yahman. Kira-kira gitu, Pak ya.
Baik, Pak. Terima kasih, Pak, atas
seperti itu, ya. Lagi seperti itu,
ya.
Nah, jadi banyak sudah dilakukan
strategi-strategi yang bisa memberikan
dukungan bahkan bahkan ya, Pakis itu
diangkat, Pak, menjadi pejabat
fungsional
ya kira-kira ini sudah banyak dilakukan
ya itu
kira-kira Pak Yahman ya. Jadi kita
dorong ini supaya
identitas nasional kita tuh di
didokumentasikan.
Baik, terima kasih banyak Pak untuk
jawaban yang sudah diberikan.
Pak Yaman juga terima kasih banyak Pak
pertanyaan yang sudah diajukan Pak
Yahman.
Terima kasih. Terima kasih, Ibu.
Baik, kita geser lagi ke pertanyaan yang
berikutnya. Nah, ini masih banyak
pertanyaan Pak Andi Kasman ya untuk Anda
dari Nurjamil Kecamatan Cikelet. Halo,
Pak Nur Jamil.
Iya. Ya, selamat siang, Bu.
Pak Nurjamil.
Gambarnya gelap ini, Pak. Bisa
ditampilkan mungkin gambarnya.
Nah, tadi sudah muncul, Pak. Nah, kalau
gini kan enak ngobrolnya, Pak. Pak Nur
Jamil dari Kecamatan Cikelet. Ini kali
ke berapa, Pak, mengikuti kegiatan ini?
Enggak terhitung, Bu. mulai dari Zoom
sampai dengan kemarin di tingkat
kabupaten apa adanya pembinaan gitu kan.
Kemudian
ee pelatihan-pelatihan masalah kearsipan
itu bukannya Iya.
Kenapa aktif banget mengikuti kegiatan
ini Pak? Apa yang dirasakan?
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
ee yang dirasakan oleh kami itu
sebetulnya dari berbagai macam apa ee
artikel atau narasumber-narasumber
mulai dari tingkat kabupaten kemudian
kemarin ada yang dari tingkat pusat
provinsi gitu. Kami selaku ee selalu
mengikutinya Bu.
Nah, cuman yang jadi permasalahan yang
permasalahan di kami ini masalah SDM Bu.
Jadi udah ya sedikit-sedikit gitu kan
udah udah ngertilah.
arsif dinamis atau a aktif nonaktifnya
berapa tahun dan berapa yang mana yang
harus ay di apa yang dihapus atau yang
lainnya itu bukannya enggak ngerti cuman
yang menjadi permasalahan masalah SDM Bu
kebetulan di kecamatan saya ini SDM-nya
itu cuman ada 10 orang itu antara plus
Sekmat dan camat
enggak ada enggak ada staf yang lainnya
jadi ee ee untuk mengelola arsif itu
susah. Padahal di kecamatan itu arsif
itu banyak mulai dari kecamatan sampai
dengan tingkat desa. Cara
mengantisipasinya
ya kami harus bagaimana agar pengarsipan
aktif ini atau mengarsipannya itu sesuai
dengan harapan-harapan dan sesuai dengan
aturan. Mungkin itu saja Pak.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih, Pak Nur
Jamil. Pertanyaannya sudah cukup jelas
sepertinya Pak Andi Kasman
orangnya kurang tapi banyak arsip yang
harus dijaga. Silakan.
Baik Pak Nur Jamil ya
dari Cikelak ya. Jadi begini Pak di era
kita sudah melontorkan namanya arsif
masuk desa ya di seluruh Indonesia
70.000 desa waktu itu ya.
Nah, jadi bahkan sampai menarik sampai
ke kecepatan ya. Jadi ee itu sudah by
sistem bahkan sudah tahun 2014 sampai
2009 itu sudah pakai e sistem aplikasi
penjualan kerangka sifat di desa
ya. Oke.
Jadi ini sebenarnya sudah tidak perlu
menumpuk sebenarnya arsif itu di desa
itu di apalagi di kecamatan ya
kecamatan. Nah dengan memakai sistem
aplikasi ini berbasis ee aplikasi ini
sudah bisa searnya mengurangi itu. Ee
apalagi dengan era pemerintahan hari ini
itu sudah berbasis SPBM Pak berbasis
sistem beras elektronik.
Iya. Saya kemarin kewangi boleh di Jawa
Timur itu, Pak. Ya, Bapak bisa ke sana
studi banding itu saya arahkan kemarin.
Jadi, desa pun sudah berbasis elektronik
ya. Nah, saya cuman ilmu kearsipannya
perlu sedikit di apa disentuh itu Pak
supaya bagus ya perkataannya. Jadi ee
arsif-arsi menumpuk itu tidak perlu
semua harus di digitis.
Yang tidak perlu dilakukan adalah
penyusutan arsif.
Ya, penyusutan arsif ini supaya tidak
menumpuk mana yang harus dimusnahkan.
Bukan dihapus ya, Pak. Pakamil
ya.
Bukan. Ini penghapusan ini konsepnya ee
barang negara
ya. Kalau arsif adalah pemusnahan
barang milik apa? Arsip milik negara.
Jadi beda konsep ini. Jadi namanya
pemusnahan bukan penghapusan.
Jadi itu berar dengan namanya penyusutan
arsif. Mana arsif yang bisa dipindahkan
ke unit kearsipan. Mana arsi yang bisa
dimusnahkan sesuai perangundangan? Dan
mana arsi yang harus Bapak pindahkan ke
dinas arsif dan perpustakaan. atau
persoal kearsipan untuk menjadi
aristatis. Itu yang dilakukan Pak ya.
Kalau yang harus di dialimediakan
atau digitize
itu harus aktif karena terlalu mahal
biayanya.
tadi saya dengar di pembicaraan pertama,
diskusi pertama tadi sesi 1 itu eh
tidak menurut saya tidak perlu di
didigitize ya, tapi dilakukan penyusutan
arsif kira-kira itu supaya tidak arsif
yang kita ee simpan betul-betul hanya
untuk dilakukan sebagai proses
administrasi
yaitu
Pak Nur masih
baik
sumber daya manusia
ini sudah bagus yang dilakukan oleh
pemda ini ee badan SDM ini sudah sampai
ke 21, Pak. Luar biasa. ini sudah
melakukan pencerahan ini. Nah, ini salah
satu melalui
[Tepuk tangan]
mohon izin saya baru pertama kali
diundang ini Bu sering-sering
jadi saya ke 21 B ini luar biasa
memberikan pencerahan ini
dan yang
mengajar adalah orang pakarp pakar-pakar
semua ya.
Ya. Jadi tinggal tinggal teman-teman
semua ini itu bisa e mengaplikasikan
atau mengimplementasikan di lapangan ya
itu jadi salint dan sumber daya
manusianya Pak itu harus Bapak melalui
proses untuk arsiparis itu harus Bapak
mengajukan namanya ee analisis kebutuhan
ke arsibasional.
baru setelah diuji nasional baru Bapak
bisa minta ke MPAN itu begitu PP-nya
itu. Jadi ada namanya rekomendasi yang
dikeluarkan oleh ASI nasional baru
dilakukan
di ee formasi ya formasi di MENPAN dan
BKN itu Pak. Maaf Pak
ya. ee waktu akhir kemarin tahun 2022
kami telah mengadakan ee pelatihan
bersama dengan PSDM pusat gitu
narasumbernya dari pusat gitu pernah
mengajukan tapi sampai dengan saat ini
ya baik melalui langsung waktu waktu itu
maupun lewat WA gitu tapi alhamdulillah
sampai dengan sekarang belum ada jawaban
harus bagaimana, harus bagaimana karena
ya kami bukannya enggak apa enggak
mengelola kearsipan. Berhubung kami kan
di Kasubak Umum itu ya alhamdulillah
pekerjaannya menumpuk gitu, Pak.
Sementara harus ada sosialisasi baik ke
desa maupun kepada sekolah-sekolah yang
ada tentang ee bagaimana cara mengsifkan
surat-surat yang ada di masing-masing
dinas instansinya. Jadi kami itu mohon
ada dorongan gitu dari tingkat pusat
gitu kepada pemda-pemda terutama kepada
kecamatan yang ee SDM-nya sangat minim
sekali gitu, Pak. Agar kearsepan ini
bisa ee sejalan atau dilaksanakan
kegiatannya sesuai dengan
harapan-harapan aturan yang ada. Begitu,
Pak.
Iya. Baik, P. Begini, Pak. Ini pertama
Bapak melalui BKD-nya
ya menyusun alis kebutuhan.
Oke. Jadi Bapak juga jadi harus Bapak
kom dengan BKD ya baru dikeluarkan
SK-nya oleh ee bupati atau ee Sekda ya
ee untuk bisa dilaksanakan BKD. Ada ada
inya, Pak. Ada perhitungan analisisnya,
debat kerjanya.
Nah, itu ada ada ada teorinya itu ada
petunjuknya juga ya. Di sana di
kecamatan Bapak itu sebenarnya berapa
sih dibutuhkan arsiparis? Arsiparis
terampil kah atau arsiparis ahli? Ahli
kah? G Pak?
Enggak ada Pak. ada ada
langsung masalah e menangani masalah
arsi Paris dapat perpustakaan gitu.
Sementara saya ee posisi di kas umum
gitu jadi
ee enggak ada enggak ada staf gitu.
Iya. Makanya saya kasih tahu Bapak harus
membuat analisis dulu menghitung berapa
sih kebutuhannya baru diajukan ke BKD.
Nah, ap sudah ada itu baru bisa
melakukan rekrutmen dengan prosesnya
lebih lanjut itu bisa melalui CPNS atau
bukan PNS gitu, Pak.
Ya, jadi bukan persoalan Pak bukan
persoalannya. Persoalannya adalah harus
ditetapkan oleh pimpinan daerah apakah
yang diminta Bapak itu adalah arsiparis
atau bukan arsiparis
kan gitu, Pak. Narsi Paris ini bisa
melalui rekrutmen CPNS dan juga bisa
melalui pindga jabatan dan bisa juga
melalui dulu ada namanya impasi.
Sekarang ini Pak banyak sekali yang
pindah penyeteraan.
Nah penyeteraan pun ini harus segera di
ee didiklatkan BTK dan uji kompetensi
ini, Pak.
banyak, Pak. Ada ada lima lima cara
untuk menambah sumber daya manusia itu
di bidang kesipan. Nah, ini cuman selalu
terlambat ini waktu saya deputi di
pembinaan, Pak. Itu saya mengatur saya
itu, Pak. Ya, tapi
animo dari pemerintah daerah itu
kurang. Kita buka keran tapi enggak
dilakukan. Nanti pada saat ee ada
masalah baruak baru mengatakan saya gak
punya SD sudah kita buka bahkan sudah
ditutup invasi-impasi itu. Nah,
kira-kira gitu Pak. Jadi untuk sementara
ini Bapak lakukan kasi dengan BKD-nya ya
supaya bisa ee tahun-tahun berikutnya
bisa melakukan ee rekrutmen CPNS ya.
Baik
dengan yang masing
ya. Terima kasih, Pak, atas
pencarahannya. Terima kasih banyak
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam
warahmatullam.
Terima kasih juga, Pak Andi Kasman untuk
ee jawaban yang sudah diberikan. Ini
masih ada satu lagi, Bapak Suarto dari
BPSDM Jambi.
Bapak Suaro. Halo,
Pak Suarto Silakan, Bapak. Pak Suarto.
Iya, silakan, Pak. ini kali ke berapa
mengikuti kegiatan ASN belajar, Pak?
Karena saya sudah tergabung di IG-nya
Jawa Timur, BBS Jawa Timur selalu ee
mengikuti
waduh luar biasa. Enggak perf ya, Pak
ya.
Selalu muncul Pak. Seru, seru,
seru. Kalau seru, seru apalagi hostnya
juga seru juga.
Terima kasih banyak, Pak. Baik, Pak
Soeharto ini apa yang ingin ditanyakan
kepada Pak Adik Asman?
Ee ada beberapa hal Bu yang ingin saya
tanyakan berkaitan dengan ee ya pasca
reformasi birokrasi ee berkaitan dengan
ee dengan Pak Kasman yang paling pas k
menjawab apa yang nanti akan saya
tanyakan.
Iya, silakan Pak.
Baik, terima kasih. Selamat siang Pak
Andi Kasman
ya. Pak E sekaligus Bapak apa
Pak Deputi ya, Pak ya.
Suara Pak Andi enggak kedengar oleh saya
nih. Asman suaranya tidak terdengar,
Pak. Sepertinya keute.
Iya, ya.
Ah, iya. Bisa, Pak.
Terima kasih, Pak Andi. Saya sudah
pernah mengikuti training of trainer
yang dibina oleh eh lembaga Andri 2017.
Waktu itu kepala lembaganya Pak Binder
Sitompul, Pak.
Oh, kepala piklatnya ya?
Iya, iya, Pak. Betul, Pak. Dan kami juga
masih punya grup e berkaitan dengan
masalah ee arsif-arsif ini. Dan saya
sekarang sudah tidak diarsif lagi tapi
berkecipung di Widiswara, Pak dan
mengampu masalah.
Oh, siap. Selamat, Pak. Selamat, I.
Ya, terima kasih Pak ee Andi eh
berkaitan dengan yang Pak Andi ceritakan
di awal, bagaimana upaya dulu lembaga
mengangkat derajat dari ee esolon 3
menjadi esolon 2 dan alhamdulillah
berjalan beberapa tahun. Tapi akhirnya
berkaitan dengan reformasi, akhirnya
dikembalikan lagi OPD kita ini bergabung
dengan ee Dinas Perpustakaan dan
Arsifak.
Nah, ini saya lihat sekarang mohon maaf
tanda kutip sepertinya arsip ini seperti
dianak tirikan, Pak.
Dianak tiikan. Jadi karena terus terang
saja kalau berkaitan dengan masalah
arsiparis ini, arsif yang kita tangani
ini kan membutuhkan ee sarana prasarana
yang cukup besar khususnya untuk menjaga
arsif itu sendiri Pak dengan ruangan
yang menggunakan suhu tertentu sehingga
arsib itu bisa dipertahankan.
Kemudian Pak berkaitan dengan
permasalahan di Provinsi Jambi ini
banyak sekali keluhan karena saya juga
lama di Kasubak Arsip ekspedisi dan
akuisisi itu ada saya dapat 7 tahun Pak
Inolah-olah tenaga kita SDM itu di anak
tiikan, Pak. Karena terus terang saja di
Jambi itu baru satu orang yang bisa
madia yang lainnya belum bisa untuk ee
ikut ke madia. Lainnya masih di muda
semua. sehingga usia yang sekarang ini
sudah selevel saya sudah pada pensiun
semua, Pak. Tinggal hanya satu orang
yang dia nanti yang mengiringi sampai 60
tahun. Nah, ini mungkin ee dari Pak Andi
yang berkaitan dengan deputi bidang
informasi sistem informasi ini mungkin
bisa memberikan dukungan berkaitan
dengan ee pengembangan arsif digital
ini, Pak. Mungkin ya mengucurkan
dana-dana Pak untuk arsip sehingga kita
tidak dianak terikan lagi dengan
pembeliharaan arsif. Kemudian yang
kedua, Pak, berkaitan dengan saat ini ee
sudah F all dunia digital ini, adakah
dukungan dari Andri sendiri, Pak untuk
ke pemerintah daerah sudah mengarah ke
eh sistem barcode berkaitan dengan semua
arsif ini, Pak? Sehingga tidak ada lagi
yang tupang tindih. Karena kita juga di
Widyiswara sering sekali menemukan
peserta-peserta
PKA itu aksi perubahannya atau proyek
perubahannya mesti mengarah ke masalah
digital. Tapi begitu dikejar untuk masa
jangka menengah maupun jangka panjangnya
hanya memenuhi di jangka pendeknya saja.
Sekedar ASI perubahannya selesai
mengangkat masalah digital jangka
menengah dan jangka panjangnya bingung
mau diapain ini masalah digital. Karena
aksi perubahannya hanya untuk jangka
pendeknya. Ee seperti itu untuk
pemeliharaannya katanya perlu dukungan
ini. Ee kami perlu dukungan dari Pak ee
Andi selaku ee kepala ASI Nasional.
Terima kasih, Pak Andi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah. Terima
kasih, Pak, untuk pertanyaan yang sudah
diajukan. Langsung saja, Pak, dijawab,
Pak Andi Kasman. Silakan.
Baik, terima kasih Pak Saya sudah ee apa
terakhir saya ke Jambi itu tahun lalu,
Pak. Ya, lalu sampai saya ke Mura Jambi
itu ya, ke Candi-Candi itu ya.
Ke candi Pak. Siap. Selamat, Pak.
Yang pertama tentang ee apa ee arsib
digital tadi ya.
Siap.
Jadi gini, Pak. Di dunia kepan
yang benar itu Pak Presiden.
Jadi negara ini diarahkan kepada sistem
pemerintahan berbasis elektronik. Jadi
yang benar elektronik.
Oke. Nah, elektroniknya ada dua. Ada
namanya digitisasi, ada digitalisasi.
Oke. Ada digitis, ada digitalisasi, ada
digital, ada digitalis.
Nah, ini jadi benar itu membuat aturan
sistem pemberis elektronik. tadi. Nah,
di dunia Karsipan sama ilmu itu. Jadi
kalau
yang sekarang ini ee dilakukan sistemasi
hidolik arsib nasional sudah
melaksanakan tugas
untuk membangun namanya sistem
pemerintahan berbasis di bidang
kearsipan itu dengan
mengimplementasikan
dan namanya sistem ee informasi kefan
dinamis terintegrasi. Jadi, SIKD
terintegrasi. Kalau dulu Bapak Ibu
sekalian di era sampai dengan
kita telah memberikan namanya SIKD ini
ya
elektronik ini kepada semua kementerian,
lembaga dan pemerintah daerah baik di
pusat maupun kota
sebanyak 63,20%
ya.
Padahal tugas kami itu diperintahkan
oleh Presiden itu hanya sekitar 50% di
RPJPMN kita bisa selesaikan sampai 60
62,3 63,20%
satu. Nah, era kepement pemintang kedua
Pak Presiden ini itu semuanya harus
terintegrasi. Jadi pakai bagi pakai
sistem bagi pakai arsif dan informasi
kearsipan yang sekarang ini sebut dengan
srikandi sistem informasi keis
terintegrasi. Jadi sik terintegrasi gitu
loh, Pak. Lagi-lagi ini tadi data saya
tadi sampai di presentasi saya itu juga
masih kurang
itulah Pak. Padahal ini sudah diwajibkan
oleh Presiden Pak. ini enggak tahu saya
di mana mau anunya ini ya, Pak.
Nah, nah itu loh, Pak. Nah, kalau
teman-teman di di Dinas Kearsipan di
sana ee Jambi sebenarnya mau itu bisa
diberikan ee ada dua sanksi, Pak. Ada
sanksi administratif, ada sanksi pidana
bagi penyelenggara itu. Nah, tapi
lagi-lagi kan tidak tidak mampu
melaksanakan. Padahal saya sudah sama
sudah sama dinasnya, Pak.
sudah sampai duanya gitu lohit
rolling Pak yang baru baru rolling Pak
baru dapat bulan
gitu berikan penguatan bersama
undang-undang mungkin kepala dinas di
sana yang ditempatkan di dinas itu juga
tidak tidak paham dengan persoalan ya
kira begitu Pak jadi masih beraba-raba
jugaah
oleh karena itu diperlukan kompetensis
Di dalam PP28 2012, setiap yang memimpin
namanya,
yang yang memimpin suatu dinas, suatu
lembaga itu dia harus punya kompetensi.
Kalau di Dinas Perpustakaan Karsipan,
dia harus memiliki minimal dua di
kompetensi, Pak. Kompetensi di bidang
kearsipan dan kompetensi bidang
perpustakaan. Saya begitu ya, Pak ya.
Tapi tidak itu belanggar semua.
Nah, makanya jadilah seperti itu. Itu
yang pertama. Jadi, jadi digitisasi itu
adalah yang hari ini disebut dengan ahli
media,
ya. Ali media. Ali media. Nah, sedangkan
yang
apa digital itu sebenik
itu ada digitisasi, ada digitalisasi.
Oke.
Nah, ini di ini. Jadi sekarang yang yang
menumpuk itu yang masuk yang harus
dilakukan digitisasi
ya. Tapi ya saya merekomendasikan tidak
semua harus digitasikan harus dilakukan
namanya penyusutan arsif yang tadi saya
jelaskan. Yang kedua ya bala. Nah, ini
lahir dengan saya sebagai arsif digital
itu seperti yang di dic yang dilakukan
dalam srikandi itu, Pak. Tidak ada lagi
arsip-arsi yang berbentuk kertas itu,
Pak. Jadi ini mengurangi penggunaan
kertas. Bahkan kemarin keekonomian
penggunaan kearsipan ini sampai 3
triliun hemat negara di bidang kearsipan
itu oleh kepala arsib kemarin.
Baik. 3,% 3, triliun. Ini menarik, Pak.
Oleh karena itu, maka ini luar biasa
ini. Itu jadi sumber daya manusia yang
diharapkan oleh Pak Warto memang harus
harus kompetenus
ke Jambi itu kaki
baik.
Terima kasih, Pak.
Terima kasih banyak.
Siap. Siap. Kasih.
Terima kasih banyak untuk pertanyaan
yang diajukan. Pak Andi Kasman juga
terima kasih untuk jawabannya dan kami
juga mohon kepada para penanya tiga
penanya tadi untuk konfirmasi ke
082119411.
silakan konfirmasi alamat ke nomor
tersebut. Baik, seluruh rangkaian acara
telah usai kita lakukan. Pak Andi
Kasman, saya ucapkan terima kasih banyak
ee sudah meluangkan waktu bergabung dan
juga memberikan banyak ilmunya kepada
kami semua. dan semoga ee banyak sekali
ilmu-ilmu yang Anda berikan dan juga
bisa diserap baik oleh sobat ASN yang
hari ini menyaksikan webinar ini. Terima
kasih sekali lagi, Pak.
Baik, saya juga ucapkan terima kasih
untuk seluruh penasih, Ibu. Terima
kasih.
Terima kasih banyak, Pak.
Saya juga ucapkan terima kasih kepada
seluruh pihak yang telah mendukung ee
acara ini. Tadi ada Kepala Arsip
Nasional Republik Indonesia, Andri Dr.
Andes Imam Gunartto, lalu juga perencana
pertama Kementerian PAN RB Bapak Alvian
Lis Dias Ismanto. Lalu juga ada Bapak
Dr. Andi Kasman, S. M.M. yang sudah
memberikan materinya. Terakhir sebelum
menutup perjumpaan, saya kembali
mengingatkan untuk sobat ASN bahwa link
presensi ee sudah diakses ya. Jadi
silakan untuk segera diakses langsung
klik bit.li hadir kearsipan dan link
presensi hanya hari ini saja sampai
pukul 23.59
sebelum berganti hari. Layanan kontak
person juga bisa langsung di 08211
dan hanya sampai 17 Juni 2023 pada pukul
09.00 malam. Sekali lagi sobat ASN
tayangan ini bisa disimak kembali.
Siaran ulangnya bisa disimak di belajar
YouTube BPSDM Jatim TV dan ikuti terus
ASN Belajar setiap serinya untuk
mendapatkan kesempatan mengikuti
pelatihan gratis ke luar negeri. ASN
Belajar seri 21 ini dipersembahkan oleh
Corpu SDGS BPSDM Provinsi Jawa Timur
berkolaborasi dengan WPro Communication.
Saya Aulia Maika pamit undur diri.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Tepuk tangan]
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi.
Untuk pelayanan berdampak
bersama ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Jadi
ee masuk ke WA kita. Nah, ini bagus
sekali ini materinya. Jadi saya mohon
izin untuk bergabung nih Bu
ASM belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar
pemerintahan
kelas dunia
bukan tekat rancang
jadi ASN berkewajiban
sama
[Musik]
zaman yang terus bergerak.
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Tapi e masuk ke WA kita. Nah, ini bagus
sekali ini materinya. Jadi saya mohon
izin untuk bergabung nih, Bu.
ASM belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia. Satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASNAR berkualitas
belajar wujud
pemerintahan
kelas dunia
bukan tekad rancang menyerah
jadi ASN tetap berkewajiban
bersama asaj
[Musik]